
Lisa sudah duduk diruangan rapat bersama dengan timnya. Di depannya ada Sabrina sebagai direktur utama One Future Ltd duduk sambil melipat kedua tangannya dan memandang dingin Lisa. Lisa sadar tatapan yang ditujukan kepadanya bukan tatapan persahabatan atau tatapan sebagai rekan bisnis.
"mari kita mulai rapat" kata Sabrina sambil membuka laptop dihadapannya.
Secara tidak terduga Kevin yang direncanakan tidak ikut pada serah terima pekerjaan Khay dengan petugas baru masuk keruangan rapat bersama dengan Frans. Semua orang menatap Kevin sebagai tamu tidak diundang dalam rapat kali ini.
Kevin duduk di kursi sebelah Lisa dan berkata "silahkan dimulai."
Sabrina mulai memperkenalkan Edwin sebagai pengganti Khay yang akan bertanggung jawab dengan proyek kerja sama One Future Ltd dengan Growth Ltd. Edwin mulai mempresentasikan keberhasilan proyek kerja sama ini di pasar Asia dan sekarang masih berusaha melakukan proyek uji coba dengan pasar Eropa. Edwin juga memaparkan daftar jadwal kerja yang akan dilakukan oleh tim dari perusahaannya dan tim dari perusahaan Lisa. Hasil pencapaian uji coba di Eropa selama dipegang oleh Khay juga dijelaskan dengan baik oleh Edwin.
Lisa menatap Kevin yang merasa cukup puas dengan pengganti Khay. Tapi bagi Lisa, Khay adalah orang yang tepat mengerjakan proyek ini. Kevin tahu Lisa menatap dirinya, Satu tangan Kevin yang menopang dagunya dengan pegangan kursi rapat dan satu tangan lagi memegang tangan Lisa. Walau istrinya tidak bicara ia paham kalau ia tidak nyaman dengan pengganti Khay saat ini walau semua yang disampaikan sudah sangat baik.
"bagaimana..." tanya Lisa sambil berbisik
"sangat baik" jawab Kevin
"Khay aku rasa sangat bagus walau dia tidak buruk juga" bisik Lisa kepada Kevin. Benar seperti yang dipikirkan Kevin, Lisa merasa lebih nyaman bekerja sama dengan Khay.
Sabrina memperhatikan Kevin dan Lisa yang saling berbisik dan tangan Kevin yang bergerak menggenggam tangan Lisa kemudian membawanya turun kebawah meja untuk menghindari pandangan mata peserta rapat.
Tindakan Kevin sudah sangat mencolok bagi beberapa orang. Sabrina menatap tajam Kevin dan Lisa bersamaan, baginya yang baru putus cinta sangat menyakitkan melihat sepasang kekasih memamerkan kemesraannya dihadapan dirinya. Rasa kesal ketika di Inggris kembali muncul dalam hatinya.
Kevin merasa ada orang lain yang menatapnya dengan tatapan tidak senang dengan cepat mengetahui arah pandangan itu. Kevin membalas tatapan Sabrina dengan padangan dingin. Pandangan Sabrina dan Kevin yang saling perang dingin membuat suasana rapat menjadi tegang. Semua orang memandang mereka berdua secara bergantian. Lisa yang sedang fokus melihat persentase Edwin awalnya tidak memperhatikan keanehan pada ruangan rapat.
__ADS_1
"kalau kamu ada masalah pribadi denganku jangan dibawa diruangan rapat...." kata Kevin
Lisa merinding secara tiba-tiba, ada perasaan tidak tenang dari sebelahnya setelah mendengar perkataan Kevin. Lisa melihat kearah Kevin, pandangannya jatuh kepada Sabrina. Perang dunia ketiga telah terjadi diruangan rapat ini. Edwin berhenti bicara seketika dan suasana rapat menjadi hening. Kevin dan Sabrina menjadi pusat perhatian semuanya.
"aku merasa Pak CEO tidak bisa membedakan urusan kantor dengan urusan pribadi." jawab Sabrina sambil melihat kearah meja tempat Kevin dan Lisa. Tangan Lisa dan Kevin memang kearah bawah karena sedang bergandengan tangan.
Kevin mengerutkan keningnya "saya tidak tahu kalau anda terganggu dengan hubungan pernikahan kami. Maaf jika menyinggung anda."
Lisa baru menyadari pegangan tangan ini membuat suasana jadi tidak kondusif dari pandangan Sabrina. Lisa melepaskan tangan Kevin, tapi Kevin mengambil tangan Lisa lagi dan menggenggam kembali. Kali ini ia secara terang-terangan meletakkan tangan mereka diatas meja sedang menggenggam satu sama lain
"Kevin...." bisik Lisa mengingatkan Kevin agar tidak membuat suasana menjadi gaduh.
Kevin mengedipkan mata kanannya kepada Lisa mengisyaratkan kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini. Sabrina mulai gusar, saat ini lagi-lagi ia terbawa masalah pribadi dalam pekerjaan. Jika kedua orang tuanya tahu masalah ini, posisi Sabrina akan digantikan oleh papanya.
"silahkan lanjutkan." kata Sabrina kepada Edwin
"sebentar, karena aku tahu istriku akan sangat sibuk dengan sekolahnya. Aku akan tunjuk perwakilan dari perusahaan kamu yang akan menggantikan Lisa dalam tanggung jawab kerja sama ini." Kata Kevin sambil menatap mata keseluruh peserta rapat secara bergantian
"Frans, suruh orang itu masuk." perintah Kevin
Seseorang masuk kedalam ruangan rapat dan begitu melihat orang yang masuk kedalam ruangan. Seorang pria mengenakan kemeja berwarna coklat muda dengan dasi berwarna coklat gelap. Tangan panjangnya digulung hingga siku, benar-benar menunjukkan penampilannya yang sebenarnya yang tidak suka mengenakan jas.
Sabrina langsung berdiri tidak percaya dengan pandangan matanya. Ada rasa rindu dalam hatinya, tapi ada rasa marah yang masih belum hilang dalam hatinya.
__ADS_1
"Khay akan menjadi orang yang akan bertanggung jawab dengan proyek kerja sama perusahaan kita kedepannya." jelas Kevin memperkenalkan Khay yang berdiri dibelakangnya bersebelahan dengan Frans.
"kenapa...." kata Lisa penuh tanya.
"sederhana saja, dari awal proyek ini Khay yang memegang proyek ini, walau pihak One Future Ltd sudah memliki kandidat pengganti yang baik, dari sisi profesionalisme kami sulit menerimanya. Proyek akan berhasil jika tidak berpindah tangan." kata Kevin dengan penuh percaya diri.
"Khay apakah kamu bersedia melanjutkan proyek ini sebagai perwakilan dari perusahaan Growth Ltd??" Tanya Kevin dengan pandangan tertuju kepada Sabrina yang masih berdiri melihat kearahnya dan Khay secara bergantian.
"bersedia." jawab Khay
Lisa menarik Kevin ke sudut ruangan rapat untuk berdiskusi "kamu yakin tidak ada masalah??"
"sayang, bukan kah kamu ingin Khay yang tetap menjadi penanggung jawab proyek game ini??" jawab Kevin sambil mengelus pipi istrinya,
Lisa menepiskan tangan Kevin dari wajahnya. Sangat tidak pantas pamer kemesraan didepan peserta rapat saat ini. "kamu tahu ia ada masalah pribadi dengan Khay, kenapa tidak Frans saja yang menggantikannya..."
"Tugas ini memerlukan dinas ke Eropa, Frans pergi...bagaimana dengan pekerjaan aku?"
Lisa terdiam sejenak, memang benar. Frans adalah tangan kanan Kevin. Pekerjaan Kevin yang segunung saja sudah kewalahan diselesaikan oleh Frans dan kedua sekertaris Kevin. Menyuruh Frans bertanggung jawab terhadap proyek ini pasti akan membuat pekerjaan Kevin yang lain terhambat. "Bagaimana jika ada masalah kedepannya dengan Sabrina... " tanya Lisa
"kamu jangan khawatir, aku sudah berdiskusi dengan papa Sabrina. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini. Sabrina dan Khay juga sudah putus secara resmi. Kamu paham bagaimana kekuatan bisnis keluarga mereka?? Jika aku tidak memperkerjakan dia apa kamu mau membuat dia menjadi pengangguran selamanya?"
Lisa terdiam sesaat, Kevin pasti sudah mempertimbangkan dengan cermat untuk keputusan yang diambilnya. Lisa mencium pipi Kevin "terima kasih." kata Lisa meninggalkan Kevin yang masih terkejut dengan tindakan Lisa yang tiba-tiba.
__ADS_1
Kevin tersenyum melihat Lisa, wanita ini dari mengatakan berkali-kali agar memisahkan pekerjaan dan pernikahan, sekarang malah mencium pipinya didepan banyak orang peserta rapat. Memang diluar perkiraan.