Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
masa lalu Kevin


__ADS_3

Kevin berlari kerah kamar mandi...dan benar dugaannya, Lisa sudah tertidur dengan tenangnya. Air sudah hampir dingin, bagaimana bisa ia tertidur. Sikat gigi masih dipegang erat ditangan kanannya.


"aku bisa gila karena mu..." kata Kevin sambil mengangkat Lisa dari bak mandi. Membaringkannya di sofa dan menutupi tubuhnya dengan handuk.


Setelah mengeringkan tubuh Lisa, Kevin menggendong lagi Lisa ketempat tidur. "sayang... kamu diselamatkan dengan sakit." bisik Kevin sambil menyelimuti tubuh Lisa.


*****


Keesokan harinya tubuh Lisa sudah jauh lebih baik. Hari ini adalah hari jamuan keluarga Caroline dan Santoso. Lisa mengenakan gaun putih panjang menutupi kakinya. Lisa terlihat elegan, lengan panjang dan kerah berbentuk U. Perhiasan keluarga Santoso yang berwarna biru dongker terlihat semakin memantulkan kulit putih  bersih Lisa.


Kevin melihat istrinya selesai berpakaian dan mencium keningnya "kamu cantik sekali, kapan kita lanjutkan proyek kita memiliki anak...." goda Kevin


Lisa mendorong Kevin, "Mr K. menjauh dariku kalau masih bersikap mesum seperti ini." perintah Lisa sambil menatap dengan tajam kearah Kevin.


Kevin mengangguk sambil mengangkat tangannya perlahan-lahan mundur kebelakang.


"apakah keluarga kalian sangat ramah??" tanya Lisa


"mereka semua orang yang sangat baik dan sangat kekeluargaan. Nanti kamu akan rasakan sendiri." jelas Kevin


Lisa sudah selesai berpakaian dan berdandan. Kevin menunggu Lisa dengan sabar di sofa ruang tamu. Lisa keluar dari kamar, dandanan flow less Lisa benar-benar membuatnya cantik dengan dandanan sederhana. Rambut ditata dengan kepang kearah sebelah kanan.


Kevin membuka kedua lengannya dan Lisa masuk diantara lengan Kevin. Kevin melekatkan keningnya di kening Lisa. "kamu sangat cantik"..

__ADS_1


Lisa tersenyum malu. "terima kasih." jawab Lisa


Kevin dan Lisa sampai dalam ball room hotel. Sudah banyak keluarga yang berkumpul. Lisa sangat mengagumi kekompakan keluarga ini, semua sepertinya sudah merencanakan memakai baju berwarna putih untuk para wanita dan pria. Terlihat berbagai etis ada disini. Perpaduan asia dan eropa.


"wah luar biasa, serasa berada ditempat lain dimuka bumi." bisik Lisa


"aku akan mengajakmu berkeliling memperkenalkan semua kepada mu." kata Kevin


Lisa mengangguk dengan senang karena tatapan mata mereka kepada Lisa sangat hangat dan bersahabat. Leo dan Cindy terlihat ada di dalam juga.


"mereka juga ada???" tanya Lisa


"aku dan Cindy sebenarnya masih memiliki hubungan saudara. Walau terhitung sudah jauh." Jelas Kevin


Lisa melambaikan tangan kepada Leo dan Cindy yang terlihat dengan mengobrol dengan keluarga Kevin yang lain.


Santoso yang berada tidak jauh dari Kevin berteriak kepada mereka dengan bahasa inggris "jika terjadi sesuatu dengan anakku, cabang eropa akan aku tarik kepemimpinannya. Berkali-kali aku katakan, jangan ungkit masalah itu."


Badan Santoso yang tinggi besar mengangkat tubuh putranya dengan sangat mudah. Lisa mengikuti Santoso yang membawa Kevin kembali kekamar hotel.  Lisa membuka dasi dan membuka beberapa kancing baju Kevin. Santos yang nampak masih emosi pergi meninggalkan kamar. Caroline menemani suaminya, Santoso adalah seorang yang pemarah, Caroline takut kalau Santoso akan bicara berlebihan dan membuat suasana jadi tidak nyaman bagi semua orang.


Didalam ruangan ada Leo, Cindy dan Lisa. Lisa sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Jika ia turun saat ini tidak ada yang menjaga Kevin, tapi ia pasti mendapatkan jawaban apa yang sebenarnya terjadi.


Cindy menutup wajahnya dengan  kedua tangannya. Ia terlihat sangat khawatir saat ini, seperti nya ia mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


Lisa duduk disebelah Cindy "apa kamu mengetahui apa yang terjadi??" tanya Lisa


"Aku tidak mempunyai hak menceritakan semuanya." jelas Cindy


"aku istrinya, jelas saja harus mengetahui semuanya. Kenapa keluarga yang terlihat harmonis bisa tiba-tiba bertengkar hebat seperti tadi." kata Lisa sambil menatap memohon kepada Cindy.


Cindy menatap Lisa sambil memegang tangannya dan berkata. "apa kamu ingat, aku pernah berkata kepadamu kalau Kevin memiliki ingatan yang terpotong.."


Lisa mengangguk. Cindy menjelaskan kepada Lisa


Pada waktu Kevin, kelas 9 tepatnya di musim panas. Ia dan sepupunya bernama Patrick mengikuti kegiatan summer camp disekolah. Karena suatu hal, Kevin dan Patrick hilang dari rombongan. Selama 3 hari mereka tidak ditemukan, dihari keempat mereka ditemukan warga yang sedang mencari kayu bakar di hutan. Sepupunya Patrick ditemukan luka di bagian kepala belakang. Kevin terluka di bagian dahi dan pundaknya terkena sayatan benda tajam. Lukanya sangat dalam. Dia kehilangan banyak darah saat itu.


Lisa terkejut mendengar cerita Cindy, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ternyata bekas luka dipundak Kevin karena ia mengalami hal yang buruk ketika ia masih sekolah.


"syukurlah semua sudah berlalu dan semua baik-baik saja" kata Lisa sambil mengelus dadanya.


"semuanya belum selesai" kata Cindy


Kevin berhasil diselamatkan, sementara sepupunya sampai sekarang masih dalam kondisi koma. Hal yang masih tidak terpecahkan saat ini adalah, Kevin memegang batu yang setelah dilakukan pemeriksaan hanya ada 2 darah yang melekat di batu itu yaitu darah Kevin dan Patrick. Dan ditangan kanannya memegang tali yang diatasnya tergantung tubuh seorang pria yang diduga adalah sebagai tersangka penculikan.


Pemeriksaan lanjutan tidak bisa dilakukan. Tidak ada bukti lainnya, Kevin tidak mengingat semua peristiwa itu. Setiap kali ada yang mengungkit cerita itu, ia akan mengalami sakit kepala yang luar biasa. Otaknya menolak semua kejadian itu. Apa yang terjadi sebenarnya semuanya masih menjadi misteri. Pisau yang melukai Kevin ada ditangan orang yang tergantung itu. Lantas kenapa Kevin melukai Patrick?? Karena di batu itu hanya ada sidik jadi Kevin.


Beberapa anggota keluarga menganggap Kevin melukai Patrick dan membunuh pencuri itu. Jika Kevin yang melukai mereka semua, siapa orang yang melukai Kevin?? Semua itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Tidak ada ditemukan sidik jari dan jejak kaki lain di lokasi.

__ADS_1


Karena Patrick belum sadar, dan Kevin yang melupakan semua peristiwa itu begitu saja. Membuat sebagian anggota keluarga lain menganggap ini adalah cara Kevin melarikan diri dari tanggung jawab. Walau Santoso membiayai semua biaya rumah sakit dan sangat bertanggung jawab dengan perawatan Patrick. Tapi bukan itu yang diinginkan keluarganya. Mereka ingin setidaknya Kevin berusaha mengingat apa yang terjadi pada saat itu dan datang menjenguk Patrick untuk menunjukkan penyesalannya karena sudah melukai sepupunya itu.


Cindy terdiam...ketika melihat Kevin sedang berdiri didepan pintu kamar......


__ADS_2