Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
penjelasan


__ADS_3

Lisa sampai dimeja Kevin dan wanita berambut pirang itu. Ia langsung menjadi pusat perhatian Kevin dan wanita itu. Mereka berdua melihat kearah Lisa secara bersamaan.


"sudah selesai???" tanya Lisa


"kamu kembali kekamar dahulu. Aku akan menyusul nanti." kata Kevin kepada Lisa


'bukankah semalam mengatakan hal yang sama, tapi buktinya ia tidak pulang sama sekali.' batin Lisa. Lisa duduk disebelah Kevin, tangannya melingkar di lengan Kevin dan menyandarkan kepalanya di lengan Kevin.


"halo Lisa..." kata wanita tadi... Lisa melepaskan tangannya dari lengan Kevin dan duduk dengan tegak.


"namanya Jannie . Ia adalah sepupuku yang mengelola hotel ini. Kami dari semalam berbicara tentang hotel ini.'' jelas Kevin.


Lisa memperhatikan wajahnya Jannie dan Kevin. Kevin adalah perpaduan wajah timur dan barat. Banyak wanita mengagumi ketampanannya karena pesona pria ini memang luar biasa. Kemudian Lisa melihat Jennie, wajahnya benar-benar keturunan darah barat. Sekilas mirip dengan Caroline dari bentuk dagu dan struktur wajah.


"apa kamu sudah paham??" tanya Kevin.


Lisa masih diam, kalau mengatakan paham yang ada dipikirannya saat ini masih merupakan pendapat pribadi dirinya. Kalau ia mengatakan tidak tahu apakah tidak terlihat bodoh?? pikir Lisa


"secara resmi aku kenalkan kalian berdua. Jannie ini adalah istriku bernama Lisa. Lisa, dia adalah sepupuku bernama Jannie. Papanya adalah adik dari mami Caroline. Mama Jannie berdarah Belanda. Kamu tahukan mami berdarah Perancis. Kita akan mengadakan liburan dengan keluarga besar mami. Kalau tidak salah besok mereka akan mulai tiba di hotel ini. Jadi, aku dan Jannie sedang membahas semuanya dengan baik." jelas Kevin


Lisa tersenyum, ia merasa menjadi orang bodoh. Cemburu tanpa mencari tahu masalah sebenarnya. Lisa melirik kearah Leo dan Cindy yang melihat kearahnya. Lisa tersenyum canggung sambil melihat kearah mereka. Leo tidak bisa menahan tawanya melihat wajah Lisa yang terlihat lucu.


Wajah Lisa langsung berubah menjadi cemberut ketika ditertawai oleh pamannya sendiri, 'benar-benar jahat. Aku akan memberikan perhitungan kepadamu.' batin Lisa


"maaf, jika begitu kalian lanjutkan saja bicaranya aku pergi dahulu." Lisa sangat malu saat ini. Lebih baik kabur sebelum menahan malu lebih parah lagi. Lisa berdiri dan bergerak mau pergi meninggalkan mereka berdua.


"tidak..jangan pergi. Saya masih ada kerjaan." kata Jannie dengan bahasa indonesia terbata-bata.

__ADS_1


Lisa membungkukkan badannya "maafkan aku...sudah mengganggu kalian berdua."


"tidak,,,tentu saja tidak. kamu sangat lucu pantas kakak sepupu love you so much." Jannie mendekati Lisa dan memeluknya dengan hangat. Sikapnya sangat mirip dengan Caroline, tipe orang yang bersahabat. Rasa canggung Lisa hilang seketika.


"see you soon..." kata Jannie sambil meninggalkan Lisa dan Kevin.


Lisa langsung terduduk lemas mengingat kebodohan yang baru saja dilakukannya. Mata Lisa menerawang jauh, besok katanya adalah pertemuan dengan keluarga besar Kevin. Lisa melihat Kevin yang terlihat diam sambil menengguk cangkir kopinya. Lisa menggelengkan kepalanya, berusaha mengembalikan kesadarannya kembali. Lisa dengan cepat berdiri dan berjalan kearah Leo dan Cindy.


"bagaimana??" tanya Cindy


wajah cemberut Lisa sudah mejelaskan semuanya "kamu salah paham dengan mereka??" tanya Leo'


Lisa mengangguk perlahan dengan pasti.


"sudah bicara dengan Kevin??" tanya Cindy lagi


Lisa menggelengkan kepalanya sambil merebahkan kepalanya dimeja.  "Aku terlihat bodoh, cemburu didepan sepupunya sendiri. Harusnya aku menanyakan dahulu sebelum bertindak agresif. Haah... benar-benar memalukan sekali."


"entah lah,,, besok katanya ada acara dengan keluarga besar Kevin. Bagaimana bisa aku menghadapi mereka semua. Satu orang saja sudah membuatku salah paham. Aku terlalu malu bertemu dengannya dan keluarga. Lagi pula aku tidak tahu harus memulai dari mana. Dia tidak memperdulikan ku."


"bicara langsung dengan Kevin, kamu yang memulai semuanya. Jadilah orang yang bertanggung jawab. Berani memulai, maka kamu harus berani menyelesaikannya juga." kata Leo


Lisa menegakkan kepalanya," kamu tidak tahu melihat wajahnya saja sudah membuatku takut. Apa lagi untuk bicara. Sudah dua hari ini dia tidak mau berbicara denganku." Keluh Lisa.


Lisa tidak menyadari kalau perkataannya sudah didengar Kevin yang sudah berdiri dibelakangnya. Begitu ia menegakkan kepalanya, ia melihat sesosok pria berdiri disebelahnya. Lisa menoleh kearah kanannya. Kevin berdiri menjulang disebelahnya. Menatapnya dengan tatapan tajam.


"aduhhh..kenapa kalian tidak memberitahuku,,,,," Lisa berbicara pelan tapi terdengar ditelinga semua orang.

__ADS_1


"aku sudah memberi kode kepadamu. Tapi siapa suruh kamu tapi seperti itu." kata Leo membela diri.


Cindy mengangguk membenarkan perkataan Leo.


"ikut aku,,," kata Kevin


Lisa menggenggam tangannya yang mendadak menjadi sangat dingin. Jantungnya berdetak tidak karuan. 'habislah sudah..' pikir Lisa


Lisa melihat kearah Cindy dan Leo mengharapkan meraka bisa menyelamatkan dirinya sekarang. Leo memberi kode agar Lisa pergi mengikuti Kevin dengan segara.


Kevin sampai didepan lift sepertinya tujuannya adalah kamar hotel. Kevin tidak bicara sepatah katapun. Suasana dalam lift sangat mencekam menurut Lisa. Ia hanya berani melihat ujung sepatunya.Sampai dilantai 10, pintu lift terbuka. Lisa enggan masuk kedalam kamar, pasti Kevin akan menyiksanya habis-habisan.


"MASUK..." kata Kevin dengan suara yang tegas.


Lisa masuk kedalam dan Kevin masuk kedalam kamar mandi. LIsa bingung harus apa, ia masih berdiri didepan pintu masuk ketika Kevin keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jubah mandi. Kevin hanya melihat kearah Lisa kemudian mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kevin duduk dikursi tamu sambil melihat kearah Lisa.


Sebenarnya sangat lucu melihat Lisa saat ini, wajahnya cemberut bercampur takut. Lisa mencuri-curi melihat kearah Kevin. Berdiri seperti anak sekolah yang dihukum guru berdiri dilorong sekolah.


"kemari.." perintah Kevin.


Lisa enggan bergerak, kakinya terasa kaku mendekati Kevin sekarang ini. Kevin tidak sabar dengan sikap Lisa, ia menggendong Lisa dan meletakkannya dikursi tamu.


Lisa tidak bisa bicara apapun saat ini, ia terlalu takut untuk memulai, tapi Kevin juga tidak memulai berbicara. Ia menunggu Lisa yang berbicara kepadanya terlebih dahulu.


5 menit berlalu tanpa ada perubahan, Lisa mempermainkan kukunya daan hanya melihat kearah kakinya. Kevin mulai kehabisan kesabaran.  "jika tidak ada yang mau kamu bicarakan.. aku akan keluar saja." kata Kevin sambil berdiri. Lisa masih diam tidak bergeming di posisinya.


Kevin berjalan kekamar  untuk mengganti baju, kemudian duduk kembali diruang tamu sambil menghidupkan televisi  mengganti acara televisi. Tapi tidak ada yang sesuai dengan keinginannya. Kevin menerima panggilan masuk dari ponselnya.

__ADS_1


"baik..aku akan turun 30 menit lagi." kemudian menutup panggilannya.


Hati Lisa semakin gelisah, kelopak matanya sudah penuh dengan air mata. Ia tidak bisa membiarkan Kevin pergi lagi meninggalkan dirinya sendiri lagi. Tapi bibirnya kaku untuk bicara.......


__ADS_2