
Kevin keluar dari dalam ruangan, diikuti kepala polisi dan Santoso. Kevin duduk di bangkunya semula. Semua mata tertuju padanya, mereka semua menanti apa yang akan dikatakan Kevin.
"Jannie... kamu adalah orang yang paling jujur. Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan. Dan ruangan mu ditemukan sarung tangan putih yang terkena tumpahan jus jeruk. Kenapa kamu tidak membantah apapun.??" tanya Kevin
"aku sudah terbiasa mengurus hotel sebesar ini. Rasa puas dan tidak puas sudah biasa mendarat ditelinga ku. Sebagai orang yang dipercaya Sun Group dalam mengelola hotel, tentu saja hal itu adalah bagian dari pekerjaan yang aku terima dan aku pun jadi terbiasa dengan semua tekanan itu. Tekanan ketika orang puas dengan pelayanan hotel sehingga aku harus menjadi orang yang bisa lebih baik lagi. Tekanan ketika orang tidak puas dengan pelayanan yang kami berikan sehingga kami harus berubah menjadi yang lebih baik lagi.
Kevin mengangguk "maaf sudah mencurigai mu.." kata Kevin tulus
"tidak masalah, aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu apabila mengalami hal yang sama" kata Jannie.
"bisa aku...." tanya Jannie sambil menunjuk kursi disebelah Lisa.
Kevin mengangguk memberikan ijin kepadanya. Jannie pun berdiri dan berpindah tempat duduk disebelah Lisa.
Kevin menatap Roy "kamu seorang yang pintar sepertinya sangat tidak mungkin melakukan hal yang kotor seperti ini."
"baguslah kalau kamu tahu,.." jawab Roy ketus.
"apa kamu tidak merasa penasaran kemana hadiah boneka yang kamu berikan untuk kami??" tanya Kevin
"tidak. Kalau sudah hilang ya sudah... untuk apa dicari lagi. Nanti aku akan memberikan yang baru."
"kamu mau warna apa Lisa??" tanya Roy sambil tersenyum
__ADS_1
Lisa membalas senyum Roy "apapun yang dokter berikan pasti itu yang terbaik."
Senyum Roy menghilang setelah melihat Kevin "istrimu jauh lebih tahu bersikap baik dari pada dirimu."
"dia memang malaikat didalam hidupku." Kevin mengedipkan mata kanannya sambil melihat Lisa.
Lisa tersenyum melihat tingkah suaminya yang genit. Pria ini beberapa menit yang lalu menjadi orang yang dingin mirip seperti psikopat yang sering ditonton Lisa dalam drama. Dalam detik berikutnya Kevin menjadi sangat romantis.
"sepertinya pria tua ini memang bukan yang harus dicurigai..." kata Kevin sambil mengalihkan pandangannya kearah Patrick
"Patrick,,, apa kamu merasa bersalah dengan peristiwa itu??" tanya Kevin
Patrick hanya menunduk lesu, jika memang tertuduh orang itu pasti adalah dirinya. Bagaimana pun kejadian 20 tahun adalah karena perbuatannya memaksa Kevin untuk menemaninya kedalam hutan demi membuktikan cerita horor yang berkembang. Pada saat itu mereka berkemah di Great Wood, Patrick sangat ingin membuktikan cerita yang mengatakan ada hantu Anne Boleyn di tempat itu. Konon katanya, Anne Boleyn tewas dengan kepala yang dipenggal.
Kevin yang dipaksa Patrick ikut masuk kedalam hutan, bagaimana pun ia adalah seorang pria. Harga dirinya jatuh kalau dia dikatakan seorang penakut. Ia harus menunjukkan kalau dia adalah seorang pemberani. Sialnya pada malam itu, mereka diculik oleh seseorang yang tidak dikenal. Mereka dikurung dalam sebuah gubuk kecil. Satu hari mereka dikurung dalam gubuk itu. Kevin menemukan serpihan kaca dan membuka perlahan ikatan tangannya.
Butuh waktu seharian bagi Kevin membuka ikatan tali tangannya, Bagaimana pun meraka hanya murid sekolah yang tidak terbiasa dengan petualangan diluar rumah, cerita detektif yang dibaca pun tidak sepenuhnya bisa dilakukan pada saat sekarang ini. Setelah ikatan tangan Kevin lepas, ia membantu membuka ikatan tangan Patrick. Saat pencuri lengah dari celah jendela yang sempit mereka keluar dan berlari ditengah gelapnya hutan. Hanya cahaya bulan yang menyinari mereka malam itu.
Patrick waktu itu sangat berani mengajak Kevin kehutan kali ini dia yang ketakutan karena suara anjing yang melolong pada tengah malam sangat menakutkan. Ranting pohon yang beradu seperti suara orang yang sedang tertawa dimalam hari. Sambil berlari Patrick terus menangis, Kevin yang berusaha menenangkannya pun sia-sia saja. Rasa takutnya lebih besar dari pada keberaniannya saat ini.
Patrick masih ingat ketika kakinya sudah lelah berlari, ia mendengar suara besi yang beradu. Ia juga mendengar seseorang berkata "lari lah terus, ujung dari semuanya adalah kematian untuk kalian berdua." Mulut Patrick ditutup dengan telapak tangan Kevin. Suasana malam dihutan sangat hening, satu gerakan dan suara saja akan membuatnya bergema keseluruh arah. Mereka bersembunyi dibalik bebatuan.
Ia masih ingat, waktu Kevin berkata kepadanya apabila penculik itu mendekati mereka maka mereka harus berpisah. Kevin akan mencoba mengalihkan perhatiannya dari para penjahat dan Patrick harus bersembunyi dibalik semak-semak sampai matahari mulai terbit. Setelah matahari terbit, ia harus mengikuti arus sungai yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Kevin menutupi tubuh Patrick dengan dedaunan dan memberikan kode kepadanya agar diam.
__ADS_1
Suara besi yang diseret ditanah membuat Patrick sangat ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat, Kevin kemudian berpisah dengan Patrick dan ia tidak tahu kearah mana Kevin berlari. Yang ia ingat adalah tetap bersembunyi sampai matahari bersinar di pagi hari. Matahari mulai bersinar,Patrick mengintip dari celah daun memastikan tidak ada orang yang melihatnya pada saat itu.
Setelah memastikan keadaan aman, Patrick keluar dan berjalan tanpa arah. Ia tidak mengikuti saran Kevin untuk berjalan kearah pinggir sungai. Lelah berlari, Patrick akhirnya bertemu dengan seorang pria yang sedang memotong kayu dihutan dengan topi rajutan berwarna coklat.
"pak...tolong saya...ada orang jahat yang sedang mengejar saya."
Pria itu tampak tidak memperdulikan Patrick dan tetap memotong kayu. Sepertinya suaranya tidak cukup kuat dan pria ini tidak mendengar perkataannya, batin Patrick.
"pak...tolong saya...ada orang jahat yang sedang mengejar saya." ulang Patrick dengan suara keras
"aku bisa mendengar suaramu. Kenapa kau bicara sangat kuat, mengganggu telinga orang saja." Pria itu menggunakan jari telunjuk dan dimasukkan ke telinga kanannya.
"kamu ini bising sekali.." lanjut pria itu bicara.
Patrick menunduk, ia melihat bayangan pria itu ada pedang tertancap di kayu yang menjadi tempat ia memotong batang kayu. Patrick merasakan perasaan yang tidak enak, ia mundur satu langkah kebelakang dan mundur lagi perlahan-lahan.
"BERHENTI" teriak pria itu.
Bukan berlari tapi Patrick malah berdiam diri ditempatnya. Kakinya membeku da sulit untuk digerakkan. Mulutnya kaku untuk berteriak minta tolong.
Pria itu membalikkan wajahnya dan tertawa dengan sangat menakutkan. Kaki Patrick bergetar melihat pria itu, wajahnya tertutupi topi rajutan yang dikenakannya. Hanya terlihat dua sorot mata tajam yang mengarah kepadanya. Menatap dengan suka cita karena akhirnya menemukan mangsa yang dicarinya tanpa harus bersusah payah.
Patrick dengan sisa kekuatannya berlari mengindari pria itu....
__ADS_1