Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
rasa itu masih ada


__ADS_3

Lisa mengerjakan proyek dengan One Future Ltd dengan sepenuh hati. Berbeda dengan Kevin, beberapa Minggu ini ia harus memendam semua rasa cemburunya. Lisa dikelilingi para pria. Hanya dia seorang wanita. Hampir tiap hari Lisa terlihat berbicara dangan sangat dekat dengan para komposer musik games dan para kreator yang membuat animasi permainannya.


Ruangan mereka yang bersebelahan membuat Kevin bisa melihat semuanya dengan jelas. Hanya 1 hari, Lisa sangat membutuhkan Kevin untuk mengatasi ketakutannya. Selebihnya ia sudah menganggapnya seperti tidak pernah terjadi dalam hidupnya.


Untuk masalah pekerjaan Lisa memang selalu berkonsultasi dengan Kevin ketika akan mengambil keputusan. Tapi hati kecil Kevin sangat ingin istrinya ada disampingnya selalu.


Apalagi ketika Kevin melihat tatapan Khay yang kagum dengan Lisa ketika menjelaskan materi perkembangan pekerjaan mereka. Rasanya Kevin ingin menutup mata Khay selama-lamanya agar tidak melihat wajah istrinya lagi. Satu kekuatan untuk bertahan adalah sikap Lisa yang sangat professional ketika berinteraksi dengan mereka.


3 Minggu yang melelahkan akhirnya terbayar. Semuanya hampir mencapai keputusan final menentukan karakter animasi dan musik yang akan dipilih. Kevin dan Sabrina sebagai petinggi masing-masing perusahaan akan ikut dalam rapat tersebut.


Lisa sangat tegang. Bagaimana hasil kerjanya dengan team selama 3 Minggu ini, apakah akan memuaskan semua pihak.


"aku sangat gugup. " Lisa bicara kepada Leo yang juga terlibat dengan proyek ini


"tidak akan ada masalah. Kita sudah bekerja dengan sangat keras. Pasti hasilnya akan baik." Leo menguatkan sahabatnya agar tetap optimis.


"bagaimana jika...."


"kamu ini.... jika proyek gagal ya sudah. Kamu tetap kaya raya dengan uang suamimu. Dia tidak akan memecat mu. Berbeda dengan nasib kami." wajah Kevin berubah menjadi sedih.


"tenang saja aku akan membantumu jika ia memecat mu." sindir Lisa sambil tersenyum licik.


"itulah alasan aku mau berteman dengan mu." jawab Leo santai sambil tertawa

__ADS_1


"aku tahu kamu memanfaatkan aku, tapi sebaiknya jangan diucapkan."


Kevin memperhatikan Lisa dan Leo berbicara dengan sangat akrab diruangan rapat. Ada rasa cemburu dihatinya. Kevin berjalan melewati Lisa dengan beberapa staf dibelakangnya. Lisa dan Leo memberikan jalan kepada Kevin. Para staf yang mengikuti Kevin ikut memberikan salam kepada Lisa. Bagaimanapun seluruh kantor sudah mengetahui kalau Lisa ada istri dari Kevin.


Kevin dan yang lain duduk dikursi masingmasing. Sabrina juga datang bersama stafnya yang lain. Mata Sabrina membesar melihat Lisa. Kemudian melihat kearah Kevin. Benar-benar diluar perkiraan. Kevin membiarkan istrinya bekerja, adalah hal besar. Sabrina melihat Kevin sambil menaikkan alisnya kearah Lisa. Kevin tersenyum sambil menaikkan alisnya juga.


Khay disamping Sabrina memperhatikan ekspresi keduanya. Kemudian Khay bergabung dengan Leo dan Lisa. Mereka tampak berdiskusi dengan serius, kemudian Leo memulai memimpin rapat tersebut. Khay dan Lisa berdiri disamping kanan ruangan. Mata Kevin tertuju kepada Lisa bukan kepada Leo yang sedang berbicara.


Tapi Luar biasanya Kevin, walau tidak memperhatikan Leo ia bisa mengetahui semua hal yang dibicarakan Leo. Dan merespon semua perkataan Leo dengan tepat.


Ketika Lisa dan Khay menjelaskan materi. Semua para peserta rapat tampak sangat puas dan tidak ada yang mengajukan pertanyaan. Lisa merasa ada yang tidak beres. Biasanya ketika rapat mengenai proyek baru, akan banyak pertanyaan yang diberikan. Apa karena ia adalah istri CEO dan Khay juga tunangan CEO One Future Ltd.


Lisa menatap kearah Kevin. Kevin paham apa yang dirasakan Lisa. Proyek ini memang ditangani Lisa karena campur tangan Kevin. Tapi semua yang berhubungan proyek ini semua dikerjakan oleh Lisa dan team. Kevin tahu 3 Minggu ini Lisa sangat sibuk dengan penelitian pasarnya. Lisa naik bus dan kereta api setiap hari, mengecek permainan game yang dimainkan anak sekolah dan mahasiswa. Lisa juga mendatangi sekolah-sekolah dan kampus ketika melakukan surveinya.


Kevin mengajukan pertanyaan bertubi-tubi kepada Lisa, Khay dan Leo. Lisa menjadi bersemangat dengan pertanyaan Kevin.


Semua orang di ruangan rapat nampak khawatir, Kevin sudah menunjukkan taringnya. Setiap hal ini terjadi hanya orang berjiwa kuat yang sanggup mengatasinya. Mereka bertiga bisa menjawab dengan baik dan sangat memuaskan Kevin.


"silahkan lanjutkan proyek kalian. Rapat selesai." Kevin menutup rapat dan berdiri berjalan meninggalkan ruangan rapat.


Lisa bernafas lega. Selesai satu babak dalam pekerjaannya. Senyum semangat tidak berhenti merekah di bibir nya.


"apa dia memang suamimu??" tanya Leo sambil menunjuk kearah rombongan Kevin

__ADS_1


Lisa tertawa mendengar perkataan Leo. "menurut mu???" tanya Lisa balik


"Dari penampilannya memang suamimu, tapi dari cara dia mengajukan pertanyaan seperti nya bukan." Leo memiringkan kepalanya kearah kanan dan tangan nya masih menunjukan kearah Kevin yang sudah menghilang dari pandangan mereka.


"apa dia selalu menindas mu??? tanya Leo lagi yang masih penasaran dengan hubungan Kevin dan Lisa.


Mendengar kata menindas, Khay segera melihat kearah Lisa dengan serius.


Leo menarik Lisa dan memutar tubuhnya melihat kulit tangan, kaki dan memeriksa wajahnya. "tidak ada yang salah dengan mu." Leo mengelus dadanya dengan tenang.


Leo mengalihkan pandangannya kearah Khay yang memandang Lisa dengan serius. "maaf pak Khay, apa anda tidak apa-apa??" Leo melihat kearah Lisa dan Khay bergantian. Instingnya sebagai playboy mengatakan ada sesuatu yang berbeda dengan mereka berdua.


Karena Khay tidak merespon, Leo mendatangi Khay dan menepuk pundaknya. "maaf pak Khay, kami mau kembali keruangan dahulu " Leo melihat Lisa sambil menaikkan alisnya.


Lisa mengangkat pundaknya menjelaskan kalau ia tidak tahu kenapa Khay seperti itu.


"maaf, baiklah saya juga akan kembali kekantor sebentar lagi. Setelah selesai dengan laporan ini " Khay menjawab dengan gugup. Raut wajah seperti pencuri yang kedapatan mencuri.


"baiklah, kami pergi dulu ya pak. Sampai jumpa besok." Leo bicara sambil menarik tangan Lisa keluar dari ruangan rapat.


Setelah keluar dari ruangan rapat, Leo berbisik kepada Lisa. "kamu lihat cara dia memandang kamu? Sepertinya pak Khay menyukai mu "


"hey Leo... kamu kelamaan jadi playboy. Terlalu tinggi imajinasi dipikiran kamu. Dia sudah bertunangan dan aku sudah menikah. Coba kamu pikirkan." Lisa menunjuk kepala Leo dengan kesal. Bagaimanapun pria ini tidak boleh tahu hubungan masa lalu Lisa dan Khay.

__ADS_1


"apa benar hanya perasaanku saja? Tapi bagaimanapun aku adalah seorang pria yang paham dengan hal yang seperti itu "


Leo terlihat masih berpikir keras. Lisa menarik tangan Leo agar cepat mengejar lift didepan mereka


__ADS_2