
"Tapi seingat ku nama wanita yang disebutnya Desi. Bukan Cindy" ujar Lisa jujur.
"dasar manusia satu itu. Aku jadi ingin bertemu dengannya sambil memukul kepalanya.'
Lisa tertawa. "kamu adalah orang kesekian yang merasa kesal dengan dirinya. Dan ketika ia bosan dengan satu wanita biasanya dia akan menggunakan aku sebagai tameng untuk lepas dari para wanita nya.
"Ya Tuhan...kesal sekali aku. Kamu juga kesal sama pria yang tadi kan???"
Lisa mengangguk.
"Ambil ini." Cindy mengambil boneka panda kecil dan memberikan satu kepada Lisa.
"ayo... " Lisa bingung Cindy mengajak nya keluar ruangan tempat Kevin menunggu.
"lemparkan ke dia kalau kamu kesal."
Lisa memegang boneka panda kecil itu dengan erat di telapak tangan nya.
Kevin nampak bingung, dokter ini harusnya menyembuhkan Lisa. Bukan makin memperkeruh keadaan. Apa aku salah pilih dokter? Kevin mulai meragukan keputusannya.
"cepat lempar. Lihat nih" Cindy melempar kan boneka panda milik nya kepada Kevin.
Kevin mulai kesal dan mendatangi mereka didepan pintu. Dengan sigap Cindy menarik Lisa kedalam dan mengunci pintu ruangan.
"buka pintunya." ujar Kevin kesal.
"tidak mau "
"aku akan dobrak pintu nya."
"istri kamu aku sandera. Berani kamu rusak
pintuku, istrimu tidak akan selamat." ancam Cindy.
Tidak ada pilihan lain bagi Kevin selain diam mengikuti permainan Cindy.
Cindy mengedipkan matanya kepada Lisa. Tanda kemenangan sambil menempelkan kuping nya di pintu.
__ADS_1
"kita menang." ujarnya sambil tertawa puas
Cindy melihat boneka ditangan Lisa dan ia tersenyum tipis.
Cindy mengajak Lisa kembali duduk.
"bukankah kamu kesal dengan dirinya? kenapa tidak melempar kan boneka itu,??"
"karena dia tidak sejahat itu. " ujar Lisa pelan sambil meremas boneka ditangan nya.
"apa yang dilakukan oleh pria menyebalkan itu..."
"dia seperti gunung yang tinggi menjulang. Dari jauh melihatnya sangat indah dan ingin mendakinya. Tapi ketika mendakinya kakimu lelah. Dan rasanya tidak sanggup mendakinya sampai puncak." jelas Lisa
"dia itu gunung Merapi aktif sih menurutku.
"tidak, dia berbeda. Memang terkadang melihatnya seperti gunung Merapi yang menyuburkan lava. Tapi dia tidak seperti itu kepadaku."
"baguslah jika. begitu. Karena bertahun-tahun aku mengenalnya dia. Tidak ada satu orang pun yang mau dekat dengannya. Kamu termasuk orang yang hebat." puji Cindy.
"aku kesal karena sepertinya aku mulai menyukai dirinya. Dan itu yang aku takutkan. Waktu kecil aku sangat menyukai papaku dan dia meninggal. Aku bertahan dengan satu cinta dari mamaku dan itu pun hilang dari ku. Aku takut kalau aku mencintai nya dan dia pergi meninggalkan aku bagaimana ....
Bagaimana jika mama meninggal karena ada orang yang tidak suka padanya... jika itu benar? aku tidak akan memaafkan dirinya."
"apa kamu sudah mengatakan kepadanya? tanya Cindy.
Lisa menggeleng. "dia terkadang seperti gunung Merapi. kadang seperti gunung es yang dingin. Aku takut mengatakan padanya. Bagaimana setelah aku mengatakan nya, dia meninggal kan aku? Sedangkan pesan terakhir mama adalah hidup bersamanya selamanya. Aku tidak mau jadi anak durhaka yang tidak mendengarkan permintaan orang tuaku." jelas Lisa.
"lalu, apa yang ingin kamu lakukan...."tanya Caroline.
Lisa tersenyum. "perkataan kamu mirip dengan pertanyaan dari papa Kevin."
Cindy menegakkan posisi punggungnya. "Lantas apa yang kamu jawab??"
"aku mengatakan bahwa sekarang aku ingin pergi sendiri untuk mengenang pikiran. Tapi sepertinya mereka tidak setuju." Lisa nampak murung.
"apa kamu benar-benar ingin liburan sesaat....Jika kamu mau, kamu bisa pergi denganku. Kebetulan aku ingin liburan. Hanya tidak punya teman." Caroline juga murung.
__ADS_1
"kita berdua seperti orang frustasi ya...." Ujar Cindy sambil menertawakan dirinya sendiri.
Lisa tertawa melihat wajah Cindy. Wanita cantik ini benar-benar cantik dan baik hati.
"dimana kamu kenal Kevin..." tanya Lisa.
"aku kena dia ketika aku berusia 13 tahun di kira-kira berumur 17tahun. Kebetulan papaku memiliki sebuah restoran yang mau tutup. Dia datang kepada papaku dengan mengatakan dalam waktu 7 hari akan membuat restoran ayahku kembali ramai. Dengan janji, apabila ia berhasil papa ku harus menjadikan dia manager di restoran. Ayahku mengiyakan. Dia sibuk dengan dekorasi restoran. Meminta koki memasak makanan sesuai keinginannya. Sayangnya, dari 3 koki dan 2 asisten koki. Hanya 1 orang koki yang bersedia mengikuti keinginannya. Tapi ia tidak menyerah. Setelah semua hal dirubahnya dari mulai dekorasi, menu, penataan meja dan lain-lain restoran mulai buka dihari ke tiga. Satu hari berlalu tidak ada orang. Dua hari berlalu hanya ada 2 orang pengunjung. Hari ketiga restoran masih sunyi hanya ada sekitar 5 orang yang datang. Dihari itu aku ingat mamaku meminta papaku menutup saja restoran kami. Tapi ayahku bilang, janjinya dengan Kevin masih ada sisa 1 hari lagi. Kau tahu apa yang terjadi???
"apa yang terjadi..." tanya Lisa penasaran
"restoran kami tiba-tiba ramai, kami sampai kewalahan melayani pelanggan. Karena hanya ada 1 koki saat itu. Hebatnya dia menghubungi temannya dan mereka membantu. Sejak saat itu sampai sekarang restoran kami masih ramai. Kemampuan bisnisnya benar-benar luar biasa " puji Cindy
Mereka berbicara banyak hal. Kevin menunggu diluar sambil melihat jam tangannya. Sudah 2 jam, apa konsultasi selama ini. Kevin berjalan menelusuri lorong klinik itu, entah sudah berapa kali ia mondar-mandir tapi perawat yang menjaga klinik itu cukup menikmati pemandangan yang langka ini. Ada pria tampan didepannya.
Hampir 3 jam Lisa dan Cindy berbicara dan akhirnya Lisa keluar. Cindy mengantarkan sampai depan pintu ruangannya. Melihat wajah Lisa yang sudah ceria kembali, sepertinya keadaan Lisa sudah lebih baik.
"kamu jangan lupa menghubungi aku." ujar Cindy.
"baiklah. " kata Lisa kepada Cindy.
kemudian melihat kearah Kevin "Kamu sudah bayar....." Lisa memberikan gantungan kunci boneka serigala yang dibuatnya tadi bersama Cindy.
"untuk ku???" tanya Kevin
Lisa menaikkan ke dua alisnya. Kevin tersenyum puas.
Kevin memeriksa long jacket baru ingat, dia tidak membawa apapun ketika pergi. Hanya membawa handphone.
Kevin menghubungi Frans. "kamu datang ke dokter Cindy. Nanti alamat nya akan aku kirim melalui pesan. Buka cek 100juta."
Cindy menutup mulutnya yang tertawa girang. "kamu sering-seringlah datang kemari. Aku akan cepat kaya karena kamu." Ujar Cindy bercanda.
"itu terlalu banyak. Lisa suami kamu sangat loyal, kamu sangat beruntung menikah dengannya." Lanjut Cindy
Lisa melingkar kan tangan nya di lengan Kevin.
Kevin tersenyum puas sambil berkata
__ADS_1
"tidak masalah. Rencananya aku akan mengurangi 80% karena kamu sudah mengajarkan hal buruk kepada istriku. Tapi karena kamu mengajarkan hal bagus cukup bisa dihargai."
Lisa dan Cindy tertawa lepas.