
Semua tersenyum senang dengan pembicaraan santai diantara semuanya. Lisa terdiam sejenak. Tangannya meremas tangan Kevin. Ada yang tidak beres dirasakannya. Lisa berdiri dan melihat di kakinya mengalir air, Kevin melihatnya juga merasa inilah waktu kelahiran Lisa.
"sayang,, kita harus segera kerumah sakit. Valen hubungi Frans suruh siapkan mobil dibawah sekarang. Dan hubungi rumah sakit sekarang" Perintah Kevin. Tangan Kevin bergetar melihat Lisa yang seperti ini.
"Baaa....ik" jawab Valen terbata-bata. Ia pun tidak kalah takutnya melihat Lisa yang mengalami kontraksi.
Kevin menggendong Lisa dan membawanya turun kebawah. Valen dan Rajak mengikuti Kevin. Wajah tegang mengikuti mereka yang berada disekitar Lisa. Karyawan yang melihat pun ikut tegang dan mencari tahu apa yang terjadi dengan Lisa.
Sampau dirumah sakit, Lisa langsung dibawa ke ruangan bersalin. Kevin menginginkan kelahiran sesar untuk kelahiran anaknya. Tapi Lisa menolak dan mengatakan akan melahirkan dengan normal, Kevin dan Lisa berdebat diruangan persalinan disaksikan oleh perawat dan dokter kandungan Lisa.
"DIAM LAH.." teriak Lisa mengakhiri perdebatan Kevin dengan dirinya.
Lisa sangat kesal dengan Kevin. Saat ini dia sedang merasakan kesakitan yang luar biasa, bisa-bisanya Kevin mengajaknya berdebat dengan situasi seperti ini. Lisa tidak mengeluh sakit, ia hanya menggigit bibirnya. Dokter memeriksa bukaan kelahiran.
"Kepala bayi sudah terlihat. Siapkan semuanya segera." Kata dokter kandungan Lisa kepada perawat yang ada diruangan persalinan.
Kevin melihat kepala bayi yang akan keluar dari tubuh Lisa membuat badannya menggigil. Sejenak ia membeku, apakah seperti ini yang namanya melahirkan. Kevin terpanah dengan apa yang dilihatnya. Kemudian dengan ragu ia melihat kearah Lisa, dahinya penuh keringat. Lisa mengikuti saran yang diberikan oleh dokter dan perawat dalam persalinannya.
Kevin bergerak kesamping Lisa dan menyapu keringat di dahinya. Kevin pun merasa ruangan yang dingin seperti ini menjadi sangat panas melihat istrinya melakukan persalinan. Kevin membuka jas,dasi dan dua kancing kemejanya. Lisa meremas kuat lengan Kevin sesuai dengan kekuatan yang dikeluarkannya untuk melahirkan bayinya. Kevin bisa melihat kepala bayi dari sela kaki Lisa, matanya berkaca-kaca.Sesulit ini kah yang namanya persalinan?? Batin Kevin
Lisa terus berusaha dengan kekuatannya untuk mengeluarkan bayinya. Kevin bisa merasakan Lisa mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melahirkan bayi mereka, tapi ini baru proses satu bayi, bagaimana dengan bayi yang satu lagi?? Batin Kevin penuh dengan pertanyaan dan ketakutan yang tidak bisa terjawab. Kevin mencium kening Lisa
"aku mencintaimu..."
__ADS_1
Lisa mengatur nafas dan tenaga dalam persalinan ini. 20 menit bayi pertama lahir dengan selamat.
"bayi laki-laki...selamat bu..." kata dokter
"bayi kedua sedang menampakkan kepalanya lagi, tetap atur pernafasan dengan baik. Kita akan mulai persalinan kedua."
Wajah Lisa merah padam, karena banyak mengeluarkan tenaga. Kevin tidak memperhatikan anaknya yang sudah lahir. Fokusnya hanya kepada Lisa yang sedang berjuang dengan anak kedua mereka.
"sayang apa kamu baik-baik saja??" tanya Kevin
Rambut LIsa basah seperti baru keramas dengan senyuman tipis diwajahnya Lisa tersenyum. Senyuman diwajah Lisa sama seperti pisau yang di tusuk kedalam hati Kevin. Rasanya bukan senang yang dirasakannya, Kevin merasakan sakit yang luar biasa. Seperti ini kah rasa sakit yang harus dialami... Seandainya bisa ditukar dengan dirinya. Ia rela menahan rasa sakit yang dialami Lisa sekarang.
Kevin mengusap kepala Lisa dengan lembut batinnya berkata "Tuhan ganti rasa sakit itu kepadaku saja." bisik Kevin
Lisa bisa mendengar perkataan Kevin dan menoleh sejenak kearahnya.
Perkataan Kevin seolah dijawab oleh Tuhan. Wajah Kevin mendadak menjadi pucat, perutnya sakit dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan. Kevin menggenggam erat tangan Lisa. Keringat mulai mengalir di dahi Kevin. Salah satu perawat memperhatikan Kevin yang memegang perutnya dan wajahnya yang memucat.
"anda tidak apa-apa pak??" tanya perawat itu
Kevin tidak menjawab dan hanya menggeleng. Mulutnya terlalu berat untuk mengatakan sesuatu. Rasa sakit itu hilang dan kemudian datang lagi. Kevin ingin kekamar mandi, tapi ia tidak ingin meninggalkan Lisa sendirian diruangan persalinan ini. Bukan hanya karena ia ingin menemani Lisa, tapi dokter yang membantu persalinan Lisa adalah dokter laki-laki. Kevin yang seorang suami pencemburu tentu tidak akan membiarkan istrinya bersama pria lain, walau disekitar Lisa semua perawat yang membantu adalah wanita.
8 menit yang panjang bagi Kevin untuk kelahiran anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan. Lisa justru sebaliknya, ia tidak merasa sakit sama sekali pada saat kelahiran yang kedua ini.
__ADS_1
"kamu baik-baik saja??" tanya Lisa
Kevin mengangguk lemah "ya....sa..yang.." Kevin terbata-bata, rambutnya basah sama seperti Lisa. Nafasnya tidak beraturan. Lelah yang teramat sangat dirasakan Kevin. Ia sering berolah raga dan bekerja selama hampir 24 jam, tapi tidak pernah setelah ini.
"Mr K kamu istirahat saja dahulu, wajah kamu sangat pucat." kata Lisa
Kevin menggeleng dengan cepat "aku akan di sampingmu."
Perawat memberikan bayi perempuan itu di dada Lisa. Lisa tersenyum senang. Sambil melihat wajahnya, dan mencium keningnya. Perasaan senang Lisa tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bayi secantik dan setampan ini pernah ada didalam dirinya.
Perawat satu lagi kemudian memberikan kepada Kevin bayi laki-laki.. Kevin melihatnya sekilas sangat mirip dengan Lisa. Ini pertama kali bagi Kevin menggendong seorang bayi. Ia sedikit canggung. Perawat itu mengajarkan kepada Kevin bagaimana cara menggendong bayi.
Kevin memperhatikannya, kemudian perawat itu menyerahkan bayi laki-laki mereka kepelukan Kevin. Untuk kesekian kali, setelah menikah Kevin meneteskan air mata. Seperti ini rasa senang melihat kedua anak mereka. Lisa dan Kevin saling bertukar pandangan dan tersenyum bersama.
Bayi mereka terlihat sangat nyaman berada di pelukan mereka. Kevin sangat senang, keluarganya sudah lengkap sekarang. Ia tidak akan meminta Lisa melahirkan anak mereka lagi. Sudah cukup bagi Kevin melihat Lisa berjuang melawan maut dengan melahirkan anak-anak mereka.
Perhatian Kevin teralihkan dengan perawat yang memegang jarum dan benang untuk menjahit luka pasca Lisa melahirkan. Mata Kevin membesar, jantungnya berdetak kencang, rasa khawatir kembali berputar dihati dan pikirannya. Bayi laki-laki yang ada diperlukan Kevin tiba-tiba menangis. Sepertinya ia ikut khawatir setelah mendengar detak jantung Kevin. Kevin melihat bayinya kemudian melihat kearah perawat yang akan menjahit luka Lisa.
"perawat, tolong ambil bayi saya." kata Kevin.
Perawat itu mengambil bayi Kevin dari pelukannya kemudian Kevin mendekati Lisa
"sayang kamu tidak apa-apa???"
__ADS_1
Lisa mengangguk sambil memperhatikan wajah bayi mereka diperlukannya.
Kevin memperhatikan perawat yang menjahit luka Lisa, secara tiba-tiba ia merasa tubuhnya ikut sakit. Sedangkan Lisa sangat tenang seperti tidak terjadi sesuatu.