Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
ketika sang istri marah....


__ADS_3

Kevin memeluk Lisa, hatinya dipenuhi rasa bersalah. Bagaimana mungkin ia membiarkan wanitanya menunggu sampai selarut ini.


"maafkan aku"


"Teh susuku bisa tumpah" Lisa lebih mengkhawatirkan teh susunya dari pada Kelvin sekarang. Lisa melepaskan pelukan Kevin. Dan melihat kondisi teh susunya yang aman.


Kevin mengelus kepala Lisa dengan geram "apa selalu makanan yang kamu pentingkan??" tanya Kevin


Lisa tersenyum "tentu saja, manusia butuh makan." Lisa menarik tangan Kevin berjalan kembali kerumah. Sepanjang jalan kembali kedalam rumah, Lisa mulai berbicara tentang apa saja yang dibicarakan pada saat panggilan video dari Caroline. Kemudian bagaimana ia berusaha kabur dari para pengawalnya.


Ketika Lisa membicarakan tentang cara ia kabur dari pengawal, Kevin membalikkan badan kearah dua orang pengawal dibelakangnya. Tatapan mata tajam mengarah kedua pengawal itu.


Lisa memutar wajah Kevin yang melihat kebelakang kearah dirinya. "kamu jangan salahkan mereka. Ini salah aku. Kemampuan mereka diatas rata-rata. Kabur sebentar saja sulit bagiku."


"kamu masuk lebih dulu" perintah Kevin.


Lisa menggandeng tangan Kevin, "kamu ini sudah pulang larut malam, tidak membalas pesanku, masih berani menyuruh aku menunggu?"


"Tidak akan lama" Kevin melepaskan tangan Lisa dan membukakan pintu untuk Lisa.


Lisa tidak mau menyerah, ia kembali memegang tangan Kevin. "kamu juga masuk." perintah Lisa


"Lisa...." Walau cara Kevin memanggil Lisa terdengar sangat merdu ditelinga Lisa, tapi kali ini jurus Kevin tidak berguna. Lisa menatap Kevin.


"masuk tidak?" tanya Lisa lagi


"5 menit lagi, beri aku waktu."


"sudahlah, bukankah kamu sudah lelah, besok saja membahas dengan pengawalku."


"tidak, semuanya harus diselesaikan sekarang."


Lisa kesal Kevin berani mengabaikan dirinya, ia menutup pintu dengan kuat dan mengunci pintu. Semua kunci pengaman dkunci Lisa. Lisa mengintip dari celah pintu  "malam ini kamu tidur diluar."


Kevin terdiam, ia benar-benar tidak mengira, Lisa berani melakukan hal itu kepadanya.


Lisa berteriak dari dalam "kalau kamu berani mengganggu pengawal aku, maka selamanya kamu tidur diluar. PAHAM!!" Lisa tahu Kevin orang yang sangat tegas, ia pasti akan memecat kedua pengawalnya. Padahal masalah dia kabur adalah murni kesalahannya.


Kevin masih membeku didepan pintu. Dua orang pengawal Lisa merasa bersalah karena hal itu. Tapi tidak bisa berkata apa-apa. Sama dengan bosnya, hanya bisa diam ditempatnya sekarang.


Sementara Lisa langsung masuk kekamar dan tidur. Kevin masih berdiri didepan pintu. Sebenarnya ia bisa masuk dari pintu yang lain, tapi saat ini ia sudah membuat sang istri marah besar kepadanya. Membuat istrinya marah adalah suatu kesalah besar yang sulit dimaafkan. Kevin duduk ditempat pengawal berjaga. Tidak ada pilihan lain baginya selain bermalam diluar.


Kevin menghidupkan handphonenya yang mati hampir seharian, isi pesan dari Lisa sangat banyak

__ADS_1


'kamu sedang apa?'


'sudah makan?'


'kenapa tidak membalas pesanku?'


'aku lapar..cepatlah pulang'


'tidak ada orang dirumah, aku sangat kesepian :('


'aku merindukanmu....cepat pulang suami..'


'aku tidak tahu mau melakukan apa.. cepatlah pulang'


'mami menghubungi ku, akhirnya ada yang mengajakku bicara. :) '


'bagaimana kalau kita kencan malam ini?'


'aku akan menunggumu diluar...'


'bagaimana jika aku mencoba kabur dari pengawal mu ini, agar bisa berduaan saja dengamu.?'


'kalau kamu tidak membalas juga aku kabur ni...'


Kevin semalaman tidur diluar rumah. Mencoba menikmati hukuman dari sang istri.


*****


Lisa bangun lebih awal, langsung siap-siap pergi kekantor tanpa sarapan, ketika ia membuka pintu terlihat Kevin masih tidur dengan dikursi pengawal sambil menyangga kepala dengan satu tangannya. Rasanya ia tidak tega melihatnya seperti itu, Tapi pria ini berani sekali mengabaikannya dan menyuruhnya menunggu lagi.


Sampai dikantor, Lisa menghubungi Frans, karena tanpa ID card ia tidak bisa masuk kedalam kantor. Lisa duduk di lobby  kantor menunggu Frans.


Frans terlihat berlari masuk kedalam kantor dan melihat Lisa duduk dilobby sambil bermain ponselnya.  Frans menyerahkan ID Card kepada Lisa.


"maaf membuat kakak ipar menunggu" Frans berbicara sambil mengatur nafasnya yang memburu.


"maaf, membuat kamu sibuk pagi ini." Lisa merasa sungkan melihat Frans berlari menemui dirinya.


"tidak masalah kakak ipar, salah aku yang tidak menyerahkannya semalam."


"sudahlah, ayo antar aku keruaganku.." Lisa berdiri dan berjalan disebelah Frans naik kelantai paling atas gedung.


"kamu tidak salah?? aku satu ruangan dengan Kevin???" Lisa mengelengkan kepalanya "aku tidak mau, walau dia suamiku, aku tidak setuju. Carikan aku ruangan lain."

__ADS_1


Frans menggaruk kepalanya, lagi-lagi ia terjepit kepentingan antara suami-istri ini. Lisa melihat Frans, ia paham situasinya tidak menguntungkan  bagi Frans. "aku saja yang mengurusnya, kamu silahkan sibuk saja dulu."


Frans keluar ruangan dan tidak lama kemudian Kevin masuk kedalam ruangannya.


Lisa tidak berbicara dan hanya bermain dengan ponselnya dikursi tamu. Kevin menyusun sarapan pagi dimeja depan Lisa.


"dimana ruanganku?" tanya Lisa langsung inti masalah.


"sarapan dulu, baru bekerja."


"waktu kamu hanya 3 detik untuk menjawab." ancam Lisa


" 1"


"nanti, sarapan dulu"


"2"


"Lisa...."


"3" Lisa langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu.


Kevin menahan Lisa, Lisa menepis tangan Kevin. "Lepaskan, tidak ada waktu bermain-main dengan kamu sekarang."


Kevin terkejut melihat wajah Lisa, Lisa melihatnya seperti api yang menyala-nyala, tidak ada kehangatan seperti biasa. Kevin merinding melihatnya,, Lisa tidak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan ketika mereka sedang berkelahi sekalipun. "kamu pukul saja aku, marah padaku. Tapi jangan melihat ku dengan cara seperti itu."


Lisa tetap tidak bicara, hanya diam. Ia malas berdebat dengan Kevin. Sudah pasti dia akan membantah semua setiap perkataannya,Lisa tidak suka dengan hal itu.


"lepaskan, aku mau pulang saja." Lisa acuh tak acuh kepada Kevin.


Kevin menahan Lisa dengan kedua tangannya di dinding. "maafkan aku..."


Lisa masih menatap mata Kevin dengan tatapan penuh kemarahan. "sudah selesai?" Lisa tidak mau kalah dengan pria ini.


"Lisa aku mohon kepadamu, jangan seperti ini. Aku tahu aku salah."


"kamu tidak benar-benar mengetahui apa kesalahan kamu. Jadi menyingkirlah." Lisa mendorong Kevin, tapi ia bertahan. Tenaga pria ini sangat kuat sulit dikalahkan Lisa.


Kevin memeluk Lisa, Lisa mendorongnya dengan sekuat tenaga. Tapi Kevin tidak bergeming. Lisa memukul Kevin dengan tasnya, Kevin tetap diam dan memeluk Lisa. Lisa memukul Kevin berkali-kali sampai tangannya terasa sakit.


"kenapa kamu sangat menyebalkan, semua harus sesuai yang kamu inginkan. Tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Kamu kira aku siapa?? Kalau aku katakan jangan mempermalahkan sesuatu hal harusnya kamu mendengarkan perkataanku. Selama ini kamu selalu mengatakan sudah mencariku bertahun-tahun. Setelah kamu bertemu denganku, kamu abaikan aku? Jadi untuk apa kamu mencariku??" Lisa mendorong tubuh Kevin dengan sisa tenaganya, tapi usahanya tetap sia-sia. Dada Lisa naik turun, rasa sesak didada akhirnya ditumpahkan dengan kata-kata. Ada rasa lega dihati Lisa. Lisa hanya bisa pasrah dalam pelukan Kevin


Kevin berbisik ditelinga Lisa "maafkan aku.."

__ADS_1


"aku benci kamu Mr K, sangat membencimu.." Lisa akhirnya menangis dalam pelukan Kevin.


__ADS_2