
Lisa melihat Kevin semua orang ada didalam lift sekarang. Semua menekan tombol tujuan masing-masing, Lisa berbisik kepada Kevin "apa tidak sebaiknya kita ikuti mereka??"
Kevin mengerutkan keningnya sambil menggelengkan kepalanya. Lisa khawatir peristiwa seperti semalam akan terjadi lagi. "kita tunggu dilobi kantor dulu ya..." bisik Lisa
Kevin menggeleng pelan. Semua sudah turun di masing-masing lantai hanya tersisa Lisa, Kevin dan Frans. Lisa memegang lengan Kevin dengan kuat ketika lift turun menunjukkan ke lantai 3. Lisa memejamkan matanya dan menyembunyikan wajahnya dibelakang lengan Kevin. Wajah takut tidak bisa disembunyikannya
"kakak ipar kenapa??" tanya Frans
"tidak apa-apa." jawa Lisa terbata-bata.
"semalam jadwal perawatan lift kan?? Apa kamu sudah memberitahukan Angel mengenai hal ini??" tanya Kevin
Frans memukul keningnya "maaf kakak ipar, aku lupa memberikan informasi kepada Angel. Kalian terjebak dalam lift semalam... Maafkan aku,," Frans membungkukkan kepalanya. Ia merasa bersalah membuat istri bos besarnya terjebak didalam lift bersama sekretarisnya.
"kedepannya jangan lupa memberikan informasi. Jika terjadi sesuatu dengan istriku....."
"haiiishh, kamu jangan bicara seperti itu..'' sanggah Lisa yang masih bersembunyi di belakang Kevin, beharap lift segera sampai dilantai dasar. Kevin hanya diam dan tidak merespon perkataan Lisa.
Sampai dilantai dasar, mereka bertiga keluar dari lift dan berjalan keluar kantor. Angin sedikit lebih kencang, udara lembab akan turun hujan bisa tercium dengan jelas.
"bagaimana kalau kita berjalan-jalan malam ini,,,," tanya Lisa sambil menikmati udara dingin malam hari
"sudah mau hujan, sebaiknya kita pulang." kata Kevin
"bukankah jarak apartemen dan kantor kita tidak jauh??"
"20-30 menit perjalanan dengan kendaraan, aku rasa itu sangat jauh. Lebih baik naik mobil saja," kata Kevin sambil berjalan kearah mobil mereka.
Lisa menarik tangan Kevin "ayo kita jalan , aku ingin berpacaran sebentar" paksa Lisa
Mendengar kata 'berpacaran' semangat Kevin mencapai puncaknya. Tanpa mengatakan apapun, ia menyodorkan lengannya untuk digandeng oleh Lisa. Lisa tersenyum puas. Lisa menaikkan pundaknya, ia merasa kedinginan. Kevin melepaskan jasnya dan memakaikan kepada Lisa.
Lisa tersenyum puas, sudah mirip dengan drama korea yang ditontonnya. Sebelum berjalan. Kevin meminta Pak Andi membuka bagasi mobil, sepatu Kets berwarna putih dikeluarkan Kevin dan diberikan kepada Lisa.
__ADS_1
"kaki kamu akan sakit jika berjalan dengan sepatu high heels seperti ini." Kevin berlutut dan mengganti sepatu Lisa.
Lisa benar-benar tersenyum puas, pelayanan dari suaminya benar-benar luar biasa malam ini. Selesai mengganti sepatu, Kevin memasukkan kembali sepatu high heels Lisa kedalam bagasi dan menutupnya. "Kami akan jalan sebentar, kamu pulang saja lebih dahulu Frans."
Frans tersenyum senang, akhirnya bisa pulang cepat lagi batinnya. Frans melambaikan tangan kepada Lisa dengan senang, kakak iparnya memang memberi banyak keberuntungan untuk dirinya. Lisa membalas lambaian tangan Frans sambil tersenyum.
"berhenti senyum dengan dia seperti itu." Kevin kembali menjadi manusia es.
Senyum diwajah Lisa berganti menjadi cemberut. Pria ini sangat suka membesarkan hal-hal yang kecil batin Lisa.
Lisa dan Kevin mulai berjalan bersama, pak Andi mengikuti dengan mobil dan beberapa pengawal nampak berjalan dibelakang mereka.
"kenapa tadi kalian rapat lagi diruangan mu?" tanya Lisa
'Frans tidak mau mengurusi masalah berhubungan dengan Khay. Jadi dia minta aku yang membicarakan dengan jelas secara langsung kepada mereka. Tentang pekerjaan mereka seperti apa alur kerja yang harus dilakukan. "
"apa karena Valen?" Tebak Lisa
Kevin mengangguk "sepertinya bagi Valen, kau adalah contoh wanita terbaik dalam hidupnya. Kemarin ia mengatakan ingin menikah dengan Khay setelah kuliah S2 nya selesai bulan ini."
Kevin tersenyum tipis "Frans sangat kesal mendengar perkataan dari Valen dan meminta ia menjauhi Khay. Tapi sepertinya sia-sia saja."
"maksudnya??" tanya Lisa bingung
"dia berhasil mengetahui rumah Khay dan mendatanginya. Dan menanyakan langsung apakah dia mau menikahinya."
Lisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya "benar-benar wanita hebat" kata Lisa
Frans sangat marah, karenanya dia tidak mau berhubungan dengan Khay dengan alasan pribadi itu. Aku coba memahaminya dan pasti sebagai seorang abang menjaga adik perempuannya adalah harga mati baginya."
"khay itu orang yang baik" bela Lisa
"berhenti memujinya, kau bisa membuatku bertindak seperti Frans" ancam Kevin
__ADS_1
Lisa diam dan menarik otot bibir kirinya. Sangat menyebalkan, diajak bicara saja langsung marah. Lisa mempercepat jalannya karena kesal dengan Kevin. Kevin melihat Lisa dengan bingung, tadi dia menikmati jalan dengan santai kenapa sekarang dia terlalu terburu-buru.
Sampai di minimarket, Lisa masuk sebentar kedalam membeli es krim cone cukup banyak setelah mengambil satu, ia memberikan bungkus plastiknya kepada pengawalnya "bagi untuk yang lain." kata Lisa dan berjalan tidak memperdulikan Kevin.
"kamu tidak membelikan untuk ku??" tanya Kevin
"siapa suruh kamu suka sekali marah dengan hal yang tidak penting, aku malas dengan kamu. Sudah kamu pulang saja dengan pak Andi sana." kata Lisa kesal.
Kevin merebut es krim dari tangan Lisa dan memakannya. "kamu ini suka sekali mengomel, biaya perawatan wajah kamu bisa-bisa semakin banyak." kata Kevin sambil menarik pelan hidung Lisa.
Lisa cemberut "itu tugas kamu, jadi berhenti mengeluh" Kata Lisa sambil merebut kembali es krimnya.
"aku tidak suka kamu memuji pria lain didepan suamimu sendiri, aku juga tidak suka kamu tersenyum sambil melambaikan tangan kepada pria lain" keluh Kevin sambil menatap jalan jauh kedepan
"aku makhluk sosial, bagaimana mungkin aku tidak bersosialisasi dengan orang. Yang penting hatiku ada padamu. Jadi berhentilah membuatku kesal."
"aku berencana untuk kuliah lagi,,,," lanjut Lisa
Kevin mengangguk, "aku sudah tahu..."
"Dari mana kamu tahu...."
"karena kamu sudah menanyakan ke beberapa kampus untuk jadwal kuliah S2 dan biayanya. Bukan begitu??"
"wah... Mr K. kamu memang luar biasa, semua kamu tahu. Kenapa kamu diam-diam saja tidak menanyakan kepadaku??"
"aku lebih suka menunggumu mengatakan kepadaku. Dengan begitu aku baru tahu apakah aku salah satu orang penting dan orang yang kamu percayai untuk menceritakan semua yang terjadi padamu."
"aku tidak ingin kau menggunakan relasi untuk hal ini, maka dari itu aku melakukannya sendiri." Kata Lisa sambil menendang pelan batu kecil yang didepannya.
"biarkan aku kali ini melakukannya sendiri. Kau sudah sangat hebat seperti matahari siang yang bersinar dengan sangat terik dan dibutuhkan oleh banyak orang untuk melakukan aktivitasnya. Aku ingin seperti dirimu walau dengan cara yang berbeda. Tapi aku ingin menjadi matahari bagi orang lain." kata Lisa.
"bagiku kau adalah matahari ku, 3 hari pulang dari London kau mendiamkan ku rasanya seperti sekarang, malam hari dan sangat gelap." puji Kevin
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah depan terdengar suara jeritan "perampok..."