Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
makan siang bersama sang mantan


__ADS_3

Lisa keluar dari ruangan rapat, dan ternyata dilobby kantor, Khay sedang duduk.


"kamu sudah selesai??" tanya Khay sambil berdiri menghampiri Lisa.


"kaki kamu sudah sembuh??"tanya  Khay lagi,


"sudah lebih baik, terima kasih." Lisa menjawab ramah.


"bagaimana kalau kita makan siang bersama? Ini sudah waktunya makan siangkan??" Khay berbicara sambil melihat jam tangan di tangan kanannya.


Lisa belum mejawab tapi para pengawal sudah berdiri tegak dibelakangnya. Khay bingung melihat para pria dibelakang Lisa.  "Siapa mereka??" tanya Khay


Lisa tersenyum sambil berkata "perkenalkan, sebelah kanan aku namanya A dan sebelah kiri aku namanya B. Aku tahu pasti kamu tidak nyaman, tapi mereka adalah fans pribadiku yang tidak bisa aku singkirkan... Bukan begitu?" Ujar Lisa melihat kearah kanan dan kirinya sambil mengedipkan matanya sebelah.


Pengawal tersebut tidak berani merespon jika bosnya tahu, selesailah nasib mereka ditangannya.


"Apa harus dengan mereka??" Khay bertanya dengan ragu.


Lisa mengangguk penuh dengan kepastian.


"Baiklah jika begitu, "  Khay tidak yakin. Kemudian dia berbisik kepada Lisa "apa kamu butuh bantuanku??"


Lisa tertawa sambil berkata "tidak perlu, aku sangat aman sekarang bahkan terlalu aman aku rasa."


Mereka berdua makan di cafe dekat kantor, Lisa belum memesan makanan tapi pelayan sudah mengantarkan makanan untuk Lisa tapi tidak untuk Khay.


Lisa bingung dan bertanya kepada pelayan cafe itu "maaf, saya belum ada pesan makanan apapun, kenapa sudah ada diberikan makanan.?"


"owh, bapak yang disitu yang memesankan untuk anda" ujar pelayan itu menunjuk kearah Kevin yang duduk dilantai 2 cafe.


Terihat Kevin sedang berdiskusi dengan Frans berdua, sejak kapan mereka ada disini? Sepertinya Lisa tidak ada melihat kedatangan mereka berdua. Bahkan keluar kantor saja Lisa tidak ada lihat, bagaimana mungkin bisa mereka lebih dahulu sampai disini. Lisa melihat kearah Kevin dengan tatapan bingung. Tapi Kevin membalasnya dengan senyuman.


Lisa merinding seketika, senyumanya benar-benar berbeda tidak seperti biasanya, perasaan Lisa pun jadi tidak enak.


Khay melihat kearah Kevin sambil menganggukan kepalanya, Kevin pun membalas dengan hal yang sama.


"bos kalian benar-benar perhatian dengan karyawannya." ujar Khay

__ADS_1


Lisa tersenyum terpaksa. 'ini namanya bukan perhatian, tapi proses bunuh diri.' batin Lisa.


Lisa dan Khay duduk berdua berhadapan.


"bagaimana kabarmu??" tanya Khay


"seperti yang kakak lihat, aku sehat sekali."


Khay melihat cincin dijari manis tangan kanan Lisa dan berkata "kamu sudah menikah??"


Lisa mengangguk "ya,,,,aku sudah menikah," jawabnya.


Kevin menundukkan kepalanya ada terbesit rasa kecewa dimatanya, tapi ia masih bisa berkata "baguslah jika begitu. Aku yakin dia pasti orang yang baik"


Lisa tersenyum  sambil berkata "ya....dia sangat baik walau kadang menyebalkan tapi dia selalu baik kepadaku."


"apa mereka berdua yang mengikuti kamu ini......" tanya Kevin terhenti


Lisa mengangguk sambil tersenyum.


'wah gawat batin Lisa, semoga pria diatas sana tidak mendengar pembicaraan kami' batin Lisa, baru selesai berpikir Lisa menoleh kearah atas, mata Lisa dan Kevin beradu, aura dingin menyelmuti cafe ini. Lisa merinding hebat. Alarm bahaya sudah didepan mata.


Lisa segera memberikan penjelasan agar keadaan bisa lebih terkendali   "itu adalah masa lalu, tidak perlu kakak katakan lagi, aku sudah bahagia sekarang."


"aku sangat menyesal seandainya aku tidak menghilangkan handphone ku pada saat itu," Khay menundukkan kepalanya.


Jika Lisa pada posisi yang sama seperti beberapa tahun yang lalu, mungkin ia akan sangat senang mendengar perkataan Khay, Tapi sayangnya waktu berputar dan setiap rasa saki dan rasa kecewa perlahan lahan dihapus oleh sang waktu. Awalnya memang tidak mudah bagi Lisa. Tapi pengalaman mengajarkan hal yang penting. Semua orang harus bangkit dari rasa sakitnya.


Khay mengangkat kepalanya dan memandang Lisa. "apakah sudah tidak ada kemungkinan bagiku?"


Lisa menarik  nafas panjang dan berkata "setiap orang memiliki waktu dan kesempatannya masing-masing. Ketika kita melewatkan salah satu fase dalam hidup kita, Tuhan pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang lain. Untuk mengisi kekosongan itu. Saat ini aku sudah sangat bahagia, pria diatas sana sudah angat memanjakan aku" Lisa menunjuk kearah Kevin duduk,  tapi sudah tidak ada orang.


Khay melihat kearah jari telunjuk Lisa, tapi sudah tidak ada siapa-siapa diatas sana. Mata Lisa menjelajah keseluruh sudut ruangan, tapi tidak ada Kevin sama sekali.


"kamu cari siapa??" tanya Kevin


Lisa melihat keluar jendela cafe, ia melihat Kevin sudah masuk kedalam mobil sedan hitam miliknya. bersama Frans. Lisa langsung berdiri mengejar Kevin, tapi sayangnya mobilnya sudah berjalan. Lisa menghubungi Kevin tapi telepon yang digunakannya sibuk.

__ADS_1


Khay berdiri dibelakang Lisa dan bertanya "apa semuanya baik-baik saja?"


Lisa menggeleng dan berkata "aku pergi dulu ya kak, nanti kita bertemu lagi dikantor."  Lisa berbicara sambil memberhentikan taxi, ia langsung masuk kedalam taxi dan memberikan arahan kepada supir agar mengikuti sedan hitam didepannya.


Khay tidak paham situasi saat ini, dia hanya melihat dari sisi bisnis. Sepertinya Lisa lupa memberikan laporan kepada Kevin yang merupakan atasannya. Kevin pun kembali kedalam cafe. Tas Lisa tertinggal, pengawal Lisa segera mengambil tas Lisa dari tangan Kevin dan bergerak mengikuti Lisa.


Mobil Kevin berhenti disebuah hotel bintang tujuh, ketika Lisa akan turun ia baru sadar, dompetnya tertinggal. Lisa memijat keningnya, 'kecerobohan apa lagi ini.' batinnya. Lisa menghubungi Kevin lagi, untungnya panggilannya diangkat tanpa basa - basi Lisa langsung berkata "Tolong bayarkan biaya taxiku"


Kevin mengerutkan dahinya, kenapa istrinya bisa naik taxi? Kemana mobilnya? pikir Kevin.


"kamu dimana??" tanya Kevin.


"taxi belakang" jawab Lisa sambil mengeluarkan kepalanya dari pintu taxi dan melambaikan tangan.


Lisa tersenyum menertawakan kecerobohannya.


"kenapa tidak pakai uang digital?" tanya Kevin sambil  menscan pembayaran.


Dengan polos Lisa menjawab "aku tidak pernah menggunakannya."


"Kalau begitu kamu download sekarang, agar kedepannya tidak terjadi hal yang sama." Kevin berkata sambil mengambil handphone Lisa. Satu tangannya mengotak atik handphone Lisa sementara tangan yang lain menggandeng tangan Lisa. Mereka berjalan kearah restauran hotel itu.


Kevin menarik kursi untuk Lisa tapi pandangannya masih fokus di layar handphone.


"sudah selesai" Kevin menyerahkan handphone Lisa.


"Pinnya adalah tanggal pernikahan kita ddmmyy."


Lisa mengangguk puas, setelah mencoba menggunakan ia melihat saldo di aplikasi itu. Tertulis 100.000.000. Lisa menggosok matanya dan melihat kelayar handphone lagi. 'sepertinya ada yang salah dengan mataku' pikir Lisa.


Lisa kembali menggosok matanya,


Tapi kali ini Kevin menghalanginya dan berkata "mata kamu bisa rusak jika kamu lakukan hal itu berulang."


Lisa memajukan bibirnya sambil berkata "maaf. Aku hanya ingin memastikan saldo yang ada di aplikasi ini sangat banyak. Mataku yang bermasalah atau aplikasinya yang bermasalah."


Kevin mengelus kepala Lisa dan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2