Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
pemeriksaan


__ADS_3

Sudah 3 hari Lisa dihotel dan ditemani oleh bibi Nita. Caroline sebelumnya menemani Lisa, tapi Lisa paham kalau Santoso tanpa Caroline akan sangat menderita. Jadi, Lisa meminta Caroline kembali ke apartemen Kevin dan mengunjungi saat siang hari. Sudah 3 hari Lisa mematikan ponselnya. Lisa duduk ditepi tempat tidur sambil melihat kearah ponsel. Kerjaannya sudah tertunda selama 3 hari. Bagaimana pun juga game akan segera diluncurkan awal bulan depan. Hanya tinggal 2 minggu saja waktu untuk memeriksa semuanya.


Lisa mengaktifkan ponselnya, dalam waktu singkat ponselnya berdering tiada henti, ratusan pesan masuk dan ratusan panggilan voice mail diterimanya. Leo selalu memberikan informasi terbaru mengenai pekerjaan mereka. Lisa melihat pesan dari Kevin ada 1200 pesan lebih. Lisa membukanya, isinya selain permintaan maaf, juga mengatakan aku mencintaimu, aku merindukanmu. Hampir semuanya sama. Lisa tidak membalas pesan dari Kevin. Lisa membalas pesan dari Leo


'terimakasih untuk informasinya 😊 ' tulis Lisa


'tidak bisakah kamu masuk kekantor? Aku sudah lelah menjadi bawahan mu 🤨


'hahaaaa... dunia berputar raja kegelapan.🥴🥴


'kamu membuat aku sibuk sampai tidak bisa berkencan dengan Cindy. Sungguh tega sekali kamu💔💔😒


'hari ini aku akan melakukan pemeriksaan kerumah sakit bersama mami. Jika tidak ada masalah besok aku akan kekantor 🥱😏


'baiklah, aku akan suap dokter mu agar mengatakan hal-hal yang baik saja.'😚😚


'sudah..sudah..sudah kamu harus bekerja. Aku harus memeras kecerdasan mu agar perusahaan ku bisa mendapatkan untung besar. 😆😆


'rubah...🤔


'raja kegelapan....🙄


Mereka mengakhiri pesan yang dikirim dengan senyum senang. Lisa senang karena urusan kantor bisa diselesaikan dengan baik walau tanpa dirinya. Disisi lain, Leo merasa senang karena kondisi Lisa baik-baik saja. Ia menghubunginya berkali-kali setelah mengetahui Lisa tidak sadarkan diri dikantor. Saat itu ia sangat khawatir. Melihat Lisa masih bisa mengejeknya, berarti kondisinya sudah pulih.


Lisa meletakkan ponselnya kembali dan berdiri melihat keluar jendela. Nita mengetuk pintu kamar membuyarkan lamunan Lisa


"nona, nyonya Caroline sudah datang bersama...." Nita takut


melanjutkan kalimatnya. 2 hari yang lalu ketika Nita menyebutkan nama Kevin, Lisa marah besar kepadanya. Tidak ingin mengulangi hal sama, Nita memilih menghindari menyebut nama Kevin.


Lisa paham maksud perkataan Nita yang terputus. "kursi roda sudah disiapkan??"tanya Lisa


"Sudah nona. "


"Baiklah...mari kita pergi sekarang." Lisa berjalan sambil mengambil ponselnya dan memasukkan kedalam saku celananya. Hari ini Lisa mengenakan kemeja berwarna biru dan celana panjang dari bahan katun.

__ADS_1


Lisa melihat Caroline serba salah karena Kevin pasti memaksanya untuk ikut bersama maminya. Kevin memegang pegangan kursi roda. Lisa tidak melihat Kevin langsung duduk di kursi roda.


"mari kita pergi mi." kata Lisa


Caroline tersenyum terpaksa, ia sangat takut Caroline akan marah kepadanya karena ada Kevin yang ikut bersamanya.Untungnya Lisa tidak ada berkata mengenai keberatan karena ada Kevin.


****


Sampai dirumah sakit, Kevin mendorong Lisa sampai keruang pemeriksaan. Sepertinya Lisa paham, Kevin pasti sudah membuat janji sebelumnya. Diruang tunggu, Lisa melihat banyak pasien yang menunggu tapi Lisa yang lebih dahulu masuk keruangan pemeriksaan.


Kevin mendorong masuk keruangan pemeriksaan dibimbing oleh seorang perawat tanpa merasa segan. Lisa merasa segan karena ketika ia masuk semua mata tertuju kepada dirinya. Ia adalah pasien terakhir yang datang, kenapa masuk lebih awal. Lisa mengangkat tangannya agar Kevin berhenti mendorongnya.


"mami, bukankah kita datang lebih awal? Kenapa aku bisa diperiksa lebih awal??" tanya Lisa


"saham rumah sakit ini 60% kepemilikan atas nama Sun Group tentu saja kita menjadi prioritas." jawab Kevin


"mami... tolong ambil nomor antrian saja. Bagaimana pun kami semua sama-sama ibu hamil. Setiap orang butuh prioritas."


"tidak." jawab Kevin lagi


"jangan membuat amarahku yang sudah redah menjadi naik gara-gara perbuatanmu." kata Lisa dengan Kesal sambil memutar  tubuhnya melihat kearah Kevin. Memandangnya dengan tatapan dingin.


Caroline memukul pundak Kevin "kamu ini, sudah berapa kali mami bilang. Jangan buat Lisa marah."


Kevin mengangguk kemudian berkata "maafkan Kevin mi. Kevin hanya khawatir dengan kesehatan Lisa."


Lisa, Caroline dan Kevin menunggu dan mendapatkan antrian nomor 9. Kevin berusaha memendam emosinya karena harus menunggu di rumah sakit yang didirikan sendiri oleh dirinya. Lisa paham Kevin sedang kesal karena berkali-kali ia mendengar Kevin menarik nafas panjang. "aku tidak memintamu menemaniku disini. Tidak suka menunggu sebaiknya kamu pergi saja." kata Lisa


"mami, sebaiknya pulang saja lebih dahulu. Aku tidak apa-apa disini, ada banyak pengawal yang menjaga."


"kamu tidak apa-apa? Mami menunggu saja."


"aku ingin makan pizza, setelah selesai diperiksa. Bisakah mami membelikan untukku??" tanya Lisa.


"baiklah jika itu keinginan kamu. Mami akan membelikannya."

__ADS_1


Lisa tersenyum puas "aku akan mengirimkan pizza mana yang aku inginkan. Terima kasih mami...." Lisa mengulurkan tangannya dan memeluk Caroline


"baiklah...demi kamu dan cucu mami semua akan mami lakukan."


Lisa tersenyum senang, mertuanya sangat memanjakan dirinya. Menuruti semua keinginannya. Lisa melambaikan tangannya kepada Caroline dengan senang. Setelah Caroline hilang dari pandangan Lisa, wajah Lisa langsung berubah tiada senyuman lagi dibibirnya. Tatapannya kembali dingin. Kevin menerima panggilan dan berjalan menjauh dari Lisa.


Pasien wanita disebelahnya mengajak Lisa berbicara.


"sudah hamil berapa bulan??" tanya wanita itu


"baru 4 minggu, sepertinya hamil ibu sudah besar. Kapan melahirkannya??" tanya Lisa


"hanya tinggal menunggu hari saja. Ini adalah pemeriksaan terakhir untuk memastikan apakah saya bisa melahirkan normal atau tidak."


"saya berharap ibu bisa melahirkan dengan normal dan sehat-sehat ibu dan bayinya." kata Lisa memberikan semangat kepada wanita itu.


"terima kasih atas dukungannya. Itu suami kamu??"


Lisa melihat kearah Kevin "ya..."


"beruntung sekali suami kamu bisa menemani kamu dalam pemeriksaan. Suami saya seorang tentara, dia sering dinas keluar kota. Kemungkinan saya akan melahirkan ditemani kedua orang tua saja."


Lisa tersenyum "sebenarnya setiap orang mempunyai keberuntungan berbeda-beda. Ibu masih punya kedua orang tua adalah hal sangat baik. Kedua orang tua saya sudah meninggal, sekarang saya hanya sendiri bersama suami dan yang tadi adalah mertua saya. Mereka sangat menyayangi saya. Dan saya rasa, ibu adalah salah seorang yang beruntung juga."


Mereka berdua tertawa bersama, dari pembicaraan dengan ibu tadi Lisa sadar. Sebenarnya ia tidak perlu begitu marah kepada Kevin selama ini. Bagaimanapun Tuhan sudah sayang kepada Lisa. Kevin selamat dari kecelakaan pesawat. Ia juga selalu mengikuti permintaan Lisa walau terkadang selalu diawali dengan perdebatan. Selalu ada saat ia membutuhkan. Dan selalu memberikan fasilitas mewah kepadanya.


Dua jam lamanya Lisa menunggu, untungnya ada teman bicara jadi Lisa merasa waktu berjalan sangat cepat. Lisa dan Kevin masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Dokter yang memeriksa Lisa meminta maaf karena  mereka harus menunggu lama.


Kevin menjawab "istriku mau menunggu karena bagaimanapun mereka adalah sama-sama pasien. Kedepannya saya minta ruangan pemeriksaan untuk istri saya khusus berbeda dari tempat ini." pinta Kevin.


"baik pak. Nanti akan saya informasikan kepada pihak personalia"


"katakan kepada mereka segera ajukan untuk semua peralatan yang dibutuhkan agar saya segera membelinya,"


Lisa memandang Kevin dan dokter bicara secara bergantian. "tolong bahas masalah kerjaan setelah memeriksa saya." Lisa menjadi sangat sensitif sejak masa kehamilannya.

__ADS_1


"maaf bu.." kata dokter tadi dan langsung melakukan pemeriksaan kepada Lisa.


Hasil pemeriksaan pada USG, janin Lisa dalam kondisi sehat. Kevin tersenyum senang ketika melihat hasil foo USG janin Lisa. Walau hanya bentuk kantung bundar, Kevin merasa sangat senang. Senyuman manis tidak berhenti dibibirnya.


__ADS_2