
Lisa selesai sarapan, Nita tampak sudah selesai menyiapkan pakaian Lisa. Bel pintu kamar kembali berbunyi, Lisa melihat siapa yang datang. Diluar nampak Juli dan Rita berdiri didepan pintu. Lisa menunjuk pintu kepada Nita.
Nita mengintip dari pintu ada Juli dan Rita.
"oh.... Juli dan Rita memang selalu datang kemari untuk membersihkan kamar hotel. Karena tuan Kevin tidak ingin ruangan nya dimasuki oleh orang lain. Terkadang saya dan Juli. Pokonya kami bertiga bergantian membersihkan ruangan ini. Jelas Nita.
Lisa mengangguk, pantas Kevin pernah mengatakan kalau yang membersihkan rumahnya dari pagi dan paling lama jam 12 siang sudah selesai bekerja. Ternyata mereka harus membersihkan tempat yang lain.
"apa Kevin sering menginap disini?" tanya Lisa
"sebelum menikah, tuan Kevin tinggal disini. Setelah menikah tuan lebih memilih tinggal di apartemen bersama nona. Kalaupun kemari biasanya karena tuan kurang tidur dan istirahat siang disini." jelas Rita kepada Lisa
Lisa mengangguk paham. Benar-benar kelas atas, tidur siang di hotel. Sangat jauh berbeda dengan Lisa, apabila mengantuk setelah makan siang ia akan tidur dimeja kerjanya dengan merebahkan kepala dimeja. Itu saja sudah sangat mewah menurut Lisa.
"ayo nona, nanti nona bisa terlambat datang kekantor." Nita membuyarkan lamunan Lisa.
Lisa mengangguk dan mereka segera pergi meninggalkan hotel. Jalan pergi kekantor dari hotel hanya 5 menit, lebih cepat dibandingkan dengan jalan dari kantor ke hotel memerlukan waktu 10 menit. Lisa baru memperhatikan ternyata jalan pergi dari hotel tidak perlu memutar.
Lisa turun dari dalam mobil, Nita ikut keluar dari dalam mobil untuk mengantar Lisa sampai kedepan pintu kantor.
"tidak perlu bi, saya bisa jalan sendiri." Lisa menutup pintu mobil.
Baru berjalan 3 langkah, Lisa mendapat lemparan telur dan tomat dari arah yang tidak diketahuinya. Lisa merasa terkejut dan merasa sedikit sakit karena lemparan cukup kuat. A, B dan C datang mengelilingi Lisa.
"nona anda tidak apa-apa?" Lisa tidak tahu siapa yang berbicara, tapi dari suaranya sepertinya A yang berbicara.
"bagaimana mungkin tidak apa-apa. Pagi hari sudah dapat serangan telur busuk." Lisa merasa sangat sial. Ia mengintip dari celah A dan B. Tiga orang wanita sudah diamankan D E F dan G. Lisa melihat nama pengawal dari jacket kulit yang mereka kenakan. Dimasing-masing lengan mereka ada logo huruf abjad sebagai pengenal mereka.
Lisa masih memperhatikan ke 4 pengawalnya beraksi, Bibi Nita berlari kearah Lisa menghalangi sebuah lemparan benda. Lisa tidak melihat benda apa yang dilempar. Tapi benda itu sudah mengenai kening Nita, darah segar mengucur dari keningnya.
Nafas Lisa memburu, emosinya sudah tidak bisa dikendalikannya. Lisa mendorong B yang berada tepat didepannya. Sebuah mobil berhenti mendadak didepan kantor Lisa. Seperti sebuah suting film action, Lisa melompati kap mobil hanya dengan bertumpu dengan tangan kirinya.
__ADS_1
Nita takut Lisa tertabrak mobil didepannya. Lisa berlari mengejar orang didepannya. Seperti nya seorang laki-laki dari postur tubuhnya.
Nita dan pengawalnya berteriak memanggil namanya. Tapi Lisa tidak memperdulikan mereka, ia tetap berlari mengejar pria itu. Sebuah mobil Van hitam berhenti didepan pria itu. Dari lengannya Lisa sudah bisa mengenali kalau mereka adalah pengawal Lisa. Mereka dengan cepat meringkus pria itu
"minggir...." teriak Lisa
Lisa memberikan pukulan diwajah pria itu. Topinya terbuka. Wajah yang asing tapi sepertinya mirip dengan seseorang. Tapi Lisa tidak mau ambil pusing siapa pria ini.
"apa salah bibi Nita kenapa kamu melempar sampai dia terluka ..."
"itu adalah kesialan dia karena dekat dengan kamu. Dasar manusia pembawa sial."
Lisa tidak bisa mengendalikan emosinya. Ia menjambak rambut pria itu.
"jaga mulut kamu, aku tidak pernah bertemu dengan kamu." Mata Lisa membesar.
"pelacur" umpat pria itu.
Kemudian melihat kearah pengawalnya dengan serius "urus dia."
Lisa berlari kearah Nita, darah diwajahnya sudah dibersihkan dan sudah dibalut oleh Andi, supir Lisa. Hati Lisa sangat sakit, karena ulahnya orang tidak bersalah jadi terluka.
Suasana didepan kantor sangat ramai melihat peristiwa yang tidak pernah terjadi di wilayah tersebut. Apalagi ini pertama kali terjadi di kantor Lisa.
Pria dan wanita yang sudah diamankan itu masih berteriak menyebut 'pelacur' kearah Lisa. Tapi Lisa tidak memperdulikan ucapan mereka karena ia tidak merasa apa yang dikatakan mereka adalah dirinya.
Lisa merasa seluruh tubuhnya bau tidak sedap.
"bibi...bagaimana ini??? Tubuhku sangat bau. " Lisa melihat Nita dengan tatapan sedih.
"baju ganti nona ada saya bawa di bagasi mobil. kalau kamar mandi....." Nita melihat kearah kantor, ia tidak yakin di kantor ini ada kamar mandi.
__ADS_1
"aku bisa pakai kamar mandi Kevin. Bibi pulang saja istirahat. Aku bisa kerjakan sendiri."
Lisa mengambil tas dari tangan Andi yang diambil dari bagasi mobil.
"saya sama nona saja." pinta Nita
"bibi tidak lihat, ada berapa orang yang menjaga ku sekarang. Sudah, sana pergi.... " Lisa mendorong tubuh Nita kedalam mobil dan menutup pintunya.
"pak Andi, tolong bawa bibi Nita berobat kerumah sakit. Jangan lupa minta suntik tetanus ya pak.." kata Lisa kepada Andi.
"baik nona." Andi mengangguk paham dan segera masuk kedalam mobil.
Lisa melihat sekitarnya, banyak orang yang berbisik melihatnya. Tapi ketika Lisa melihat kearah mereka, mereka segera mengalihkan pandangannya kearah lain atau segera pergi meninggalkan kerumunan.
Lisa yang tidak mau ambil pusing dengan kondisinya segera berjalan menyerahkan tas pakaian nya kepada A. Tangan Lisa sudah ikut bau amis telur. Ia tidak mau baju yang dibawanya juga ikut bau.
Ponsel Lisa berdering, panggilan dari Kevin.
"kamu tidak apa-apa??" tanya Kevin. Dari suaranya, terdengar pria ini khawatir dengan Lisa.
"menurut mu..." tanya Lisa balik.
"aku akan mengurus semuanya. Kamu tidak perlu khawatir."
"Mr K. yang khawatir itu kamu sekarang. Aku baik-baik saja. Bibi Nita yang terluka. Rencananya aku akan memberikan cuti selama 1 Minggu untuknya. Oh Ya, apa diruangan mu ada kamar mandi?? " tanya Lisa.
"Ada. Kamu bilang saja sama Sisca. Aku minta kamu berhati-hati."
"Ya...." Lisa menjawab dengan lesu. Kata terakhir Kevin seperti menyiratkan sesuatu yang tidak bisa dianggap sebelah mata.
Lisa berjalan perlahan kearah lift khusus direksi. A menekan tombol lift. Lisa seperti patung berjalan. Kenapa sekarang dia yang mengkhawatirkan dirinya sendiri. Kenapa orang-orang tadi menyerang dirinya dan mengatakan hal tidak pantas kepada dirinya. Sejauh ini Lisa tidak pernah memiliki musuh.
__ADS_1
Tapi kenapa belakang ini ia mulai menerima teror paket dan diserang dikantornya. Pasti ada jawaban untuk semua kejadian ini. Pikir Lisa.