Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
keluarga yang tak dirindukan


__ADS_3

Seminggu lebih Lisa memulihkan kondisinya pasca keguguran. Hari ini langit mendung tapi tidak hujan. Dokter sudah memberikan ijin untuk Lisa beraktifitas yang ringan. Kevin menanyakan kepada Lisa apakah ia mau bertemu dengan neneknya dalam penjara?


Dari lubuk hati yang paling dalam, Kevin tidak ingin Lisa berhubungan lagi dengan keluarganya. Tapi bagaimana pun Lisa pasti mempunyai keputusan dan pertanyaan yang belum bisa dijawabnya berhubungan dengan keluarganya. Hubungan keluarga yang rumit. Itu yang terlintas dipikiran Kevin. Kevin takut Lisa akan selalu berpikiran tentang masalah keluarganya. Karena belakangan ini Kevin sering melihat Lisa melamun sambil memandang kearah langit.


Sejak Kevin memberitahukan hubungan nya dengan Leo, ia juga tidak ada menghubungi Leo sama sekali. Kevin dan Leo sudah bertemu membahas masalah ini.


Dari sudut pandang Leo, ia paham kalau Lisa membutuhkan waktu untuk mencerna semua masalahnya. Seperti itulah Lisa, ketika ada masalah yang membebani pikirannya. Leo mengatakan kepada Kevin agar mempertemukan Lisa dengan neneknya. Wanita yang membuat Lisa kehilangan calon anaknya. Kevin awalnya ragu, tapi Cindy memberikan masukan. Bagaimana pun, Lisa harus berani menghadapi permasalahannya. Membuatnya memendam sendirian hanya membuat Lisa bisa  menjadi bom waktu yang akan meledak kapan pun.


Dengan ragu, Kevin bertanya kepada Lisa "apakah kamu mau ikut?? Hari ini aku dan Leo akan ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."


Lisa diam sejenak kemudian menarik nafas panjang dan mengangguk "baiklah." Lisa tersenyum membuat hati Kevin menjadi tidak enak.


"apa kamu baik-baik saja??" tanya Kevin


"sangat baik" jawab Lisa dengan penuh keyakinan.


Kevin yakin istrinya saat ini benar-benar tidak baik. Ia kemudian menghubungi Leo agar membawa Cindy. Mereka memerlukan Cindy, karena hanya kepada Cindy Lisa sering mengungkapkan perasaannya. Lisa sangat benci menjadi lemah dan penakut. Tapi ketika bersama Cindy, Lisa dengan mudah mengungkapkan semua perasannya tanpa beban.


Lisa dan Kevin sampai di kantor polisi didampingi pengacara Kevin bernama Wijaksono. Wajahnya baru kali ini Lisa lihat. Kevin memperkenalkan Lisa kepada, Wijaksono adalah pengacara dari Sun Group yang biasa menangani masalah hukum luar negeri. Ia spesialisasi pendamping hukum internasional Sun Group. Wijaksono permisi kepada Kevin untuk masuk terlebih dahulu kedalam untuk melapor kepada polisi bahwa hari ini meraka akan memberikan kesaksian.

__ADS_1


Kevin mengangguk dan memberikan ijin Wijaksono dan tim pengacaranya masuk kedalam terlebih dahulu.


Lisa masih berdiri sambil melihat tulisan 'kantor polisi' pada dinding. Ini adalah kedua kalinya Lisa datang ketempat ini. Sebelumnya dengan Roy, Lisa tidak datang langsung untuk bertemu dengan Roy dalam pengadilan. Tapi Lisa tetap memberikan kesaksian walau dengan virtual dengan pengadilan.


Lisa masih berdiri di tempatnya, tidak lama kemudian  Cindy dan Leo juga sampai dan keluar dari dalam mobil sport Leo. Ini pertama kalinya Lisa melihat Leo setelah ia mengetahui Leo adalah pamannya. Mata Lisa berkaca-kaca. Kelopak matanya dipenuhi air mata yang akan jatuh di pipinya. Menghalangi pandangan mata Lisa ketika melihatnya.


Leo sangat paham dengan Lisa, ia merentangkan tangannya sambil berjalan kearah Lisa. Lisa tertawa sambil menangis ada rasa senang dan sedih bercampur jadi satu.  Leo memeluk Lisa dan mencium kening keponakannya.


"jangan terlalu merindukan ku." kata Leo penuh percaya


Lisa memukul punggung Leo "kenapa kamu tidak mengatakan kepadaku?? Kenapa aku harus jadi orang yang terakhir tahu?" tanya Lisa kesal.


"aku yakin kamu melakukan operasi wajah, Kamu sebenarnya pasti sudah sangat tua." Lisa memukul pundak Leo lagi.


"maaf, aku juga diusia yang sangat muda harus menerima wasiat dari papaku untuk menjagamu. Tidak mudah bagiku saat itu. Tapi kewajiban sebagai saudara adalah saling menjaga. Bukan tidak ingin memberitahukan mu. Sebenarnya berkali-kali aku sudah memberi kode kepadamu. Tapi kamu tidak cukup pintar nak."


"sialan kamu raja kegelapan... Paman seperti apa  yang berkata hal yang buruk dengan keponakannya?"


Leo tertawa "aku paman kecilmu. Aku tidak pernah menjadi seorang ayah. Tapi aku harus menjaga anak yang seumuran denganku. Bukan kah aku sangat keren??"

__ADS_1


Lisa mendorong tubuh Leo "berhentilah bersikap narsis" Lisa cemberut.


Leo memeluk Lisa lagi "tahukah kamu, dari dulu aku selalu ingin memelukmu saat kamu bersedih, saat kamu senang, saat kamu merindukan papamu, saat kamu merasa kamu selalu sendiri di dunia ini." Leo berbisik ditelinga Lisa


"kenapa tidak kamu lakukan???" tanya Lisa


"kamu pasti akan menjauhiku karena menganggap aku memiliki perasaan lain kepadamu. Jadi aku lebih memilih memberikan pundak ku untuk kamu sandarkan ketika kamu memerlukan ku." Kevin mencium lagi kening Lisa


"mari kita hadapi semuanya bersama. Kamu tidak sendiri, ada aku yang akan menemanimu. Mari kita selesaikan urusan kita dengan keluarga yang tidak dirindukan ini." Leo memegang tangan Lisa sambil memandangnya penuh kehangatan.


Lisa lagi-lagi menarik nafas panjang, pertemuannya dengan Roy saat itu tidak berjalan baik. Bagaimana dengan kali ini? Apakah akan ada hal lain yang akan terjadi? Tapi walaupun ada sesuatu yang terjadi ada Leo yang akan mendukungnya sebagai seorang keluarga. Lisa melihat tangannya digenggam oleh Leo. Lisa melihat wajah Leo yang selalu ceria dan penuh senyum seperti biasa.


'yah,,,, tidak ada yang perlu ditakutkan. Ada keluarga tempatku kembali.' ucap batin Lisa


Kevin menggenggam tangan Lisa yang lain. Ia melihat Kevin disebelahnya sambil mengedipkan mata dan mengangguk kepadanya. Memberikan isyarat kalau ia akan menemani Lisa melalui semua masalah ini.


Cindy berjalan dan berdiri didepan Lisa kemudian meletakkan kedua tangannya dipundaknya sambil berkata "ada suami, paman kecil dan bibi kecil bersamamu kali ini. Kamu harus ingat, jika Kevin membuatmu menderita ada paman dan bibi yang akan memberinya pelajaran. Sebaliknya apabila paman kecil membuat mu menderita katakan kepada ku. Aku yang akan memberikan pelajaran kepadanya sebagai bibi kecilmu. Apa kamu paham?"


Lisa mengangguk sambil tersenyum senang. Mereka semua mendukungnya dan akan selalu berada disampingnya. Leo memberikan tangan kirinya kepada Cindy. Dan Cindy menggenggam tangan Leo. Mereka berempat masuk kedalam kantor polisi dengan hati tenang.

__ADS_1


__ADS_2