Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
penyuka sesama jenis


__ADS_3

Malam itu Kevin tertidur diruangan kerja. Setengah hari waktunya dihabiskan dikantor polisi selesai dari itu, Kevin harus mengikuti Lisa. Semua pekerjaannya tertunda, jadi baru bisa dikerjakan sore hari.


Kevin melihat jam di dinding sudah jam 8 pagi. Kevin berjalan ke kamar mandi melihat Lisa sudah tidak ada ditempat tidur. Ketika Kevin membuka pintu kamar mandi, ia melihat Lisa sudah terbaring dilantai.


" Lisa..." Kevin histeris melihat Lisa pingsan.


Ia menggendong Lisa ketempat tidur, badannya sangat panas. Kevin membuka kotak obat dan mengeluarkan termometer. Suhu tubuh lisa 39,4 derajat celcius. Kevin menghubungi dokter Roy, dan dalam waktu singkat doker Roy datang, karena kebetulan mereka tinggal di apartemen yang sama.


Roy melihat kearah Kevin, pria ini tidak pernah sekalipun terlihat bersama wanita. Kenapa ada wanita tidur dikamarnya, bukankah merupakan berita yang luar biasa.


"aku kira kamu penyuka sesama jenis" Roy berbicara dengan wajah serius


"jaga bicara kamu, periksa saja istriku."


"kalian berdua sudah menikah?" Roy tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"apa ada yang salah kalau aku menikah?" tanya Kevin


"tidak, hanya saja kau selalu dikelilingi pria berjas hitam itu. Orang seperti aku akan mengira kamu penyuka sesama jenis". Roy berbicara sambil memeriksa Lisa dengan menggunakan stetoskop.


Kevin menghela nafas panjang mendengar perkataan Roy.


Roy adalah dokter spesialis penyakit dalam, pria ini berusia 50an tahun.


"aku senang kamu menikah, jadi setidaknya aku tidak perlu khawatir untuk memeriksa kamu." Roy tertawa setelah selesai memeriksa Lisa


"berhentilah bercanda dan beritahu sakit apa istriku."


"hanya demam biasa, kedepannya perhatikan makanan istri mu sepertinya lambungnya bermasalah."


"apa aku perlu lakukan CT Scan?"tanya Kevin


"tidak perlu"


"tapi walau aku bilang tidak perlu pasti kamu akan lakukan juga, jadi terserah kamulah." lanjut Roy.


Kevin dan Roy  sudah berteman lama, ketika Merry di rumah sakit Roy adalah dokter yang merawat Merry. Dia lulusan kedokteran dari Jerman, namanya terkenal tidak hanya di dalam negeri tapi juga diluar negeri. Karena hasil penelitian kedokterannya yang luar biasa, Roy juga merupakan guru besar di salah satu universitas di luar negeri. Tidak heran jika dia lebih sering berada di Jerman dari pada di dalam negeri.


"Setelah ia sadar, berikan ia bubur atau nasi lunak. Jangan berikan makanan pedas dan berminyak dahulu kepada dia. Ini resep obat yang harus kamu beli. Jangan lupa yang aku katakan tadi."


Kevin mengangguk.


Roy pergi meninggalkan kamar Kevin, kemudian membuka pintu lagi dan berkata: "kamu yakin dia istrimu??


Kenapa tidak ada cincin pernikahan dijari kalian? Aku curiga." Sindir Roy


"Aku rasa kamu lebih banyak waktu senggang, sudah tua sebaiknya jaga sikap dan berbuat lebih baik lagi." Kevin bicara ketus.


Roy tertawa Lepas "mungkin usaha kamu sudah tidak bagus lagi sehingga tidak sanggup membeli cincin pernikahan."

__ADS_1


"dasar pak tua. Pulang sana" Kevin membesarkan matanya melihat kearah Roy.


Roy sadar ia dalam masalah, dengan pria kutub ini. Roy melambaikan tangan berpamitan dan menutup pintu kamar Kevin dan berjalan keluar sendiri seperti rumahnya sendiri.


****


Lisa terbangun ketika matahari sudah tinggi.


"kenapa aku bisa disini??"  tanya Lisa


"kamu tadi pingsan dikamar mandi." jelas Kevin


Lisa memejamkan matanya, rasanya badannya lemas, mata panas dan berat ketika bernafas. Lisa langsung duduk ketika ia ingat sesuatu. Ia membuka selimutnya dan melihat jubah mandi sudah berganti dengan baju tidur terusan berwarna putih gading.


Kevin yang duduk di sofa samping tempat tidur melihat Lisa dengan tatapan aneh.


"siapa,,,,,yang..." Lisa gugup mengangkat selimutnya sambil melihat baju dan Kevin secara bergantian.


"tentu saja aku... siapa lagi." jawab Kevin santai.


Lisa kembali berbaring dan membelakangi Kevin sambil menutupi wajahnya dengan selimut


"apa ada yang salah?" tanya Kevin bingung


"bagaimana mungkin tidak salah kamu sudah melihat tubuhku." Lisa bicara dari dalam selimut.


"kamu istriku, aku rasa tidak ada masalah."


Kevin tersenyum melihat Lisa. Ia menemukan satu lagi hal lucu dari wanita ini.


"apa yang sudah kamu lihat?" Tanya Lisa menyelidiki Kevin sambil membuka selimut dan melihat Kevin.


"semua,,," Kevin bicara sambil berjalan kearah Lisa, melihat Kevin berjalan kearahnya Lisa segera menutup wajahnya dengan selimut lagi.


Kevin duduk disampingnya dan menarik selimut Lisa, tapi Lisa menahannya. Ia terlalu malu untuk berhadapan dengan pria ini sekarang. Bagaimana pun ia tidak pernah berhubungan pria mana pun. Ini sangat memalukan.


"Lisa...." suara perintah Kevin dengan nada yang lembut menyapa kedalam telinga Lisa.


"kamu pergi sana...aku tidak mau  melihatmu sekarang."


"Baiklah, jika itu permintaanmu." Kevin berbicara sambil berjalan keluar kamar.


Lisa mengintip dari selimut putih dan memastikan Kevin sudah pergi dari kamar.


Setelah merasa aman, Lisa membuka selimut dan menarik nafas panjang. Kemudian Lisa duduk dan bersandar ditempat tidur.


Pintu kamar diketuk..."bisa aku masuk?" tanya orang dari luar pintu


"siapa...?"tanya Lisa

__ADS_1


.


"dokter anda." jawab nya


"silahkan masuk.." Lisa


Roy masuk kedalam kamar sambil berkata :


"Pria tadi yang mengaku sebagai suamimu memintaku untuk memeriksa kamu lagi."


Wajah pria ini sangat familiar bagi Lisa, "apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Lisa


"nama saya Roy, kita pernah bertemu. Saya adalah dokter mamamu. " Roy mengulurkan tangannya.


"aa ...."Lisa mengangguk sambil tersenyum dan membalas salam Roy.


Roy melihat dijari manis tangan kanan Lisa sudah melingkar cincin pernikahan. Model simple dengan berlian ditengah berbentuk bunga. Simpel tapi terlihat sangat mewah.


"maaf boleh saya periksa kamu dulu...." Roy meminta ijin kepada Lisa.


"Silahkan.." Lisa mengizinkan Roy memeriksa nya


"suami kamu terlalu khawatir. Kamu tidak apa-apa. Hanya demam biasa. Pastikan jangan makan pedas dan berminyak dulu ya..."


"baik, terima kasih dokter" Lisa mengangguk.


"kamu benar menikah dengan pria kutub itu..."


"pria kutub??" Lisa bertanya bingung.


"Kevin itu pria kutub. Saya heran wanita secantik kamu mau bersama dengannya. Aku selalu mengira dia adalah pecinta sesama pria, aku selalu waspada padanya. Kalau kamu mau kabur dia, katakan padaku sekarang. Aku akan membantu kamu kabur dari dia sekarang."


Lisa menarik salah satu sudut bibirnya sambil menahan senyumnya


" berhentilah berbicara yang tidak-tidak pak tua." Kevin berjalan masuk kedalam kamar sambil membawa nampan makanan


"aku hanya ingin memastikan."


"Aku yang melamar dia " Lisa berkata jujur sambil minum air mineral yang diberikan Kevin.


"apa..." Roy histeris. "kamu...kamu ini sepertinya memang harus lakukan CT Scan bagian otak. Apa kamu kepala kamu pernah terbentur sesuatu??"


Lisa tertawa "dokter anda lucu sekali".


"sepertinya anda memang kurang pekerjaan. Sebaiknya anda pulang sekarang." Kevin kesal dengan pria tua ini ia berjalan kearah pintu sambil membuka pintu kamar.


"lihat... suami kamu memang ada masalah dengan kepribadiannya. Hubungi aku kapan saja. Kita bertetangga. Aku ada dilantai 8. Semua dilantai 8 itu milik ku, kamu ketuk saja, Jika dia jahat kepadamu datang saja ke rumahku. Aku akan memberikan mu pertolongan." Roy melihat kearah Kevin tanpa ekspresi.


Lisa tertawa, sambil membungkkan badannya " baik dokter, terima kasih atas bantuannya."

__ADS_1


Roy berjalan keluar kamar.  Lisa melambaikan tangannya kepada Roy dan Kevin menutup pintu kamar dengan cepat.


__ADS_2