
Beberapa detik kemudian Kevin menjawab "tidak" kepada Leo.
Mendengar kata tidak, perut Lisa langsung sakit. Keringat dingin mengalir di keningnya, wajah pucat. Lisa memegang tangan Leo dengan kuat. Leo melihat Lisa langsung mematikan panggilan dengan Kevin tanpa mengatakan apapun.
Kevin diujung telepon sana, Kevin memandangi ponselnya yang terputus panggilannya dari Leo. Ponsel Kevin menunjukkan alarm dari Lisa. Kevin menghubungi Leo tapi tidak diangkat, ia menghubungi B karena hari ini adalah jadwal kuliah Lisa. Pasti mereka sedang bersama mereka, pikir Kevin.
"kenapa nona??" tanya Kevin langsung ke inti masalah.
"belum bisa dipastikan, sepertinya perut nona sakit. Kami akan menyampaikan perkembangannya kepada anda. Maaf pak, telepon saya putus dulu. Kami sudah sampai dirumah sakit." B langsung memutuskan panggilan dengan Kevin.
Kevin berjalan mondar-mandir diruangan kamarnya, merasa tidak puas, Kevin menghubungi Frans untuk memesan tiket pesawat paling cepat untuk kembali ke negaranya. Tiket paling cepat 1 jam lagi, tanpa menyiapkan pakaian. Kevin langsung berganti pakaian dan pergi ke bandara. Frans harus tetap tinggal di Paris setidaknya sampai urusan dengan investor selesai. Belum lagi barang-barang Kevin masih berada dalam kamar hotel. Tidak dipedulikannya, pikirannya hanya satu segera kembali dan menemani istrinya.
Penerbangan selama 20 jam sangat lama menurut Kevin. Berkali-kali ia melihat jam tangannya dan melihat kearah luar jendela. Tidur tidak bisa dilakukannya sekarang. Pikirannya tertuju kepada satu orang saja. Hati tenang, rasa bersalah mulai memenuhi relung hatinya. 'Seandainya ia tidak mendengarkan Lisa dan selalu memantau keadaanya, pasti hal ini tidak akan terjadi.' Seandainya ia lebih sering menghubunginya walau tidak melakukan video call setidaknya ia bisa memastikan dari suara Lisa apakah dia baik-baik saja disana.'.
Sementara itu, Lisa diperiksa dirumah sakit.
"selamat pak, ibu ini sedang mengandung. Diawal kehamilan memang seperti ini. Disarankan untuk memperhatikan asupan makanan. Karena sekarang ibu ini sedang banyak pikiran jadi perutnya sedikit keram. Ketika kondisi sudah lebih tenang, maka kram diperutnya akan hilang. Apakah sekarang sudah lebih baik?" tanya dokter wanita tersebut
"sudah, aku tidak merasa sakit lagi." jawab Lisa
"tapi maaf sebelumnya dokter, ini paman saya bukan suami saya." kata Lisa memberikan penjelasan sambil melihat kearah Leo.
"paman anda sangat muda..." puji dokter itu
__ADS_1
Lisa hanya tertawa melihat Leo yang masih membatu memandangi Lisa tanpa ekspresi apapun. Lisa berhenti tersenyum, ia baru menyadari ada kata-kata lain yang terdengar olehnya. 'hamil...' apa ia... batin Lisa tidak yakin dengan apa yang didengarnya.
"tunggu dokter, anda mengatakan saya hamil,, anda tidak salah??" tanya Lisa meyakinkan.
"sebelumnya saya pernah keguguran, apakah akan berpengaruh dengan kehamilan kali ini...." tanya Lisa
lagi
"sebaiknya langsung periksa saja ke dokter kandungan. Ini saya berikan rujukannya." kata dokter wanita tadi sambil menyerahkan selembar kertas agar Lisa memeriksakan diri lanjutan ke dokter kandungan.
Sementara itu, Leo masih membeku di posisinya. Leo tidak terlalu mempermasalahkan perkataan dokter. Ia masih terdiam dan berusaha mencerna kabar gembira ini. Sebentar lagi dia akan menjadi kakek. Sebutan yang terlalu tua baginya. Bagaimana pun ini adalah kabar gembira bagi Lisa. Ia pun turut senang, tapi panggilan kakek......
Lisa menggoyang lengan Leo yang berdiam diri. "paman...." kata Lisa.
Leo menatap mata Lisa, "kamu biasanya datang bulan setiap tengah bulan. Apa bulan ini kamu sudah datang bulan??" tanya Leo
Leo menyentil kening Lisa. "kamu ini.... Ayo kita ke dokter kandungan"
Leo menggenggam tangan Lisa, mereka berjalan berdua. Bagi sekilas yang melihat mereka seperti pasangan suami istri. Tapi bagi yang melihat lebih teliti akan terlihat mereka memiliki wajah yang hampir sama.Tidak lama menunggu, Lisa dan Leo langsung masuk untuk pemeriksaan. Kebetulan tidak ada pasien yang menunggu pada saat itu.
Hasil USG menunjukkan ada 2 kantung di rahim Lisa. Leo benar-benar tidak percaya, akhirnya Lisa kembali hamil setelah hampir 6 bulan lebih sejak keguguran ia tidak kunjung hamil. Leo memeluk Lisa dengan senang, walau ia bukan bapak dari anak yang dikandung Lisa, sebagai seorang sahabat, saudara dan paman ia sangat senang akhirnya akan ada bertambah anggota keluarga baru. Terlepas dari panggilan yang akan diterimanya, tapi setiap orang akan sangat senang memiliki seorang anak.
Leo dan Lisa segera meninggalkan rumah sakit setelah selesai pemeriksaan.
__ADS_1
Leo ingin menyampaikan berita bahagia ini kepada Kevin tapi nomor Kevin tidak aktif.
"sudah la,,, dia pasti sibuk. Jangan mengganggunya. Aku akan kembali kekantor." kata Lisa sambil tersenyum.
Lisa tidak tahu harus senang atau tidak. Orang disekitarnya begitu bersemangat menerima berita kehamilan nya. Kevin mengacuhkan dirinya seperti ini. Tidak ada merasa khawatir dengan dirinya, bahkan mungkin tidak memikirkan dirinya sama sekali. Apakah hanya sementara ini saja,..... bagaimana jika selamanya ia menjadi seperti ini. Mengabaikan dirinya seumur hidup. Lantas bagaimana jika ia menemukan wanita lain diluar sana.... Pikiran buruk berputar-putar dihati dan pikiran Lisa.
Leo sangat paham watak Lisa, berkali-kali ia mengatakan tidak apa-apa tapi hatinya sangat sedih karena merasa diabaikan oleh Kevin. Lisa melamun melihat keluar jendela mobil.
"kamu masih mau kerja, dengan kondisi seperti ini?" Lisa pasti ingin mengalihkan pikirannya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan, batin Leo
"bukan kah dokter sudah memberikan suntikan penguat janin. Jadi apa yang harus aku merisaukannya lagi..." jawab Lisa
"tidak....kamu dirumah saja, istirahat hari ini, Aku akan datang kekantor mu meminta ijin." jawab Leo sambil tertawa.
"kelamaan dalam pesawat membuat mu berpikir lambat." Ejek Lisa kepada Leo
"ini adalah salah Kevin yang terlalu memanjakan. Sehingga mulai tidak sopan dengan orang tua." protes Leo
Lisa membuka mulutnya, ia tercengang sejak kapan pria satu ini begitu gila menjadi orang tua.
"aku akan menemani kamu kekantor, kamu harusnya bangga ditemani oleh orang setampan diriku." Leo memuji dirinya sendiri tanpa batas membuat Lisa kesal
"haiissh,,,sudah la bertingkah seperti orang tua. Ini merasa paling tampan lagi. Kasihan sekali Cindy memiliki suami seperti ini." Lisa melirik tajam Leo
__ADS_1
Lisa menghubungi Caroline dan neneknya dengan sangat senang memberitahukan kalau saat ini ia sedang hamil. Dan dokter berpesan agar Lisa menjaga kandungannya dengan baik, jangan terlalu banyak melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Caroline sangat senang, berita kehamilan Lisa sangat ditunggu-tunggu keluarga Santoso. Kehadiran cucu adalah keinginan Caroline dan Santoso selama ini. Akhirnya penantian mereka berbuah manis.
Caroline menghubungi Kevin ternyata ponselnya tidak aktif. Caroline sangat kesal disaat berita gembira ditengah keluarnya Kevin menghilang. Frans juga tidak bisa dihubungi. Karena tidak menghubungi mereka berdua, Caroline melampiaskan kepada Santoso yang mendengarkan omelan istrinya hampir 1 jam lebih.