Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
menyelesaikan masalah


__ADS_3

Kesehatan Patrick berangsur-angsur pulih dalam waktu 3 hari ia sudah bisa berjalan kembali dengan normal dan tidak ada masalah dengan anggota tubuhnya.


Kevin masih belum mengingat apa yang terjadi pada 20 tahun yang lalu. Pihak keluarga memutuskan untuk pergi ke Inggris, ke tempat peristiwa itu terjadi. Santoso menyewa sebuah pesawat airbus untuk mengangkut seluruh anggota keluarga.


Kevin satu hari ini hanya berdiam diri, Lisa tahu kalau Kevin sangat khawatir. Hatinya diselimuti rasa takut, bagaimana kalau memang dia yang membunuh penjahat itu dan melukai sepupunya sendiri. Lisa beberapa hari yang lalu sudah meminta pengawalnya untuk memberi data mengenai peristiwa 20 tahun yang lalu itu tanpa sepengetahuan Kevin.


"sayang..."


"ya...." jawab Kevin sambil melihat kearah Lisa.


"setelah semua hal disini selesai, apakah aku boleh ke Paris dan tinggal disana selama beberapa tahun??" tanya Lisa


Kevin mengerutkan alisnya "kenapa?"


"aku ingin membantu Leo, bagaimana pun ini adalah perusahaan keluarga. Aku ada tanggung jawab didalamnya." jelas Lisa


"kamu juga punya kewajiban dengan Growth Ltd. Ini adalah perusahaan almarhum papa."


Lisa terdiam sejenak. Sebenarnya alasannya bukan itu, tapi Lisa terlalu takut untuk mengungkapkannya. Lisa menghadap keluar jendela  pesawat.


"kamu boleh melanjutkan kuliah mengambil gelar master dan dokter sesuai keinginanmu. Kemudian kamu mau mengolah tanah didesa bunga menjadi panti asuhan yang memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai anak-anak. Kalau itu alasannya kamu boleh melakukannya."


Mata Lisa membesar, senyumnya mengembang di bibirnya "Mr Kevin kamu benar-benar Xavier....aku sangat mencintaimu." Lisa memeluk Kevin dan mencium pipinya


"terima kasih" kata Lisa lagi.


"aku tahu, kamu ingin menjadi seorang dosen dan guru dipanti asuhan yang akan kamu dirikan kelak." jelas Kevin


"dari mana kamu tahu?" tanya Lisa


Kevin tersenyum dan berkata "karena aku adalah suamimu. Kamu lupa, waktu kecil kamu selalu berkata kalau cita-cita kamu adalah mendapatkan gelar yang banyak didepan dan dibelakang namamu."


"benarkah aku pernah mengatakannya??" tanya Lisa

__ADS_1


Kevin mengangguk "tentu saja."


Waktu Lisa kecil, sebenarnya Merry sedang kuliah mengambil gelar masternya. Hanya saja, ketika itu papa Lisa meninggal dan dengan terpaksa Merry berhenti kuliah karena ia selalu mendapatkan teror dari Roy, adik papa Lisa. Lisa yang selalu bersama Kevin ketika kecil, selalu kagum melihat mamanya yang suka membaca buku di perpustakaan rumah. Ketika mamanya belajar, Lisa akan bermain bersama Kevin membaca buku cerita. Ia akan meniru Merry memakai kaca mata sambil membaca buku.


Keinginan Merry yang tidak bisa terwujud, diam-diam tertanam dalam hati Lisa. Bagaimana pun suatu hari nanti ia akan melanjutkan kuliah dan mendapatkan gelar yang banyak. Membagikan semua ilmu yang didapatkannya kepada semua orang.


Lisa sangat senang mendapatkan dukungan dari Kevin.


"setelah urusan kita selesai aku akan mencarikan kampus yang terbaik untukmu"


"baik...." jawab Lisa sambil menyandarkan kepalanya dipundak Kevin


Lisa merasa sangat beruntung karena apapun yang diinginkannya selalu mendapat dukungan dari Kevin dan ia selalu menemani Lisa disepanjang waktunya.


Kurang dari 1 jam mereka sudah sampai di London. Ini adalah pertama kalinya Lisa memijakkan kaki di negara itu. Selesai urusan keimigrasian mereka langsung ke hotel dan beristirahat. Kevin terlihat sangat kaku, matanya berkali-kali terlihat kosong. Satu sisi ia sangat ingin mengembalikan semua ingatan 20 tahun yang lalu, tapi disisi lain dia juga memiliki ketakutan sendiri bagaimana jika memang ia yang mejadi pelaku kejahatannya.


Patrick berjalan disebelah Kevin mereka bernostalgia dengan kenangan masa sekolah dulu. Kevin masih ingat dengan semua peristiwa semasa mereka sekolah dulu, hanya ingatannya terputus hanya pada summer camp. Mereka tertawa bersama, Lisa berjalan disebelah kiri Kevin. Tangan Kevin tetap menggenggam tangannya walau ia sibuk berbicara dengan sepupunya.  Lisa sangat senang, setidaknya ia tidak melupakan dirinya ketika berada dengan saudaranya.


Sampai di hotel, semua beristirahat sejenak dan kembali berkumpul saat makan malam. Mereka semua merencanakan besok pagi akan ketempat peristiwa itu terjadi. Sejak  selesai makan malam Kevin lebih banyak melihat kearah luar jendela dengan pandangan kosong melihat bangunan dan jalan raya yang dipenuhi kendaraan. Pria ini mengalami krisis percaya diri.


'bibi kecil apa yang harus aku lakukan...😖


'kenapa ....?🤔


'Kevin dari tadi terlihat melamun dan tidak fokus dengan dirinya..🥱


'🥺cobalah berbicara dengannya'


'sudah..Tapi dia hanya menanggapi dengan singkat kemudian kembali seperti itu lagi.😭


'apa saja yang kalian bicarakan??'😶


'masalah kantor, masa lalu, sekolah... ya kira-kira itu.'😔

__ADS_1


'cobalah membahas hal lain yang disukainya.😇


Lisa tidak membalas dan berpikir sejenak maksud pembicaraan Cindy. Kesukaan Kevin apa??  Lisa berusaha memikirkannya, tapi tidak menemukan jawabannya. Kenapa dia bisa tidak tahu apa yang disukai Kevin??


'sudah menemukannya😐??' tanya Cindy


'tidak😰


'makanan atau minuman kesukaannya??🤔'


Lisa berpikir sejenak, selama ia bersama dengan Kevin ia memakan dan minum semua yang Lisa inginkan. Kevin tidak pernah menunjukkan keinginannya terhadap sesuatu tertentu. Apakah ia selama ini sudah bersikap egois, pikir Lisa


'aku rasa aku bukan istri yang baik. Aku bahkan tidak tahu apa-apa tentangnya🥺🥺


'tidak masalah. Bukankah belakangan ini dia selalu menempel kepadamu?? Mungkin kau adalah kesukaannya🤭🤭


'benarkah??😱


Lisa tidak percaya dengan yang dikatakan Cindy, tapi kalau memang benar bagaimana?? Setidaknya mencoba daripada tidak sama sekali. Pikir Lisa


'aku akan mencoba..😳😳


Lisa meletakkan lagi ponselnya kemudian berjalan keluar kamar. Ia mendapati Kevin belum berubah posisi dari tadi, tatapan matanya masih kosong menatap keluar jendela. Lisa berdiri diatas sofa dan memanggil Kevin. Kevin tidak mendengar Lisa memanggilnya, pada panggilan ketiga dengan suara kuat Kevin tersadar dari lamunannya dan memandang Lisa yan sedang berdiri diatas sofa


"apa yang kamu lakukan??" tanya Kevin


"disekitar ku banyak buaya, aku mau kekamar. Tolong gendong aku..." kata Lisa dengan manja


Kevin melihat sekitar tidak ada buaya, dan tidak ada yang aneh dengan ruangan ini. ''sayang, apa kamu terlalu banyak minum paracetamol hari ini??" tanya Kevin


Kevin berjalan kearah kamar tidur dengan cepat, memastikan obat yang diminum Lisa sesuai dengan dosis dokter. Kevin merasa tidak ada yang salah dengan sisa obatnya, Kevin keluar kamar lagi dan masih melihat Lisa berdiri diatas sofa. "sayang kamu turun nanti bisa terjatuh" perintah Kevin


"aku bilang gendong aku, disini banyak buaya. Kalau aku digigit bagaimana??"

__ADS_1


Kevin kembali terdiam, satu tangannya memegang dagu dan satu lagi memegang perutnya. Kevin berusaha mengingat apakah tadi Lisa  ada minum alkohol? Tapi seingat Kevin tidak ada alkohol yang dipesan, karena keluarnya tidak pernah meminum alkohol. Atau jangan-jangan ada yang menaruh obat tertentu dimakanan d Lisa?? batin Kevin.


Lisa pura-pura akan terjatuh....


__ADS_2