Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
menanti jawaban.. 2


__ADS_3

"kamu tahu aku sangat malu mengatakan semuanya, apa kamu akan menganggapku seperti orang bodoh." Lisa merebahkan lagi kepalanya, wajah Lisa menghadap wajah Kevin. Lisa mengusap dengan lembut pipi Kevin.


"aku tidak bisa mengatakannya, bagaimana ini.... Apa kamu akan kecewa padaku?"


Kevin tetap diam dan tidak ada reaksi sama sekali.


Lagi-lagi Lisa menarik nafas panjang, ia sangat kesal dan sedih kenapa Kevin tidak ada respon sama sekali.


"apa kamu tahu, aku takut jatuh cinta. Aku takut menyukai seseorang, kedua orang tua sudah tidak ada lagi. Padahal aku sangat mencintai mereka. Khay juga dulu aku menyukainya, tapi ia pergi meninggalkan ku demi wanita lain. Apakah sekarang jika aku mengatakan perasaan ku kepadamu kau akan meninggalkan ku juga?Lebih baik kamu menganggap ku sebagai seorang pengecut."


Lisa memejamkan matanya, tapi ia tetap tidak bisa tidur. Lisa merasa tugasnya belum selesai jadi pikirannya masih membuat matanya tetap. Lisa kembali duduk dengan tegap.


"Mr K, kenapa kamu terus saja menyiksaku walaupun kamu sedang sakit sekarang. Benar-benar menyebalkan." Lisa mengomel kepada Kevin yang tidak bergerak sama sekali.


"aku mau tidur, jadi berhentilah bermain-main kepalaku." protes Lisa kepada Kevin


Lisa berbaring ditempat tidur sebelah Kevin, memakai selimut kemudian memandang wajah Kevin yang tenang.


Lisa memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur. Ia mulai mencoba menghitung domba yang melompati pagar, ia menghitung sampai rahangnya lelah. Tapi tidak ada hasilnya. Lisa duduk dan kemudian berjalan keluar. Ia melihat A berdiri diluar, "apa kalian mau minum kopi??"


"tidak perlu repot-repot nona." A menjawab.


"aku tidak merasa repot, hanya saja tengah malam begini pesan teh susu hanya 1 gelas rasanya aku menjahati penjaga toko dan pengantar makanan." jelas Lisa

__ADS_1


A mengangguk paham dengan maksud perkataan Lisa. Lisa memberikan ponselnya. Aku sudah memesan teh susu dan sandwich. Kalian pilih saja mau makan apa, ponselnya nanti serahkan padaku lagi Jika ada yang tidak memesan makanan dan minuman, gajinya akan aku diskon 20%." ancam Lisa


Wajah serba salah terlihat diwajah pengawal Lisa. Tapi Lisa tidak mau tahu. "ada berapa orang yang bertugas malam ini??" tanya Lisa


"ada 25 orang nona." jawab A.


"oke." jawab Lisa singkat sambil menutup pintu kembali. Lisa melihat kearah luar jendela. Terlihat ada pengawal yang berjalan sekitar rumah sakit. Lisa mengenalinya dari jaket yang dikenakan dan tipe bluethoot yang mereka gunakan. Pintu ruangan kamar Kevin diketuk, A masuk kedalam dan memberikan ponselnya. Hanya 3 menit waktu mereka butuhkan. Lisa melihat pesanannya kemudian tersenyum, americano panas 20 dan 5 caramel latte panas dari pesanan dapat dlihat hanya 5 orang yang berjiwa muda.


Lisa menyerahkan kembali ponselnya, "pesanannya lagi jalan. Tolong bantu ya...."


"siap, nona."  A kembali keluar ruangan sambil menutup pintu


"aku baru pesan makanan, kalau kamu tidak bangun juga aku tidak bisa jamin tubuhku akan tetap langsing seperti ini." ancam Lisa


30 menit menunggu pesanan Lisa sampai, A mengetuk pintu ruangan Kevin sambil menyerahkan pesanana Lisa dan ponselnya.


"apa semua sudah mendapatkan pesanannya???" tanya Lisa


"sudah nona, kami semua mengucapkan terimakasih." jawab A


"seharusnya aku yang mengucapkan terimakasi kepada semuanya. Kalian jadi kurang tidur dan harus berjaga diudara terbuka yang dingin. Aku harap kalian semua menjaga kesehatan."


"baik nona."

__ADS_1


"tolong sampaikan kepada semuanya, terima kasih sudah menjaga kami." kata Lisa sambil membungkukkan badannya


A lagi-lagi merasa sungkan, bos wanitanya terlalu sopan kepadanya dan terlalu baik mentraktir snack malam hari ini.


"kami juga berdoa agar pak Kevin kembali sadar dan cepat sembuh."


"terima kasih semuanya." mata Lisa berkaca-kaca, semua orang yang ada disekelilingnya begitu mendukung dan mendoakan mereka dengan setulus hati. Lisa merasakan mereka seperti keluarga kedua baginya. Selalu menjaganya dan menemaninya kemana pun ia berjalan. Walau awalnya sangat menyebalkan, tapi belakangan ini Lisa merasa terbiasa dengan kehadiran mereka. Mereka juga sudah bisa besikap luwes kepada Lisa. Tidak terlalu kaku seperti awal mereka bersama Lisa.


Lisa mengangkat kedua tangannya dan melakukan peregangan. Suasana hatinya pun kembali senang setelah makan. "aku sudah kenyang dan aku sangat senang. Saldo di aplikasi uang digitalku berkurang, sebaiknya kamu cepat  bangun dan mengisinya kembali. Kalau uang ku habis bagaimana aku bisa mencintaimu." Kata Lisa dengan wajah cemberut.


Lisa seperti melihat jari  telunjuk Kevin bergerak. Lisa memperhatikannya lagi, tidak ada respon. Apa karena dia mengantuk, sehingga salah melihat jari Kevin bergerak. "sepertinya karena kenyang aku mengalami masalah dengan pengelihatanku,."


"aku rindu rumah, cepatlah sadar kita pulang kerumah." Lisa menarik ujung lengan Kevin.


"Aku berjanji kalau kamu sadar berapa kali kamu ingin dengar aku berkata aku mencintaimu akan aku katakan sampai kupingmu panas terbakar karena perkataanku."


Lisa berbicara tanpa beban, padahal beberapa menit yang lalu ia sudah merasakan kesulitan bicara dengan Kevin, setelah perutnya terisi penuh. Lisa langsung menganggap kalau hal itu bukan hal yang ditakutkan. Katakan saja, bukankah Kevin saat ini tidak sadarkan diri. Tidak ada jaminan kalau ia mendengar perkataan Lisa sekarang.


"Kamu tidak iri melihat mereka berdua?Sekarang mereka sudah jadi pasangan. Akhirnya si playboy bertemu dengan nona kelincinya. Memang kita berempat sekarang, tapi aku rasa sekarang aku yang menjadi nyamuk diruangan ini. " Lisa menghembuskan udara dari mulutnya


"aku ingin seperti mereka, aku ingin bermanja denganmu. cepatlah bangun." Semalaman Lisa mengoceh kepada Kevin yang tidak meresponnya sama sekali. Karena kelelahan Lisa pun tertidur sambil duduk dan merebahkan kepalanya ditempat tidur Kevin.


Malam sangat tenang, kedua pasangan itu lelap dalam tidur. Lisa baru tertidur jam 4 subuh. Semua hal diceritakannya kepada Kevin, dari hal yang paling penting sampai hal yang tidak penting. Semoga besok pagi aku mendapatkan kabar baik doa Lisa sebelum lelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2