
Lisa masih terpesona dengan pemandangan dari lantai 50. Kevin datang memeluk Lisa dari belakang.
"Apa kamu hanya terpesona dengan pemandangan diluar sana???" bisik Kevin ditelinga Lisa
"ia...sangat luar biasa, aku sangat menyukai ketinggian." Lisa menjawab Kevin tanpa menaruh curiga dan tetap fokus dengan pemandangan didepannya.
Kevin mencium telinga Lisa, "kamu tidak menyukai aku??"
Lisa merinding dengan ciuman Kevin. "apakah kamu tidak bisa membuatku menikmati pemandangan ini???"
"tidak, karena aku ingin menikmati suasana romantis dengan istriku." Kevin menyergap Lisa dan menggendongnya seperti sekarung beras dan menjatuhkan Lisa dengan lembut ketempat tidur.
Lisa menjadi sangat gugup, Lisa masih trauma dengan kejadian malam pertama dengan Kevin. Lisa merinding melihat Kevin
"kamu,,,,, kamu......" Lisa mundur kebelakang walau Kevin sudah mengunci gerak Lisa dengan kedua lengannya.
Kevin tersenyum melihat Lisa yang terlihat takut melihat dirinya. "tidak akan ada apa-apa. Aku hanya butuh tidur. 3 minggu kamu mengabaikan ku. Aku hanya tidur 3 jam tiap hari." Selesai bicara Kevin merebahkan kepalanya didada Lisa dan tertidur.
Detak jantung Lisa tidak teratur, nafas Lisa naik turun. Pria ini benar-benar pandai membuat dirinya malu, senang, marah dan salah tingkah hanya dalam satu tindakan saja. Lisa menarik nafas panjang. Perasaannya lega, Kevin tidak melakukan apapun kepadanya. Lisa merasa malu, beberapa menit yang lalu ia perasa memprovokasi Kevin. Tapi beberapa menit kedepan ia seperti seekor kucing yang takut akan air. Benar-benar memalukan.
Lisa mendorong tubuh Kevin kesamping, Pria ini benar-benar tertidur dengan pulas. Lisa ingin bangkit dari tempat tidur dan menyelesaikan laporan. Kevin menggenggam tangannya "jangan pergi" kata Kevin singkat.
Mata Kevin memerah, sepertinya ia benar-benar sangat mengantuk sekarang. Lisa tidak tega melihatnya. Lisa membuka dasi dan jas Kevin agar ia bisa tidur lebih nyenyak. Kevin bergerak memeluk tubuh Lisa yang sedang duduk ditempat tidur. Lisa lagi-lagi dikunci Kevin dengan kedua lengannya.
"kalau kamu menginginkan lebih, aku bisa melakukannya sekarang." kata Kevin dengan mata berapi-api.
Lisa menggeleng dengan cepat. "tidak....tidak....aku hanya mau membuat kamu tidur lebih nyaman. Tidak ada maksud lebih dari itu." Lisa berkata dengan gugup. Tapi apapun perkataan sia-sia, Kevin sudah menanggapi dengan serius semua perbuatan Lisa
"tenang saja, kali ini aku akan lakukan lebih perlahan." bisik Kevin
Walau bisikan Kevin terdengar lembut masuk ketelinga Lisa, tapi apa yang dikatakan berbeda dengan kenyataannya.
__ADS_1
****
Lisa terbangun, langit sudah gelap. Badan Lisa merasakan sakit. Walau tidak sesakit ketika pertama kali melakukan dengan Kevin. Tapi tenaganya benar-benar terkuras karena pria ini. Kevin masih tidur didepan Lisa. Wajah mereka berhadapan. Bulu mata yang lentik, bibir kemerahan, kulit mulus tanpa terlihat pori-pori, benar-benar tipe idaman semua wanita memiliki kulit seperti Kevin
Lisa tergoda dengan bibir Kevin. Lisa mencium bibir Kevin perlahan agar tidak membangunkannya. Sayangnya ketika Lisa melakukannya, Kevin membuka mata.
"kamu mengagumi bibir suamimu???" tanya Kevin
Lisa membalikkan badannya, ia sangat malu Kevin berkata seperti itu seolah-olah dia seperti wanita mesum. Kevin mencium leher Lisa sambil tersenyum licik.
"apakah aku sudah bisa mendapatkan jawab dari pertanyaan ku sebelumnya...."tanya Kevin
Lisa berpikir sejenak, pertanyaan Kevin yang mana yang belum dijawabnya. Tapi ia tidak menemukan apapun dari pikirannya. Lisa memberanikan diri menanyakan kepada Kevin.
"apa itu???" tanya Lisa balik
"ini pertanyaan yang kesekian kali aku tanyakan, apakah kamu mencintaiku???"
"berapa lama lagi aku harus menunggu??" bisik Kevin
Lisa diam, diam adalah jawaban Lisa menanggapi pertanyaan Kevin.
"apakah ada sesuatu yang salah???" tanya Kevin
Lisa menggelengkan kepalanya pelan dan tidak menjawab apapun.
"Apa kamu tahu aku sangat mencintaimu?"
Lisa diam lagi, tubuhnya tidak merespon sama sekali. 'waktu' hanya itu yang bisa dijawab hati Lisa. Untuk saat ini ia hanya perlu meyakinkan semuanya. Memastikan bahwa apa yang hatinya rasakan kepada Kevin dan semua hal tentang Kevin kepadanya adalah murni karena perasaan cinta.
"baiklah, mari kita tidur lagi, aku sangat lelah beberapa minggu ini." Kevin kembali memejamkan matanya dan memeluk Lisa yang masih memunggunginya.
__ADS_1
"apakah sepenting itu jawaban dariku???" tanya Lisa
"tentu saja penting. Menurut kamu apakah seorang gadis mau tidur dengan seorang pria tanpa ikatan suami istri???"
"kalau kamu tanya aku, jawabnya tidak. Tapi diluar sana banyak yang melakukannya." jawab Lisa.
"berarti kamu spesial. Kamu tipe wanita yang menghargai diri sendiri. Apa alasan kamu tidak mau melakukan nya???"
"tentu saja, seseorang perlu kepastian. Bisa saja dia bilang akan bertanggungjawab setelah melakukan hal itu. Tapi kemudian, setelah mereka melakukan hal tersebut tiba-tiba sang pria meninggalkannya bagaimana dengan wanita itu.... Kalau dia hamil bagaimana pertanggungjawaban nya. Aku rasa itu jawabannya"
"lalu apa hubungan dengan pertanyaan pertama tadi??" tanya Lisa balik.
"Semua hal didunia ini butuh pengakuan. Aku dan kamu statusnya adalah sebagai suami-istri. Bagaimana pengakuan yang memperkuat hal itu?? Pertama adalah akta nikah kita dan yang kedua adalah perasaan kita dua. Hal pertama sudah kita lewati. Lalu masuk fase berikutnya. Aku ingin mendapatkan pengakuan perasaanmu kepadaku." jelas Kevin
"bagaimana jika kamu tidak pernah mendapatkan pengakuan dariku.???"
"tidak mungkin, suatu hari pasti kamu akan mengatakannya. Kapan pun itu aku akan menunggumu."
Perkataan Kevin masuk kehati Lisa dengan hangat. Memang benar setiap orang butuh pengakuan. Tidak hanya pengakuan bahwa perasannya tidak bertepuk sebelah tangan. Hubungan mereka juga dikuatkan dari segi hukum. Jadi masing-masing pihak akan lebih bertanggung jawab dengan hubungan mereka.
Lisa kembali diam, matanya melihat kearah luar jendela. Lampu dari gedung pencakar langit membuat suasana menjadi lebih romantis.
"aku minta kamu jangan terlalu lama menjawab pertanyaan ku. Karena aku sudah tidak sabar."
Lisa diam tidak menjawab.
"jangan terlalu berharap banyak pada ku " jawab Lisa.
Kevin mencium leher Lisa. "bagaimana aku tidak berharap banyak pada ibu calon anak-anakku"
Pikiran Lisa semakin menerawang jauh. Pria ini benar-benar banyak tuntutan. Ia ingin agar Lisa menjawab perasaan cintanya. Masalah ini masih berat menjawabnya. Belum lagi pria ini minta Lisa memberikan keturunan untuknya. Lisa belum siap dengan semuanya. Tapi kebiasaan Lisa adalah sulit mengungkapkan perasaannya kepada Kevin. Banyak hal yang ditakutkan Lisa. Terlalu banyak pertimbangan yang tak berujung dihidup Lisa.
__ADS_1