Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
merasakan apa yang dirasakan 3


__ADS_3

Lisa dan Kevin merasa suasana ruangan yang tadi ramai menjadi sangat sunyi, mereka sama-sama terdiam dan melihat kearah depan dan ternyata semua padangan mata tertuju kepada mereka berdua. Kevin menjadi canggung dan Lisa tersenyum terpaksa.


Santoso melihat Kevin dengan merasa kagum


"benarkah kamu merasakan sakit ketika Lisa melahirkan anak ku..." tanya Santoso


Kevin mengangguk "ya.. aku merasakan sakit yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata."


Kevin masih ingat rasa sakit di bagian tertentu tubuhnya. Sakit yang baru kali ini dirasakannya dan sulit dijelaskan bagaimana rasa sakit itu dialami Kevin.


Lisa melihat Kevin lagi, ia mengingat semuanya. Ketika Kevin berbisik pelan dengan mengatakan agar Tuhan mengganti rasa sakit yang dialami Lisa kepada dirinya. Apakah mitos seperti itu memang ada??? Lisa tidak percaya hal seperti itu memang ada. Tapi setelah diingat-ingat Lisa memang tidak merasakan sakit sama sekali ketika melahirkan Veily dan ketika tubuhnya dijahit pun tidak ada rasa sakit sama sekali.


"kamu benar-benar merasakannya??" tanya Lisa meyakinkan


"tidak masalah jika kamu tidak mempercayainya." Kevin menunduk sedih. Istri tersayangnya tidak percaya kalau yang dialaminya itu nyata dan ia pun merasakan sakit seperti yang dialami Lisa.


"luar biasa.... kakak memang hebat. Kali ini aku percaya dengan yang namanya cinta sejati. Kakak ipar, kalian memang luar biasa." Puji Valen kepada Lisa dan Kevin.


Caroline mendekati Kevin dan menepuk pundaknya "akhirnya anak mami menjadi anak yang tidak berhati dingin lagi. Kamu benar-benar sudah berubah sekarang."


Santoso tertawa melihat Caroline dan Kevin. Sejak menikah dengan Lisa, Kevin berubah perlahan menjadi orang yang lebih hangat dalam keluarga. Biasanya jika dalam acara keluarga, kevin cendrung diam dan tidak banyak bicara. Ia hanya bertahan dalam waktu 10 menit. Setelah itu ia akan menghilang dari acara dan tidak ditemukan lagi keberadaannya. Sejak bersama Lisa, ia menjadi lebih akrab dan lebih sering berkomunikasi dengan para sepupunya yang ada diluar negeri. Hubungan mereka pun jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Memang tidak salah Kevin menikah dengan Lisa. Santoso masih ingat ketika Lisa lahir dan Caroline masih dalam keadaan koma dirumah sakit. Santoso dan Randy pernah berjanji jika suatu hari nanti mereka akan menikahkan kedua anak mereka. Walau usia mereka terpaut 6 tahun. Santoso sangat senang ia bisa mewujudkan keinginan mereka berdua dan melihat Lisa dan Kevin hidup berbahagia.


Dari sudut pandang Santoso Lisa sangat mirip dengan Randy, ia adalah sosok pekerja keras dan bertangan dingin. Semua usaha dan pekerjaan yang diberikan kepadanya pasti akan berhasil dengan sempurna. Randy dan Lisa sama-sama memiliki mimpi yang sangat banyak. Semua hal yang ada dipikiran mereka harus dikerjakan dan harus diwujudkan. Tidak peduli dengan kesulitan apa yang dihadapi.


Seseorang yang berkeinginan kuat dan tegas. Keras kepala tapi tidak keras hati. Lisa memang memiliki pikiran yang optimis, tapi jika diberikan arahan yang baik ia bisa dengan cepat berubah sikap. Dengan catatan alasan yang diberikan harus sesuai dengan nalar dan pemikiran Lisa. Jika tidak, jangan harap wanita ini akan menerima ide atau masukan yang diberikan kepada dirinya.


Santoso menyadari semua ini ketika pertama kali bertemu dengan Lisa dirumah sakit. Ketika ia menolak ATM pemberian Kevin. Lisa merasa hal itu tidak perlu karena mungkin ia merasa bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Kemudian dia juga mengembalikan buku tabungan dan ATM yang setiap bulan ditransfer oleh Caroline untuk biaya sekolah Lisa.


Alasan yang diberikannya adalah ia dan mamanya sanggup membayar uang sekolahnya sendiri dan tidak mau merepotkan siapapun untuk kehidupannya. Ketika mendengar perkataan itu sebenarnya Santoso merinding dibuatnya. Anak ini benar-benar sama persis dengan papanya. Ia lebih suka mengandalkan dirinya sendiri dibandingkan bergantung pada siapapun. Santoso sangat kagum dibuatnya. Padahal dengan uang sebanyak itu, ia bisa hidup senang tanpa harus kesusahan bekerja setelah selesai sekolah.


Tapi itulah Lisa, sosok yang kuat dan tangguh.


Lisa tersenyum melihat Kevin dan berkata "aku percaya dengan perkataan mu. Lain kali berdoa ketika awal persalinan ku agar aku tidak merasakan sakit dari awal." canda Lisa kepada Kevin.


Kevin mengusap geram rambut Lisa. "kamu ini...."


"kamu ini, jangan begitu ...Lisa baru melahirkan. Perlakukan dia dengan lembut. Paham kamu..." Protes Nancy


"betul sekali. Jangan jahat dengan anak perempuan mami." Caroline pun ikut protes dengan sikap Kevin


Mereka semua tersenyum melihat Kevin yang dipojokkan. Lisa adalah bintang tamu hari ini. Karena usaha kerasnya bayi lucu ini lahir dengan selamat.

__ADS_1


Kevin hanya bisa terdiam menangisi nasibnya tanpa pembelaan dari mana pun.


Rajak membentangkan tangannya "kemari lah nak. ayah akan mendukung mu."


Mendengar perkataan Rajak, Kevin tersenyum puas. Akhirnya ada yang memberikan dukungan kepadanya.


Santoso juga membentangkan tangannya menyambut Kevin. Kevin, Santoso dan Rajak saling berpelukan dan tertawa bersama. Lisa merasa senang, lagi-lagi Kevin bersikap manis didepan banyak orang.


Lisa tidak mau kalah "kalian bertiga bersekongkol didepan ku. Tega sekali." Lisa pura-pura bersedih.


Leo ikut ambil bagian, ia berjalan kearah Lisa sambil membentangkan tangannya "kemari lah. Kamu masih memiliki paman yang tampan ini disamping mu." Leo bicara tanpa kenal rasa malu didepan semua orang membuat semua tertawa melihatnya


Lisa menyambut dengan pelukan hangat kepada Leo. Sungguh sangat senang bisa bersama seperti ini. Bagi Leo, Lisa bukan hanya keluarga tapi juga orang yang sangat penting baginya. Lisa adalah orang pertama yang dipercayakan kepadanya untuk dijaga sama seperti menjaga dirinya sendiri.


Leo awalnya tidak pernah menginginkan hal ini. Sebagai pria, awalnya ia menyukai Lisa sebagai seorang pria bukan sebagai seorang paman. Setelah mengetahui kebenaran kalau mereka adalah paman dan keponakan, Leo sempat tidak ingin mempercayai semuanya. Selama 3 hari ia mengurung diri dikamar. Sampai akhirnya papanya marah besar kepadanya karena mengetahui Lisa mendapatkan perlakuan buruk disekolah ketika Leo tidak ada disampingnya.


Amarah papa Leo tidak terbendung lagi. Untuk pertama kalinya sebuah tamparan mendarat di pipi nya. Dan itu adalah momen perubahan sikap Leo kepada Lisa. Kata-kata papanya masih membekas dipikiran nya.


"kamu sibuk mengurus perasaan mu kepada Lisa. Dia menjalani hidup yang sulit diluar sana. Aku tidak bisa mengakuinya secara terang-terangan karena keselamatannya terancam. Kamu.... mengurung diri didalam kamar hanya untuk menjadi pecundang yang cengeng. Jika itu pilihan mu, lanjutkan. Aku pun tidak ingin melihat wajahmu lagi " perkataan itu membekas dihati Leo


Ia membesar-besarkan rasa patah hatinya yang tidak berguna itu.....

__ADS_1


__ADS_2