
Rapat internal lebih lama dari yang perkiraan. Jam 5 lewat sudah, sebagian karyawan sudah pulang hanya tersisa kepala bagian yang mengikuti rapat saja yang masih ada di kantor. Suasana hening di kantor membuat bulu kuduk Lisa berdiri, sambil berjalan ia melihat kearah kanan dan kirinya.
"kenapa??" tanya Kevin yang berjalan di sebelahnya. Istrinya mirip seseorang yang sedang mengintai rumah kosong.
"tidak apa-apa" Lisa tersenyum canggung. Lisa adalah orang yang tidak suka menunjukkan kelemahannya kepada orang lain walaupun orang itu adalah suaminya sendiri. Lisa melingkarkan tangannya di lengan Kevin.
"bukan kah kamu bilang di kantor tidak boleh menunjukkan hubungan suami-istri??' sindir Kevin
"hampir 80% karyawan sudah pulang dan sekarang adalah jam pulang kerja. Tentu saja sudah bisa menunjukkan hubungan kita. Apa kamu keberatan??" selidik Lisa
"tidak, tentu saja tidak. Kamu pulang saja lebih dahulu. Aku masih ada pekerjaan yang tertunda" kata Kevin
"kita pulang sama saja, aku juga masih ada pekerjaan." jawab Lisa dengan cepat. Lisa berpikir sepertinya pekerjaannya sudah selesai. Berada dirumah sendiri dalam kondisi sekarang? Tentu ia tidak akan melakukannya. Lebih baik menunggu Kevin selesai bekerja. PIkir Lisa.
Kevin mengangguk "baiklah.. aku akan usahakan tidak lama" kata Kevin sambil menekan tombol lantai yang dituju dalam pintu lift.
Lisa waktu rapat tadi lupa menanyakan mengenai lampu pintar yang dikatakan Kevin. Didalam lift Lisa sangat kaku, tidak berani berkata apapun. Lisa masih belum bisa menyingkirkan rasa takutnya. Begitu sampai dilantai ruangan kerja, Lisa melihat beberapa orang sedang mengganti lampu. Lisa menunjuk petugas yang sedang mengganti lampu kepada Kevin.
"mereka adalah bagian maintenance gedung, karena hanya lantai ini yang belum menggunakan lampu pintar, maka mereka memasangnya sekarang. Agar lebih hemat listrik." jelas Kevin
Lisa mengangguk, berarti semua yang dikatakan Kevin semalam benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkannya sekarang. Lisa masuk kedalam ruangannya, Angel mengetuk pintu menyerahkan dokumen yang perlu ditanda tangani Lisa. LIsa menyuruhnya meletakkannya diatas meja. Karena Lisa masih sibuk mencari camilan didalam kulkasnya.
"bu...ada lagi yang diperlukan?? Karena saya mau pulang" kata Angel sambil melihat jam tangannya.
"tidak....kamu pulang saja lebih dahulu. Aku masih harus menunggu Kevin bekerja. " jawab Lisa sambil tersenyum
Ruangan Kevin diketuk dan masuk beberapa orang penting dari divisi pemasaran dan riset. Khay ada diantara tamu Kevin. Pintu kaca penghubung ruangan Lisa dan Kevin ditutup Lisa karena sepertinya mereka membahas hal yang penting. Lisa tidak ingin menganggu karena sekarang ia sedang menikmati cemilan sorenya.
__ADS_1
Lisa mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Kevin
'aku tutup pintu dulu, agar tidak menganggu kalian bicara.
'ok' jawab singkat pesan Kevin
Lisa memakai handfree bluetooth nya dan memutarkan lagu Celine Dion kesukaannya. Mulut Lisa sibuk menguyah makanan dan membuka berita di internet. Lisa scroll mouse laptop nya tapi tidak ada yang menarik.
Semua keadaan sangat wajar tenang dan Lisa bisa mendengar samar-samar suara dari ruangan Kevin sampai Lisa mendengar seperti suara dinding kayu yang dicakar kuku. Lisa melihat meja kayu disebelahnya tidak ada apa-apa.
'pasti orang diluar yang sedang melalukan pemasangan lampu yang melakukannya' batin Lisa. Lisa melanjutkan bersenandung pelan dan memenuhi mulutnya dengan keripik kentang. Suara yang tadi samar semakin terdengar kuat ditelinga Lisa. Lisa yang merasa tidak nyaman dengan suara itu membuka pintu kaca pembatas ruangan sedikit mengintip kedalam ruangan Kevin dan melihat Kevin, Khay, Frans dan 3 orang staf lain sedang berdiskusi.
Lisa memiringkan kepalanya, 'tidak mungkin dari ruangan Kevin.
Lisa keluar ruangan dan melihat ruangan sudah kosong, hanya bagian ruangan sekertaris Kevin yang terlihat masih bekerja. Petugas maintenance sudah selesai memperbaiki lampu dan suasana ruangan sudah mulai gelap. Lisa melihat jam tangan digitalnya menunjukkan pukul 6 sore, cahaya jingga dari matahari menyinari ruangan. Warna jingga kemerahan memantul diruangan menebarkan suasana menyeramkan diruangan itu. Lisa dengan cepat masuk kembali kedalam ruangannya. Ia merinding dan suasana mencekam yang tidak bisa dijelaskannya dengan kata-kata.
"Lisa....lisa....." suara Kevin membangunkan Lisa dari tidurnya.
"kamu tidak apa-apa.." tanya Kevin
Lisa tersadar dan memegang keningnya, berusaha mencerna apa yang terjadi. Keningnya penuh peluh. Syukurlah semua hanya mimpi, pikir Lisa.
"sejak kapan aku tertidur..."
"tidak tahu, kamu tiba-tiba berteriak membuat kami semua panik." jelas Kevin
Lisa mengatur nafasnya yang tidak teratur karena mimpi buruknya. Ia tidak tahu itu adalah mimpi buruk, rasanya terlalu nyata untuk dialaminya. Lisa melihat jam tangannya sudah jam setengah 8 malam. Ternyata ia memang tertidur tadi, pikir Lisa. Syukurlah jika hanya mimpi buruk.
__ADS_1
"sebaiknya kita pulang sekarang" kata Kevin.
Lisa mengangguk cepat "kalian sudah selesai??" Lisa melihat keruangan Kevin masih ada Khay, Frans dan 3 staf lainnya.
"kami lanjutkan besok saja. Hari ini sudah lelah. Bukan begitu???" tanya Kevin kepada orang yang ada diruangan nya
Dengan cepat mereka menjawab bersamaan "ya....kami sudah selesai."
Kevin mengedipkan mata kearah mereka dan mereka dengan gerakan cepat membersihkan berkas diatas meja dan permisi meninggalkan ruangan Kevin. Bos besar mereka sudah memberi kode untuk membubarkan rapat, maka mereka harus segera pulang. Mereka semua pamit meninggalkan ruangan Kevin. Lisa dan Kevin juga demikian, dengan gerakan cepat Lisa mengambil tas jinjingnya dan menarik Kevin keluar dari ruangan kerjanya.
Kevin bingung dengan sikap Lisa yang terlihat sangat gugup. "kamu yakin tidak apa-apa??"
Lisa mengangguk dengan cepat dan tidak menjawab apapun. Lisa menarik tangan Kevin dengan cepat kearah lift. Frans dan yang lainnya mengikuti mereka dibelakang. Lisa menoleh kebelakang, tidak ada sekertaris Kevin
"sekertaris kamu bukannya masih diruangan nya??" tanya Lisa
Kevin mengangkat kedua bahunya. "kamu periksa dulu." perintah Kevin kepada Frans
"mereka sudah pulan bersama dengan Angel tadi sore pak."
"tidak mungkin sekitar jam 6 aku masih melihat mereka bekerja. Kamu periksa kembali." kata Lisa
"baik kakak ipar." jawab Frans. Ketika keluar dari ruangan Kevin sebenarnya mereka sudah melihat ruangan sekertaris Kevin sudah gelap. Tidak mungkin ada orang diruangan mereka. Demi membuktikannya, Frans mendatangi ruangan mereka dan benar saja. Ruangan sudah kosong, tidak ada orang.
Frans mendatangi kembali mereka yang menunggunya didepan pintu lift sambil memberikan informasi kepada Lisa kalau mereka memang sudah pulang. Tidak ada orang lagi diruangan sekretaris Kevin.
Lisa mengangguk dengan cepat sambil menekan tombol turun lift. Ia berusaha memahami semuanya dengan cepat. 2 hari yang penuh dengan hal diluar nalar logika Lisa.
__ADS_1
Kevin memandangi Lisa dengan tatapan aneh...