
Leo berdiri didepan podium memberikan kuliah pemasaran internasional....Benar-benar diluar perkiraan Lisa. Masih teringat jelas di kenangan Lisa bersama dengan Leo semasa sekolah sampai kuliah dulu. Pria ini lebih sering tertidur dikelas saat guru menerangkan pelajaran. Sehari-hari ia akan menanyakan kepada Lisa mengenai PR dari guru. Sudah sangat jelas, Leo tidak pernah mengerjakan PR.
Jangan tanya kalau masalah nilai. Leo memang sangat malas belajar, tapi nilai yang didapatnya selalu bagus. Lisa kadang tidak habis pikir bagaimana bisa orang seperti Leo selalu beruntung dalam hal nilai dan kehidupan.
Mahasiswi yang hadir di kuliah hari ini mendadak ramai, tidak ada bangku kosong semua terisi penuh. Info di forum kampus yang mengatakan dosen tamu sangat tampan ternyata direspon banyak mahasiswa. Lisa menahan senyum melihat paman kecilnya yang sedang memberikan mata kuliah.
Leo beberapa kali melakukan kontak mata kepada Lisa dan Lisa harus berpura-pura tidak mengenal dirinya di kampus ini. Setidaknya sampai Leo selesai memberikan kuliahnya.
Lisa bisa mendengarkan beberapa mahasiswi mengatakan kalau Leo sangat tampan dengan wajah oriental nya. Lisa memperhatikan Leo dengan teliti, ia selalu bersama dengan dirinya hampir setiap hari. Kalau ditanya apakah Leo tampan kepada Lisa, jawabannya adalah tidak. Pria ini sangat nakal, keras kepala, jorok dan juga narsis. Tidak ada sisi bagus dari kesehariannya. Hanya Cindy yang mampu bertahan dengan pria seperti Leo. Lisa saja yang hampir setiap hari bersamanya dahulu, tidak ingin Leo menjadi pendamping hidupnya. Jangan berpikir, terlintas saja pun tidak.
Lisa harus memberikan apresiasi kepada Leo. Materi yang disampaikannya benar-benar Luar biasa, mungkin karena dia selama beberapa bulan ini berada di Paris mengurus usaha kakeknya. Pengalaman yang didapatnya dibagikan kepada semua orang, membuat orang yang mendengar menjadi sangat antusias. Dua jam tidak terasa cepat berlalu.
Materi yang disampaikan Leo sangat menarik. Apalagi ketika ia membuka sesi tanya jawab. Beberapa tampak kecewa ketika mengetahui Leo sudah menikah. Selesai jam kuliah, Lisa langsung meninggalkan ruangan kampus karena masih harus pergi ke proyek rumah yang akan didirikan. Sebenarnya Lisa ingin menunggu Leo, tapi banyak mahasiswa yang mengelilinginya setelah kuliah selesai. Lisa tidak ingin menganggu, jadi ia menyusun buku dan peralatan tulisnya bersiap untuk pergi.
"Lisa tunggu..." kata Leo ketika Lisa baru akan beranjak pergi.
Lisa berbalik badan dan orang yang diruangan juga menatap Lisa secara bersamaan. Lisa tersenyum canggung melihat Leo dan orang sekitarnya. 'kenapa ia memanggil namaku....apa dia tidak tahu saat ini banyak orang yang sedang melihat. Apa salahnya pura-pura tidak kenal' batin Lisa protes kepada Leo.
"paman..." sapa Lisa dengan kaku kepada Leo
Secara bersamaan mahasiswa melihat kearah Leo dan kemudian melihat lagi kearah Lisa. Bagaimana mungkin ia bisa memiliki paman seusia ini. Leo terlihat seumuran dengan Lisa, tidak mungkin mereka memiliki hubungan sedekat itu.
Leo berpamitan dari kerumunan mahasiswa dan mendatangi Lisa. Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan kelas. Para mahasiswa masih penasaran dengan hubungan Lisa dan Leo. Leo merangkul Lisa di satu tangannya dan ditangan yang lain memegang buku pelajaran.
"jangan merangkul aku. Kamu tidak lihat kita jadi bahan pembicaraan orang?" Lisa menaikkan bahunya berusaha melepaskan rangkulan tangan Leo
__ADS_1
"sepertinya memang Kevin terlalu memanjakan mu, kamu sudah berani menolak paman mu sendiri."
Lisa diam saja sambil melihat Leo dan dengan gugup melihat kearah sekitar dirinya. Lisa mempercepat langkah kakinya menuju kedalam mobil, Leo tanpa rasa beban masuk kedalam mobil Lisa.
"kemana mobil paman??" tanya Lisa
"sejak kapan kamu begitu perhitungan denganku??" protes Leo
Lisa tertawa lepas begitu mobil mulai berjalan meninggalkan kampus
Leo memperhatikan Lisa dengan tatapan aneh "hei rubah, jangan menakuti aku dengan tertawa seperti itu."
"raja kegelapan....aku merindukanmu." Lisa memeluk Leo dan mencium pipinya.
"kenapa kamu kembali???" tanya Lisa
Lisa meringis kesakitan, pria ini memang tidak pernah menganggapnya sebagai wanita. Padahal sekarang mereka sudah berstatus sebagai keponakan dan paman.
"kenapa kamu tidak pernah menginap dirumah nenek??" tanya Kevin
"aku meneleponnya hampir setiap hari, kalau menginap memang aku tidak sempat karena banyak pekerjaan dan tugas kuliah cukup banyak. Aku sudah menceritakannya kepada nenek dan dia mengerti kok. " Lisa berkata untuk membela diri.
Lisa mengeluarkan ponselnya. Lagi-lagi tidak ada panggilan dari Kevin. Jangankan panggilan, pesan saja tidak ada dikirim sama sekali. Lisa saat ini curiga Kevin benar-benar mencintainya atau tidak. Lisa menarik nafas panjang. kemudian memasukkan lagi ponselnya kedalam tas.
"ada masalah??" tanya Leo
__ADS_1
"Kevin menghilang bagai ditelan bumi." Keluh Lisa
"bukan kah kamu yang minta tidak menghubungi mu selama dia diluar negeri??" Jawab Leo santai
"dari mana kamu tahu??" Lisa menghadap kearah Leo dengan penuh harap
"bukan kah kamu sudah mengatakan kepadaku waktu itu..." jawab Leo berusaha mengalihkan perhatian Lisa. Sebenarnya kepulangan Leo kali ini karena permintaan Kevin. Ketika Kevin mengunjungi Paris, ia menyempatkan datang ke kantor Leo. Ia ingin Leo memeriksa kondisi Lisa. Walau setiap hari mendapatkan informasi kondisi Lisa dari pengawalnya, Kevin merasa tidak tenang karena tidak ada orang disamping Lisa yang mengajaknya bicara.
Saat itu Leo menanyakan kepada Kevin kenapa tidak menghubungi Lisa saja, Kevin berkata ini adalah keinginan Lisa. Selama diluar negeri tidak boleh menghubunginya. Saat itu mungkin Lisa tidak berpikir panjang, ia tidak tahu efek dari perkataannya. Kevin hampir menjadi gila karenanya. Bekerja hampir 24 jam tidak berhenti, inmsonia nya kambuh lagi. Semua demi mewujudkan keinginan aneh Lisa.
Sang wanita tidak kalah aneh, dia yang menginginkan Kevin untuk tidak menghubungi sekarang malah terlilit rasa rindu dalam hati nya. Ingin menghubungi lebih dulu tapi rasa malu, karena dia yang membuat keputusan.
Lisa nampak cemberut. Leo mencoba menghubungi Kevin dan ia langsung menjawab panggilannya.
Lisa tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya. Ia menghubungi Kevin tapi pria ini hanya mengangkat panggilannya satu kali. Itu pun karena ia harus mengerjakan tugas kuliah. Niat awal kerjakan tugas dahulu baru menghubunginya. Tapi berkali-kali menghubungi balik,Kevin tidak menghubungi balik.
Leo mengaktifkan speaker ponsel nya dan mulai bicara.
"kabar kamu baik..." tanya Leo
"ya..." suara Kevin terdengar berat.
"kamu sakit ..."tanya Leo
"tidak hanya sedikit lelah, karena baru selesai bertemu dengan klien."
__ADS_1
"aku sedang bersama Lisa. Apa kamu ingin bicara dengannya....'' tanya Leo sambil melihat kearah Lisa
Kevin terdiam sejenak. Lisa pun diam sambil melihat tas di pangkuannya. Ia begitu penasaran dengan jawaban Kevin.