Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
bukan seperti itu..


__ADS_3

Lisa menyibukkan diri dengan melakukan streaming video beberapa manager yang mengunjungi lokasi pembangunan rumah yang akan segera dibangun. Lokasinya sangat bagus, masih banyak pepohonan disekitar area. Terlihat Arkana menjelaskan dimana bangunan rumah akan berdiri, kemudian akan ada tempat bermain anak, akan ada kolam renang, taman bermain anak dan saran olah raga. Lisa mengikuti semuanya dengan cermat sambil melihat denah yang sudah diberikan Home Run Ltd.


Lisa menghubungi Angel yang menggantikan Lisa melihat langsung keadaan disana.


"bagaimana kondisi tanah, apakah terlihat seperti bekas rawa??"


"tidak bu, saya sudah melihat ketika berjalan kemari. Ini memang daratan, bukan rawa yang ditimbun dengan tanah."


"kamu pastikan bahan bangunan yang digunakan apakah sudah sesuai dengan perjanjian. Saya tidak mau ada konsumen yang kecewa dengan kualitas bangunan yang didirikan oleh perusahaan kita."


"untuk saat ini dari yang saya kirim gambarnya memang sesuai dengan kesepakatan. Tapi bu, kalau mau memastikan apakah memang itu yang digunakan seterusnya sepertinya harus melalukan survei kembai secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"sepertinya saran kamu bisa diterima. Kamu atur jadwal kamu untuk cek lokasi."


"baik bu, akan saya lakukan."


"aku akan pulang lebih awal, jadi tolong urus semuanya dan berikan laporannya."


"baik bu."


Lisa mengakhiri panggilannya dengan Angel. Leo yang duduk dihadapannya memperhatikan Lisa. Keponakannya ini dari dulu tidak berubah. Jika membahas pekerjaan dengan dirinya, walau sedang tidak sakit  sekalipun ia akan tetap bertahan dengan keadaannya dan menyelesaikan semua pekerjaannya. Lisa baru akan meminta izin sakit apabila ia tidak sanggup lagi mengangkat kepalanya ketika bangun tidur.

__ADS_1


"apa kita sudah bisa pulang??" tanya Leo


"oke, aku siapkan mejaku dulu. baru kita pulang."


"ke apartemen??"


"tidak, ke hotel saja. Itu tempat paling dekat dengan kantor. Aku bisa menghemat banyak waktu selama tidak ada Kevin dengan tinggal disitu."


"lantas aku??" tanya Leo


Lisa menatap kesal kearah Leo "kamu, pulang bersama istri kamu. Memang mau kemana lagi??"


****


Kali ini Lisa berjanji dalam dirinya, akan menjaga anak dalam rahimnya dengan baik. Ia tidak mau lagi mengalami hal buruk seperti waktu itu. Kehilangan suatu hal yang paling tidak diinginkan oleh siapa pun di bumi ini. Jika memang bayi ini kembar, maka tugas Lisa dalam menjaga 2 anak sekaligus benar-benar akan menguras tenaga. Kehadiran mereka adalah karunia terbesar dalam hidup Lisa. Lisa melihat kearah langit yang tidak berbintang. Raganya seolah berkata 'mama, aku sedang mengandung. alangkah sangat baiknya aku bisa membagi kisah bahagia ini bersama dengan kalian berdua.' mata Lisa berkaca-kaca ketika mengucapkan kalimat itu.


Malam ini Lisa sangat merindukan kedua orang tuanya dan Kevin. Lisa membuka lipatan ponselnya kemudian melihat kontak Kevin. Tangannya sangat ingin menekan tombol panggil,tapi rasanya sangat berat. Lisa mulai mengumpat dalam hatinya sambil melihat  foto mereka berdua di ponsel Lisa


'kamu adalah suamiku, kenapa susah sekali menghubungi istri sendiri. Maksudku adalah kamu jangan seharian menghubungiku  bukan tidak menghubungi sama sekali. Kenapa kamu begitu bodoh, hal seperti ini saja kamu tidak tahu. Katanya kamu adalah pimpinan besar Sun Group, urusan percintaan saja tidak lulus. Benar-benar bodoh. Mr K kamu benar-benar bodoh.'


Lelah marah dalam hati Lisa jadi mengantuk. Dengan cepat Lisa tertidur pulas dan lupa dengan semua kekesalan didalam hatinya.

__ADS_1


****


Lisa masih tidur hampir jam 8 pagi, rasa malasnya memuncak hari ini. Lisa menghubungi Angel, kalau ia tidak masuk hari ini. Angel mendengar suara Lisa yang terdengar lelah mengiyakan perkataan Lisa.


Kevin sampai di kantor ketika Angel baru selesai menutup panggilan dari Lisa


"mana Lisa??" tanya Kevin dengan nafas memburu


"ibu, tidak masuk hari ini karena tidak enak badan."


Kevin mengangguk dan langsung berlari kearah lift dan menuju ke hotel. Ponsel Kevin kehabisan daya, ia hanya menebak kalau Lisa pasti masih menginap di hotel. Dengan cepat mobil menuju ke hotel, tidak butuh waktu lama bagi Kevin sampai.


Lisa merasa hari ini rasa kantuknya yang luar biasa, tadi ia sudah sarapan jam 7 pagi dan minum obat yang diberikan dokter kandungan. Setelah meminum obat itu, rasa kantuknya tidak bisa dikendalikan. Lisa bisa mendengar ada yang membuka pintu dan mendengar suara air dari kamar mandi. Pikiran Lisa melayang memikirkan hal-hal aneh, jangan-jangan ia mengalami serangan dari makhluk gaib lagi. Sepertinya tidak mungkin karena langit sudah terang, tidak ada hantu berkeliaran di jam seperti ini. Pikir Lisa


Baru selesai berpikir seperti itu, Lisa merasa ada yang naik ketempat tidur dan kemudian memeluknya. Aroma tubuh yang tidak asing di hidungnya. Sebuah ciuman mendarat di bibir  Lisa dan terdengar suara "aku merindukanmu."


Lisa berusaha keras membuka matanya, samar-samar ia melihat Kevin. Lagi-lagi pria ini masuk kedalam mimpinya untuk kesekian kali. Kemudian Lisa menutup matanya kembali sambil bergumam


'kamu ini, kenapa berani sekali muncul dalam mimpiku tapi tidak berani muncul dalam kehidupan nyata. Dasar bodoh, apa kamu tidak tahu aku merindukanmu. Kenapa tidak menghubungiku. Tiap hari aku melihat ponsel seperti orang gila. Setiap ponselku berdering aku selalu berharap itu darimu. Kenapa kamu berani sekali membuatku kesal. Kamu sangat jahat. Aku tidak akan membuka mataku sekarang, karena aku takut ketika bangun ternyata hanya mimpi.'  , air mata Lisa menetes dari sudut matanya.


Kevin bisa mendengarkan suara Lisa dengan sangat jelas, karena saat ini ia ada diperlukannya "maafkan aku." Kevin mencium kening dan bibir Lisa dan ikut tidur bersama dengannya. Hati Kevin juga sedih berada jauh dari Lisa, ia juga sama gilanya dengan Lisa setiap hari bahkan setiap jam menunggu ponselnya berdering dan itu dari Lisa. Ia sangat berharap Lisa mengatakan merindukannya.

__ADS_1


__ADS_2