
"Kenapa lama sekali?" protes Darsh yang baru saja melihat Owen dan Willow datang dengan kopernya.
"Maaf, Darsh. Kami harus mengantre untuk check out," ucap Owen.
"Lekaslah! Om Sean tadi datang untuk menjemput istriku. Kurasa sebaiknya memang kita harus pindah ke rumah grandma kembar."
Mendengar nama Sean, Willow teringat masa kecilnya. Pria yang pernah disebut papa dan puluhan tahun tidak dijumpainya itu tiba-tiba membuat Willow merasakan kerinduan mendalam.
Saat ini bukan itu fokus Willow. Dia harus mengikuti Darsh yang saat ini sudah dianggap sebagai saudaranya. Willow dan Glenda duduk di kursi penumpang, sedangkan Darsh dan Owen berada di depan. Darsh yang mengemudikannya.
Rumah sakit X memang rumah sakit terbesar di wilayah ini. Perlahan, mobil yang dikendarai Darsh mulai memasuki area parkir.
"Lebih baik kita menuju ke kamar rawat grandma langsung. Setelah itu baru kita putuskan akan menginap di mana," ucap Glenda.
Mereka langsung menuju ruang rawat grandma Jenica. Namun, ketika hendak masuk, mereka mendapati seorang pria yang berumur berada di depan ruang rapat itu.
"Siapa kalian?" ucap pria yang terlihat lebih dingin daripada Darsh. Jika disandingkan sebelum ini, Darsh dan pria itu mungkin memiliki predikat sama. Sama-sama berjuluk kulkas.
"Aku cucunya grandma Jenica. Kamu siapa?" jawab Glenda.
"Aku juga cucunya," jawabnya sinis.
Glenda berusaha bersabar dan hendak memaksa masuk. Namun, yang membuat Glenda bingung adalah ucapan pria barusan. Mana mungkin grandma Jenica mempunyai cucu seumuran dia? Terlihat seperti hot Daddy. Walaupun suaminya sudah menjadi hot Daddy juga.
Ceklek!
Sean membuka pintu ruang rawat dan melihat ketegangan di sana.
"Ada apa ini?" tanya Sean yang melihat keponakannya belum masuk juga.
"Siapa pria ini, Om? Kami mau masuk malah seperti dihalangi," keluh Glenda.
"Zack, dia ini sepupu istrimu. Anak dari adikku. Kalian memang belum pernah bertemu. Om minta maaf."
Sean mengajak masuk keempat tamunya itu. Ini kesalahan Sean yang belum sempat mempertemukan garis keturunan keluarga Armstrong dengan pasangannya.
__ADS_1
Glenda merasa sakit melihat grandmanya terbaring lemah di sana. Ingatannya kembali ketika pernikahannya dengan sang suami dan setelah itu mereka kehilangan orang yang sangat dicintainya.
"Om, kenapa grandma tertidur?" tanya Glenda.
"Dia baru saja meminum obatnya."
"Kalau begitu biarkan grandma istirahat. Lebih baik kita keluar," ucap Darsh.
Willow yang melihat wajah grandma di hadapannya ini masih bingung. Sangat mirip sekali dengan grandma Jelitanya. Dia juga belum tahu cerita yang sebenarnya.
"Papa Sean," panggil Willow. Sehingga beberapa orang yang hendak keluar itu mengurungkan niatnya karena ucapan Willow barusan. Yang lebih bingung adalah Owen. Sepertinya sang istri masih terikat kuat dengan keluarga Darsh maupun Glenda.
Sean hampir saja menghentikan langkahnya, namun Darsh memintanya untuk tetap keluar dan menyelesaikan semuanya di sana.
"Kita keluar saja, Om. Mungkin banyak kesalahpahaman di sini," ucap Darsh.
Sekarang mereka berada di luar ruangan. Di sana masih ada Zack yang sedang menunggu Daddy mertuanya.
"Zack, tolong jaga grandma. Daddy ada perlu dengan mereka."
"Baik, Dad." Zack tidak berani bertanya lagi akan ke mana mereka pergi. Dia cukup sadar diri kalau tidak berhak ikut campur.
Sean membawa mereka ke sebuah restoran yang tak jauh dari rumah sakit. Sean ingin meminta maaf pada Willow. Setelah pertemuan Willow dengan papa biologisnya, Sean sudah tidak tahu kabar terakhir keluarga gadis itu.
"Mamamu apa kabar?" tanya Sean ketika sudah berada di jajaran kursi restoran yang belum terlalu ramai.
"Mama sudah meninggal, Om." Willow cukup sadar diri kalau Sean sudah bukan miliknya lagi seperti yang diceritakan mamanya selama ini. Kesalahpahaman mamanya di masa lalunya membuat Willow kebingungan. Namun, semua sudah jelas sekarang. Bahkan papa biologisnya tega melakukan hal sekejam itu padanya.
"Maaf, aku turut berdukacita cita, Willow."
"Om, maaf aku mau tanya. Sebenarnya ada hubungan apa antara Willow dengan Anda?" Owen tidak bisa untuk menahan diri. Walaupun sudah menjadi istrinya, Owen belum mengetahui secara keseluruhan hubungan Willow dengan keluarga istrinya Darsh.
Sean kemudian menceritakan detail masalahnya. Keempat orang yang di sana dengan seksama mendengarkan. Setelah Sean selesai bercerita, Glenda baru menyadari satu hal lagi bahwa kehidupannya dengan Darsh sudah bertaut jauh sebelum mereka terlahir.
"Grandma Jelita di mana?" tanya Willow.
__ADS_1
"Ada di rumah. Kalian bisa menginap di sana. Glenda yang akan menjadi petunjuk jalan untuk kalian. Jadi, kamu dan Owen sudah menikah?" ucap Sean.
"Iya, Om. Kami barus saja melangsungkan pernikahan beberapa hari yang lalu. Om jangan khawatir, aku akan selalu menjaga Willow dengan baik," ucap Owen.
"Glenda, bagaimana kabarmu? Bayi kembarmu sehat, kan?"
"Iya, Om. Baby W sehat terus. Bagaimana kabar Kak Aquarabella?" tanya Glenda.
"Ada di rumah bersama Mama Jelita. Setelah kembali ke kamar rawat grandma Jenica, kalian bisa pergi ke sana. Aku akan mengirim pesan pada Aquarabella untuk menyiapkan kamar kalian."
Willow sebenarnya ingin menceritakan tentang papanya pada Sean, mengingat masih banyak anggota keluarganya yang lain, Willow mengurungkan niatnya. Tak ada yang perlu diingat lagi tentang masa lalunya, yang penting saat ini dia dan Owen sudah bahagia.
"Om, sebaiknya kami pergi dulu ke tempat grandma. Aku sudah rindu dengan Kak Aquarabella."
Lama kedua sepupu itu tak pernah bertemu karena selain kesibukan masing-masing, tinggal di tempat yang cukup jauh membuat mereka tidak pernah bisa menjalin komunikasi yang sangat intens.
"Tunggu sebentar, Glenda. Om masih ingin bertanya satu hal pada Willow."
"Baiklah, Glenda tunggu. Silakan dilanjutkan dulu, Om," jawab Glenda.
"Willow, kalau mamamu meninggal, bagaimana dengan kabar papamu?"
Sean masih penasaran ketika Willow menceritakan tentang mamanya. Papanya sama sekali tidak disebutkan olehnya.
"Om, maaf kalau aku yang mewakili jawabannya. Papa Willow itu sangat brengsek dan biadab. Jika aku ditakdirkan untuk bertemu dengannya, aku akan menghajarnya tanpa ampun," sahut Owen.
Sean sangat terpukul mendengar ucapan suami Willow barusan. Dia tidak habis pikir dengan sikap Juvenal pada putrinya. Namun, dia belum mendapatkan cerita jelasnya. Sean masih penasaran dengan ceritanya, tetapi tidak sekarang. Pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendengarkannya.
"Ya sudah. Nanti malam saja Om akan berbincang dengan Willow. Lebih baik sekarang kalian pulang ke rumah grandma dan beristirahat di sana."
Mereka langsung ke rumah sakit kemudian mengambil mobil yang dikemudikan Darsh sebelumnya. Tujuannya sekarang ke rumah grandma. Glenda sangat senang karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Aquarabella, sepupunya.
Sampai di sana, selain disambut oleh pelayan rumah, mereka juga disambut dengan seorang wanita muda. Ya, dia adalah Aquarabella Armstrong yang selama ini dinantikan pertemuannya dengan Glenda.
"Kakak," sapa Glenda.
__ADS_1
Wanita muda itu maju untuk memeluk kakak sepupu yang sama cantiknya dengan Glenda. Ini pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun tidak pernah bertemu.