Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
selamat bergabung


__ADS_3

Lisa berjalan dengan senang ke tempat duduknya. Sabrina masih berdiri menatap Khay dengan tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


"semuanya kembali ke posisi masing-masing." perintah Lisa. Semua orang kembali ke posisi masing-masing. Sabrina masih terus memandangi Khay.


Kevin menatap Sabrina sambil melihat kearah kursinya memberikan tanda agar ia mendengar instruksi istrinya duduk kembali agar rapat segera dimulai.


Setelah melihat semua peserta rapat duduk Lisa berbicara "Khay, mulai sekarang kamu harus bekerja sama dengan Edwin karena berikutnya kamu akan bertanggung jawab dengan proyek ini dalam perusahaan kita dan melaporkannya kepada ku dan Kevin."


Khay mengangguk "baik bu" jawab Khay yang duduk disebelah Kevin


"ha..." Sabrina tersenyum tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, beberapa hari yang lalu mantan tunangannya mengakui kalau ia memiliki perasaan kepada Lisa. Sekarang mendengarkan Khay menjawab perintah Lisa seperti tidak ada masalah dengan perasaan sama sekali. Pria ini apa yang diinginkannya sekarang. Jangan-jangan ini hanya suatu cara agar ia bisa lepas dari dirinya.


Rapat dengan One Future Ltd lebih santai dari yang perkiraan Lisa, setidaknya ia sudah bisa bernafas lega Khay tetap berada didalam proyek ini.


"kakak senior, setelah makan siang ada rapat internal aku harap kamu bisa hadir." kata Lisa sambil menepuk lengan Khay.


"walau kamu sudah bergabung di perusahaan ini tolong jaga jarak dengan istriku." Kevin merangkul Lisa dan membawanya keluar dari ruangan rapat. Lisa masih menyempatkan melambaikan tangan walau pandangannya tetap kearah depan. Kevin menepis tangan Lisa dan memegangnya agar Lisa tidak melakukan interaksi dengan pria itu.


"suami...aku ingin makan mie daging pedas"ย  Lisa menyandarkan kepalanya di lengan Kevin.


"baiklah....semua keinginan istri adalah hal utama dalam hidupku." kata Kevin sambil mengusap kepala Lisa


Hati Lisa sangat senang. Selama beberapa hari di London ia selalu memikirkan bagaimana nasib Khay dan keluarganya. Kevin tidak ada memberikan informasi apapun mengenai Khay. Lisa mendapatkan informasi dari pengawalnya kalau keluarga Khay masih tinggal dirumah mereka di desa bunga. Selama berapa lama Lisa belum ada mendapatkan informasi lebih lanjut.


Suaminya ternyata tidak sedingin yang diperkirakan nya. Ia memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan suatu masalah. Kesan awal seperti tidak memperdulikannya, tapi ternyata dibelakangnya ia menyusun rencana yang baik untuk menyelesaikan semua masalah.


*******


Sementara diruangan rapat, Khay yang akan meninggalkan ruangan rapat dicegat oleh Sabrina.


"aku harus pergi, ada banyak hal yang harus aku selesaikan." jelas Khay

__ADS_1


"sebentar saja.." pinta Sabrina


"bukan kah semua sudah aku jelaskan kepadamu dan kedua orang tuamu??"


"tidak bisakah kau mengingat semua hal yang sudah kita lakukan selama ini. Kamu tahu keluargaku sangat menyukaimu, jika kita bersama bukankah itu hal baik." bujuk Sabrina


"aku bukan seseorang yang bisa mengikuti semua keinginan mu. Aku hanya orang kecil yang tidak memiliki apapun. Tidak memiliki harta yang bisa membahagiakan mu. Tidak ada yang bisa kau banggakan dariku.ย  Pria lain diluar sana aku tahu banyak yang menyukaimu dan mereka jauh lebih baik dariku." kata Frans lirih


Sabrina menangis sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "tidak bisa kah kau melupakan semua hal jahat yang sudah aku lakukan..."


"aku sudah melupakan semuanya. Tapi untuk kembali berhubungan, aku rasa tidak bisa lagi..."


Khay mendekat kearah Sabrina "terima kasih untuk semuanya, terima kasih sudah menemaniku selama bertahun-tahun ini. Aku tidak bisa membalas apapun. Aku hanya bisa berdoa agar kau bisa bertemu dengan seseorang yang lebih mengerti dirimu." Khay memegang pundak Sabrina dan berjalan keluar dari dalam ruangan rapat.


*****


Jam 2 siang jadwal rapat internal perusahaan. Semua bagian dalam perusahaan mempresentasikan mengenai pencapaian dan rencana pengembangan perusahaan di tahun depan. Ketika bagian Riset dan pengembangan memberikan pencapaian dan rencana di tahun depan, Khay berdiri menyampaikan persentasenya.


Lisa melihat Kevin yang masih fokus dengan persentase Khay. Lisa mengirimkan pesan kepada Kevin


Kevin mengeluarkan ponselnya yang bergetar dari saku jasnya, melihat ada pesan masuk dari Lisa. Kevin menoleh kearah Lisa dan membalas pesannya


'itu posisi yang cocok untuk dirinya.'


'kenapa.... ,๐Ÿง'


'karena dia suka dengan penelitian pasar'


Lisa mengangguk dan meletakan ponselnya lagi keatas meja. Kevin yang melihat Lisa sudah meletakkan ponselnya, ia pun memasukkan kembali ponselnya kedalam jas.


Khay menjelaskan program kerjanya, Kevin menanyakan pertanyaan bertubi-tubi kepada Khay dan menyanggah semua data yang diberikan oleh Khay. Kevin membuka data dari laptopnya kalau apa yang disampaikan Khay tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di pasar. Khay awalnya terdiam dengan semua penyataan darinya yang disangkal oleh Kevin. Khay meminta waktu beberapa menit untuk memastikan semuanya.

__ADS_1


"kamu aku gaji untuk menjadikan perusahaan ini berjalan dengan baik. JIka menunggumu memastikan semuanya, perusahaan ini akan hancur dahulu baru kamu dapat solusi." Kevin tersenyum menyindir


Lisa merasa de javu dengan semua keadaan sekarang, awal ia bekerja di perusahaan ini juga harus mengahadapi perang argumen dengan Kevin. Lisa mengambil ponselnya dari meja dan mengirim pesan lagi kepada Kevin


'berhenti menyerang dia habis-habisan ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค'


Kevin merasakan ponselnya bergetar langsung mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan melihat kearah Lisa. Lagi-lagi istrinya mengirimkan pesan.


'kenapa...


"kamu membuat dia kebingungan ๐Ÿคจ'


'jika ia orang yang pantas bekerja di Growth Ltd maka dia harus buktikan


'kamu bisa menjatuhkan dirinya ๐Ÿคฏ'


'tidak akan'


Jawaban Kevin tidak sesuai dengan keinginan Lisa. Lisa tidak sadar mencampakkan ponselnya kemeja membuat semua orang melihat kearah Lisa. Lisa tidak memperdulikan pandangan mata yang tertuju kepadanya. Orang berpikiran kalau Lisa marah karena Khay terlalu lama menjawab pertanyaan Kevin.


"maaf bu.." kata Khay sambil menundukkan kepalanya kearah Lisa. Lisa tersenyum dengan merasa bersalah "tidak apa-apa.


Kevin menggenggam telapak tangannya dan menutupi mulutnya menahan tawa. Wajah istrinya sangat manis dan lucu ketika sedang merasa serba salah.


Lisa sudah tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang menyudutkan seniornya.


"Aku yakin kamu bisa menjawabnya. Jangan merasa seseorang yang berbicara dengan kedudukan lebih tinggi, maka perkataannya adalah benar Percaya saja dengan data yang kamu yakini kebenarannya." kata Lisa sambil melirik kearah Kevin. Lisa ingin menunjukkan kalau saat ini ia melawannya secara terang-terangan.


Khay mengangguk melihat kearah Lisa. Kepercayaan dirinya bangkit. Ia bukan tidak bisa menjawab pertanyaan Kevin, hanya saja karena Marasa pertanyaan bertubi-tubi membuat Khay merasa gugup.


Khay menjawab pertanyaan Kevin dan Kevin semakin menggila memberikan pertanyaan kepada Khay. Istrinya memberikan dirinya semangat membuat dirinya pun semakin semangat mengetahui sejauh mana kakak senior yang dibanggakan Lisa waktu kuliah dulu.

__ADS_1


Diujung pertanyaan Kevin bertepuk tangan dan berjalan menghampiri Khay "selamat bergabung di Growth Ltd. Kamu pantas menjadi bagian dari perusahaan ini." Kevin bersalaman dengan Khay dan menepuk pundaknya. Sambil tersenyum bangga kepada Khay.


Lisa bernafas lega... akhirnya Kevin menghentikan kegilaannya mengintimidasi Khay. Semua orang berdiri dan bertepuk tangan menyambut kehadiran Khay di bagian Riset dan Pengembangan Growth Ltd.


__ADS_2