Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
ciuman pertama


__ADS_3

Ini pertama kali Lisa makan diruangan pribadi seperti ini. Meja makan besar hanya ada Kevin, Frans dan dirinya.


"untuk apa kita disini?" tanya Lisa


Kevin sedang melihat laptopnya sambil berbicara "hari ini ada janji dengan seorang klien. Apa kamu tidak keberatan ikut bersama kami? tapi mungkin akan sangat membosankan".


Lisa tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengangguk berusaha memahami keadaannya. "apakah akan ada banyak orang yang datang?" tanya Lisa ragu.


Pintu ruangan terbuka, seorang wanita yang sepertinya sangat familiar. Tapi Lisa tidak ingat siapa wanita itu. Rambut panjang berwarna coklat, memakai dres warna putih senada dengan sepatu high heel dan tas yang digunakan. Sebagai seorang wanita, Lisa sangat mengagumi kecantikan wanita ini. Pasti banyak pria yang menyukainya.


Kevin dan Frans berdiri menyambutnya, hanya Lisa yang masih duduk dan mengagumi kecantikan wanita itu. Kevin dan wanita itu saling berjabatan tangan. Lisa baru mengetahui nama wanita tersebut adalah Sabrina. Nama yang cantik sama seperti orangnya.


Lisa berdiri memperkenalkan dirinya ketika Kevin memperkenalkanya kepada Sabrina. Lisa dan Sabrina saling berjabatan tangan.


Pelayan datang menghidangkan makanan, meja besar dipenuhi makanan, mata Lisa berkilat melihat begitu banyak makanan. Kevin, Sabrina dan Frans mulai berbicara mengenai bisnis. Lisa sibuk memperhatikan makananya.


Tidak lama seorang pria mengetuk pintu ruangan. Lisa melihat Khay masuk kedalam ruangan.


'kenapa dia ada disini?' pikir Lisa.


Sabrina berdiri menyapa Khay, mencium pipi Khay. Bentuk tubuhnya dan cara Sabrina menyapa Khay sangat familiar bagi Lisa. Jus jeruk yang sedang diminum Lisa disemburkan Lisa. Ia ingat wanita ini adalah yang diphoto itu.


Kevin mengambil tisu dan menyeka air diwajah Lisa."kamu tidak apa-apa?" tanya Kevin


"bukankan dia wanita itu?" Lisa bertanya dengan polos.


Kevin tersenyum melihat Lisa dan mengangguk. "Sabrina maaf, istriku mendengar berita yang tidak benar diinternet tentang kita berdua. Sepertinya ia baru sadar kalau foto yang dilihatnya adalah kamu."


Sabrina tersenyum, "Aku sudah tunangan dengan Khay jauh sebelum aku bertemu dengan Kevin. Tapi sayangnya ia menikah lebih dahulu. Aku benar-banar kalah darinya." Sabrina menyandarkan kepalanya didada Khay dengan manja.


"Jadi kalian...." Lisa menunjuk Kevin, Khay dan Sabrina secara bergantian  Dunia memang sangat kecil. Bagaimana mungkin semua ternyata memiliki hubungan satu dengan yang lain.

__ADS_1


Kevin memeluk pinggang Lisa. "Kamu dan Khay teman kuliah?" tanya Kevin


Lisa mengangguk ragu. Dalam hatinya sangat senang ternyata Kevin tidak mempunyai hubungan dengan Sabrina. Disisi lain, semua pertanyaan masa lalunya terjawab sudah. Berita yang mengatakan Khay bertunangan dengan wanita kaya ternyata benar. Dalam hati Lisa sangat bersyukur karena selalu menggantung perasaan Khay. Dilihat dari sudut manapun Lisa kalah dari Sabrina.


Khay tersenyum kepada Lisa. Ternyata suami yang dibicarakanya tadi adalah Kevin. Khay berusaha menutupi rasa kecewanya.


Mereka semua kembali duduk. Frans, Kevin dan Sabrina muai membahas mengenai perjanjian kerja sama mereka. Khay mencuri pandang kearah Lisa. Sedangkan Lisa, sibuk dengan makannya. Dia tidak peduli dengan pembahasan Kevin dan Sabrina ataupun tatapan dari Khay.


Khay pindah duduk kesebelah Lisa. Ia sangat merindukan wanita ini.


"kapan kalian menikah? " tanya Khay.


Frans menghentikan bicaranya dan melihat Khay sudah duduk disebelah Lisa. Dalam hatinya merasa terganggu akan hal itu. Lisa paham, Kevin seorang pecemburu. Lisa menggeser tempat duduknya sehingga nempel dengan Kevin. Lebih baik menghindari masalah untuk saat ini.


"baru saja belum sampai 1 bulan kami menikah." Lisa berbicara sambil mengisi penuh mulutnya dengan makanan.


"dimana kalian bertemu?"


"Maaf." Khay menunduk kecewa. Ia sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang Lisa.


Lisa paham apa yang diinginkan Khay. Tapi ia tidak mau mencari masalah, masalah ia bertemu dengan Kevin dicafe tadi belum terselesaikan. Ditambah lagi ada pria yang nempel disebelahnya akan jadi masalah berat pikir Lisa.


Kevin sudah mengetahui ada kisah cinta tidak sempurna antara Lisa dan Khay. Dari tatapan mata dan sikapnya terhadap Lisa, masih ada kisah cinta yang belum selesai antara keduanya.


Kevin mengelus lembut rambut Lisa dan mencium rambutnya. Kemudian lanjut berbicara dengan Sabrina. Lisa terdiam sesaat, ia harus memikirkan apa yang harus ia katakan. Karena terlalu semangat Lisa berbicara terlalu kuat.


"karena terlalu takut kehilanganya, jadi aku melamar Kevin" Mereka semua terdiam dan melihat kearah Lisa.


Mata Lisa melihat sekelilingnya, sepertinya ada yang salah disini. Lisa melihat kearah Kevin. Kevin  memegang dagu Lisa  kemudian  mencium bibir Lisa dengan lembut. Tangan Lisa meremas celana Kevin dengan kuat. Lisa sangat gugup. Bagaimana mungkin hal pribadi dilakukan dimuka umum. Benar-benar memalukan.


Ciuman yang singkat dan berkesan bagi Lisa karena itu adalah pertama kalinya ia berciuman dengan seorang pria. Lisa menggeser kursinya menjauh dari Kevin, tapi Kevin menariknya kembali mendekat. Kevin memegang tangan Lisa dan melanjutkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


'luar biasa pria ini, mencium dirinya dengan berani didepan umum. Kemudian kembali sibuk seolah tidak terjadi apapun'. Jantung Lisa berdetak tidak beraturan, pipinya merona.


Khay melihat Lisa dicium Kevin, hatinya tidak terima. Rasa cinta itu masih ada, walau ada Sabrina disampingnya. Sabrina adalah jodoh pilihan keluarganya. Keluarga Khay banyak hutang budi dengan keluarga Sabrina. Untuk menebus semuanya, perjodohan pun dilakukan keluarga mereka.


Lisa tersenyum canggung kepada Khay. Tidak ada yang ingin dibahas Khay saat ini. Hatinya hancur melihat orang yang dicintainya dicium pria lain walau pun pria itu adalah suaminya sendiri. Khay pindah duduk kembali kesebelah Sabrina.


Kevin tersenyum puas, pertandingan kali ini dimenangkan olehnya. Tidak ada yang boleh mendekati wanitanya. Apapun alasannya.


Lisa berbisik kepada Kevin. "aku mau ketoilet. tolong lepaskan tanganmu."


"mau aku temani??" Kevin berbisik terlalu menepel ditelinga Lisa. Nafas Kevin bisa Lisa rasakan ditelinganya. Kulitnya merinding.


"c a b u l" Lisa mengeja huruf itu ditelinga Kevin, menciumnya dan kemudian kabur kekamar mandi.


Kevin biasanya selalu marah ketika Lisa mengatakan cabul kepadanya,. Tapi hari ini kata-kata itu justru sangat manis dan lembut ditelinga Kevin.


Lisa membasuh wajahnya dengan air dari keran westafel. Ia memukul pelan pipinya. Benar-benar memalukan, bagaimana nanti dia bisa menghadapi mereka semua. la mengelap wajahnya dengan tisu sampai kering.


Keika keluar dari kamar mandi, tangan Lisa ditarik seseorang ketangga darurat. Menjebak tubuhnya dengan dua lengannya yang kokoh. Lisa terkejut  ternyata Khay yang menariknya.


"ada apa? " tanya Lisa.


"kenapa harus bersama dia??kenapa haru kamu yang menikah dengan dia. Kenapa bukan aku?!" nafas Khay memburu. Emosi memenuhi hatinya.


"lepaskan aku.."Lisa bersaha melepaskan dirinya dari perangkap Khay.


"tidak sampai kamu jelaskan semuanya." mata  Khay memerah


Pengawal Lisa datang dan menahan tubuh Khay ke dinding, dan melipat tangan dipunggungnya "jangan bergerak".  Kata A. Lisa dibawa salah satu pengawal keluar dari tangga darurat.


Badan Lisa bergetar, ia takut dengan pria ini. kenapa berubah menjadi pria kasar. Dulu ia adalah seorang pria yang lembut. 'Ada yang salah Khay yang sekarang'  pikir Lisa

__ADS_1


__ADS_2