Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
belajar menjadi suami yang baik


__ADS_3

Lisa menikmati hembusan angin, kedua pengawalnya masih setia menunggu dibelakang Lisa dengan kemeja bunga-bunga. Langit biru membentang sangat sayang untuk dilewatkan. Burung camar terbang rendah sepertinya sedang mencari makan ikan.


Suasana yang tenang sudah lama Lisa idamkan. Lisa berdiri dan mulai menikmati berjalan tanpa sendal. Pasir pantai sangat lembut menyentuh kulitnya. Lisa berdiri dipinggi pantai, merasakan ombak menghempaskan kakinya.


"MAMA...LISA BAIK-BAIK SAJA.." Lisa berteriak dipingir pantai.


'mama, putrimu baik-baik saja sekarang, pria yang kamu pilih sangat memajakan aku. kamu tenang saja disana. Silahkan menikmati waktu kalian berdua. Jangan merindukan aku, karena nanti aku akan ikut merindukan kalian. Cukup lihat saja aku dari atas sana. ' batin Lisa sambil memandang awan biru. Perasaannya lebih lega setelah berteriak tadi.


Lisa kaget seseorang memeluknya dari belakang, Lisa melihat ternyata Kevin yang memeluknya. Kaca hitam, kemeja putih dan celana pendek berwarna cream, Pria ini selalu terlihat tampan kapan pun. Lisa memegang tangan Kevin yang melingkar dipinggangnya.


"aku akan menjagamu." Bisik Kevin


Lisa tersenyum, perkataan Kevin benar-benar merdu ditelinga Lisa.


"kamu dari mana? Aku mencari kamu."


"kamu yang kemana, aku selesai mandi kamu tidak ada dikamar."


"tadi ada sedikit urusan dengan Frans."


"masalah kantor??" tanya Lisa


Kevin mengangguk.


"apa tidak masalah kamu pergi tiba-tiba seperti ini??"


"tidak masalah, aku sudah bilang sama papa. Untuk sementara urusan kantor akan dibantu papa."


Lisa mengangguk "baguslah apabila tidak ada masalah."


"Aku ingin naik boat keliling pulau ini, apakah bisa??"

__ADS_1


"apapun yang kamu inginkan akan kita lakukan. Sekarang??"


Lisa menggeleng,  "aku masih ingin menikmati suasana pantai. Sudah sangat lama aku tidak kepantai. Biarkan aku menikmati anginnya. Lisa menyandarkan kepalanya didada Kevin.


Kevin mencium rambut Lisa. "apapun keinginan kamu adalah perintah."


Lisa tersenyum puas. "sangat menyenangkan ya..."


Kevin mengangguk. "sangat menyenangkan apalagi ada kamu disini."


"aku mau berenang." Lisa dengan semangat membuka bajunya. Dari dalam hotel ia sudah mempersiapkan pakaian renang yang ada dalam tas pakaiannya.


"apa yang kamu lakukan?" "


tentu saja ganti baju berenang. Aku sudah pakai baju berenangku."


Kevin melihat pakaian renang yang dipakai Lisa, jangan-jangan pakaian renang yang ada dilemari pakaian. Baju renang two piece. Membayangkannya langsung membuat Kevin naik darah.


"tidak boleh."


Kevin merapatkan lagi baju Lisa, "tidak setuju, nanti tubuhmu dilihat orang lain."


Lisa mendorong tubuh Kevin. "Kamu terlalu banyak aturan. Lihat disekitar kamu tidak ada orang. Hanya ada 2 pengawal saja."


Kevin melihat kearah kanan dan kiri yang kosong dari para pengunjung. Tapi kedua pengawalnya masih ada disini, belum lagi kalau ada pengunjung yang ada didalam hotel bisa meihat Lisa. Kevin menggelengkan kepalanya."tidak bisa. Kita pergi beli pakaian renang yang lain."


Lisa mengerutkan keningnya "hanya untuk berenang saja kenapa sangat sulit bagiku?" Lisa protes kepada Kevin


Kevin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Frans, memintanya mencarikan pakaian renang yang tertutup untuk Lisa.


Lisa kesal dengan pria dihadapannya, baru saja membuatnya senang. Dalam hitungan detik bisa menjadi pria menyebalkan. Sifat terlalu protektif Kevin sangat sulit diterima Lisa.

__ADS_1


Lisa berjalan menelusuri pantai, ia terlalu malas meladeni Kevin saat ini. Kevin sibuk menelepon dan tidak menyadari Lisa sudah berjalan menjauh darinya.


Ketika menyadari Lisa tidak ada disampingnya Kevin berlari kearah Lisa. Wajah Lisa sudah cemberut.


"menjauh dariku. Kau benar-benar menyebalkan."


Kevin berdiri dihadapan Lisa. "maafkan aku, aku hanya tidak suka ada pria yang melihat tubuh istriku."


"kalau kamu tidak suka, kenapa pengawal yang mengikutiku semuanya laki-laki. Apa kamu tidak takut kalau mereka juga bisa melihat tubuh istrimu??"


Kevin memandang tajam kearah kedua pengawalnya. Sadar ancaman dari bosnya. A dan B menundukkan pandangannya. Benar juga apa yang dikatakan istrinya. kenapa ia tidak pernah memikirkannya? Ancaman terdekat dari orang yang ada didekatnya.


"Jangan melihat mereka seperti itu. Cerita akan sama jika yang mengawalku adalah perempuan. Mereka juga akan memperhatikan tubuhmu." lanjut Lisa


Kevin terdiam, ia melihat Lisa dengan dalam.


"apapun cerita akan tetap sama. Inti hubungan adalah saling percaya. Kau melindungiku seperti dalam cangkang emas. Aku terkadang kesulitan bernafas dengan caramu mencintaiku. Aku tahu aku harus belajar menerima semua sifat dan sikapmu. Tapi apakah kau bisa memprtimbangkan perasaanku? Aku benar-benar tidak nyaman ketika bersamamu ada orang yang selalu ada didekat kita. Aku butuh ruang  antara kau dan aku. Ruang yang ada diantara kita hanya didalam rumah."Lisa menatap Kevin dengan tatapan kesal. Kenapa pria ini sulit sekali mengerti perkataannya.


Ucapan Lisa benar, bagaimanapun harus ada ruang privasi diantara mereka. Tapi bagaimanapun ia ingin keamanan istrinya terjamin. Lisa berkali-kali sudah mengatakan hal yang sama mengenai hal ini, tapi ia selalu mengabaikannya.


Kevin mendekati Lisa dan memeluknya. Kemudian ia memberikan kode tangan agar para pengawal menjauh dari mereka. A dan B segera pergi meninggalkan bosnya.


"maaf, aku tidak begitu memperhatikan perasaanmu. Aku harusnya mengatur cara agar kamu tetap aman tapi tetap menjaga kenyamanan kamu." Kevin memeluk Lisa.


Lisa tidak membalas pelukan Kevin. Hatinya masih kesal dengan pria ini.


"aku akan mencoba membuatmu nyaman dan menengarkan perkataanmu. Jangan marah lagi. Kesempatan ku untuk bisa ambil cuti sangat sulit mohon pengertian kamu." Kevin mencium kening Lisa.


"aku tahu kamu terbiasa membuat keputusan untuk semua orang. Tapi aku bukan sebuah organisasi aku istrimu. Caramu akan berbeda ketika berhadapan denganku. Tolong perlakukan aku sebagai teman hidupmu, bukan rekan bisnis." protes Lisa.


"biasakan mengatakan semua perasaanmu. Kamu menyembunyikan semua hal dariku. Kamu takut aku terluka, tapi kamu tidak sadar yang kamu lakukan justru menyakitkanku. Seolah-olah kau menganggap aku tidak sanggup menghadapi apapun dihidupku. Aku sudah menjalani banyak hal dalam hidupku. Hal seburuk apapun sudah pernah aku alami. Jadi cobalah percaya pada kemampuanku menghadapi semua masalah. Sangat sakit ketika aku mendengarkannya dari orang lain, bukan dari mulutmu sendiri. Lanjut Lisa sambil menatap lurus mata Kevin.

__ADS_1


Kevin memeluk Lisa lebih erat. Ia salah, selama ini begitu ingin menemukannya, ketika menemukannya ia menjadi sangat posesif. Pengawal selalu bersama dengannya, memasang GPS disemua pakaian Lisa. Menyadap ponselnya. Ia kehilangan privasi dihidupnya. Bagaimana pun Lisa ingin kehidupan yang wajar seperti orang lain pada umumnya. Ingin merasakan berbelaja, menonton, kencan dan melakukan hal lain berdua dengan suaminya Kevin juga terlalu mejaga Lisa seperti ketika mamanya meninggal. Bagaimana keadaan mamanya ketika Kevin menemukannya, bagaimana kejadian yang dilihatnya ketika ada seseorang yang mencoba menjahati mamanya. Lisa perlu mengetahui semuanya ari dirinya bukan dari orang lain  Kenapa hal ini bisa luput dari perhatiannya..


"aku akan belajar lebih baik lagi menjadi seorang suami yang lebih baik untukmu."


__ADS_2