Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
saling bekerja sama


__ADS_3

"pantas saja nak, suamimu sangat hebat. Kepercayaan dirinya sangat kuat sama seperti dirimu." Rajak tersenyum puas.


Fatina memegang tangan suaminya "jika keluarga Sabrina ikut campur dengan usaha kita bagaimana??" Fatina tidak bisa menutupi rasa takutnya. Bagaimana suaminya berjuang mencari modal usaha tapi semua pintu seolah tertutup bagi mereka. Mencoba membuka toko kecil untuk berjualan pun berakhir mengenaskan.


"ibu tenang saja. Suami ku sangat hebat dalam bisnis. Khay bisa lepas dari Sabrina juga karena dirinya. Walau wajahnya menyebalkan seperti ini hatinya sangat baik. Sabrina tidak akan berani melakukan apapun kalau berhubungan dengan Sun Group." jelas Lisa


"benarkah??" Fatina ingin meyakinkan lagi walau tadi ia sudah mendengarkan hal yang sama. Rasa takut itu masih sangat besar menutupi hatinya.


"aku juga butuh bantuan ibu untuk merawat para anak nantinya, bantu pastikan para pengasuh melakukan hal yang baik kepada para anak. Aku tidak mau ada anak yang mendapatkan kekerasan ditempat ku. Jika hal itu terjadi, ibu boleh silahkan lapor kepadaku. Aku akan laporkan kepada pihak kepolisian. Aku tidak main-main untuk masalah yang satu ini." Lisa menjadi sangat serius ketika membahas mengenai anak-anak.


"baik" Fatina mengangguk. Wajah Lisa ketika serius sangat tegas dan terlihat mengintimidasi.


"terima kasih ibu.." wajah Lisa langsung berubah. Senyuman mengembang di bibirnya.


Kevin mengganti topik pembicaraannya "apakah kamu mau berkeliling sekarang??"


"tidak... ibu memberikan aku banyak makanan. Buah potong saja sudah habis oleh ku. " Besok saja, aku sudah sangat kenyang sekarang. Kata Lisa sambil melihat kearah piring yang sudah kosong tanpa sisa.


Kevin mengusap kepala Lisa "lantai 3 digunakan untuk para pengawal jika berkunjung kerumah ini. Lantai 2 adalah ruangan untuk kita dan juga untuk mami. Ayah dan ibu juga dilantai 2. Lantai 1 khusus untuk asisten rumah tangga dan ada juga kamar tamu. Total ada 10 kamar." Jelas Kevin.


"kenapa semua serba angka 10..." tanya Lisa


"aku suka dengan angka itu. satu itu berdiri degan  kokoh sedangkan angka 0 itu tidak terputus. Jadi angka 10 menurut ku adalah tetap berdiri koko tanpa terputus." jelas Kevin


"bukan kah bagi kalian angka 8 itu sangat baik, melambangkan keberuntungan??" tanya Lisa

__ADS_1


"papa sangat menyukai angka 8. Tapi aku lebih suka angka 10. Kamar apartemen, kamar hotel bahkan ruangan kerja semua di lantai 10."


"Oooh...." jawab Lisa sambil mengusap-usap perutnya yang tiba-tiba terasa ada gerakan.


"apa ada yang salah??" tanya Kevin


"tidak, aku merasa tiba-tiba mereka bergerak. Ini pertama kali aku merasa ada gerakan di perutku." jelas Lisa


"sudah berapa bulan" tanya Fatina


"masuk bulan ke 4 bu."


Kevin, Rajak dan Fatina banyak membahas mengenai rencana bisnis dengan Kevin. Lisa yang sudah kekenyangan menjadi sangat mengantuk. Ia tertidur di sofa tanpa disadari oleh mereka. Ketika Kevin menoleh kearah Lisa, istrinya sudah tidur dengan pulas. Kevin tersenyum melihat Lisa. Sejak hamil, istrinya sangat hobi makan setelah itu tidur. Jujur Kevin sangat senang melihat Lisa yang seperti ini. Seharian Lisa sibuk kuliah dan bekerja. Hal yang paling ditakutkan Kevin adalah ketika Lisa ingin mengunjungi perumahan yang sedang dibangun Home Run Ltd.


Mungkin Kevin yang terlalu berpikiran buruk. Ia merasa sangat mengerikan membiarkan Lisa diantara para pekerja bangunan. Jika ada orang jahat yang tiba-tiba melempar Lisa dengan batu bata atau dengan alat bangunan. Sejak Lisa hamil Kevin mejadi orang yang sangat mudah berimajinasi dengan hal-hal buruk yang mungkin terjadi kepada Lisa. Walau semua pikiran buruknya tidak pernah terjadi dalam 3 bulan berjalan kehamilan Lisa seperti apa yang dibayangkannya.


****


Tidur Lisa sangat pulas, sinar matahari sudah masuk ke kamar tidur, tidak membuatnya bangun. Kevin yang berkali-kali sudah mencoba membangunkan Lisa, hanya mendapat jawaban "sebentar lagi..." kemudian ia tertidur lagi. Kevin yang sudah hampir menyerah membangunkan Lisa, tiba-tiba Lisa duduk. Rambutnya masih acak-acakan.


"Pak Utomo sudah sampai?? kenapa kamu tidak membangunkan ku.."


"aku sudah membangunkan mu sayang..."


Lisa menatap Kevin dengan tatapan tidak percaya. Lisa selalu bangun ketika ada yang membangunkannya, Kevin mengatakan sudah membangunkannya, benar-benar tidak mungkin ia tidak terbangun.

__ADS_1


"maaf, salahku tidak membangunkan mu." kata Kevin tanpa rasa penyesalan. Ia merasa tidak salah kali ini karena memang sudah membangunkan Lisa sebelumnya


"kamu tidak tulus, aku tidak mau melihatmu hari ini." kata Lisa ketus sambil bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"sayang...."


Lisa mengabaikan Kevin yang memanggilnya. 'Pria ini benar-benar membuatnya kesal.' batin Lisa marah kepada Kevin


Ketika mandi Lisa baru mengingat semuanya, Kevin memang sudah membangunkan dirinya berkali-kali. Tapi jiwa malasnya benar-benar menguasai pikiran dan tubuhnya sehingga ia malas untuk bangun. Lisa mengintip dari pintu kamar mandi, mencari keberadaan Kevin. Untungnya tidak ada dia dikamar ini. Akan sangat memalukan apabila melihat dirinya sekarang, sudah memarahinya karena kesalahan yang tidak diperbuat olehnya.


Lisa keluar dari kamar mandi benar-benar tidak menemukan Kevin. Lisa segera berpakaian dan menghubungi Kevin


"sayang,,, kamu dimana??" kata Lisa  seolah tidak pernah ada masalah.


Kevin yang menunggu Lisa diluar pintu kamar bisa mendengar suara Lisa menyebut namanya dengan cara yang menyenangkan di telinganya. Kevin membuka pintu kamar dengan ponsel yang masih diletakkan di telinganya.


Lisa berbalik badan dan langsung mendatangi Kevin sambil mengangkat kedua tangannya. Kali ini Kevin sudah paham maksud Lisa yang minta digendong oleh Kevin untuk turun ke lantai 1. Kevin tidak berani berkata apapun kepada Lisa, ia hanya diam dan mengikuti keinginan istrinya.


Lisa tahu dirinya bersalah. Lisa dalam gendongan Kevin seperti anak kucing kepada induknya. Pagi ini dia sudah marah, selesai mandi emosinya berubah. Lisa menjadi sangat manja dan sangat lucu bagi Kevin. Kevin memberanikan diri mencium kening Lisa.


"maafkan aku sudah membuatmu kesal tadi, aku tidak akan mengulanginya." kata Kevin dan kali ini dengan wajah bersalah.


Lisa mengangguk dan mencium pipi Kevin "aku juga minta maaf sudah marah kepadamu tadi."


"jangan marah kepadaku lagi ya.... aku tidak mau kamu berkata jangan menemui mu. Satu jam saja sulit bagiku apalagi seharian tidak melihatmu." jangan siksa aku dengan perkataan itu lagi ya.

__ADS_1


Lisa hanya mengangguk dengan wajah cemberut sedih.


Hati Kevin menjadi sangat damai, sejak hamil Lisa selalu berubah-ubah sikapnya. Dalam satu jam bisa berubah sikapnya. Kali ini Kevin mungkin tidak mengetahui kalau Lisa merasa bersalah karena memang Kevin tidak berbohong kepadanya.


__ADS_2