
Bekerja merupakan hal yang selalu dilakukan sepanjang hari kecuali hari libur. Kekompakan Darsh dan Justin untuk menyelesaikan proyek demi proyek tidak diragukan lagi. Berkat dukungan keluarga besar, keduanya bisa melewati semua kesulitan.
Hari ini sepulang kerja, baik Darsh maupun Justin tidak langsung pulang ke rumah melainkan harus pergi dulu ke Kafe milik Owen. Owen mengabari kalau ada hal penting yang ingin mereka bicarakan.
"Selamat datang," sapa Owen ketika keduanya baru masuk ke Kafe dan memilih tempat duduk yang biasanya disediakan untuk mereka.
"Tumben kamu meminta kami untuk datang. Biasanya melalui pesan whatsapp sudah cukup dimengerti," ucap Justin.
"Nah, kamu mencurigakan, Owen!" sahut Darsh.
"Ayolah, Sobat! Jika bukan karena Max, aku tidak akan seperti ini."
Max? Justin dan Darsh berpandangan. Lama tidak berjumpa dengan lelaki itu. Apa yang telah dilakukannya sekarang sehingga membuat Owen harus turun tangan seperti ini?
"Ada apa dengan Max?" tanya keduanya secara bersamaan.
"Ck, tumben kalian berdua kompak seperti itu. Max akan melangsungkan ulang tahunnya besok di Kafeku. Dia sudah memesannya sejak awal dan untuk keseluruhan Kafe selama maksimal tiga jam. Kalian tidak tahu ini, kan?"
Tentu saja, kesibukan pekerjaan mereka yang membuatnya tidak ada waktu. Malam hari digunakan untuk beristirahat. Waktu untuk berkumpul menjadi berkurang. Terkadang hari libur. Itu pun Max pasti tidak bisa. Tempat berkumpulnya kalau dulu di rumah Frey, maka sekarang pindah ke Kafe milik Owen.
"Lalu, acaranya akan seperti apa?" tanya Darsh.
"Max akan mengundang beberapa gadis Club yang kita kenal. Beberapa tamu undangan diperkenankan untuk membawa pasangan karena dia ingin istrimu juga ikut, Darsh. Aku mengatakan padanya kalau tidak bisa membawa pasangan. Kamu tahu sendiri, kan. Aku masih betah menyendiri," jelas Owen.
"Apa sebenarnya yang ingin direncanakan Max? Itu artinya Helga, Aimee, dan Clianta juga datang. Aku malas menghadapi mereka," jelas Darsh.
"Kamu jangan khawatir, Darsh. Kakak ipar tidak akan sendirian," balas Justin.
"Maksudmu, kamu akan mengajak dia ikut ke pesta ulang tahun Max? Tidak, tidak, aku tidak setuju!"
"Dia siapa yang kalian maksud?" tanya Owen.
"Kekasihku," jawab Justin penuh penekanan.
"Kekasih apa? Enak saja. Kamu belum resmi dengannya," balas Darsh yang tidak terima.
__ADS_1
"Darsh, ayolah. Semuanya akan baik-baik saja." Justin berusaha meyakinkan.
"Apa sebenarnya yang kalian ributkan? Kenapa aku tidak tahu apapun?" Owen semakin penasaran pada perbincangan kedua sahabatnya.
"Aku dan Jillian akan bersama, Owen," ucap Justin.
Owen sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Padahal yang Owen tahu, gadis itu hanya menyukai Frey.
"Aku tidak mengerti, tetapi sudah lupakan saja. Kehidupan berhak berjalan, bukan?" ucap Owen.
Dari beberapa sahabatnya, hanya Owen yang selalu bisa bersikap seperti itu. Dia selalu menerima sesuatu dengan mudah dan tidak gampang sakit hati. Dia jauh lebih bahagia ketimbang memikirkan urusan orang lain. Namun, Owen selalu bisa menerima semua sahabatnya yang ingin berbagi masalah dengannya.
"Kamu benar, Owen. Jillian sedang terluka. Tentu saja aku sebagai kakaknya akan melakukan yang terbaik untuknya," balas Darsh.
"Kamu setuju kalau aku mengajak Jillian, Darsh?" tanya Justin.
"Tentu saja. Namun, bagaimana caramu menghadapi Max?" tanya Darsh.
"Jangan khawatir, aku akan menemukan caranya," balas Justin.
...🍒🍒🍒...
Di rumah, Glenda mulai kesal. Seharusnya Darsh sudah pulang dari satu jam yang lalu, namun mendekati dua jam, suaminya tak kunjung datang.
"Kak, jangan seperti alur setrika! Mungkin Kak Darsh ada rapat mendadak atau urusan yang sangat penting," jelas Jillian untuk meredam kekesalan ibu hamil itu.
"Dia kan harusnya bisa mengirim pesan padaku. Apa susahnya? Hanya pesan, Jill. Aku mengkhawatirkannya. Awas saja kalau sampai ketahuan menemui perempuan!" Kekesalan Glenda sudah memuncak. Jam dinding sudah menunjukkan lebih dari dua jam, Darsh belum juga kembali.
"Kak, positif thinking dong! Mungkin Kakak ada urusan. Jangan seperti itu! Ibu hamil tidak baik menyiksa diri. Berbahagialah."
"Mana bisa seperti itu, Jill. Hampir setiap hari perasaanku seperti roller coaster. Aku selalu cemburu padanya. Dia tampan, CEO, memiliki segalanya, pasti banyak gadis-gadis yang tertarik padanya. Sedangkan aku, lihatlah mulai gendut. Perutku buncit dan tidak menarik. Pakaianku juga oblong semua. Mana bisa aku berpakaian seksi seperti mereka."
Jillian tidak bisa lagi membalas ucapan kakaknya. Agaknya semua yang dilakukan untuk Glenda tidak berimbas apapun. Glenda tetap saja kesal. Di depan, suara mobil terdengar mulai memasuki halaman. Itu artinya Darsh datang. Mungkin sebentar lagi pertempuran antara suami istri akan berlangsung. Jillian hendak menghindar agar tidak ikut campur urusan mereka.
"Loh, kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Darsh yang baru saja masuk.
__ADS_1
"Aku tidak mau bicara denganmu!Aku kesal. Kenapa kamu jahat sekali, Darsh. Bisa kan mengirim pesan kalau memang pulang terlambat agar aku tidak khawatir," omel Glenda.
Jillian hendak masuk ke kamarnya, tetapi keburu Darsh menahannya. Dia tidak ingin mengulang ucapannya pada dua perempuan yang berbeda tempat. Kebetulan keduanya sedang bersama, ini saatnya Darsh mengatakan undangan ulang tahun Max.
"Jill, tunggu sebentar! Ada yang ingin kakak katakan padamu dan kakak iparmu."
"Mengenai apa, Kak? Apakah ini sangat penting?" tanya Jillian.
Glenda diam. Dia cukup ingin mendengarkan alasan apa yang akan disampaikan suaminya. Kenapa juga harus melibatkan Jillian seperti ini kalau menginginkan jalan damai seperti biasanya?
"Besok ulang tahun Max. Kakak harap, kamu dan istri kakak bisa ikut," ucap Darsh.
"Hah? Ulang tahun Max, Kak? Apakah dia tahu kalau aku ada di sini?" Jillian sengaja menghindari lelaki itu karena merasa tidak nyaman. Sementara Glenda mulai menyadari mungkin terlalu sensitif menjadi wanita hamil. Dia tetap mendengarnya dalam diam.
"Dia tidak tahu, tetapi Owen tahu. Kamu jangan khawatir. Besok kamu akan pergi bersama Justin. Oh ya, sebelum itu pergilah ke butik bersama kakakmu. Aku akan mengirimkan orang untuk mengawasi kalian supaya tidak ada orang yang menganggu," jelas Darsh.
"Syukurlah, Kak. Aku bisa was-was kalau dia tahu keberadaanku," ucap Jillian.
"Sayang, besok pagi sebelum aku berangkat ke kantor, ambilah debit card dari dompetku. Pergilah berbelanja apa yang kamu butuhkan dan juga Jillian. Jangan ngambek terus, kasihan anak kita."
"Hemm, baiklah. Darsh, lusa kita ke dokter. Sudah waktunya kontrol," ucap Glenda.
"Hemm, aku akan menemanimu. Bagaimana, Jill?" tanya Darsh.
"Bagaimana apanya, Kak?"
"Lusa kamu temani Justin menangani beberapa proyek penting. Kakak akan mengantarkan Kak Glenda ke dokter kandungan."
Sepertinya Darsh akan berbagi kebahagiaan dengan adik sepupunya. Sebelum tiga bulan, Darsh harus segera mengirimkan Jillian kembali pulang bersama Justin. Mengurus Glenda sudah ribet dan sekarang bertambah lagi Jillian. Rasanya Darsh harus melindungi dua perempuan sekaligus.
...🍃🍃🍃...
Hai hai hai, yuk sambil menunggu update, mampir ke karya teman Emak yang keren ini ya. Cus kepoin...
__ADS_1