Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
semua sudah selesai


__ADS_3

Lisa melihat jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 9 pagi. Lisa langsung terduduk dan membuka selimutnya. Kevin duduk di kursi yang membelakangi jendela kaca kamar. Pantulan cahaya matahari membuat dirinya bersinar dan memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.


"sudah bangun...." kata Kevin sambil meletakkan tab ke atas meja disebelahnya


Lisa segera menyadarkan dirinya dari lamunan "kenapa kamu tidak membangunkan ku??"


"tidur sangat lelap, bagaimana mungkin aku tega membangunkan kamu..."


"bersiap-siaplah aku akan menunggu dibawah." kata Kevin berdiri dari kursinya dan mengambil tab dari meja.


"Tunggu...." kata Lisa membuat Kevin tidak jadi mengambil tab nya.


"kamu disitu dulu. Tunggu aku," kata Lisa terbata-bata.


Kevin mengangguk dan duduk kembali di kursinya. Tanpa banyak bertanya.


Lisa membuang kesamping selimutnya dan bergerak dengan cepat. "kevin..." panggil Lisa


Kevin tidak menjawab Lisa, kenapa istrinya memanggilnya ketika mandi.


Sedangkan Lisa yang ada dikamar mandi mulai gelisah, pikirannya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Lisa segera memakai jubah mandi dan keluar dari kamar mandi walau ia belum selesai mandi.  Lisa melihat Kevin masih sibuk dengan tab nya. Lisa bertolak pinggang sambil berkata "kenapa kamu tidak menjawab ketika aku memanggil."


"sayang,,,,aku tidak akan kemana-mana. Lanjutkan saja, aku sudah berkata akan menunggu maka aku akan menunggu."  kata Kevin sambil mengangguk penuh kepastian.


Lisa dengan cepat kembali kekamar mandi dan menyelesaikan mandi dengan lebih cepat dari biasanya. Masuk keruangan pakaian dan memilih pakaian yang lebih santai. Celana jeans berwarna gelap dan kemeja panjang berwarna coklat.


"aku sudah selesai, ayo kita segera kekantor. Rapat dengan One Future Ltd akan dimulai 1 jam lagi. kata Lisa sambil menggulung rambutnya keatas dan menunjukkan lehernya yang panjang.


Kevin memperhatikan leher istrinya, sebagai seorang pria yang normal rasanya ia ingin mencium leher istrinya. "sebaiknya ketika rapat nanti kamu turunkan rambutnya dan tutupi leher kamu." kata Kevin.


"aku bisa menaikkan kerah bajuku." jawab Lisa santai sambil menaikkan kerah bajunya sehingga menutupi lehernya yang panjang.

__ADS_1


Kevin mengangguk, "begitu juga boleh" jawabnya santai.


****


Sampai di kantor, biasanya Lisa berjalan bersebelahan dengan Kevin tanpa berpegangan tangan, kali ini Lisa memegang tangan Kevin mulai turun dari dalam mobil sampai berjalan kedalam kantornya. Beberapa karyawan yang melihatnya biasa saja karena sudah mengetahui bahwa kedua bos besar mereka adalah sepasang suami istri. Tapi sebagian lagi ada yang menganggap tidak lazim dengan kebiasaan mereka.


Lisa tidak memperdulikan pasang mata yang melihat kearah mereka. Kevin menekan tombol lift khusus eksklusif. Tangan Lisa menjadi dingin dan ia memperkuat genggaman tangannya. Kevin melihat tangan Lisa yang kemerahan karena terlalu kuat menggenggam tangannya.


"sayang, jari tanganku bisa lepas jika kamu memegangnya terlalu kuat." sindir Kevin sambil tersenyum


"maaf" kata Lisa sambil melepaskan pegangan tangannya.


"aku tidak minta dilepas, bagaimana jika ada wanita cantik yang mengira aku pria belum beristri..."  Kevin memegang tangan Lisa lagi, ia tahu istrinya sangat tegang sekarang. Lift menunjukkan angka 3, tangan Lisa berkeringat seketika. Kevin memang tidak menoleh kearah istrinya, tapi dari pantulan bayangan di pintu lift sangat terlihat kalau istrinya sangat tegang.


Kevin jarang bercanda dengan Lisa, tapi sepertinya Lisa terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga tidak terlalu memperdulikan perkataan Kevin. Sampai diruangan Lisa menghela nafas, rasa takutnya masih ada.


"pagi bu..." sapa Angel


"pagi..." jawab Lisa


"hari ini aku sangat merindukanmu. Aku minta ini dibuka ya....agar aku bisa melihat wajah cantik istriku kapan pun aku mau." kata Kevin sambil mengedipkan mata kanannya kepada Lisa


"pak Kevin sangat romantis...." kata Angel sambil melompat kegirangan.


Lisa melihat sekretarisnya dengan pandangan aneh, 'bukankan dia suamiku dan perkataanya tadi untukku. Kenapa dia yang senang.' Lisa menarik otot bibir kirinya sambil berjalan kearah kursinya. Lisa yang tadi berniat tersenyum kearah Kevin mengurungkan niatnya karena sudah kesal ada wanita lain yang mengagumi sikap romantis suaminya.


Lisa memegang pintu kaca hendak menutupnya kembali. Lisa melihat kearah Kevin yang menggelengkan kepalanya berharap Lisa tidak melakukan hal itu.


"baiklah, karena kamu merindukanku. Akan aku biarkan pintu ini terbuka." kata Lisa acuh tak acuh sambil duduk dikursi kerjanya dan mulai menghidupkan komputer dan laptopnya.


Angel mulai memberikan laporan pekerjaan yang akan dilakukan Lisa hari ini. Dan Lisa mendengarkannya dengan teliti. Diakhir pembacaan jadwal kerja Lisa, Angel berkata "apa ibu tidur dengan nyenyak..."

__ADS_1


"ya.... kenapa??" tanya Lisa


"tadi  malam aku tidak bisa tidur dengan nye......" Angel menghentikan bicaranya, ia merasakan hawa dingin dari sebelah kanan tubuhnya. Ketika menoleh  ternyata  Kevin berdiri disamping kaca dan menatap tajam kearah Angel seperti akan membunuhnya hidup-hidup.


"kenapa??" tanya Lisa sambil menengadahkan kepalanya melihat Angel yang terpaku melihat Kevin yang sedang melihat ponsel.


Kevin sebenarnya memang melihat Angel, hanya saja ketika melihat Lisa akan menoleh kearahnya Kevin pura-pura sibuk dengan ponselnya. Sehingga ketika Lisa melihatnya seolah memang Kevin sedang sibuk dengan dirinya dan sekretarisnya sedang sibuk mengagumi suaminya.


"kalau tidak ada yang mau dibicarakan berhubungan dengan kerjaan sebaiknya kamu keluar, saya tidak suka kamu menatap suami saya seperti itu." kata Lisa dengan tegas sekaligus kesal.


"tapi bu tadi....." Angel menunjuk Kevin dan dirinya bergantian.  Kemudian ia menurunkan tangannya dan memeluk berkas yang ada ditangan kirinya.


Lisa memainkan alisnya sebagai kode keras agar ia keluar dari ruangannya. Tidak ada pilihan lain bagi Angel, bosnya sudah kesal kepadanya. Ia segera meninggalkan ruangan Lisa, dengan perasaan bersalah dan takut.


"kamu, jangan suka tersenyum kalau ada orang lain. paham." kata Lisa kesal kepada Kevin


"istriku, sejak kapan aku jadi orang yang suka tersenyum pada orang lain...."


"tadi,,,," kata Lisa sambil memainkan alis dan pandanganya kearah pintu ruangannya.


"itu bukan salah ku, Sekertaris mu yang terpesona dengan ketampanan suamimu sayang."


Lisa menarik otot bibir kirinya lagi dan tidak memperdulikan perkataan Kevin. Ia membaca berkas yang tadi diberikan Angel sebagai materi rapat setengah jam kedepan.


Setelah memastikan Lisa sibuk dengan pekerjaannya, Kevin keluar dari ruangan dan meminta  para sekertaris dan Frans berkumpul. Wajah Kevin sangat serius, Angel masih takut melihat Kevin yang tadi menatapnya dengan tajam. Ia hanya menunduk melihat kearah ujung sepatunya.


"aku minta, tidak ada yang menyinggung mengenai cerita mistis apapun terutama kepada Lisa. Terutama untuk kalian berdua." Kevin melihat kearah Angel dan Frans.


Angel dan Frans mengangguk "pastikan disekitarnya tidak ada orang berbicara hal yang aneh- aneh terutama mengenai kantor ini. Lampu pintar sudah selesai dipasang?? " tanya Kevin kepada Frans


"sudah selesai semua pak. Hanya tinggal diruangan ini saja pak." jawab Frans

__ADS_1


"bagus...kerja bagus. Terima kasih. Kembali bekerja." kata Kevin sambil membalikkan badan kearah ruangannya.


Sementara itu kedua sekertaris Kevin yang tidak paham maksud kata 'mistis' hanya bisa menerka-nerka apa garis besar yang sedang dibicarakan bosnya. Kalau mereka menanyakan kepada kedua orang ini pasti ujungnya akan tidak bagus. Lebih baik diam dan mengikuti arahan.


__ADS_2