
Lisa berjalan dengan cepat menuju kearah kasir, A memberikan dompet Lisa kepadanya. Lisa membayar buku dan langsung meninggalkan toko buku itu. A melihat kearah belakang, Arkana masih berdiri diposisi nya tadi sambil menatap kearah Lisa.
Sambil berjalan A berkata "sebaiknya nona berhati-hati dengan pria tadi. Ia berbohong dengan perkataannya tadi."
Lisa mengangguk. Lisa juga tidak ingin mengakrabkan diri dengan pria itu atau orang lain. Baginya sendiri lebih menyenangkan daripada ada orang yang selalu mengikutinya dan bersama dengannya. Contoh seperti Kevin yang selalu menempel kepadanya. Membuat Lisa susah bergerak dengan leluasa.
Lisa berjalan dengan cepat keluar dari toko buku dan masuk kedalam mobil. A meminta pak Andi untuk menyetir kendaraan mereka sedangkan A dan B yang akan menyetir di mobil Kevin.
Kevin memperhatikan kedua pengawal Lisa yang bertindak tidak biasa dan mulai curiga "apa terjadi sesuatu??" tanya Kevin penuh tanya.
"ada teman kuliahku yang mengikuti ku sampai kemari." jelas Lisa
"oh... mungkin kebetulan" jawab Kevin santai.
"bisa jadi, tapi kata A dari raut wajahnya ia sudah berbohong kepada kami dengan mengatakan ia hanya kebetulan lewat kemari."
"pria??" tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya.
"benar sekali" jawab Lisa sambil meneguk air mineral dari dalam botol.
"APA..." suara Kevin sangat kuat membuat Lisa terkejut sambil tersedak. Lisa terbatuk-batuk menahan sakit air yang diminumnya masuk kedalam hidung.
"maaf..."kata Kevin pelan. Sambil menyeka wajah Lisa dengan tisu.
__ADS_1
Lisa menatap Kevin dengan kesal. "apa sangat sulit bicara dengan suara pelan??" sindir Lisa.
"aku terbawa suasana."
Lisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melepas ikatan rambutnya. Pria ini sangat berlebihan apabila mendengar ada seorang pria yang mendekati istrinya.
Sambil melepas ikat rambutnya Lisa bercerita kepada Kevin "A dan B sangat pandai berakting sebagai kakak laki-laki. Mereka bisa memerankan dengan sempurna. Luar biasa. Sejenak aku tadi berpikir, mereka memang orang mu. Sikap mereka sangat mirip dengan dirimu ketika bersikap posesif sebagai seorang kakak. Mereka langsung menyuruh orang itu menjauh." Lisa mempraktekkan cara A menaikkan telapak tangannya meminta Arkana menjaga jarak dengan Lisa.
Kevin bersandar dikursi nya dengan tenang "baguslah jika begitu, kalian berdua sebaiknya pertahankan sikap seperti ini. Aku tidak suka ada pria yang mendekati wanitaku." kata Kevin dengan posesif.
"baik pak." kata A dan B bersamaan
Lisa terdiam sejenak, kemudian melihat kearah kaca spion tengah mobil dan melihat A dan B secara bergantian. sebenarnya mereka ini melindungi dirinya dari orang jahat, atau membuat dirinya dijauhi dari pria yang ingin mendekatinya?? Ini alasan keamanan atau alasan pribadi?? Pikir Lisa sambil menyipitkan matanya ketika A dan B tidak sengaja melihat kearah spion tengah dan kiri secara bersamaan. Merasa canggung dengan tatapan kesal Lisa.
Hanya butuh waktu 5 menit mereka sampai kekantor. Secara bersamaan Frans membawa kotak makan siang yang dipesan Kevin kepadanya beberapa jam yang lalu. Lisa melihat merek dari kotak makanan yang dibawa Frans hati Lisa yang kesal berubah menjadi gembira. Senyum lebar di bibir merahnya tidak berhenti ditebarkannya kesemua orang disekitarnya. Lisa bertepuk tangan sambil keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah Frans
Lisa tersenyum dan berjalan dengan cepat kearah Frans, aroma makanan lezat sudah tercium dengan jelas di hidung Lisa. Ini adalah steak kesukaan Lisa, aroma sausnya tercium dengan sempurna membuat air liur Lisa rasa mengalir dimulutnya. Pikirannya sudah membayangkan lezatnya makanan ini ketika bertemu dengan lidahnya.
"kakak ipar, pasti lelah. Aku sudah membawakan pesanan bos besar untuk kakak ipar. Katanya kakak ipar perlu banyak energi dihari pertama kuliah." Frans berkata dengan semangat membuat Lisa ikut semangat melihat Frans dan kotak makanan yang dibawanya.
Lisa yang masih menggenggam erat kedua tangannya sambil menatap Kevin penuh cinta dan tersenyum senang melihat Kevin yang sudah berdiri disebelahnya. Lisa berjinjit dan mencium pipi Kevin "terima kasih..."
Kevin mengusap kepala Lisa dengan lembut dan merangkul Lisa. Kemudian membawa Lisa masuk kedalam kantor. "ayo kita makan."
__ADS_1
Lisa terkejut melihat barisan mobil box membawa makanan yang cukup banyak. Lisa menatap Kevin dengan bingung. Kevin membawa Lisa ke pantry dan disana ia makan bersama dengan sekertaris dan pengawalnya bersama-sama. Suasana yang sangat selama ini sangat diinginkan Lisa makan bersama teman-teman dekatnya.
Lisa memandang Kevin, pria ini selalu tahu cara memperbaiki emosi Lisa. Lisa makan dan berbicara sambil bercanda dengan mereka semua tanpa memandang dirinya yang merupakan atasan mereka. Situasi yang dirindukan Lisa. Bisa merasakan kembali bersama-sama dengan rekan yang selama ini dekat dengan dirinya. Mata Lisa tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ia saat ini. Kevin menggenggam tangan Lisa dibawah meja, sambil terus berbicara dengan Frans, pengawalnya dan karyawan lain yang satu meja dengan dirinya.
Lisa melihat tangan Kevin, rasa terima kasih tidak bisa diucapkan Lisa dengan kata-kata. Lisa memandang Kevin dan kemudian kembali bercerita tentang banyak hal dengan semua orang. Seharian ini Lisa dan karyawan lain tidak ada bekerja. Ternyata Kevin mengadakan acara famili gathering di kantornya. Suasana kekeliruan sangat terasa saat ini. Mereka berbicara, bermain dan tertawa bersama-sama. Lisa ikut lomba lompat tali dengan karyawan yang lain.
Kevin tidak berhenti tertawa melihat istrinya yang bermain seperti anak kecil. Melompat dan berlari kesana kemari dengan senang. Berbicara sambil tertawa, untuk pertama kalinya Kevin melihat Lisa bermain dengan lawan jenis tanpa ada menyimpan rasa marah. Lisa terlihat senang dengan dunia seperti ini. Kevin memandang Lisa yang sedang bermain sambil duduk dan menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.
Lisa berjalan kesamping Kevin dengan baju dan tubuh berkeringat. Lisa duduk dan mengambil minuman Kevin, meneguknya sampai habis. Nafas Lisa terlihat tidak beraturan karena dari tadi ia berlari kesana kemari seperti anak kecil.
"kamu tidak ikut main???" tanya Lisa
"melihat kamu saja aku sudah lelah." kata Kevin sambil tersenyum.
Lisa duduk disebelah Kevin dan menyandarkan kepalanya di bahu Kevin. Lisa menaikkan lengannya dan mencium bajunya "badanku bau???" tanya Lisa
"tidak." jawab Kevin sambil melihat Lisa kemudian melihat kembali karyawan lain yang sedang lomba makan spaghetti.
"senang hari ini??" tanya Kevin
"ya...sangat senang. Terima kasih sudah membuat banyak kebahagian hari ini." Kata Lisa sambil bermanja dengan Kevin
"aku hanya ingin kamu bahagia. Hari ini adalah hari pertama kamu kuliah. Dosen pertama yang kamu dapatkan juga sangat tegas. Aku tidak ingin kamu terlalu depresi dengan semua ini. Sedikit bersenang-senang tidak ada salahnya." jawab Kevin sambil mencium kening Lisa yang basah dengan keringat
__ADS_1
"jangan cium aku,,, aku bau" kata Lisa menjauhkan wajah Kevin dari dirinya
Kevin tersenyum wanitanya sangat lucu hari ini.