
Lisa bersandar di sofa, semua makanan yang ada di meja habis dimakannya. Lisa memperhatikan para pelayan membersihkan ruangan kamar. Sedangkan Kevin seperti biasa sedang menelepon dibalkon kamar.
Lisa melihat Kevin yang sedang menelpon seperti anak kucing yang menunggu disayang oleh tuannya. Kevin secara tidak sengaja melihat wajah Lisa yang sedang memperhatikannya, bibirnya dimajukannya menunjukkan wajah manja. Kevin mendekatinya dan mencubit gemas pipi Lisa. Kevin memberi kode kepada Lisa agar menunggunya selesai menelepon dahulu. Lisa menunjukkan wajah manja yang sedang bersedih karena tidak berhasil mendapatkan perhatian. Kevin mengusap kepala Lisa dengan lembut. Konsentrasinya sedikit terpecah antara pekerjaan dan istrinya.
Kevin menutup teleponnya dan mencium kening Lisa.
"ada lagi yang ingin kamu lakukan???" tanya Lisa
Lisa tersenyum gembira "kita belum keliling pulau ini. Dari informasi yang aku baca, katanya pulau ini sangat indah."
Kevin mengangguk "ayo... kita mau kemana???" tanya Kevin
Lisa mengeluarkan catatan kertasnya "aku ingin tempat ini... ada 14 tempat. tapi Istana Shuri dan istana Nakagusuku paling ingin aku kunjungi "
"Apa kamu baik-baik saja??"
Lisa kesal dengan pertanyaan Kevin. Wajah Lisa cemberut "inikan salah kamu, aku sudah bilang kamu harus bertanggung jawan. Kalau aku katakan aku lelah, kamu harus menggendong aku. Apa itu saja susah kamu lakukan?" tanya Lisa
Kevin mengangguk dengan cepat, ternyata maksud dari bertanggung jawab adalah ini. Baiklah, aku akan menghubungi Frans agar bersiap-siap. Lisa merubah ekspresi wajah tidak senang. "ini adalah bulan madu seperi yang kamu katakan. Kenapa mengajak Frans??"
"tapi,,,,,"
"tidak ada kata tapi, kamu ikuti yang aku katakan. Hanya kita berdua, Paham." Lisa berjalan perlahan menuju kamar dan mengganti pakaian. Sementara Kevin masih bingung apa yang harus dilakukannya. Kevin mengirim pesan kepada Frans agar mengikuti mereka, tanpa memberitahukan kepada Lisa. Belakangan ini Kevin sering mengalami mimpi buruk tentang Lisa yang tiba-tiba menghilang, Kevin tahu bahwa itu hanya sebatas mimpi, tapi mimpi yang dialaminya terlalu nyata. Ia tidak berharap semuanya terjadi, tapi setidaknya berjaga-jaga lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Lisa sudah selesai berpakaian, didepan pintu kamar senyum manisnya. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan kemeja longgar lengan panjang berwarna orange dan celana jeans panjang. Wajah Lisa masih terlihat kelelahan, tapi semangatnya membuatnya tetap terlihat cantik. Kevin mencium lembut bibir Lisa.
Lisa mundur satu langkah kebelakang. Lisa takut pria ini akan mulai serangan cinta dengannya.
"siapa suruh kamu terlalu cantik" Kevin mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Lisa merinding, pria ini memang sangat menawan. Tapi kalau ingat tadi malam, benar-benar tidak ingin berdekatan dengannya.
"aku rasa, satu hari tidak melihatmu, aku bisa gila." Kevin mendekati Lisa sambil mencium bibirnya lagi.
Ciuman sangat singkat tapi sangat hangat. Pria ini seperti sedang belajar membangun perasaan dengan Lisa.
Lisa memegang dada Kevin. Lisa tidak mau Kevin melakukan hal lain saat ini, dipikiran Lisa hanya jalan-jalan.
"aku mau jalan-jalan...."Lisa merengek seperti anak kecil.
Kevin tersenyum "baiklah... aku ganti pakaian dulu"
Lisa dengan semangat berjalan keluar kamar hotel bersama Kevin. Lisa melihat Frans dan beberapa orang pengawal berada didepan hotel. Kemudian menatap tajam wajah Kevin. "kamu......" Lisa menunjuk Kevin kemudian kearah Frans.
"tidak, mereka hanya menunggu kita. Karena mereka mempersiapkan mobilnya." Kevin mencoba membela dirinya sambil menaikkan pundaknya.
"hati-hati dijalan kakak ipar" Frans berkata sambil melambaikan tangannya.
****
Lisa benar-benar puas berkeliling okinawa hari ini, badannya yang sakit semua mendadak hilang melihat keindahan Istana Shuri yang berwarna merah, benar-benar indah.
Ketika berkunjung ke Istana Nakagusuku, walau ternyata hanya tersisa runtuhan bangunan istana, tapi Lisa sangat puas dengan tempat wisata yang masih terjaga reruntuhannya.
Tebing Manzamo benar-benar tempat yang menyajikan bentangan laut biru yang indah. Ponsel Lisa sampai kehabisan daya karena banyak tempat yang bagus untuk berfoto di tebing Manzamo.
Hanya bisa mengunjungi 3 tempat ini saja Lisa sudah sangat senang, sampai di hotel malam sudah larut. Lisa langsung membersihkan diri dikamar mandi, sedangkan Kevin seperti biasa masih sibuk dengan panggilan internasionalnya untuk urusan kantor.
Lisa sangat lelah langsung berbaring ditempat tidur setelah mengeringkan rambutnya. Lisa terbangun ketika Kevin mencium keningnya.
__ADS_1
"kamu menganggu aku tidur." keluh Lisa kepada Kevin.
"maaf.... tidur lagi." Kevin mengelus lembut kepala Lisa.
"boleh aku tanya sesuatu???" tanya Lisa
"mmh" Kevin menjawab singkat sambil menyelipkan lengannya di leher Lisa.
Lisa mendekat ke arah Kevin. "mengapa kebetulan sekali ketika pergi ke tempat tadi, Frans dan mengawal ada disana juga?? " tanya Lisa.
"mungkin kebetulan saja." Kevin berusaha menyembunyikan sesuatu dari Lisa. Jika wanitanya tahu diikuti maka ia akan marah dan akan sangat sulit membujuknya.
"kalau satu tempat wajar suatu kebetulan. Tapi kalau ke tiga tempat bukankah itu sudah tidak mungkin suatu kebetulan."
Kevin memeluk Lisa. Ia berusaha menghindari kontak mata dengan Lisa. "namanya mereka punya GPS kita, bisa jadi mereka mengikuti kita. Atau bisa jadi agar biaya jalan-jalannya gratis mereka jadi mengikuti kita."
Lisa berpikir sejenak. Sepertinya masuk akal. Ketika baru sampai ketempat tujuan, mereka memanggil Kevin dan kemudian semua tiket masuk dan biaya makan dibayar oleh Kevin. Kalau itu terjadi pada dirinya pasti ia akan mengikuti bos nya. Kapan lagi bisa keluar negeri dan mendapatkan liburan gratis. Tidak perlu memikirkan biaya apapun. Bagaimanapun gratisan lebih menyenangkan daripada harus mengeluarkan uang.
Kevin melihat Lisa melamun, "apa yang kamu pikirkan?"
"aku rasa mereka sangat beruntung bekerja denganmu. Liburan gratis keluar negeri lagi. Tidak perlu memikirkan membawa uang."
Kevin tersenyum. Dibalik kata beruntung yang diucapkan Lisa, untuk fasilitas dan gaji yang diberikan memang tergolong mewah. Para bawahan Kevin mendapatkan gaji 10 kali lipat dari karyawan biasa. Tapi mereka tidur rata-rata kurang dari 5 jam. Bagi mereka, kemewahan adalah apabila bisa tidur selama 8 jam.
"apa menurutmu aku terlalu memanjakan mereka??"
Lisa menengadahkan kepalanya melihat Kevin. "sudah cukup. Kamu suka menyiksa mereka. Apa yang didapat mereka aku rasa sudah sepadan "
Lisa berkata jujur kepada Kevin. Walau pria ini sangat loyal. Tapi melihat ketika ada masalah disekitarnya Kevin akan marah besar. Ia tidak segan-segan memecat anggotanya yang melakukan kesalahan. Benar-benar pria berhati dingin.
__ADS_1