Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
menanti jawaban


__ADS_3

Lisa bersandar dipundak Leo. Tenaganya habis berdebat dengannya. Rahangnya rasa pegal melawan semua perkataan dari mulut Leo. Lisa melihat kearah Kevin masih tertidur dan belum ada respon sama sekali. Lisa mendatangi tempat tidur Kevin. Cindy masih duduk disebelah Kevin.


Lisa menyandarkan kepalanya ditempat tidur Kevin. Tangannya bermain di telapak tangan Kevin. "cepat lah Bagun. Raja kegelapan selalu menindas ku." Keluh Lisa.


"hei .. kau..." Leo ingin protes tapi tenaga nya juga habis melawan Lisa.


Cindy hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang yang seperi anak kecil ini.


"apa yang dikatakan dokter...." tanya Cindy


"dokter mengatakan tidak ada yang salah dengan Kevin. Aku hanya khawatir karena mama Kevin pernah mengalami koma selama 5 tahun karena kecelakaan. Apa Kevin akan seperti itu...."


"mungkin ia sekarang sedang lelah, ia ingin istirahat dari beban pekerjaan nya."


"bisa jadi, karena kata dokter Roy otaknya tidak ada masalah. Berbeda dengan kasus maminya yang mengalami tidak ada reaksi fisik sama sekali ketika dilakukan uji pupil mata dan gerak tubuh. Kevin masih merespon pada pupil dan kornea matanya. Kemudian ketika dokter menekan ibu jarinya Kevin bisa merespon rasa sakit. Semua anggota tubuhnya merespon sangat baik. Tapi kenapa belum bangun juga.." Lisa mengubah pandangannya kearah wajah Kevin. Lisa memegang pipi Kevin.


"dokter Roy mengatakan sebaiknya aku sering mengajaknya berbicara karena ia bisa mendengar dan merespon semua terapi yang diberikan. Tapi setiap aku yang bicara kenapa tidak ada respon. Ketika mami dan papa yang bicara, jari tangan nya bergerak. Tapi ketika aku bicara tidak ada respon darinya." lanjut Lisa dengan wajah murung.


"apa ada sesuatu yang ia inginkan sebelum dia koma...." tanya Cindy


"terlalu banyak hal yang diinginkan. Dia ingin aku ke Paris, kemudian ia ingin aku mengatakan semua hal yang ingin didengarnya."


"contohnya...." tanya Cindy lagi.

__ADS_1


"kamu tahu la.... Ia selalu memaksaku menjawab perasaannya."


"kenapa tidak coba kamu jawab...."


Lisa menarik nafas panjang. "aku sudah pernah mengatakan padamu. Sangat sulit bagiku mengatakan hal itu. Terlalu dini mengatakan suka. Hubungan kami baru beberapa bulan. Apa ini cinta...bagaimana jika hanya perasaan kagum saja...."


"apa yang kamu rasakan sekarang...."


"sedih,takut dan kesepian." jawab Lisa jujur.


"kalau hanya kagum kenapa punya perasaan itu..."


Lisa terdiam. Seharusnya memang tidak perlu terlalu sedih dan takut. Kalau pun Kevin tidak bangun lagi ia bisa mencari pria lain. Tidak perlu menunggunya. Kenapa harus takut jika hal buruk terjadi. Jika hanya kagum paling hanya seminggu paling lama 2 Minggu kesedihan dihatinya setelah itu akan lupa. Jika hanya takut kesepian bukanlah ia bisa bersenang-senang dengan temannya. Sebentar saja bisa melupakannya semuanya. Tapi ketika Lisa sedang berdebat dengan Leo, dihatinya selalu memikirkan Kevin.


"Kamu hanya takut menghadapi diri sendiri. Karena kamu merasa dia lebih tinggi diatasmu. Kamu takut tidak bisa sepadan dengan dirinya... Benarkah???"


Cindy menyebut satu alasan yang benar. Tapi lidah Lisa terlalu berat mengakuinya.


"bukankah kamu sangat kaya sekarang...." tanya. Cindy lagi.


Memang Lisa mendapatkan harta warisan dari papanya. Nominal yang sangat fantastis. Tapi sampai sekarang Lisa tidak pernah menggunakan uang dari almarhum papanya.


"bukan kah kamu juga sangat pintar sama seperti dia.... Aku sudah mendengar dari Kevin bagaimana kamu mengerjakan semua pekerjaan Leo yang dulu seharusnya menjadi tanggung jawabnya...."

__ADS_1


"ehemm" Leo berdeham mendengar namanya disebutkan sebagai contoh orang yang tidak kompeten dalam bekerja. Leo menatap kedua wanita yang menceritakan keburukannya dengan tatapan tidak senang.


Lisa dan Cindy sama-sama melihat kearah Leo kemudian mengacuhkan nya.


"keluarlah dari zona aman mu. Ini adalah Kevin, bukan cinta pertamamu yang tidak bertanggung jawab dengan perasaannya. Meninggalkan mu ketika kamu ingin mengungkapkan perasaan mu. Mereka berbeda sayang...." Cindy mencoba membuka kembali keberanian Lisa


Kuping Leo membesar mendengarkan perkataan Cindy. "hei.....kenapa kamu tidak memberitahu ku masalah ini." goda Leo


"sebaiknya kamu diam." Cindy memarahi Leo. Leo langsung diam seperti anak kecil dimarahi orang tuanya.


Sepertinya Leo sudah sangat jinak dengan Cindy. Ia mendengarkan semua perkataannya tanpa membantah satu katapun.


"bagaimana jika setelah aku mengatakan perasaan ku, ia meninggalkan ku ... Bagaimana jika setelah mengatakan semua perasaanku ia mentertawakan ku... Bagaimana jika dia hanya berpura-pura mencintaiku. Setelah puas mempermainkan ku ia akan meninggalkan ku" Lisa kembali mengungkap perasaannya kepada Cindy dengan hal yang sama. Ketakutan yang sama. Ia tidak berani keluar dari zona amannya.


Leo mendatangi Lisa dan memeluknya dari belakang. "aku adalah orang yang pertama menghajarnya jika ia berani melakukan hal itu kepadamu." Hati Leo sakit mendengar sahabatnya terjebak begitu dalam. Hatinya ternyata sangat rapuh. Leo yang selalu berusaha menutupi kesedihannya, dengan tidak mengungkit semua masalahnya ternyata bukan hal yang terlalu baik. Hal itu malah membuat Lisa menjadi pribadi yang tertutup dan menutupi kesedihannya dalam hatinya sendiri.


Air mata Lisa menetes lagi. Cindy memeluk Lisa dari depan mereka saling berpelukan. Lisa merasa walau tidak lagi memiliki orang tua. Ia mempunyai orang tua pengganti dan sahabat yang selalu menjaganya. Sekarang hanya Lisa yang bisa mengatasi semua ketakutan itu. Entah sejak kapan Lisa menjadi sangat penakut. Seorang wanita yang selalu berani menghadapi semua orang, tapi terlalu takut menghadapi dirinya sendiri.


Malam makin larut, sudah jam 3 pagi dan Lisa belum mengantuk Semua perkataan Cindy masih berputar di kepalanya. Cindy memutuskan untuk menginap dirumah sakit. Cindy terlihat berbaring di sofa. Kepalanya direbahkan di paha Kevin. Sangat manis melihat mereka berdua. Lisa keluar dari dalam ruangan inap Kevin. Ada 6 orang berjaga diluar ruangan Kevin seperti nya lantai 10 di sterilkan dari orang. Lisa tidak pernah melihat orang lain. Hanya dokter dan perawat yang terlihat berjalan dilantai 10 ini.


Lisa mengurungkan keinginannya untuk keluar mencari udara segar. Sejak Kevin masuk rumah sakit, Lisa tidak pernah keluar dari ruangan Kevin. Ia menjaga Kevin dengan sangat baik. Lisa kembali duduk di bangku sebelah tempat tidur Kevin. Lisa menarik nafas panjang. Ini waktunya memberanikan dirinya mengahadapi perasaannya.


"aku akan mengatakan semuanya. Kamu harus mendengarkan aku, karena aku tidak akan mengulangi kedua. kalinya. Setelah aku mengatakan nya kamu harus segera sadar. Kalau tidak sadar juga...aku akan mencari pria lain untuk aku nikahi. Aku juga akan meninggalkan mu. Paham??" Lisa berusaha Mela negosiasi dengan Kevin.

__ADS_1


Lisa menggenggam tangan Kevin dan menatap wajahnya.. " segeralah bangun karena aku sangat merindukan mu. Aku merindukan sifat posesif mu, keras kepalamu, kepintaran mu, kesabaranmu, aku selalu menantikan makanan apa yang akan kamu berikan didalam kulkas ruang kerja ku. Semua hal tentangmu menjadi hal yang aku inginkan. Tidak mudah bagiku sendiri."


__ADS_2