
Leo dan Cindy datang membawa kue tart coklat kesukaan Lisa sewaktu kecil. Lisa menatap bungkusan yang dibawa Leo, merek yang dibawa Leo sangat familiar bagi Lisa. Mata Lisa berkilat-kilat melihat bungkusan yang dibawa Leo.
Dengan senang, Lisa menyambut Leo. Bukan menyambut Leo tapi menyambut bungkusan yang dibawanya. Lisa menjadi bahan tertawaan keluarganya karena tingkah lakunya yang tidak berubah kalau berhubungan dengan makanan. Bukan orang yang disambut, tapi makanan.
Lisa, Caroline dan Cindy terlibat dalam pembicaraan yang seru. Senyuman tidak berhenti mengembang diwajah Lisa. Kevin dan Leo duduk berjarak 3 meter dari mereka. Masing-masing mereka memegang tab ditangannya.
"sudah baikan dengan Lisa?" tanya Leo sambil membuka email di tab nya.
"belum bisa dikatakan sudah benar-benar baikan, ia sepertinya masih kesal dengan ku. Malam ini kamu akan menginap disini dan dia tidak mau satu kamar denganku." jelas Kevin tanpa eskpresi sama sekali
Leo menahan tawa "benar-benar penuh ujian. Baru sampai pagi ini sudah menerima serangan dari istri. Apalagi Lisa termasuk orang yang jarang lupa dengan kesalahan orang lain. Sebaiknya kamu banyak-banyak bersabar, apalagi sekarang dia sedang hamil."
"hmm..mmh" jawab Leo singkat.
"pekerjaan kamu sudah selesai di Paris??"
"belum hanya tinggal sedikit lagi urusan selesai. Frans yang akan menyelesaikannya, kira-kira 2 jam lagi aku akan melakukan panggilan video dengan mereka."
"kamu sangat sibuk tapi masih bisa menemani istri bersantai benar-benar luar biasa." puji Leo
Kevin hanya tersenyum mendengar Leo bicara.
2 jam sudah berlalu,3 wanita masih sibuk dengan pembahasan mereka. Leo mulai melakukan video konferensi. Lisa melihat sekilas kearah Leo. Biasanya pria ini selalu menyingkir dari keramaian ketika melakukan panggilan video. Kali ini dia bertahan di posisinya hanya degan mengenakan hand free ditelinga nya. Pria ini benar-benar berubah hanya dalam waktu semingu lebih meninggalkan dirinya.
****
Waktu berjalan dengan sangat cepat, malam tiba dan Lisa menginap dirumah Nancy. Tepat tengah malam Lisa terbangun dari tidurnya, perutnya lapar dan tidak tertahankan. Lisa berjalan keluar dari dalam kamar dan melihat ada cahaya diruang tamu. Lisa melihat Kevin masih sibuk dengan laptop dan tab nya. Lisa mengabaikannya dan langsung berjalan kearah dapur.
Kevin melepaskan kacamatanya dan mengamati Lisa berjalan kearah dapur dan kemudian membuka kulkas. Lisa terlihat berdiri kemudian membungkuk melihat kearah dalam kulkas. Kevin sudah berjalan kebelakang Lisa dan kemudian berkata "cari apa..."
Kehadiran dan suara Kevin yang diam-diam dari arah belakangnya membuat Lisa terkejut bukan main. Dengan kesal Lisa berbalik badan dan menatap Kevin dengan kesal.
"menjauh dari ku."Lisa menyipitkan matanya sambil menatap Kesal Kevin
__ADS_1
"maaf, aku tidak bermaksud mengagetkan ku." Kata Kevin sambil mundur 2 langkah.
Lisa melihat semua makanan di kulkas tidak ada yang menarik perhatiannya. Lisa menutup kulkas lagi dan berjalan lesu menuju kamarnya.
"kamu mau makan sesuatu???"
Lisa segera berbalik dan menatap Kevin dengan wajah senang kemudian mengangguk.
"ayo kita pergi keluar mencari makanan." Kevin memberikan tawaran
"oke..." Lisa langsung berjalan kearah pintu.
"hanya berpakaian seperi ini??" Kevin menaikkan alisnya, Saat ini Lisa memakan baju tidur dari bahan katun dengan corak Minnie mouse. Celana pendek yang dikenakan Lisa menjadi perhatian khusus Kevin.
Lisa melihat dari atas sampai kebawah pakaian yang dikenakannya, menurut Lisa tidak ada yang salah. Wajah Lisa menunjukkan rasa kesal melihat Kevin
"aku takut kamu sakit karena memakai celana pendek pada malam hari seperi ini."Kevin berusaha mengalihkan perasaan Lisa agar tidak marah
Kevin mengangguk dan memakaikan jaket panjangnya kepada Lisa. "Tunggu disini, aku ambil mobil dulu baru kamu keluar." kata Kevin sambil berlalu dari hadapan Lisa.
Kevin mengeluarkan mobil dari garasi Nancy dan berhenti didepan rumah. Lisa naik kedalam mobi, wajahnya kembali senang sambil memikirkan makanan.
"mau makan apa?" tanya Kevin
"hot pot" jawab Lisa langsung
"kamu tahu tempatnya??" tanya Kevin lagi
"tentu saja, didekat kantor kita ada hot pot yang buka 24 jam. Wajah Lisa bersemangat melihat jalanan pada malam hari.
Ini pertama kalinya ia keluar malam hari mencari makanan berdua bersama Kevin dengan mobil. Sepanjang perjalanan Lisa tidak berhenti tersenyum, hatinya sangat senang bisa mencari makanan yang dia mau malam-malam begini.
Sampai ditempat makan, tanpa banyak berpikir Lisa langsung memilih menu yang ingin dimakannya. Dalam waktu singkat semua sudah tersaji di meja makan. Kevin melihat sekeliling dan melihat jam tangannya, sekarang pukul 1 malam masih banyak orang yang makan tengah malam begini.
__ADS_1
Lisa dengan semangat memasukkan daging dan sayuran kedalam kuah kaldu dihadapannya. Lisa melihat Kevin yang sedang mengawasi sekitar kemudian melihat kearah Lisa sambil bertopang dagu.
"kamu tidak makan??" tanya Lisa
"tidak." jawab Kevin singkat
Lisa yang tadi berwajah senang mendengar kata tidak, langsung berubah menjadi kesal. Tidak ada senyum diwajah Lisa ketika melihat Kevin.
Kevin merasa keselamatannya terancam. Bisa-bisa Lisa akan marah lagi kepadanya jika tidak menuruti keinginannya.
"aku...makan..." kata Kevin terbata-bata
Wajah Lisa langsung tersenyum cerah mendengar jawaban Kevin.
Jam seperti ini menurut Kevin bukan jam yang baik untuk makan. Tapi istrinya sangat ingin makan bersama dirinya. Tidak ada jalan lain, membuat istri senang adalah prioritas utama dalam hidupnya sekarang. Lisa terlihat semangat ketika makan, Lisa juga pernah hamil. Tapi kehamilan kali ini selera makannya meningkat tiga kali lebih banyak dari sebelumnya. Kevin tidak ingin menyinggung masalah ini dengan Lisa, karena sudah pasti ia akan kesal dengan perkataan Kevin.
"makan yang banyak...." kata Kevin sambil meletakkan daging di mangkuk Lisa
"mmh,,,: kata Lisa sambil mengangguk dengan semangat.
"setelah ini ada lagi yang ingin kamu makan?"
"belum ada.." jawab Lisa jujur.
"jika ada yang ingin kamu makan katakan saja ya..." kata Kevin
"ya..." Lisa tersenyum melihat Kevin
"aku minta maaf sudah mengabaikan mu, aku tidak akan mengulangi hal yang sama. Jangan bertengkar lagi ya, sekarang ada anak kita didalam dirimu. Aku berjanji akan menjadi suami yang lebih baik untuk dirimu dan anak kita yang akan lahir nanti. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan dirimu. Mungkin aku akan lebih ketat menjagamu. Tidak akan aku biarkan ada orang yang tidak dikenal mendekatimu mulai sekarang. Aku tahu kamu pasti tidak akan menyukai niatku. Percayalah....semuanya akan baik-baik saja." Kevin tahu pasti Lisa tidak akan setuju dengan cara ia menjaga dirinya.
"ok.." jawab Lisa tanpa berpikir
Kevin tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Lisa. Lisa menjawab dengan santai tanpa ada penolakan sama sekali
__ADS_1