
Seminggu setelah kembali dari Inggris, Lisa dan Kevin masih perang dingin. Lisa masih kesal dengan Kevin yang terlalu rasional. Menurutnya tidak ada salahnya sedikit berpura-pura melepaskan 'wanita' itu demi membuat hati kedua orang tua 'wanita' itu tenang dalam melepasnya.
Sedangkan Kevin kesal kepada Lisa karena mengatakan dirinya bodoh didepan orang lain. Sebagai seorang istri seharusnya ia tidak mengatakan hal itu. Kevin merasa harga dirinya jatuh dibuat Lisa.
Baru saja berbaikan setelah 6 bulan tidak berbicara sama sekali, membuat Lisa tidak tenang dengan semuanya. Lisa berencana makan malam romantis dengan Kevin untuk meminta maaf atas ucapannya waktu itu. Sebenarnya bukan hanya itu alasannya, Lisa ingin melanjutkan kuliah S2 dan ia butuh persetujuan dari Kevin untuk mempermudah urusannya.
Tapi karena libur panjang mereka diluar negeri membuat kerjaan Lisa menumpuk dari biasanya. Sudah hampir seminggu ini dia pulang paling cepat jam 8 malam. Rapat dan dokumen yang harus ia pelajari sebelum ditanda tangani membuatnya harus rela lembur selama seminggu ini.
"bu, besok ada rapat dengan One Future Ltd sehubungan dengan pergantian pak Khay yang bertanggung jawab dengan proyek kerja sama dengan perusahaan kita."
"jam berapa??" tanya Lisa kepada Angel
"jam 10 pagi"
Lisa mengangguk, "ada lagi???"
"rapat internal ada diadakan setelah makan siang" jelas Angel
"apa yang dibahas kali ini??"
"penjualan kuartal keempat tahun ini. Juga rencana pengembangan riset dan pengembangan untuk tahun depan."
'Sepertinya rapat kali ini akan sangat lama selesai' pikir Lisa
"apakah pak Kevin akan ikut dalam rapat kali ini??"
"tentu saja bu. Karena ini rapat akhir tahun semua departemen akan ikut."
Lisa menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan tanpa terdengar suara, sepertinya rencana untuk berbaikan akan batal kali ini. pikir Lisa.
"apa ada lagi yang mau ibu tanyakan??"
__ADS_1
"tidak cukup untuk hari ini. Sekarang sudah jam 9 minta supir kantor untuk mengantar kamu pulang." Kata Lisa sambil membuka ikatan rambutnya dan menggerai nya .
"terima kasih bu. Saya permisi dulu."
Lisa mengangguk sambil bersiap mematikan komputer dan laptop kerjanya. Setelah memastikan komputer dan laptopnya mati Lisa mengambil tas dan ketika akan keluar dari ruangan Angel kembali menemuinya
"maaf bu, saya lupa menyampaikan pesan pak Kevin. Katanya baca pesan darinya. jika ibu sudah tidak sibuk."
"oh... iya... terima kasih" jawab Lisa sambil membuka tasnya dan mencari ponselnya. Lisa membuka ponselnya ternyata tidak aktif. Sejak sibuk kembali dari Inggris, ia jangan sekali membuka ponselnya. Ponsel kehabisan baterai juga Lisa baru tahu sekarang.
"ponsel anda tidak aktif bu??" kata Angel ragu
"ya...aku lupa isi daya sudah 3 hari ini sepertinya." kata Lisa tanpa beban,
Ia tidak tahu kalau suaminya sudah marah berkali-kali kepadanya karena Lisa tidak membalas pesan dan ponselnya tidak aktif, padahal ruangan mereka sebelahan. Apa salahnya mendatangi istrinya dan berbicara kepadanya langsung. Apa hubungan suami istri dengan level pekerjaan mereka harus seperti ini. Angel memandangi ponsel Lisa didalam lift mereka berdua sama-sama turun dengan kondisi kantor yang sudah sunyi sepertinya hanya tersisa mereka berdua di kantor ini.
Tiba-tiba lift berhenti dilantai 3. Pintu lift terbuka dan suasana diruangan itu sangat gelap. Angel menjadi takut dan berdiri mendekat kearah Lisa. Lisa melihat ruangan gelap dan kemudian menekan tombol tutup pintu. Pintu lift muai tertutup dan tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu lift. Kebetulan Lisa melihat papan penunjuk lantai dan bergeraknya lift naik atau turun.
"kamu takut melihat dia??" kata Lisa bingung melihat Angel yang bersembunyi dipundaknya
Angel perlahan mengintip dari balik blazer Lisa ternyata didepannya ada seorang karyawan yang baru pulang. Angel mengelus perlahan dadanya.
"kenapa kamu tidak menghidupkan lampu." kata Angel dengan kesal kepada pria muda dihadapannya dan masuk kedalam lift tanpa bicara sepatah katapun.
"kamu ini, mengagetkan saja" protes Lisa kepada Angel
"maaf bu, ini karena pak Frans banyak cerita kepada saya tentang....." Angel menghentikan pembicaraannya karena mendadak lampu lift mati dan berhenti bergerak.
Suara teriakan Angel membuat telinga Lisa berdengung karena sangat nyaring terdengar. "berhentilah berteriak, keluarkan ponsel kamu." kata Lisa kesal
Dengan tangan bergetar Angel mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. Lisa mengambil ponsel Angel dan menghidupkan senter kemudian menekan tombol bel darurat di dalam lift. Lisa menghubungi bagian keamanan dan menginformasikan kalau mereka sedang terjebak di dalam lift.
__ADS_1
Pihak keamanan menginformasikan akan segera mengaktifkan kembali lift karena hari ini adalah jadwal perawatan lift dan mereka akan menghidupkan lift dahulu baru melalukan perawatan lift. Hanya beberapa detik setelah panggilan terputus lift kembali hidup dan pintu lift lantai dasar terbuka. Didepan mereka adalah 2 orang pihak keamanan yang menunggu mereka didepan lift.
"anda tidak apa-apa bu??' tanya salah seorang petugas keamanan.
"ya..kami bertiga tidak apa-apa." jawab Lisa langsung berjalan meninggalkan petugas keamanan yang memeriksa kedalam lift tidak lagi ada orang hanya mereka berdua yang ada didalam lift
"maaf bu, anda hanya berdua...."kata seorang petugas keamanan.
Angel melihat kearah pintu lift tidak ada orang lain selain mereka berdua. "bu, kamu ingat pria yang naik lift bersama kita tadi??"
"ya..." jawab Lisa singkat sambil terus berjalan
"dia....dia...tidak ada didalam lift....benar kata mereka berdua" kata Angel terbata-bata.
"benarkah??" kata Lisa santai sambil melihat kebelakang memang hanya mereka berdua keluar dari dalam lift tersebut.
"mungkin tertinggal dilantai 3" jawab Lisa santai sambil berjalan
"ibu...tunggu jangan tinggalkan saya..." Angel berlari kearah Lisa sambil memegang tangannya
Lisa melihat tangan Angel dan merasa canggung "kamu kenapa..."
"saya takut. " jawab Angel dengan tangan dingin sedingin es.
Lisa berbalik badan melihat kearah petugas keamanan "pak, tolong pastikan apakah dilantai 3 masih ada orang yang tertinggal atau tidak. Periksa dahulu setiap lantai pastikan tidak ada orang baru lakukan perawatan lift. Jangan sampai mereka terjebak dalam lift atau turun melalui tangga darurat."
"saya rasa tidak perlu dipastikan lagi bu, pasti tidak ada orang." jawab salah seorang petugas keamanan
Lisa menatap petugas keamanan itu dengan tajam dan membaca kartu pengenal yang tergantung dilehernya. Lisa akan membuka mulutnya untuk menyebutkan nama pria itu. Petugas keamanan itu langsung menjawab pernyataan Lisa
"baik bu, kami akan periksa setiap lantai dan akan meminta petugas pemantau kamera pengawas memantu di setiap lantai."
__ADS_1