
Lisa meninggalkan Kevin dan dengan cepat memberhentikan taksi yang kebetulan melintas dihadapannya begitu keluar dari toko buku.
"kemana bu??" tanya supir taksi
Lisa diam sejenak, memikirkan kemana ia akan pergi. Sangat menyebalkan berada didekat pria ini sekarang. Lisa ingat ia punya keluarga sekarang. "pergi ke jl bangau..." Nenek ya,,, ia masih punya nenek yang bisa diandalkannya.
Lisa menghubungi Nancy dan memberitahukan kepadanya kalau hari ini ia akan datang berkunjung. Nancy sangat senang mendengar Lisa akan datang kerumahnya dan segera mempersiapkan makanan yang enak untuk Lisa yang suka makan.
Kali ini Lisa baru merasa sangat menyenangkan ada keluarga. Memerlukan waktu 30 menit sampai dirumah Nancy, dan nenek kesayangannya sudah berdiri tegak menyambut kedatangannya. Merentangkan kedua tangannya dan bersiap menyambutnya dengan pelukan hangat. Mata Lisa berkaca-kaca, ia terakhir kali kerumah ini setelah pulang dari Inggris dan memberikan oleh-oleh untuknya. Selebihnya Lisa dan Nancy hanya berhubungan melalui telepon.
Lisa menyambut pelukan Nancy dan ada rasa kegembiraan dalam dirinya.
"nenek kenapa menunggu ku diluar???" tanya Lisa
"nenek tidak sabar ingin melihat kamu, kamu sangat cantik dengan rambut seperti ini.'' puji Nancy
"benarkah??" jawab Lisa dengan senang.
Mereka pun masuk kedalam rumah dan didalam sudah banyak makanan menanti tersusun dengan cantik dimeja. Mata Lisa berkilat melihat makanan kesukaannya sudah tersaji dengan sempurna.
Sementara itu, Kevin yang berlari mengejar Lisa merasa sangat kesal kenapa dirinya berbicara seperti itu kepada Lisa.
"segera lacak posisi Lisa." kata Kevin kepada pengawalnya
Kevin menghubungi ponsel Lisa dan ponselnya sedang sibuk, ketika dicoba menghubungi lagi ternyata sudah tidak aktif. Hati Kevin dipenuhi rasa takut dan bersalah.
Leo menghubungi Kevin "terjadi sesuatu dengan kalian???" Leo langsung ke inti permasalahannya
__ADS_1
"ya...maafkan aku, ini adalah salahku.."
"dia sedang menuju kerumah mamaku sekarang. Sebaiknya kamu tunggu sampai kondisinya stabil baru kamu datang. Mamaku minta dibelikan kue coklat kesukaan Lisa dulu. Aku dan Cindy sedang menuju kesana sekarang. Aku akan menghubungi kamu kembali." kata Leo sambil menutup panggilannya.
Walau Leo mengatakan tidak apa-apa tapi tetap Kevin merasa tidak enak hati. Mobil Kevin sampai didepannya dan ia mengemudi sendiri kerumah Nancy. Kevin sampai kerumah Nancy dengan cepat. Hanya 20 menit sudah sampai dengan kecepatan diatas rata-rata. Begitu sampai, Kevin melihat Lisa sedang berbicara dengan Nancy sambil tertawa duduk di teras depan rumah. Sepertinya tidak ada masalah diwajah Lisa. Tidak ada rasa marah lagi diwajahnya. Kevin turun dan memberanikan diri untuk mendatangi keduanya.
"nenek..." sapa Kevin
"cucu menantu datang, silahkan duduk."
Lisa acuh tak acuh kepada Kevin, Nancy sudah bisa menebak hal buruk apa yang terjadi.. Lisa tetap berbicara dengan Nancy seolah tidak ada Kevin didepan mereka. Kevin menatap kearah Lisa, tatapan mata sendu dari seorang pria yang diabaikan istrinya.
''nenek, aku berbuat salah kepada Lisa." kata Kevin dengan jujur disela-sela pembicaraan Lisa dengan Nancy.
"kesalahan apa?" tanya Nancy
"karena dia meragukan kehamilan ku.." kata Lisa memotong pembicaraan keduanya.
"bukan seperti itu Lisa..." sanggah Kevin
"tidak masalah kalau kamu tidak mengakui anak dalam kandunganku. Aku akan membesarkannya sendiri, aku punya keluarga yang sangat menyayangiku." Lisa membuka cincin pernikahannya dan meletakkan didepan Kevin.
"Lisa, bukan seperti itu maksudku. Aku hanya ingin memastikan kehamilan mu. Karena aku mendengar kabar dari mami dan bukan darimu. Tentu saja aku penasaran dengan kebenarannya." Kevin membela diri.
"ia aku memang hamil, kenapa aku tidak memberitahukan kepadamu. Kamu periksa saja ponselmu. Aku sudah mengirimkan pesan kepadamu." jawab Lisa kesal sambil membesarkan matanya
Kevin mengeluarkan ponselnya, pesan memang belum ada yang dibuka olehnya. Ratusan pesan diterima olehnya. Kevin langsung membuka pesan dari Lisa. Ia mengirimkan foto USG Lisa semalam dan memberitahukan kabar gembira bahwa mereka akan memiliki bayi kembar.
__ADS_1
Kevin memegang dahinya, kenapa ia bisa tidak teliti seperti ini. Biasanya ia sangat rutin melihat pesan terutama dari Lisa, Kali ini mengabaikan berita penting seperti ini memang sulit untuk dimaafkan olehnya. Wajar jika Lisa merasa diabaikan.
"maaf, aku tidak memeriksa ponselku, aku sudah menyakiti hatimu. Percayalah aku tidak pernah berpikiran seperti itu. Aku hanya merasa sedih karena aku adalah orang terakhir tahu masalah kehamilanku. Ternyata aku yang salah,,, maafkan aku." Kevin menggenggam tangan Lisa. Lisa dengan cepat menarik tangannya dari tangan Kevin.
"sudah..sudah...ini hanya salah paham saja. Jangan dimasukkan kedalam hati. Pelajaran bagi kamu Kevin, Lisa tidak mungkin tidak memberikan kabar sepenting ini kepadamu. Jadi kedepannya pastikan dahulu baru kamu bicara. Lisa bisa salah paham mendengar kamu bicara seperti itu. Seolah-olah kamu mencurigai anak yang dikandungnya."
Kevin mengangguk sambil menunduk, ia pantas mendapat kemarahan dari keluarga Lisa. "maafkan aku"
"kamu kura kata maaf saja sudah cukup??" Lisa masih belum bisa meredam amarah dihatinya.
"sebaiknya kamu pulang saja, aku akan menginap disini malam ini." Lisa bicara sambil memasukkan dimsum kedalam mulutnya. emosinya kepada Kevin membuat lambungnya bekerja lebih keras. Mulutnya tidak berhenti mengunyah makanan yang ada dimeja.
"sudah..sudah,,,, Kevin sudah menyesali perbuatannya, nenek dengar dia baru sampai dari Paris pagi ini. Pasti ia juga lelah. Sebaiknya kalian berdua menginap saja disini malam ini. Bagaimana???" Nancy mencoba mencairkan suasana hati keduanya.
"aku tidak mau satu kamar dengan dia." kata Lisa langsung menjawab Nancy dengan kesal.
"baik...nanti Kevin tidur dikamar Leo. Bagaimana Kevin??"
"tidak masalah, dimana pun aku tidur tidak masalah, selama ada didekat Lisa." Kevin berjalan kearah Lisa sambil memegang cincin pernikahan yang dilepas tadi.
"harga cincin ini sangat mahal, jangan dilepas sembarangan." Kata Kevin sambil memasangkan kejari manis Lisa.
"nenek lihat, dia sangat pelit dan perhitungan padaku." Lisa mencari pembelaan dari keluarganya dari intimidasi Kevin.
"kami sanggup mengganti jika cincin ini hilang," jawab Nancy sambil menahan senyum melihat Lisa yang tidak berhenti mengunyah makanan. Bagaimana pun Lisa ingin ada seseorang yang membelanya sekarang.
"kamu dengar, keluarga kami sangat kaya."
__ADS_1
"ia aku tahu, kamu sangat kaya . Cincin ini adalah salah satu ikatan cinta kita. Aku minta jangan dilepas, aku sangat mencintaimu. Kalau kamu mau marah kepadaku, luapkan saja, Akan aku terima semuanya." Kevin memasangkan kembali ditangan Lisa.
Lisa tidak ingin berkata apapun, rasa kesal dihatinya masih ada, Ucapan maaf dari Kevin sedikit meluluhkan hatinya. Lisa memperhatikan Kevin menyematkan cincin pernikahan mereka dijari manisnya.