Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
uji nyali


__ADS_3

Lisa dan Caroline tidak menyetujui keinginan Santoso dan Kevin untuk pergi malam itu. Wajah Frans berseri-seri dengan kedua nona bosnya itu. Tapi sepertinya percuma, kedua pria ini benar-benar memiliki power dirumah. Lisa dijanjikan akan dibawakan teh susu dan tiramisu langsung menyetujui perkataan Kevin. Tidak jauh berbeda dengan Caroline yang dibujuk Santoso akan menemaninya belanja sepuasnya pada akhir pekan nanti, ia pun langsung memberikan ijin kepada mereka berdua


Kedua nona besar sangat labil dengan makanan dan belanja. Tidak ada pilihan bagi Frans selain mengikuti kedua bos besarnya. Frans menatap dengan mata bersinar-sinar kepada Caroline dan Lisa, kesempatan terakhirnya agar mereka berdua tidak memberikan ijin sepertinya tidak mendapat respon yang baik. Mereka berdua melambaikan tangan sambil mengatakan "cepat kembali dan hati-hati dijalan".


Frans berjalan sambil tertunduk lesu. Bosnya memang mempunyai fisik sangat kuat padahal sedang sakit, kemampuan detektifnya sangat kuat.


Sampai dilantai 10, suasana sangat hening, karena sebelumnya ruangan ini disterilkan dari pada pengunjung dan pasien yang menginap. Frans merinding begitu keluar dari lift. Ia paling benci dengan cerita horor apalagi melakukan hal seperti sekarang. Membuktikan 'sesuatu' yang menurut Frans sangat tidak penting.


Frans memegang erat J yang ikut dalam rombongan mereka. Kevin membawa 5 anggota pengawalnya J, K, L, M dan N. Santoso membuka pintu ruangan itu, ia memang sempat melihat tirai jendela bergerak seperti tertiup angin. Tanpa ragu Santoso mendekati jendela itu dan tidak melihat keanehan apapun hanya tirai jendela yang bergoyang. Ia melihat jendela sangat rapat. Tidak ada celah udara bisa masuk. Fentilasi juga ditutup rapat. Kemungkinan angin masuk dari celah memang sangat kecil, tapi daripada berdebat dengan hal yang tidak masuk akal. Lebih baik merasionalkan semua kejadian agar tidak menjadi beban dipikiran.


"apa papa melihat ada yang aneh?" tanya Kevin yang masuk belakangan karena dokter Roy menegurnya tadi


"tidak ada apapun. Tirainya tidak bergerak. Bukankan begitu?" Kata 'bukan kah begitu' memiliki penekanan yang berbeda.  M dan N sebenarnya melihat tirai jendela itu bergerak dan mereka juga berada dibelakang Santoso ketika  ia memeriksa keadaan jendela.  Memang ada keanehan, tapi mereka harus menyembunyikan sesuai dengan keinginan bos besar mereka.


M dan N mengangguk tanpa memberikan jawaban. Tapi Kevin masih penasaran dengan ruangan ini. "baiklah kalau begitu, tinggalkan aku diruangan ini sendiri. Aku ingin memastikan sesuatu."


"baiklah kalau begitu kami keluar" Jawab Frans sambil berjalan. Tapi kemudian ia sadar, tidak ada yang mengikuti ia keluar dari ruangan ini. Frans memejamkan matanya sambil menggenggam kuat jari tangan nya dengan kesal. Kenapa hanya dirinya terlihat seperti seorang penakut diantara mereka.


Frans membalikkan badannya dan kemudian ia merasakan semua tatapan mata itu tertuju kepadanya. Ada tatapan mata lain yang melihat kearahnya. Kedua wajah yang tidak asing, tapi mulutnya rasa kaku mengatakannya. Kedua tangannya menunjuk kearah sudut jendela "a....a.....a.... "

__ADS_1


Mereka semua melihat kearah jari Frans tidak ada siapapun disana, tapi Kevin merasakan suasana yang sama seperti ketika ia sedang menggendong Merry dipundaknya. Frans sudah tergeletak di lantai dan hilang kesadaran. Pengawal Kevin mengendong tubuh Frans yang tidak sadarkan diri.


"pa... biarkan aku disini sendiri."


"baiklah jika kamu memaksa, M dan N akan menemani mu disini. Papa tidak mau kamu sendiri, karena bagaimana pun kondisi kamu belum pulih."


Kevin mengangguk "baiklah" jawab Kevin singkat dan kemudian mereka meninggalkan Frans yang masih berbaring ditempat tidur, Kevin dan kedua pengawalnya didalam ruangan


Suasana menjadi sangat hening, Kevin sama sekali tidak merasakan takut. Tapi ia merasa ada yang sedang memperhatikannya saat ini.


"mama...papa... apa kalian ada disini sekarang??" tanya Kevin


Suasana menjadi sangat hening dan tiba-tiba waktu seperti berhenti berputar diruangan itu. Kevin memejamkan matanya, ia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda disebelah kanannya. Tirai jendela bergerak lembut.


"apa kalian disini??"


Suara Kevin membuat M dan N membeku melihat kearah Kevin. M yang tadinya ingin diam, tapi wanita itu melihatnya dengan tatapan sedih. Ia pernah melihat wajah ini.


"pak,, ada sepasang pria dan wanita disebelah anda sekarang." kata M

__ADS_1


Perkataan M membuat N merinding, ia menyenggol lengan M yang membuatnya takut.


"aku bisa merasakannya, sekarang mama dan papa sedang melihat kearah ku." Kevin merubah posisi duduknya menghadap jendela. Sekarang mereka saling berhadapan, walau Kevin tidak bisa melihat mereka tapi ia bisa merasakan kehangatan mereka.


Lengan kanan Kevin yang sakit, tiba-tiba hilang rasa sakit nya. Lengan kanannya menjadi hangat. Pada saat yang bersamaan M melihat sang pria menyentuh pundak kanan Kevin.


"terima kasih papa." Kevin melihat kedua sosok yang tidak asing baginya.


"kalian datang kemari untuk menjaga kami..." tanya Kevin.


"terimakasih." kata Kevin lagi.


Kevin menunduk ada perkataan yang ingin diucapkan nya saat ini. Tapi ia takut melukai perasaan mereka.


Kevin terlihat mengangkat tangan kanannya, ia melihat telapak tangannya.. N memperhatikan apa yang dilakukan bosnya. Tapi M yang melihat semua kejadian itu merasa sangat tersentuh. Ia ikut menangis melihat peristiwa yang ada didepannya. N melihat M dan Kevin secara bergantian. Ia memiringkan kepalanya berusaha memahami situasi saat ini.


Kevin terlihat menangis sambil melihat tangannya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat bosnya menangis dan M disaat yang bersamaan.


N sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Tapi tidak ada yang bisa dilihatnya saat ini selain tirai yang terus bergerak perlahan seperti ditiup angin. N menunduk sejenak, dan menarik nafas panjang. Ketika ia menaikkan pandangan nya, ia bisa melihat didepan Kevin ada sepasang pria dan wanita berdiri didepannya. Berpakaian serba putih dan terlihat terang. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. N mengusap-usap matanya sambil terus menggeleng kan kepalanya. Apakah ia sedang bermimpi, berkhayal atau memang yang dilihatnya adalah suatu kenyataan. Ini adalah pengalaman pertama bagi mereka bertiga mengalami hal ini.

__ADS_1


__ADS_2