Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
seperti keluarga kedua


__ADS_3

Fatina dan Rajak menyambut Lisa dan Kevin didepan pintu. Sepertinya mereka sudah lama menantikan kehadiran mereka berdua. Mereka adalah orang tua Khay. Wajah Rajak sangat terlihat kalau dia memiliki keturunan Arab. Dengan perawakan tinggi besar, sedangkan Fatina adalah keturunan asia tenggara. Tidak heran Khay terlihat tampan, ayahnya memiliki kharisma yang tegas tapi juga sangat bersahabat.


Fatina menyambut Lisa dengan pelukan yang hangat. Lisa tersenyum dengan sambutan yang sangat baik dari mereka berdua. Tidak sadar air mata Lisa menetes di pipinya. Rumah ini memiliki kenangan yang sangat luar biasa bagi Lisa. Walau hanya sebentar, tapi setiap mengingat rumah ini. Emosi Lisa meluap-luap, seperti saat sekarang ini. Fatina mengusap lembut pundak Lisa, ia memang tidak pernah mengetahui latar belakang Lisa.Jiwa seorang ibu selalu bisa menenangkan seorang anak.


"terima kasih" kata Lisa sambil melepaskan pelukan Fatina


Kevin menghapus air mata di pipi Lisa, kemudian mencium keningnya "aku mencintaimu.."


Rajak merangkul Fatina, "aku tahu ini rumah kalian, tapi mari kita masuk."


Lisa tertawa melihat Rajak begitu sungkan kepada mereka. "terima kasih,,," jawab Lisa.


Lisa melihat rumah, ada perubahan dalam bangunannya. 3 lantai dan terlihat sangat mewah. Lampu hias cristal berada ditengah ruangan. Kesan hangat langsung terasa ketika memasuki ruangan ini. Bangunan khas eropa dengan tangga mode melingkar ditengah bangunan. Lisa menutup mulutnya yang tercengang melihat keindahan rumah ini. Ini adalah rumah idaman semua orang termasuk dirinya.


"kamu suka??" tanya Kevin


Lisa mengangguk dengan cepat sambil mengelilingi keindahan rumah ini. "aku lupa melihat bagian luar apakah ada perubahan atau tidak." kata Lisa dengan jujur. Dari awal ketika sampai dirumah ini sosok Fatina dan Rajak yang menjadi pusat perhatian Lisa. Ia sama sekali tidak melihat ada perubahan diluar sana.


"kamar kita ada dilantai 2, apa kita perlu ganti kamar??" tanya Kevin


"tidak perlu..." Lisa menaikkan kedua tangannya.


Kevin tidak paham maksud Lisa, "iss... kamu gendong aku ke atas. Itu saja tidak paham." ujar Lisa kesal.


"makan malam akan segera siap" kata Fatina.


"baik, kami mandi dulu," jawab Lisa dengan sangat ramah.


Lisa sangat senang dengan kedua orang tua Khay. Mereka sangat baik, sangat mengherankan mengapa Sabrina begitu tega terhadap kedua orang tua ini.


"kapan kamu membangun rumah ini..."

__ADS_1


"sudah sekitar 3 bulan yang lalu ketika kamu tidak ingin bicara kepadaku." jawab Kevin jujur


"kenapa tidak memberitahukan kepadaku??"


"awalnya aku ingin memberikan kejutan kepadamu, bagaimana pun bintang dan kedua orang tua mu ada didesa bunga. Pasti kita akan sering kemari untuk menginap. Jadi aku membangunkan rumah yang lebih baik untukmu."


Tangan Lisa yang masih melingkar di leher Kevin semakin erat dipeluknya. Pria ini dengan sabar menggendong Lisa menuju lantai 2 rumah.


"mereka berdua juga membantu ku mendekorasi rumah ini. Aku cukup menjelaskan bagaimana kepribadianmu melalui telepon kemudian mereka membantu aku berbelanja semua peralatan rumah disini. Hasilnya seperti yang kamu lihat." jelas Kevin.


"kamu sangat baik, bukan kah kamu tidak suka dengan Khay??"


"aku tidak suka dengan dia, bukan dengan kedua orang tuanya."


Begitu masuk keruangan kamar, Lisa tidak bisa menutupi kekagumannya melihat dekorasi kamar ini. Nuansa warna peach dengan tempat tidur yang besar dan dengan perpaduan warna coklat muda pada tempat tidur membuat kesan hangat. Lampu hias kristal ditempatkan ditengah-tengah ruangan membuat kesan mewah semakin kuat dikamar ini.


"Aku sangat menyukainya..." Lisa turun dari gendongan Kevin dan mulai menjelajah isi kamar yang sangat luas itu.


Lisa menarik ujung bibirnya. Lisa duduk ditempat tidur dengan kesal, padahal tadi ia sudah semangat ingin berkeliling rumah. "cepatlah,,,,," jawab Lisa kesal


Kevin mempercepat mandinya karena ia takut Lisa pergi tanpa dirinya. Memikirkan Lisa turun tangga sendiri sudah mengacaukan isi pikiran Kevin.


"sudah..." Kevin keluar dengan rambut yang basar, dan kancing baju yang sembarangan dikancing.


Lisa menahan tawa, baru kali Kevin tampil dengan tidak sempurna dimata Lisa. Lisa mendekati Kevin dan mengambil handuk yang diletakkannya di pundaknya.


"Menunduk.." perintah Lisa


Kevin menunduk dan Lisa membantunya mengeringkan rambutnya. Kemudian Lisa membuka kancing baju Kevin untuk memperbaikinya.


"apa kamu mau melakukan sekarang??" tanya Kevin

__ADS_1


"tentu saja... " jawab Lisa santai sambil menatap mata Kevin


"baiklah, aku akan menggendong kamu ke tempat tidur.." kata Kevin penuh percaya diri


Lisa memukul dada Kevin dengan geram. "kamu ini, apa yang kamu pikirkan. Aku sedang memperbaiki kancing baju kamu. Berhenti berpikiran yang tidak-tidak"


Kevin meletakkan kepalanya dipundak Lisa "aku rindu....."


Lisa menepuk pundak Kevin untuk menyemangatinya. "kamu harus bersabar menunggu sampai kehamilan melewati minggu ke empat, seperti saran dari dokter."


Kevin mengangguk dengan wajah sedih.


"sudah cepat lah...aku sangat lapar sekarang." keluh Lisa sambil mengangkat wajah Kevin dari pundaknya kemudian mencium keningnya.


Fatina menyajikan makanan timur tengah. Lisa baru kali ini melihat makan seperti nasi kebuli, falafel, sambosa, dan hummus. Walau belum pernah makan makanan seperti ini, apapun ceritanya makanan tidak pernah salah. Semua ada rezeki pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Lisa makan dengan lahap, walau rasa masakannya terlalu berbumbu tapi Lisa merasa semua masakan Fatina sangat enak. Lisa tidak henti-hentinya memuji masakan Fatina dan memberitahukan kepada Rajak ia sangat beruntung memiliki istri seperi Fatina.


Dari semua makanan dimeja hampir 80% masuk kedalam perut Lisa dan di piring makanan tidak ada sisa sama sekali. Lisa menghabiskan semua makanannya dan tersenyum puas.


"terima kasih atas makanan yang ibu sajikan. Semuanya enak." kata Lisa sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat duduk.


Lisa melihat asisten rumah tangga membereskan meja makan. Lisa ingin bangkit tapi saat ini perutnya terasa penuh. Ia kesulitan bangkit sekarang.


Kevin sedang berbicara dengan Rajak sedangkan Lisa masih sibuk dengan perutnya yang kekenyangan. Fatina juga sibuk membereskan meja dan membereskan dapur. Lisa merasa segan, ia pun bangkit dari tempat duduknya dan ingin membantu Fatina


"jangan, kamu jangan membantu duduk saja dulu. Ibu sedang memotong buah" kata Fatina sambil menuntun Lisa yang terlihat susah berjalan ke kursi meja makan.


"aku merasa sungkan, makan begitu banyak tapi tidak membantu sama sekali." kata Lisa


Fatina tersenyum "tidak, ini adalah rumah kamu. Kami yang menumpang hidup bersama kalian. Semua pekerjaan rumah tangga disini sudah ada asisten rumah tangga yang mengerjakan. Kalian benar-benar sangat baik kepada kami. Entah bagaimana cara membalasnya"


Lisa bertopang dagu sambil mengangguk penuh keyakinan "benar...ibu harus membalasnya.. " jawab Lisa serius dengan menatap Fatina

__ADS_1


__ADS_2