
Dalam hati Lisa sangat penasaran dengan mimpi yang dikatakan Kevin, terakhir Ia mengatakan kalau ia dikejar-kejar ditengah hutan yang gelap gulita. Lisa ingin menanyakan lebih detail, tapi jika Kevin mengalami sakit kepala itu lagi dan kehilangan kesadaran. Lisa tidak ingin mengambil resiko itu. Lisa berusaha mencari bahan pembicaraan yang lain, karena duduk dengan suasana canggung benar-benar tidak nyaman.
"apakah selama kita pergi pekerjaan di kantor
tidak ada masalah??'' tanya Lisa. Bagaimana pun Kevin selalu bersemangat apabila berbicara tentang pekerjaan.
"sepertinya besok ada rapat internal, kamu sudah cek email?" tanya Kevin
Lisa menggeleng "aku tidak sempat mengecek email. bagaimana ini??"
"tidak masalah, besok Frans akan datang kemari bersama sekretaris mu."
Lisa tidak percaya, Kevin mempersiapkan semuanya dengan begitu detail. "kamu yang mencari sekertaris untuk ku?? seorang pria??" tanya Lisa dengan semangat
Kevin menatap tajam istrinya "aku akan langsung pecat kalau dia pria" Kevin membuang pandangannya kearah sungai.
"Mr K benar-benar sangat perhitungan. Bukan kah kamu memiliki sekertaris wanita, apa salahnya kalau aku memiliki sekertaris pria." protes Lisa
"walau sekertaris ku wanita, asisten pribadi ku adalah seorang laki-laki. Dia lebih banyak berhubungan dengan ku dibandingkan dengan aku menghubungi sekertaris ku."
Lisa menarik otot bibir kirinya "benar-benar tidak mau mengalah, dasar manusia es" umpat Lisa pelan.
"sayang,,, aku masih bisa mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan."
__ADS_1
Lisa tersenyum terpaksa kemudian kembali cemberut 'bukankah itu juga perusahaan milik ku, kenapa pria ini terlalu mendominasi semua hal di kantor. Termasuk urusan pekerjaannya.' pikir Lisa
"kamu sudah bertemu dengan sekertaris ku??" tanya Lisa
'belum, semua urusannya aku serahkan kepada Frans yang mengatur proses rekrut nya. Aku hanya memastikan biodata dan wawancara tahap akhir dengannya. Kalau tidak salah ada 3 calon kuat."
"dan semuanya wanita??" tanya Lisa sambil mengangguk
"ada seorang pria, tapi dia sudah langsung aku gagalkan pada wawancara akhir." jelas Kevin
Lisa menarik otot kedua bibirnya kesamping 'pria ini tidak memahami kesenangan kaum wanita yang terkadang memerlukan udara segar untuk cuci mata' pikir Lisa. Emosinya selalu meninggi kalau Lisa membahas tentang pria.
Mengingat nama Frans Lisa baru mengikat kalau selama beberapa bulan ini ia tidak melihat Frans datang kekantor.
Kevin orang yang terkenal paling sibuk di Sun Group, sebagai pemimpin nomor satu, Terkadang Kevin dituntut mengunjungi berbagai tempat untuk membahas kegiatan bisnisnya. Jika Kevin tidak memiliki waktu luang, biasanya Frans akan menggantikannya. Jadi tidak heran jika terkadang Frans sering dinas keluar kota atau keluar negeri tanpa Kevin. Tidak heran juga ini salah satu alasan Frans tidak memiliki pacar. Benar-benar disibukkan oleh pekerjaan yang tiada habisnya.
"Frans aku beri cuti selama 3 bulan" kata Kevin
Lisa tidak percaya Kevin memberikannya cuti selama itu, satu hari saja Kevin bisa berpuluh-puluh kali menghubunginya. Konon lagi memberikan ijin 3 bulan.
Kevin melihat wajah Lisa "kamu tidak percaya???"
Dengan cepat Lisa menjawab "tentu saja aku tidak percaya."
__ADS_1
"Frans sakit, jadi ia harus menjalani pengobatan" lanjut Kevin
"Hei Mr K. Kamu sudah terlalu memaksakan pekerjannya tentu saja dia sakit. Jika kamu sudah sibuk bekerja dia hanya tidur 2 jam paling cepat, tidur 5 jam baginya termasuk hal mewah. Kamu benar-benar tidak berperasaan" kata Lisa dengan wajah kesal melihat Kevin
Kevin tidak percaya dengan perkataan istrinya yang seolah-olah menjadikan Frans sebagai budaknya dan tidak memperlakukannya secara manusiawi. "Lisa...yang bekerja itu bukan hanya dia. Aku juga sama dengan dirinya. Apa kamu hanya memikirkan orang lain dan tidak memikirkan diriku?" Kevin kesal dengan Lisa yang terlalu memberikan perhatian kepada Frans. Bagaimana pun ini adalah pekerjaan yang harus mereka lakukan, suka tidak suka harus tetap dilakukan.
Lisa terdiam,ia sadar sudah membangunkan sang serigala yang sedang tertidur pulas. "hmm mmh, maksudku,,,,seharusnya kalian punya standar waktu yang digunakan untuk bekerja. Jangan mempersulit satu dengan yang lain. Bagaimana pun,,,,,'' Lisa berdeham "suamiku butuh istirahat, asisten pribadinya juga butuh istirahat." Susah payah Lisa merangkai kata-kata yang enak didengar telinga Kevin.
"kalau dari tadi kamu berkata seperti itu aku rasa tidak perlu marah denganmu." kata Kevin sambil mengusap rambut Lisa dengan lembut.
Lisa bermanja-manja dengan menyandarkan kepalanya di lengan Kevin lagi "sangat menyenangkan berada disini bersamamu sekarang." Lisa selalu padai menenangkan hati Kevin yang sedang marah.
"apakah kamu pernah berkunjung kerumah Frans??"
"tentu saja pernah." kata Kevin
Kevin mengingatnya dan mulai menceritakan kepada Lisa. Pada awal bekerja dengan Kevin, kedua orang tuanya sangat kesulitan menghubunginya. Frans memang mengirim banyak uang setiap bulan kepada mereka. Tapi sangat jarang menghubungi kedua orang tuanya. Apapun diberikan Frans untuk kedua orang tua. Ia bisa membangun rumah besar, membeli kendaraan dan tanah yang luas untuk orang tuanya agar bisa bertani dan berkebun sesuai dengan keinginan orang tuanya.
Ia memperkerjakan orang untuk mengurus ladang dan sawah miliknya dikampung. Juga memperkerjakan asisten rumah tangga untuk mengurusi rumah dan mengawasi kedua orang tuanya. Frans memiliki seorang saudara perempuan, ia menyekolahkannya di Harvard. Semua ditanggung olehnya sendiri.
Kecurigaan kedua orang tuanya adalah Frans selalu bekerja sampai larut malam. Kedua orang tuanya yang sudah mulai lanjut usia mulai mencurigai kalau pekerjaan Frans pasti bukan hal yang baik. Frans bukan seorang pengusaha, jika hanya sebagai seorang karyawan biasa tidak mungkin bisa menghasilkan uang begitu banyak. Mereka mulai mencurigai Frans sebagai pedagang obat-obatan terlarang, atau bisa juga sebagai penjual minuman keras bahkan pikiran terburuk mereka adalah Frans adalah seorang mucikari. Yang menjual wanita untuk diperdagangkan dalam dunia gelap malam.
Frans berkali-kali menyangkal pemikiran kedua orang tuanya, tapi tidak ada hasilnya. Hingga suatu hari kedua orang tuanya datang ke kota dan mengikuti Frans mulai dari rumah kekantor bahkan sampai ke hotel tempat Kevin tinggal. Kecurigaan mereka mulai menemui titik terang, mereka sudah yakin kalau anaknya memiliki hubungan dengan sesama jenis. Dan Kevin adalah teman kencan Frans menurut pemikiran mereka.
__ADS_1
Hingga keesokan harinya, kedua orang tua Frans membuat kerusuhan di kantor. Waktu itu Kevin dan Frans mendapat siraman air dari kedua orang tuanya yang habis-habisan memaki mereka berdua sebagai orang yang tidak memiliki budaya dan sopan santun. Kevin sangat marah saat itu, tapi ketika Frans meredakan amarahnya dengan mengatakan semua hanya salah paham kedua orang tuanya. Dengan susah payah,,,,,,,