Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kebohongan yang tertutupi


__ADS_3

"mami lihat foto Lisa dari Sebastian,sangat cantik. Mami sangat senang punya anak perempuan yang bisa didandani seperti bonek Barbie." Caroline mulai mengoceh panjang lebar kepada Kevin


Lisa menatap ponselnya yang digunakan Kevin untuk menelepon. Dalam hati Lisa sangat takut, rahasianya akan terbongkar. Kalau ia terlihat takut,  pasti dengan cepat Kevin akan mengetahui kalau ia berbohong. Berdiam diri melihat kebohongannya akan terbongkar juga sama dengan bodoh. Lisa memijat keningnya, ia bingung apa yang harus dilakukannya.


Tiba-tiba Kevin menatap Lisa dengan tajam, jantung Lisa bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya.'pasrah' hanya itu yang bisa diucapkannya dalam hati. Lisa masih berdiri mematung memandangi ponselnya. Kevin menggerakkan kepalanya kearah kamar mandi. Lisa menggeleng. Kevin membesarkan matanya melihat Lisa dengan gerakan kepala agar Lisa segera ke kamar mandi.


Dengan berat hati Lisa berjalan kekamar mandi, Lisa menyempatkan diri melihat kebelakang kearah Kevin. Tapi satu gerakan tangan mengisyaratkan agar ia langsung ke kamar mandi.


Sementara di telepon Caroline menceritakan kalau selama 3 jam ia menemani Lisa selama di salon. Ia tidak terbiasa sendiri apalagi melakukan perawatan tubuh. Caroline berkata Lisa takut karena Sebastian adalah laki-laki, Lisa mengira yang akan melakukan lulur dan pijat tubuhnya adalah Sebastian. Caroline sudah memberikan informasi kalau yang melakukannya ada karyawannya yang wanita. Tapi Lisa sangat takut, ia tidak percaya beberapa acara yang pernah dilihatnya tiba-tiba ada pria yang masuk dan melakukan pelecehan seksual.


Caroline pun dengan senang hati melakukan video call dengan Lisa. Caroline juga menceritakan ia berniat pangkas rambut, tapi takut kalau Kevin tidak menyukai perubahan pada tubuhnya.Jika ia berdandan apakah Kevin akan menyukainya. Jika ia merubah gaya berpakaian, apakah Kevin tidak marah. Semua perubahan itu sangat ingin dilakukannya, tapi ia takut Kevin memprotes perubahannya.


Bukan tanpa alasan, Kevin orang yang terkenal dingin dan keras. Sekali ia mengatakan A maka A harus dijalankan. Jika ada yang tidak setuju ia akan mendatangi orang tersebut. Bukan hanya menanyakan alasan ia tidak menyetujui keputusannya, tapi juga ia akan meminta data yang memperkuat perkataan orang tersebut. Apakah dengan begitu sudah selesai, tentu tidak ia akan berdebat dengan orang tersebut untuk melawan data dengan yang dimilikinya. Hasilnya,, sejauh ini tidak ada yang pernah menang jika berdebat dengannya. Hanya Lisa yang mampu melawan Kevin dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara didalam kamar mandi Lisa tidak berhenti berdoa agar Kevin tidak mengetahui dia melakukan kebohongan.


"ibu tidak apa-apa??" tanya Angel yang dari tadi memperhatikan kegelisahan Lisa


"tidak.."


"ini tas ibu," kata Angel sambil menyerahkan tas Lisa.


"terima kasih." Lisa membuka tasnya dan memakai lipstik berwarna merah muda yang tadi dibeli di salon Sebastian.

__ADS_1


Angel memperhatikan lipstik yang digunakan Lisa. "'Lipstik yang ibu gunakan benar-benar bagus. memang beda merek terkenal dengan merek biasa." puji Angel


Lisa tida tahu merek lipstik yang digunakannya. Ia hanya menerima satu set peralatan make up dari Sebastian tanpa menanyakan merek dari produk yang digunakan, apa lagi harganya.


Lisa keluar dari kamar mandi dan Kevin terlihat sudah selesai berbicara dengan Caroline. Lisa penasaran apa yang dibicarakan mereka berdua.Jika menanyakan kepada Kevin apakah ia akan curiga?? Lisa menerima ponsel dari Kevin. Kevin berjalan lebih dahulu dengan Frans, mereka sepertinya masih membahas tentang launching game di Eropa.


Kevin dan Frans sibuk bicara sampai mereka tiba di lantai dasar. Mobil sudah menunggu didepan pintu kantor. Kevin membuka pintu mobil depan untuk Lisa. Lisa mengintip kebagian kemudi tidak ada pak Andi. Lisa menegakkan badannya melihat kearah Kevin


"kamu menyetir sendiri...." tanya Lisa ragu.


"bukan kah kamu tahu aku bisa mengemudi."


"ya... hanya saja...." Kevin menggendong Lisa masuk kedalam mobil langsung tanpa sempat menyelesaikan perkataannya. Kevin memakai kan sabuk pengaman dan menutup pintu mobil.


Kevin terlihat bicara sejenak dengan Frans dan kemudian Frans melambaikan tangan sambil berkata "selamat bersenang-senang kakak ipar". Wajah Frans selalu bersinar terang ketika pulang kerja lebih awal. Dan semua ini adalah berkat kebaikan hati kakak iparnya yaitu Lisa.


Lisa melihat kearah jas Kevin yang ada dipangkunya. Sementara Kevin menyetir dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang dagu dengan bertumpu pada sandaran tangan mobil. Lisa bingung harus bicara apa. Pasti ia sudah tahu, dirinya bukan alasan bagi Lisa untuk pergi ke salon tadi. Tapi kenapa Kevin tidak bicara sepatah kata pun.


Lisa tidak bisa membiarkan kecanggungan ini berlanjut. Dengan sisa keberanian Lisa bicara


"aku.... kata Lisa


"kamu..." kata Kevin

__ADS_1


mereka berbicara bersamaan. Lisa dan Kevin sama-sama berhenti berbicara. Menunggu masing-masing pihak bicara lebih dulu. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan. Keheningan menyelimuti mobil sedan putih itu.


Lisa menggigit bibir bawahnya.


"berhenti melakukan hal itu. Kamu bisa melukai bibir mu." protes Kevin.


Lisa menghentikan menggigit bibirnya.


"apa kamu marah...." tanya Lisa


"sedikit " jawab Kevin


Lisa sudah pasrah, pasti ia sudah tahu semua nya. Padahal tadi ia sudah sangat senang ketika Lisa mengatakan alasannya melakukan perubahan penampilan karena dirinya. Kebohongan Lisa pasti langsung menjatuhkan harga dirinyalah sebagi laki-laki.


"maaf" kata Lisa. Satu kata yang sulit diucapkan tapi begitu dikatakan akan memberikan efek yang luar biasa.


"aku tidak suka kamu melakukan hal itu. " kata Kevin kesal


Lisa mengangguk dan masih menunduk kab kepalanya. Ia sudah siap dengan Omelan Kevin.


"jika kamu takut akan ada orang jahat ketika kamu berada di salon, kamu bisa menghubungi aku. Aku pasti akan datang menemanimu. Aku lelaki normal yang tidak ingin wanita ku disentuh pria lain. Jangan kan disentuh, dilihat atau diajak bicara oleh pria lain pun aku tidak terima. protes Kevin panjang lebar


Lisa menaikkan kepalanya sambil melihat Kevin tidak percaya. Syukurlah Caroline tidak mengatakan apapun yang membuat Kevin marah. Wajah Lisa sudah bisa tersenyum tenang sambil melihat kearah jalan.

__ADS_1


"aku tidak akan marah kamu melakukan perawatan tubuh demi aku, karena sebelum pergi kamu sudah minta izin kepadaku. Tapi kamu mengatakan hanya potong rambut. Bukan perawatan tubuh. Aku minta kamu kedepannya, apabila ada perubahan pikiran segera hubungi aku. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepadamu. Apa kamu paham...." kata Kevin lagi.


Lisa mengangguk senang, terserah la apa yang dikata Kevin. Mau dia merasa meninggi karena menganggap Lisa butuh perlindungan dari nya. Atau ingin dia menjadi prioritas dalam hidup Lisa. Lisa tidak perduli yang penting pria ini tidak mengetahui kebohongan nya.


__ADS_2