Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
percayalah padaku


__ADS_3

Kevin mengulurkan tanganya kepada Lisa "pulanglah dengan ku..." pinta Kevin dengan tulus.


Lisa terpaku melihat Kevin. Saat ini ia tidak bisa mempercayai pria ini. Seorang paman saja bisa menyakiti kemanakan yang sedarah dengannya.


Apalagi pria ini. Tanpa cinta menikahi dirinya, walau ia pernah mengatakan Lisa adalah cinta pertamanya. Tapi apakah pria ini layak mendapatkan kepercayaan darinya? Lisa hanya melihat tangan Kevin dan berdiri membeku ditempatnya.


Bagaimana jika yang dikatakan Roy benar? Ia mempunyai banyak wanita diluar sana yang bisa dipakai kapan pun. Tapi Frans pernah mengatakan kalau selama ini Kevin tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, lantas mengapa ada berita tersebut diinternet?


Lisa mundur satu langkah, kakinya tidak sengaja  menginjak batu.


"ah.." Lisa berteriak kecil


Kevin melihat diantara genangan air hujan ada warna merah darah yang mengalir dari kaki Lisa. Kesabarannya habis. Kevin membuang payungnya dan menggendong Lisa.


Lisa memukul dada Kevin "turunkan aku.." peintahnya


Kevin hanya diam, lagi-lagi pria ini mengeluarkan aura dingin yang membuat Lisa takut dengannya.


"peluk aku..."perintah Kevin


Lisa membuang pandanganya kearah lain. Ia tidak mau mengikuti perintah Pria ini,


Kevin membuat gerakan seolah-olah ia akan menjatuhkan Lisa. Lisa terkejut dan segera melingkarkan tangannya di leher Kevin.


Tanpa ekspresi apapun dari pria dingin ini, ia berjalan menggendong Lisa kedalam mobil. Para pengawal memayungi mereka berdua. Sementara itu, Khay yang lewat, tidak sengaja melihat Lisa digendong oleh pria yang dikelilingi orang-orangnya berjas hitam. Khay ingin menghentikan mobilnya, tapi karena jalanan macet tidak memungkinkan baginya berhenti.


Frans memberikan selimut kepada Kevin, saat ini tubuh Lisa basah. Kevin menutupi tubuh Lisa dengan selimut dan Lisa menepiskannya.


"pakai ini..." perintah Kevin sambil menyerahkan selimut kepada Lisa


Lisa tidak memperdulikan Kevin bicara. Lisa melihat kearah luar jendela. Melihat air hujan yang menetes di kaca jendela mobil.


"kamu ingin aku melakukan hubungan suami istri sekarang?" tanya Kevin


Lisa masih tidak memperdulikan Kevin.


"Frans, berhenti dihotel sebelah. Bookingkan kamar VVIP sekarang." perintah Kevin


"baik pak.." jawab Frans.


Lisa tetap tidak bicara dan mengambil selimut dari tangan Kevin dengan cepat menutupi tubuhnya tanpa banyak bicara.  Alarm bahaya berdering dipikiran Lisa, dia harus bertindak dengan cepat.


"batalkan, lanjut kerumah." Kevin tersenyum licik melihat kearah Lisa.


Ketika Lisa menutupi tubuhnya dengan selimut, ia baru menyadari mengenakan kemeja warna putih celan jeans dengan pakaian dalam berwarna hitam. Benar-benar sangat mencolok ketika dalam keadaan basah.

__ADS_1


Lisa dan Kevin sampai diapartemen, Lisa yang sudah hampir 2 minggu tinggal disini baru kali ini membaca nama apartemen tempatnya tinggal "loxurious apartment". Kevin membuka pintu untuk Lisa, tapi Lisa keluar dari pintu berlawan. Kevin melihat Lisa keluar dari arah pintu mobil tempat Kevin keluar tadi.


Kevin menggelengkan kepalanya, 'benar-benar keras kepala.' batinya bicara.


Lisa berjalan pincang dan setiap langkah yang dilaluinya ada bercak merah. Kevin menghela nafas panjang, baru kali ini ada orang yang berani menguji kesabarannya.


Frans mencuri pandang kearah Kevin, ia tidak berani berbicara sepatah kata pun.


Udara dingin karena hujan belum seberapa dibandingkan dengan aura dingin yang dikeluarkan Kevin. Selama bertahun-tahun mendampingi Kevin kesabaranya terhadap Lisa tidak perlu diragukan lagi. Tapi jika itu berhubungan dengan orang lain, sebaiknya jangan coba-coba.


Lisa berjalan kearah lobi apartemen. Kevin menggendong Lisa seperti membawa sekarung beras. Lisa memukul punggung Kevin. "turunkan aku" bentak Lisa.


Suara Lisa sangat kuat terdengar sehingga orang disekitarnya memperhatikan mereka. Lisa merasakan malu dengan tatapan mata yang diterimanya. " banyak orang yang melihat kearah kita sekarang. Turunkan aku" bisik Lisa.


"aku rasa kamu lebih senang melihat orang melihat tubuhmu dibandingkan dengan suamimu sendiri."


Lisa melepaskan selimutnya ketika keluar dari dalam mobil, sehingga pakaian dalamnya yang transparan kembali terlihat. Lisa tidak menyadari hal itu.


"dasar mesum!" teriak Lisa. Untungnya ketika ia mengatakan kata 'mesum' sudah ada didalam lift yang didalamnya


hanya ada Frans dan 5 orang pengawal. Mereka semua menahan senyum. Berani sekali wanita ini mengatakan suaminya pria mesum.


"apa ada masalah.?" Tanya Kevin sambil melihat kearah pintu lift yang mematulkan bayang mereka yang menahan senyum diwajahnya. Memandang kearah Frans dan pengawal.


"maaf pak,,," ujar Frans dan para pengawal merubah ekspresi wajah mereka menjadi serius.


Mereka menelan ludahnya, satu sisi bosnya disis lain istri bos yang memerintah.


"maaf kakak ipar..." ujar Frans sambil membungkukkan badannya.


"besok pagi, kalian semua lari keliling lapangan bola sebanyak 7 kali."


Mereka semua diam.


"kalian tidak mendengar apa kata istriku??" Kevin memandang mereka dengan aura dingin dari pintu lift.


"siap..."mereka  mejawab bersama. Suasana di lift benar-benar mencekam, hanya sampai lantai 10 serasa bagai 100 lantai jarak yang harus ditempuh.    Benar-benar dilema menghadapi suami istri ini.


Kevin menurunkan Lisa begitu sampai kamar mandi. "kamu mandi dulu." perintah Kevin sambil menutup pintu kamar mandi.


"dasar pria egois." teriak Lisa


Kevin mendengar Lisa berteriak dan ia tersenyum menunjukkan kemenangannya sambil berjalan meninggalkan Lisa.


***

__ADS_1


Selesai mandi Lisa duduk di tempat tidur dan ia memakai baju tidur terusan. Ia membongkar lemari tapi tidak menemukan celana pendeknya. Pasti pria ini yang menyembunyikanya, pikir Lisa.


Kevin masuk masih menggunakan jubah mandinya, Lisa mengalihkan pandangannya kearah jendela. Pria ini, suka sekali memamerkan dada bidangnya 'memang pria mesum' pikir Lisa.


Kevin mengeluarkan kotak obat. Ia duduk dilantai dan memegang kaki Lisa


"ah... sakit" Lisa teriak dan memandang Kevin sambil membersarkan bola matanya.


Kevin menghentikan gerakannya. "maaf..."ujar Kevin sambil kembali memegang kaki Lisa dengan hati-hati.


Lisa menggigit bibirnya ketika Kevin mengobati kakinya, rasa perih baru dirasakanya saat ini.


"kedepannya tolong jangan biarkan dirimu terluka lagi. Aku tidak akan izinkan."  Kevin  bicara sambil mengobati kaki Lisa.


Lisa hanya diam.


"aku tidak minta apapun,, aku ingin kamu mempercayaiku. Kalau pun tidak percaya tidak masalah, kamu punya banyak pengawal. Kamu boleh suruh mereka selidiki aku.  Kamu jangan takut mereka akan membelaku, karena aku sudah memberi perintah. Apapun yang kau minta lakukan, silahkan dilakukan." lanjut Kevin.


"kalau aku minta mereka menangkap wanita itu dan membunuhnya?" tantang Lisa


Kevin masih mengobati kaki Lisa  "lakukan jika itu membuatmu senang." jawab Kevin santai.


Lisa membuang nafasnya dengan kasar sambil berkata "kamu kira aku seperti dia??pembunuh berdara dingin?" Lisa tidak suka dengan jawaban Kevin.


.


"kau adalah gadis yang baik, dari dahulu sampai sekarang. Aku tidak perlu meragukan semua itu." jelas Kevin


Lisa terdiam dan tersenyum, akhirnya pria ini memberikan jawaban yang memuaskan hatinya.  Kevin seharusnya memang memberikan jawaban seperti ini.


"hari ini mami dan papa pergi keluar negeri tadi mereka menghubungi kamu, tapi kamu tidak menjawab. Jangan lupa untuk menghubungi mereka balik."


Kevin selesai membalut luka dikaki Lisa dan menutup kota obat itu kembali.


Lisa mengangguk, tadi ia sempat berpikir tidak ada tujuan pulang. Caroline dan Santoso sejak pertama kali bertemu denganya selalu menunjukkan sikap yang hangat seperti kedua orang tuanya sendiri.


Menemaninya ketika ia terpuruk, membuatnya tertawa ketika sedih, menuruti semua keinginannya walau mereka baru berjumpa beberapa hari saja. Tapi Lisa sangat nyaman bersama mereka. Lisa tersenyum, ia sudah punya tempat kembali apabila pria ini jahat kepadanya.


"kenapa???"tanya Kevin penasaran dengan arti senyum Lisa


"kamu kan xavier,, gunakan indera ke enammu." Lisa mengangkat kakinya yang sudah selesai diobati Kevin. Dan masuk kedalam selimut untuk tidur.


"makan malam dulu..." Kata Kevin sambil memasukkan kotak obat kedalam lemari


"mataku terlalu lelah melihatmu hari ini. Jadi jangan ganggu aku tidur." ujar Lisa sambil menutup wajahnya dengan selimut.

__ADS_1


Kevin mengerutkan keningnya, berani sekali wanita ini mengatakan lelah melihatnya. Kevin memilih membiarkan Lisa tidur dan dia masuk keruangan kerja.


__ADS_2