Duplikat Daddy

Duplikat Daddy
Rencana ke rumah Grandma Kembar


__ADS_3

"Kami tidak pernah meninggalkanmu, Darsh. Kami hanya ingin mencari sesuatu yang baru. Walaupun dengan pasangan kami, setidaknya tempat baru itu akan melukiskan hal baru lagi untuk kami," jelas Frey.


"Aku tidak bisa menahan kalian. Aku juga punya kesibukan mengurus dua bayi kembarku itu. Bertemu dengan kalian pun pasti sangat jarang sekali. Lalu, apa yang bisa kujelaskan pada Max jika dia sudah keluar dari penjara?" jelas Darsh.


Willow sudah terbiasa mendengar nama Max. Itulah sebabnya dia mengusulkan untuk pindah ke tempat baru agar tidak bertemu lagi dengan lelaki itu.


"Katakan saja kalau kami ada pekerjaan di tempat baru." Owen tidak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya pada sang istri. Apalagi semalam dia menolak untuk memberikan malam pertama mereka.


"Sudahlah, Sayang. Lupakan saja Max. Kita akan hidup bahagia di tempat yang baru." Willow menatap lekat wajah suaminya.


Sekarang Darsh yang pusing. Persahabatannya bukan terpecah karena wanita melainkan karena kesibukan masing-masing. Tak bisa dipungkiri kalau mereka mempunyai kehidupannya sendiri. Begitu juga dengan Darsh. Dia sibuk dengan pekerjaan, istri, dan anak-anaknya.


"Ayo makan dulu! Setelah itu kita mengobrol sambil jalan-jalan," ucap Glenda.


Ketiga perempuan itu menyiapkan makanan untuk masing-masing pasangannya. Rasanya sungguh berbeda ketika ketiganya masih sendirian. Mereka saling menyiapkan makanan dan bercanda tanpa memikirkan sakit hati karena saling memojokkan. Sekarang berbeda lagi. Bahagia juga kalau setiap hari ditemani pasangannya masing-masing.


Mereka makan dengan lahapnya sambil sesekali melirik pasangannya masing-masing. Frey terlihat sangat bahagia bersama Mezzaluna. Gadis itu terus saja membuat Frey bisa tersenyum. Darsh tak sengaja melihat keromantisan ini.


Kamu berhasil melupakan Jillian, Frey. Semoga kamu bisa membahagiakan Mezzaluna tanpa mengingat Jillian yang sudah dimiliki oleh sahabatmu sendiri.


Selesai makan siang bersama, Darsh mengajak mereka semua untuk menikmati pantai yang tak jauh dari hotel. Dia sengaja memilih tempat yang berdekatan dengan pantai. Walaupun siang hari, suasana pantai tidak terlalu terik karena di sekelilingnya berdiri bangunan kokoh menjulang tinggi.


Ketiga perempuan itu langsung menikmati suasana pantai yang menarik. Ini liburan pertama mereka.


"Apa yang kamu sukai dari tempat ini?" tanya Mezzaluna pada kedua perempuan yang sedang bersamanya.


"Aku menyukai tempat ini karena kedua grandmaku berada di negara ini. Aku memiliki grandma kembar," jelas Glenda.


"Wah, pantas saja kalau kamu memiliki bayi kembar," sahut Willow.


Mereke bertiga melanjutkan langkahnya menikmati keindahan pantai. Sementara ketiga lelaki itu mengamatinya dari jauh sambil berbincang-bincang.


"Kita masih bisa bertemu walaupun kalian menjauh. Masih ada ponsel dan pesawat. Kalau kita rindu, bisa melakukan panggilan video call. Kalau ingin bertemu, tinggal klik tiket pesawat, berangkat deh," ucap Owen.

__ADS_1


"Kamu benar, Owen. Persahabatan kita ini akan terus berjalan sampai kapan pun. Bagaimana kelanjutan hubungan Max dan Willow? Bukankah di antara kalian pernah terjadi sesuatu? Aku mengetahuinya dari Darsh," ucap Frey.


"Maaf, aku sedang berusaha memperbaiki persahabatan kita. Apa aku salah?" ucap Darsh.


"Tidak, Darsh. Aku juga berusaha membuat Willow bisa menerima Max dengan baik. Sayang, sikap Max terlalu obsesi untuk memiliki setiap gadis yang dicintainya." Owen menepuk pundak Darsh. "Percayalah. Aku sedang meyakinkan istriku. Aku juga ingin persahabatan kita baik-baik saja. Kamu percaya kan kalau setiap orang bisa berubah? Ya, seperti dirimu yang dulunya kaku minta ampun. Selalu jaga diri kalau bertemu para gadis itu dan sekarang sudah bisa bersikap romantis seperti tadi."


Walaupun kenyataannya Darsh bingung harus menyampaikan seperti apa jika Max keluar dari penjara.


"Sayang, ayo kemari!" panggil Glenda pada suaminya.


Glenda setelah berjalan-jalan dengan Willow dan Mezzaluna kemudian berinisiatif menemui suaminya. Dia berniat menikmati kebersamaan yang indah hanya dengan suaminya.


"Owen, Frey, aku pergi dulu, ya?" pamitnya pada kedua sahabatnya.


"Hemm, kita nikmati saja suasana hari ini," balas Owen.


Darsh saat ini sudah berada di hadapan istrinya. Dia memeluk erat kemudian mengangkat wanita itu dan memutarnya. Mereka sangat bahagia sekali. Bahkan, Glenda berteriak sangat kencang sekali.


Darsh kemudian menurunkan istrinya. "I love you too," balas Darsh.


Lelaki itu kemudian menggandeng mesra tangan istrinya untuk berjalan-jalan di tepi pantai seperti yang dilakukan Glenda dengan dua pasangan sahabatnya. Hari yang luar biasa sedang dilalui. Masih ada beberapa hari bahagia lagi yang harus dinikmati sebelum kembali berkutat dengan kedua bayinya yang semakin hari semakin menggemaskan.


"Kita akan mampir ke grandma kembar kan, Darsh?" Glenda butuh kepastian untuk datang ke tempat grandmanya.


"Tentu. Bagaimana kalau besok? Apa kamu setuju, Sayang?"


Jarak hotel dengan kediaman grandma kembarnya tidak terlalu jauh. Ini kesempatan bagus untuk menengok grandmanya. Semenjak menikah, Glenda hampir tidak pernah lagi berkunjung ke grandma kembarnya.


"Tentu, Sayang. Kurasa mereka akan bahagia ketika aku mendadak datang ke sana."


Mendadak mommynya mengirim pesan padanya untuk mampir ke grandma kembar. Om Sean-nya berusaha mengabari melalui telepon, tetapi sepertinya Glenda baru menyadarinya.


"Kenapa kamu tertunduk seperti itu?" tanya Darsh ketika keduanya sampai di tempat beristirahat. Ya, sekarang keduanya sedang duduk di kursi pantai yang letaknya tak jauh dari kedua sahabatnya yang sama-sama sedang menikmati pemandangan laut sambil bersantai.

__ADS_1


"Entah, Sayang. Perasaanku tidak enak dengan grandma kembar. Mungkin juga sepupuku, Aquarabella sudah berada di sini dengan daddynya. Kurasa ada hal yang sedang terjadi pada grandma kembar."


"Apakah grandma sakit?" tanya Darsh berusaha memastikan. Jika wanita tua itu sakit, malam ini Darsh berniat mengajak keduanya untuk pergi ke sana.


"Apakah mommy dan daddy juga akan ke sini?"


"Kurasa begitu, Sayang. Kebetulan aku mengirim pesan pada mereka kalau aku sedang berada di negara T. Mereka langsung memintaku ke rumah grandma kembar."


"Bagaimana kalau malam ini kita ke sana? Kurasa kalau perasaanmu sedang tidak menentu, kita tidak bisa melanjutkan liburan ini kalau grandma sedang sakit."


Suaminya benar. Glenda memang ingin menikmati kebersamaan dengan suaminya, namun mengingat kedua grandmanya, perasaannya semakin tidak menentu.


"Baiklah, aku setuju."


Kesepakatan telah dibuat. Sementara Frey dan Owen berusaha memahami masalah suami istri itu.


"Kamu kenapa, Darsh?" tanya Owen.


"Tidak apa-apa. Nanti malam aku langsung ke tempat grandma kembar. Apa kalian mau ikut?" ucap Darsh.


"Maafkan aku, Darsh. Aku tidak bisa. Aku harus mengantar Mezzaluna ke apartemennya," balas Frey.


"Tak masalah. Kalau Owen ingin ikut, silakan. Kalau tidak bisa juga tidak apa-apa. Lagi pula kalian ke sini untuk berbulan madu, kan? Sementara kami memang berniat untuk mampir ke grandma kembar."


"Aku mau ikut," sahut Willow membuat semua orang terkejut termasuk suaminya. "Aku mengenal grandma Jelita dengan baik. Dia selalu menyayangiku."


Willow hanya tahu Jelita. Kemunculan Jenica bahkan dia belum tahu bagaimana detail masalah itu terjadi. Darsh hampir lupa kalau kehidupan Willow masih terhubung juga dengan Sean, Om dari Glenda.


...🍃🍃🍃...


Mampir ke karya baru Emak, yuk. Demi Noveltoon Writing Academy, Emak suguhkan karya baru. Jangan lupa mampir🙏


__ADS_1


__ADS_2