Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
bertanggung-jawab


__ADS_3

Frans duduk di tempat tidur, Khay masih berdiri didekat kamar mandi. Pintu kamar Frans diketuk dan Khay membukanya, dokter datang memeriksa Valen.


"Lisa, dokter sudah datang" kata Khay sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"ya...sebentar lagi kami keluar." sahut Lisa.


Lisa dan Valen keluar dari kamar mandi. Mata Khay tidak bisa lepas dari Valen. Frans memperhatikan Khay dan merasa tidak senang. Sebagai seorang Abang, tentu saja Frans merasa tidak senang adiknya diperhatikan pria lain.


Ketika dokter akan memeriksa Valen, Khay dan Frans masih dengan posisinya masing-masing sambil melihat kearah Valen. Lisa meletakkan kedua tangannya di pinggang "kalian tidak ada niat keluar dari ruangan...bukankah kalian lihat diruangan ini wanita semuanya .."


Frans mengangguk dan keluar dari dalam kamar begitu juga dengan Khay.


"saya kenal anda pak Khay, saya harap anda tidak menganggu adik perempuan saya." kata Frans sambil menatap Khay.


"saya tidak berniat mengganggu adik kamu. Jadi jangan berpikir terlalu banyak."


"saya harap anda menjaga baik-baik ucapan anda."


"baiklah." jawab Khay singkat sambil bersandar didinding dekat pintu masuk.


Lisa membuka pintu dan mengucapkan terima kasih kepada dokter yang sudah memeriksa Valen. Dokter tersebut pergi meninggalkan ruangan Frans.


"bagaimana....." kata Frans sambil berjalan dan duduk diujung tempat tidur.


"tidak apa-apa, kebetulan tadi penanganan pasca terkena air panas sudah cukup baik. Jadi hanya ruam saja yang tersisa. Harus diobati agar cepat sembuh. Tidak akan meninggalkannya luka bekas." jelas Lisa


"aku akan bertanggungjawab" kata Khay


"benarkah..." jawab Valen dengan semangat.


"apa maksud nya...." tanya Frans kepada Valen


"aku akan meminta pertanggungjawaban kakak Khay. Bagaimana jika tidak ada pria yang mau menjadikan aku istrinya dengan kulit seperti ini. Kamu harus menikahi ku."


"apa ..." Frans dan Lisa terkejut dengan perkataan Valen.


"aku tidak setuju. Jangan berpikir yang tidak-tidak" Jawab Frans kesal.


"aku rasa ini adalah urusan pribadi kalian. Aku akan kembali ke kamar dahulu. Kabari aku jika terjadi sesuatu." Kata Lisa sambil beranjak pergi.


"Kakak ipar....aku butuh bantuan mu " kata Frans membuat Lisa menghentikan langkahnya.... seandainya ada Kevin...pasti tidak akan terjebak seperti ini batin Lisa.


"apa yang biasa aku bantu ...." tanya Lisa ragu.


"tolong kakak ipar bicara dengan Valen. Sadar kan ia....'' kata Frans.


"baiklah...aku akan pergi ke kamar Valen dan berbicara dengannya." Lisa mengedipkan matanya kearah Valen, bagaimanapun lebih baik menyelamatkan diri dari kedua pria yang sedang berselisih paham ini.

__ADS_1


"kakak Khay, aku mau kamu jadi pacarku " kata Valen dengan penuh percaya diri.


Khay tersenyum menahan tawanya. Wanita ini sangat lucu, sudah lama ia tidak menemukan wanita seperti ini. Valen tetap mengatakan meminta pertanggungjawaban Khay sampai ia keluar dari pintu kamar Frans.


Kamar Valen tepat diseberang kamar Frans.


"kamu benar-benar menyukainya...." tanya Lisa untuk memastikan.


"ia kakak ipar. Aku menyukainya."


Lisa menggelengkan kepalanya. "dia baru putus dengan tunangannya dan kamu ingin dia jadi pacarmu ..." tanya Lisa lagi


"ia ... aku tidak perduli. Aku mau jadi pacarnya."


Lisa memijat keningnya yang mulai pusing dengan kelakuan Valen.


"adik ku sayang.... cinta itu butuh proses."


"Kakak ipar dan kakak Kevin menikah ketika pertama kali bertemu. Kenapa aku tidak bisa seperti kalian....'


Lisa duduk disebelah Valen dan memegang tangannya. "kondisi aku dan kamu berbeda. Kalau saat itu tidak seperti waktu itu, aku akan memilih tidak menikah dengan cepat. Aku akan memilih berkenalan dahulu baru menikah."


" tapi Kakak dan kakak ipar bisa menjalani semuanya." Kata Valen murung.


"kondisi kami darurat pada saat itu dan aku bisa melalui semuanya karena dukungan dari keluarga kami. Itu lah yang membuat aku bertahan."


"perasaan kamu tidak salah, tapi kondisi yang kita alami sekarang tidak tepat untuk menyatakan perasaan cinta kepadanya."


"sekarang istirahat lah dahulu." Lisa memperbaiki selimut Valen dan duduk dikursi disebelahnya. Ponsel Lisa berdering, ada pesan masuk.


'terjadi sesuatu..' Kevin mengirim pesan kepada Lisa


'ya 🥱🥱'


'kenapa...'


'valen meminta Khay menjadi pacarnya sebagai kompensasi luka bakar nya 🥳🥳 benar-benar gadis yang luar biasa.'


'mana Khay dan Frans...'


'dikamar mereka, aku ada diruangan valen. Kamu dimana....😩'


'aku antar Sabrina ke bandara.'


'hanya berdua...😒'


'tidak'

__ADS_1


Lisa meletakkan ponsel nya sejenak. Pria ini kalau mengirimkan pesan selalu sangat singkat seperti orang yang tidak berperasaan. Lisa malas membalas pesan Kevin lagi.


Dua menit tanpa respon, Kevin menghubungi Lisa. "ada apa..."


"tidak ada apa-apa." Lisa masih kesal dengan pria dingin satu ini. Lisa langsung mematikan panggilan Kevin.


Kevin. memandang bingung ponselnya.'apa yang terjadi, tadi Frans meminta agar Khay tidak satu ruangan dengan dirinya. Tiba-tiba menghubungi kembali meminta membatalkan pindah ruangan untuk Khay. Istrinya dihubungi respon nya sangat tidak baik. Apa yang terjadi.... Kevin sangat penasaran, Sabrina baru akan berangkat satu jam kedepan. Tidak ada pilihan baginya selain menunggu Sabrina naik pesawat.


Kevin mengirim pesan lagi


'❤️❤️❤️'


'💔💔💔'


Kevin mengerutkan keningnya sepertinya sudah terjadi masalah besar disana. Tapi apa masalahnya...tidak ada seorang pun yang bersedia menceritakan kepada nya.


"maaf🥺' Kevin mengeluarkan jurus menaklukkan Lisa. Lisa tidak akan marah kepadanya ketika ia meminta maaf.


'😔😔 kenapa kamu sangat menyebalkan'


Kevin tidak tahu apa yang menyebabkan Lisa marah, kenapa mengatakan dirinya sangat menyebalkan.... Kevin tidak paham dengan maksud nya. Ia tidak sabar dan menghubungi Lisa


"kenapa...." dengan nada kesal


"apa nya yang kenapa ..." Tanya Lisa balik dengan kesal.


"Lisa.... tolong jangan main tebak-tebakan denganku. Dari pagi aku harus berhadapan dengan penyidik kepolisian. Belum lagi cabang Jerman yang harus dicari penggantinya. Roy masuk penjara, aku harus memikirkan semua nya."


Lisa diam sejenak ia lupa, Kevin masih belu. sembuh benar dengan rasa trauma psikologis nya. Tekanan dari pekerjaannya juga sangat besar. Sungguh sangat egois jika saat ini Lisa marah hanya karena hal yang tidak penting.


"Lisa kamu masih disitu...." tanya Kevin lagi


"ya..." jawabannya singkat.


"Frans sepertinya tidak nyaman dekat dengan Khay karena Valen menyukai Khay." jelas Lisa


"apa ...dasar anak kecil satu itu. Nanti aku akan bicara dengan dia."


"hmm..."


"jangan terlalu dingin dengan ku....besok adalah jadwal rekonstruksi kejadian 20 tahun yang lalu. Aku baru menerima kabarnya sebelum menghubungi mu tadi. Aku sangat ......"


"jangan takut, aku akan menemanimu besok. Semua akan kita hadapi bersama."


"aku tidak mengatakan aku takut sayang."


Lisa memutar bola matanya... "ya. . kamu tidak takut... kamu adalah seorang pemberani..saat ini kamu hanya sedikit ngeri bukan takut' sindir Lisa sambil tersenyum nakal.

__ADS_1


__ADS_2