Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
merasakan apa yang dirasakan


__ADS_3

Bibir Kevin kembali menjadi pucat, perawat disekitarnya tidak berhenti memperhatikannya.


"pak, jika merasa tidak enak badan silahkan beristirahat dulu diruangan."


Kevin sudah mengatakan dari tadi kalau dia tidak apa-apa, tapi mulutnya terlalu malas mengulang hal yang sama. Mata Kevin menatap tajam perawat yang berbicara kepadanya. Siapapun orangnya yang melihat Kevin seperti ini sudah pasti lebih baik diam atau pura-pura tidak melihat sama sekali. Dokter kandungan Lisa memberikan isyarat mata kepada perawatnya agar berhenti berbicara dengan Kevin.


Kevin bukan termasuk orang yang ramah dan suka berbasa-basi dengan orang lain. Ia adalah tipe orang yang tegas dan keras. Hidupnya hanya diisi dengan bekerja dan keluarga. Sangat jarang bersenang-senang. Walau dokter kandungan Lisa tidak begitu kenal dengan Kevin, tapi dari pembawaan dirinya cukup bisa diketahui tipe macam apa Kevin itu.


Hampir 2 jam proses persalinan Lisa selesai dan Lisa bisa dipindahkan keruangan  sekarang. Kevin menggendong Lisa untuk duduk di kursi roda dan membawanya keruangan inap mereka. Diluar perkiraan semua orang yang penting dalam hidup Lisa hadir diruangan itu. Caroline, Santoso, Nancy, Leo, Cindy, Rajak, Valen dan Frans mereka semua menyambut kedatangan Lisa. Ruangan penuh balon dan kado kelahiran. Lisa sangat terharu dengan kehadiran mereka yang memberi Lisa selamat atas kelahirannya.


Lisa duduk sambil berbaring ditempat tidur, Kevin menceritakan semua kepada mereka proses persalinan didalam ruangan tadi. Ia sangat bersemangat menceritakannya. Sangat berbeda dengan dirinya yang biasa. Ketika berbicara pun aura dingin selalu menyelimuti dirinya. Kali ini Kevin menjadi lebih hangat ketika berbicara dengan para keluarga. Lisa sangat menyukai Kevin yang seperti ini. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau ketika ia diam seperti biasa akan terlihat lebih tampan dan berkarisma.


Lisa menatap semua orang sambil makan. Caroline menyuapi Lisa dengan sup ginseng ayam yang dibuatnya di apartemen Lisa tadi. Lisa tidak pernah menyangka akan dikelilingi mereka yang bersikap hangat seperti ini. Dulu ia selalu berpikir, hidupnya hanya untuk membahagiakan mamanya. Kali ini ada keluarga besar yang selalu ada untuknya. Mereka yang baru kenal terasa sangat akrab seperti sudah kenal bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


Lisa melihat kearah Kevin yang sedang mendengar Santoso berbicara. Pria itu adalah rekan hidupnya. Ia tidak pernah menyangka akan memiliki kehidupan seperti ini dengan Kevin sebelumnya. Akan memiliki anak dan menikah sampai setahun lebih. Pada awalnya Lisa hanya ingin menikah sesaat saja, demi membahagiakan mamanya. Tantangan dari pria ini untuk tidak berpisah selamanya sedikit membuat gentar hatinya saat itu. Tapi ketika melihat mamanya yang sakit saat itu. Ia pun mengatakan hal yang tidak terduga. Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan dicintainya.


Suatu proses perjalanan 1 tahun pernikahan yang luar biasa. Lisa tidak hanya belajar bagaimana cara menerima seseorang dalam hidupnya, tapi belajar bagaimana mengeluarkan semua emosi dalam hatinya. Tidak memendam masalah sendiri, karena bagaimana pun pernikahan bukan hanya satu orang yang berlayar. Tapi dua orang yang sedang mengemudikan kapal. Ombak, angin, badai dan arah tujuan semua harus dibahas bersama. Kapal yang dibawa mereka berdua bisa karam ditengah lautan apabila komunikasi diantaranya terputus.


Kevin terlihat adalah sosok pria sempurna bagi orang yang melihatnya. Pria tampan, pekerja keras, mempunyai usaha yang mapan dan memiliki keuangan yang sangat baik. Sosoknya yang tertutup dan keras diakui Lisa mempunyai dampak dalam kehidupan pribadinya. Sangat sulit menerima semuanya pada awalnya. Lisa yang keras kepala juga tidak mudah menerima Kevin dengan kepribadian seperti ini. Terkadang sikap arogannya dibawa dalam kehidupan pribadi mereka. Hal ini sulit diterima Lisa dan sangat dibenci oleh Lisa.


Lisa pernah berpikir untuk bercerai dengan Kevin. Ketika mamanya meninggal dan ketika mereka tidak berkomunikasi sama sekali selama 6 bulan lamanya pasca Lisa mengalami keguguran. Lisa mengalami krisis dalam kehidupannya. Benar-benar tidak ingin melanjutkan hidup bersama dengan orang keras seperti Kevin. Dukungan dari Caroline, Nancy, Santoso, Leo dan Cindy yang membuat Lisa bertahan. Jika hanya memikirkan Kevin sudah dipastikan ia tidak akan bertahan lama dengan hubungan ini.


Ketika itu Lisa hampir setiap minggu pergi bersama Nancy, Caroline dan Cindy. Ketika Caroline dan Cindy harus kembali ke Paris Lisa menghabiskan waktunya dengan Nancy. Setiap hari video call dengan Leo hanya untuk berdebat dengan hal-hal yang tidak penting. Ketika bersama mereka, walau hanya sekedar berbicara melalui telepon Lisa merasa ketenangan pikiran. Sejenak ia akan lupa dengan Kevin. Ketika sibuk bekerja ia juga lupa akan Kevin. Tapi ketika sudah sampai rumah dan secara kebetulan berpapasan dengan dirinya Lisa merasa kesal. Belum lagi ketika rapat kerja dan ada Kevin yang selalu ikut dalam rapat hal itu juga menganggu Lisa. Tatap mata Kevin yang tidak berhenti menatapnya selalu membuat Lisa gerah dan salah tingkah.


Saat ini mereka hidup berempat, Lisa sangat senang dengan kehadiran anggota baru dalam hidupnya. Apakah ia bisa sehebat mamanya dalam mendidik anak? Akankah anak-anaknya akan hidup bahagia dan jauh dari kesulitan seperti dirinya dulu?? Ini adalah pekerjaan rumah bagi Lisa untuk selalu membuat anak-anaknya bahagia. Jauh dari kata susah seperti yang ia alami dahulu. Bukan menyalahkan masa lalu dirinya, hanya saja jika bisa  lebih baik dari dirinya kenapa tidak.... Setiap orang tua ingin membahagiakan anaknya. Kalau melihat keuangan Kevin sepertinya Lisa tidak perlu terlalu banyak berpikir.


Kevin mendapati Lisa menatapnya dari tadi. Kevin berdiri dan menggantikan Caroline menyuapi Lisa.

__ADS_1


"ada sesuatu yang kamu inginkan??" tanya Kevin


Kata-kata ini diucapkan Kevin hampir setiap saat ketika mereka bersama dari mulai Lisa hamil. Kevin terbiasa dengan kata-kata ini karena Lisa yang setiap jam selalu menginginkan sesuatu. Baik itu makanan juga jalan-jalan. Kevin terbiasa degan hal itu selama 9 bulan ini.


Lisa menggelengkan kepalanya.... "aku hanya sedikit lelah" jawab Lisa


"kamu mau tidur???" tanya Kevin


"tidak.. sangat menyenangkan berkumpul seperti ini. Aku tidak ingin melewatkan momen seperti ini."


Kevin mengusap kepala Lisa. Lisa baru memperhatikan baju Kevin yang penuh noda karena ia menggendong Lisa yang sedang kontraksi tadi.


"sebaiknya kamu ganti pakaian. Aku sedikit mual melihat pakaianmu Mr K.." Lisa membuang pandangannya kearah jendela sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


Kevin baru menyadari pakaiannya kotor, langsung masuk kekamar mandi dan berganti pakaian yang dibawa oleh Nita.


__ADS_2