
"Aku rasa biarkan saja mereka menikmati hubungan mereka sendiri. Jika kita ikut campur lagi, aku khawatir akan berakhir seperti kemarin." kata Kevin kepada Lisa
"aku tidak minta kamu mencampuri urusan mereka lagi, aku tadi hanya minta kamu melihat kearah mereka. PAHAM..." kata Paham ditekan Lisa sama dengan kekesalannya kepada Kevin saat ini.
"paham..maafkan aku... " Kevin memeluk Lisa lagi dan bersandar dipundaknya.
"aku sangat mencintaimu..." Kevin mencium pipi Lisa
"kamu sedang membujukku sekarang..." tanya Lisa
"tentu saja,, istri marah harus dibujuk. Tidak boleh didiamkan begitu saja." kata Kevin
"dasar kamu..." Lisa membelai pipi Kevin
Pria ini sangat mudah membuatnya kesal, kemampuan membujuknya sudah diatas rata-rata membuat Lisa dengan cepat berubah moodnya.
Kevin berubah menjadi orang yang belajar bisa membujuk sejak Lisa hamil. Cindy mengatakan kepada Kevin agar ia lebih bersabar menghadapi Lisa yang mengalami perubahan hormon karena pengaruh kehamilan nya. Kevin sangat paham dengan hal ini karena waktu hamil anak pertama mereka, Lisa sama sekali tidak ingin melihat wajahnya. Tapi jika Kevin pergi menjauh, Lisa akan marah karena menjauhinya.
Caroline datang membawa buah potong untuk Lisa. Sejak mengetahui Lisa hamil. Caroline tidak pernah absen mengirimkan pesan kepada Lisa dan Kevin agar makan buah pada pagi, siang, sore dan malam hari. Vitamin kehamilan juga selalu dikirim ke apartemen dan harus diminum Lisa tepat waktu.
Caroline merangkul Lisa dan Kevin.
"Pasti dia membuatmu marah..dan sekarang sedang membujuk mu kan sayang... " kata Caroline kepada Lisa sambil melihat Kevin dengan tatapan tajam.
" putra mama sangat pencemburu... Aku lelah melihat sikapnya...." Keluh Lisa dengan wajah cemberut.
Kevin memeluk Lisa lagi dan menyandarkan kepalanya lagi di pundak Lisa.
"mami...aku bersumpah sangat mencintai wanita ini .." kata Kevin
__ADS_1
"sejak kapan kamu belajar gombal....'' sindir Caroline menahan senyum.
"aku berkata sesungguhnya, aku benar-benar mencintainya." Kevin mencium pipi Lisa
"bisa kami kurangi sifat pencemburu itu...." pinta Lisa
"anggap saja aku sebagai orang serakah..yang hanya menginginkan dirimu di hidupku."
Lisa menarik nafas panjang, berharap kepada hal yang tidak mungkin hanya akan memberikan harapan palsu dan membuang-buang tenaga. pikir Lisa
Santoso ikut bergabung dengan mereka bertiga dan mereka melakukan acara potong kue dan melakukan sesi foto keluarga. Semua orang yang datang sangat iri dengan keharmonisannya keluarga Santoso. Sang ayah memegang usaha Sun Group di Eropa dan putra memegang usaha di Asia. Memang bukan keluarga sembarangan.
Sementara itu Khay terlihat sudah tidak sabar melihat Valen terlalu akrab dengan banyak pria. Ia mendatangi Valen dan mengajaknya menyingkir dari kerumunan orang. Tangan Khay memegang tangan Valen. Valen mengikuti Khay sambil melihat tangannya yang digenggam oleh nya. Jantung Valen berdetak dengan cepat.
Tidak bisa dipungkiri sekarang Valen sangat gugup. Tangannya basah karena keringat, Valen melepaskan genggaman tangan Khay. Karena merasa tidak nyaman bergandengan tangan dengan tangan basah.
"kamu lebih memilih dia dibandingkan denganku...." tanya Khay kesal.
"apa maksud kamu...." tanya Valen bingung.
"pria tadi ...kamu menyukai nya ..."
Valen memijat keningnya, ia mulai pusing dengan perkataan Khay yang tidak masuk akal.
"untuk apa kamu memperdulikan pria mana yang mendekatiku. Aku tidak perlu belas kasihan darimu." Valen berbalik badan.
Khay menarik tangan Valen. "apa tidak ada kesempatan untuk ku ..."
"apa...." Valen diantara percaya dengan tidak mendengarkan kata-kata Khay.
__ADS_1
"aku salah.... aku terlambat menyadari perasaanku." kata Khay
"bukan kah hari itu kau yang mengatakan tidak memiliki perasaan dengan ku. Kamu hanya tidak ingin mengecewakan orang tua kita. Aku tidak perlu belas kasihan dari mu." mata Valen berkaca-kaca.
Perkataan Khay waktu itu sangat berbekas dihati Valen. Saat di restoran, hati Valen sudah hancur berkeping-keping. Ditambah lagi ketika Khay mengejar Valen dan menjelaskan kepada nya kalau ia tidak memiliki perasaan apapun kepada nya. Ia menyetujui permintaan kedua orang tuanya karena tidak ingin menolak keinginan orang yang paling dihormatinya.
Ia juga menghargai keputusan Kevin yang mendukung hubungan mereka karena masalah ekonomi. Ia tidak akan bertahan diluar sana tanpa dukungan dari Kevin. Keluarga Sabrina terlalu tangguh untuk dilawan orang seperti Khay. Ia tidak ingin mengalami masa-masa kehancuran seperti waktu itu. Ada 3 orang yang dipertaruhkan dalam hidupnya.
Kedua orang tuanya dan juga adik nya yang masih kuliah. Mereka tidak bersalah untuk menanggung permasalah ini. Cukup dirinya yang menanggung semuanya. Kata Khay sangat melukai Valen pada waktu itu. Ia sudah dimanfaatkan oleh Khay seperti ini. Untung saja ia membaca pesan Kevin untuk mendengar pembicaraan mereka. Ia merasa bisa menyelamatkan masa depannya. Walau sakit hati, setidaknya ia bisa menyelamatkan masa depannya dari cinta bertepuk sebelah tangan.
"aku akan menembus semua kesalahan itu. Terserah lakukan apapun yang kamu inginkan
Tapi tolong beri aku kesempatan." pinta Khay
"atas dasar apa....." tanya Valen
"karena aku...aku mencintaimu.''
Mendengar perkataan Khay hati Valen nyaris meleleh. Darahnya berdesir tidak karuan. Ini adalah kata-kata yang ingin didengar dirinya sejak pulang dari Inggris beberapa bulan yang lalu. Kenapa kamu mengatakan sekarang, saat aku merasa sangat kecewa kepadamu. Protes Valen dalam hati
"kenapa.... kenapa mudah sekali kamu mengatakan hal itu. Hari ini kamu bilang cinta, semalam kamu katakan aku......aku...." Lidah Valen keluh untuk melanjutkan kalimatnya. Ia tidak ingin mengingat kejadian beberapa hari yang lalu yang menghancurkan hatinya.
"berilah aku kesempatan. Aku akan membuktikan kepadamu perasaanku sebenarnya.'' kata Khay penuh keyakinan
"aku sangat sulit memastikan mana hal yang benar dan mana yang bohong dari kamu. Semua terlihat palsu dan menyakitkan" kata Valen sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya. Ia menghempas kan tangan Khay dan meninggalkan dirinya yang masih melihat punggung Valen.
'apakah ia akan kehilangan wanita yang dicintainya lagi. Bukan tanpa alasan Khay tiba-tiba memilih Valen. Selama 2 hari bersama dengannya, ia benar-benar bisa membedakan perasaan dengan Khay. Valen yang biasanya ceria dan selalu banyak bicara tiba-tiba menjadi sosok yang dingin hanya kepada dirinya. Valen yang biasanya selalu bersikap manja kepadanya tiba-tiba berubah seperti orang asing. Valen yang biasanya suka mengirimkan pesan dan menelepon nya hanya untuk membahas sesuatu yang tidak penting tiba-tiba tidak menghubungi lagi.
3 bulan lebih ia terbiasa dengan Valen. Tiba-tiba bersikap seperti orang asing membuat Khay menjadi kacau. Ada sisi kosong dalam hatinya yang sulit dijelaskan Khay. Satu hal yang pasti, ia sangat merindukan Valen yang dulu selalu mengejar nya, bersikap manja, ceria, banyak bicara dan ramah.
__ADS_1