
Lisa memperhatikan jalan pulang menggunakan jalur yang tidak biasa. "mau kemana kita?" tanya Lisa
"bulan madu" jawab Kevin singkat.
"Mr. K. Ada yang salah dengan kamu?" Lisa melihat Kevin dengan heran, bagaimana mungkin pergi berbulan madu tanpa ada persiapan.
"pesawat kita akan berangkat jam 7 malam." Kevin melihat jam tangannya, "masih ada waktu 1,5 jam lagi." Kevin bicara sangat santai.
"astaga.... kamu ini, kalau mau pergi ya harus membawa baju. Dan perlengkapan apapun aku tidak bawa."
Kevin mencubit pipi Lisa dengan gemas "sudah disiapkan semua, kalau tidak salah, seharusnya mereka sudah sampai di bandara sekarang."
Lisa melepaskan tangan Kevin dari pipinya, memang tidak terasa sakit. Hanya saja Lisa merasa Kevin membuatnya seperti anak kecil. "bagaimana jika pakaian yang dibawa tidak sesuai dengan keinginanku??" protes Lisa
Kevin tersenyum "ya, kita beli saja," Kevin mengelus rambut Lisa "jangan terlalu dipikirkan."
Kevin dan Lisa sampai di bandara tepat 30 menit sebelum pesawat lepas landas. Nita sudah menunggu dengan dua koper besar berwarna pink dan hitam. Nita menyerahkan koper itu kepada Lisa dan Kevin dan berkata "semoga tuan dan nyonya sampai ketempat tujuan dengan selamat, dan segera mendapatkan keturunan yang lucu.."
Lisa merasa malu mendengar perkataan Nita, "bibi ini....."
Lisa belum selesai bicara Kevin memotong pembicaraan Lisa "terima kasih atas doanya..." Kevin tersenyum senang. Kemudian menggandeng Lisa untuk check in, kemudian masuk kedalam pesawat.
Lisa melambaikan tangan kepada Nita dan Andi yang mengantar kepergian mereka. Lisa melihat kedua pengawalnya juga mengikuti mereka dari belakang. Lisa menunjuk mereka berdua kearah kemudian melihat kearah Kevin.
Kevin tersenyum "bagaimana pun aku ingin keamanan kita terjaga."
"tapi kamu tidak adil, bagaimana mungkin kamu membawa pengawal aku tapi tidak membawa anggota yang membantu di rumah, benar-benar perhitungan sekali kamu Mr. K. Sindir Lisa.
Kevin hanya tersenyum dan memperkuat rangkulannya.
Didalam pesawat, Lisa baru kali ini masuk keruangan VIP. "WAH.." Lisa meremas lengan Kevin. Akhirnya ia bisa merasakan naik pesawat di ruangan VIP. Ketika melihat disekitarnya ternyata semua orang yang tidak asing lagi baginya. Bukankah beberapa orang yang ikut ini adalah pengawal Kevin ada Frans juga ikut di rombongan mereka.
Lisa berbisik kepada Kevin, "kamu yakin dengan semua ini? Buka kah terlalu berlebihan?" tanya Lisa
__ADS_1
"sudah, mari kita duduk." Kevin mengajak duduk di bangku nya. Kevin menunjukkan cara menggunakan tombol pada kursinya. Lisa sangat menikmati fasilitas dan makanan di pesawat.
Kevin tidak melepaskan genggaman tangan Lisa. Membuat Lisa kesulitan ketika akan makan. Pria ini kalau sudah tidur dengan posisi memeluk atau menggenggam tangan Lisa tidak akan pernah bisa dilepaskan dengan mudah. Lisa menggoyang-goyang kan lengan Kevin.
Kevin membuka matanya. "kenapa...."
Lisa memajukan bibirnya karena kesal "aku mau makan, kamu memegangi tangan ku seperti polisi memegang penjahat."
Kevin melihat tangan kanan Lisa ya digenggamnya. "maaf...kamu makan saja dulu." sambil melepaskan tangan Lisa.
Lisa dengan cepat menarik tangan nya dan makan dengan lahapnya. Lisa melihat makanan Kevin, "kamu tidak makan?? " tanya Lisa
"melihat kamu makan, sudah membuatku kenyang."
Kata-kata Kevin sangat tidak enak didengar. Lisa mengambil potongan ayam besar dan memasukkan ke mulut Kevin dengan paksa. "buka mulut."
Kevin ingin menolak, tapi melihat tangan kanan Lisa yang terluka tadi, ia membuka mulutnya juga. Tidak baik mencari masalah dengan istrinya. Kevin memegang tangan Lisa dan menciumnya. "maaf...." kata itu meluncur begitu saja dari mulut Kevin.
Frans menahan ketawa melihat bosnya disindir oleh istrinya. Baru kali ini Frans melihat bosnya begitu mengalah dan sabar. Frans menutup wajahnya dengan selimut, agar bosnya mengetahui dia menertawakan nya.
Lama penerbangan 12 jam lebih. Kevin dan Lisa sampai di tujuan.
Lisa tampak kelelahan turun dari pesawat. Ini pertama kali ia naik pesawat sejauh ini. Dimana sekarang, Lisa pun tidak tahu. "dimana ini..."
"Okinawa"
"oh." Jawab Lisa singkat.
Kevin mengerutkan keningnya, bukan kah Lisa sangat ingin pergi ke Jepang. Reaksinya sangat tidak terduga. "kamu tidak suka..." tanya Kevin ragu
Lisa hanya menaikkan bahunya. Perjalanan selama ini hanya untuk ke Okinawa?? Lisa benar-benar tidak habis pikir dengan Kevin.
Dalam perjalanan ke hotel Lisa bertanya "kita datang kesini untuk apa??"
__ADS_1
"Bukankah sudah jelas, kita akan berbulan madu."
"oh...". jawab Lisa singkat.
Kevin memutar badannya kearah Lisa. ' Apa ada yang salah dengan istrinya? Bukan kah ia sudah mengetahui alasan mereka ada disini, kenapa mempertanyakan lagi....batin Kevin.'
Lisa merasa terjebak, mengikuti ketempat bulan madu yang seharusnya menyenangkan, tapi ini malah membuat nya merasa lelah yang luar biasa. Lisa begitu malas melihat Kevin, ia melihat kearah luar jendela. Hamparan pantai berwarna biru dan pasir putih benar-benar memanjakan mata.
"lihat.... pantai nya cantik sekali, " Lisa begitu semangat berbicara kepada Kevin.
"Okinawa Jepang memang terkenal memiliki pantai terindah di dunia."
Lisa menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya. "ini di Jepang??? Benarkah? "
"Bukankah dari tadi sudah aku katakan kita sudah sampai di Okinawa."
Lisa menertawai dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa lupa kalau Okinawa ada di Jepang. Ini pasti karena terlalu lama didalam pesawat, membuatnya jadi bodoh.
Kevin mengelus kepala Lisa. Sambil tersenyum. Gadis ini benar-benar lucu pikir Kevin
Sampai di kamar hotel, lantai dan tempat tidur bertabur kelopak bunga mawar merah. Lisa cemberut melihatnya. "hotel ini tampak mewah, tapi sangat jorok. Bagaimana mungkin meletakkan sampah diatas tempat tidur?"
Kevin menahan tawa melihat kepolosan istrinya. Sebenarnya semua dipersiapkan Kevin agar bulan madunya berjalan romantis. Tapi diluar perkiraan, Lisa adalah wanita yang tidak romantis. Semua panduan bulan madu yang dibaca Kevin nampaknya sia-sia belaka. Istrinya malah beranggapan semua ini adalah sampah. Tanpa banyak bicara, Kevin menghubungi pihak hotel agar membersihkan kamar tidur nya.
Lisa masuk kedalam kamar mandi. Di bak mandi, sudah bertabur mawar merah yang dibuat dengan gambar ❤️
Lisa berendam dalam bak mandi, Lisa mencium aroma mawar yang menyegarkan. Benar-benar liburan yang menyenangkan.
Lisa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi. Ruangan kamar sudah bersih. Tidak ada lagi kelopak bunga mawar yang berserak dilantai dan tempat tidur. Kevin tidak ada diruangan. Lisa tidak berusaha mencari dan segera memakai pakaian.
Lisa mencari koper, tapi tidak menemukan isinya. Ketika Lisa membuka lemari pakaian, bajunya sudah tersusun rapi. Lisa berbicara pada dirinya sendiri. "wah hebat sekali..bahkan pakaian bisa masuk lemari sendiri."
Lisa segera berpakaian dan pergi keluar hotel. Diluar hotel pantai biru membentang sangat indah. Lisa melepas sendalnya kemudian duduk dipasir sambil menikmati udara segar dari pantai dan suara gemuruh ombak.
__ADS_1