Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
berkunjung ke makam...


__ADS_3

Kata-kata Lisa membangkitkan kembali rasa percaya diri Kevin, sangat senang ketika ia mengatakan membutuhkan dirinya.


"kenapa kamu tadi berkata Leo saingan tidak kasat mata???" Kevin berusaha mengalihkan perhatiannya dengan hal lain


Lisa kembali tertawa. "Leo itu tidak pernah belajar, kerjanya selalu main video game kemudian tidur didalam kelas, selalu mencontek PR ku. Tapi ketika ujian dia bisa menjawab dengan sempurna. Bahkan kami adalah saingan dalam sekolah. Aku tidak habis pikir dengan dirinya. "


Kevin tersenyum melihat Lisa yang sangat semangat menjelaskan keburukan pamannya sendiri. Masih sibuk bercerita, Frans masuk kedalam ruangan tanpa mengetuk pintu. Ia melihat Lisa duduk dipangkuan Kevin sambil memeluknya. Tatapan sebagai pengganggu terlihat jelas dimata Kevin membuat Frans jadi serba salah.


"kenapa Frans???" tanya Lisa memecahkan ketegangan keadaan Kevin dan Frans


"maaf menganggu kakak ipar....bos ada jadwal video konferensi dengan Khay dan perusahaan One Future."


"nan..."


"kembalikan..." Lisa lebih dahulu berbicara memotong pembicaraan Kevin yang terputus, kemudian meminta Tab yang dipegang Frans yang sepertinya sudah memulai video konferensi.


Lisa melihat dilayar tab sudah ada Khay dan beberapa sepupu dan paman Kevin yang pernah dilihatnya di Inggris. "aku kembali dulu keruangan ku. Kamu sibuk saja dulu." Kata Lisa hendak bangkit dari pangkuan Kevin.


"tetaplah disini."


"jangan, berat badanku sudah naik 10 kilo...kamu tidak akan sanggup menahan berat badanku lebih lama lagi." bujuk Lisa


"aku sanggup." jawab Kevin sambil mengaktifkan mode sembunyi yang diaktifkan Frans


Frans tersenyum kearah Lisa, memang hanya kakak ipar yang paling mengerti keadaannya.'


"silahkan dilanjutkan, maaf istriku ikut dalam rapat kali ini." kata Kevin santai


Semua peserta video konferensi yang rata-rata saudara Kevin menyambut hangat Lisa yang bergabung dengan mereka. Lisa melambaikan tangan kepada mereka semua dan setelah selesai saling menyapa, mereka pun fokus membahas pekerjaan. Lisa sangat kagum dengan keluarga Kevin, meraka bisa membatasi sikap ketika sedang bekerja dan ketika menjalin hubungan kekeluargaan dengan Kevin. Lisa saja, sampai sekarang sangat sulit untuk tetap profesional bersikap kepada Kevin.

__ADS_1


****


Hari Sabtu setelah selesai kuliah, Kevin dan Lisa langsung pergi ke desa kenangan. Lisa meminta kepada Kevin langsung ke makam keluarganya begitu sampai disana. Karena Lisa sampai sekarang tidak pernah mengunjungi makam bintang anak mereka.


Dua jam perjalanan tidak terasa bagi Lisa karena sepanjang jalan Lisa hanya tertidur di lengan Kevin. Begitu sampai di area pemakaman, Kevin membangunkan Lisa


"sayang...kita sudah sampai."


Lisa membuka matanya perlahan dan mengenali tempat ini. Perasaan Lisa campur aduk melihat tempat ini. Ia masih ingat jelas ketika ia menolak Kevin menguburkan mamanya disini. Bagaimana ia sangat marah kepada Kevin yang berani memberikan perintah tanpa menanyakan kesiapan mentalnya saat itu. Mata Lisa mulai berkaca-kaca.


"kamu yakin baik-baik saja???" tanya Kevin ragu


Lisa mengangguk ada senyuman terpaksa diwajahnya.


Begitu Lisa memastikan kondisinya baik, Kevin keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah pintu mobil Lisa kemudian membukanya. Kevin menyodorkan tangan kanannya kepada Lisa dan Lisa menerimanya.


"mama datang sayang...." bisik Lisa. Suara yang pelan tapi sangat jelas masuk ditelinga Kevin dan 10 orang pengawal yang berdiri didepan, samping dan belakang Lisa dan Kevin. Mereka pun tidak bisa menutupi rasa haru melihat Lisa.


Lisa duduk di depan makam bintang yang ditumbuhi rumput hijau yang lembut. Lisa melihat tulisan "Beloved Bintang" pada nisan bintang.


"maafkan mama baru sempat menjenguk kami disini. Maaf mama tidak bisa melihat pemakaman kamu ketika itu. Maaf karena mama tidak bisa menjagamu dengan baik. Maaf kan mama karena tidak melihat wajah kamu yang terakhir kalinya." suara Lisa bergetar dan air matanya menetes dari kelopak matanya.


Kevin ikut duduk disamping Lisa sambil memegang pundak Lisa.


"kamu pasti sangat senang bertemu dengan kakek dan nenekmu kan... Mereka pasti sangat memanjakan mu disana."


Lisa melihat kearah kanan makam bintang adalah makam mamanya.


"mama.... akulah orang yang paling jahat disini. Karena kelalaian ku mama harus mengalami nasib buruk hingga meninggal dunia, karena ketidak hati-hati an ku, bintang juga pergi bersama mama dan papa. Maafkan aku sudah menjadi anak dan ibu yang jahat bagi kalian berdua. Papa.. aku sudah menjadi anakmu yang tidak berguna. Maafkan aku pa ..."

__ADS_1


Lisa menangis tersedu-sedu. Biasanya ia berbicara dengan mereka bertiga hanya dengan menatap bintang malam. Berbicara didepan makam secara langsung memberi kesan yang berbeda. Lisa merasa mereka ada dihadapan mereka sekarang.


Kevin memeluk Lisa, memenangkan hati Lisa yang dipenuhi rasa bersalah dan kesedihan.


"sudahlah sayang... mereka bertiga tidak akan suka melihat kamu bersedih seperti ini."


Ketika Kevin berkata seperti itu angin lembut bertiup diwajah Lisa dan Kevin. Mata Lisa mengikuti arah angin tersebut yang berputar-putar disekitar mereka. Hati Lisa tiba-tiba menjadi sangat tenang. Rasa sedih yang tadi dirasakannya secara perlahan menghilangkan dari dalam hatinya.


"aku rasa kamu benar,mereka tidak menyukai aku menyalahkan diriku sendiri." kata Lisa memandang Kevin.


Kevin mengangguk sambil memejamkan matanya. "sudah sore, kita kembali dulu kerumah. Besok pagi kita kembali lagi melihat mereka. Bagaimana....." tanya Kevin


Lisa mengangguk dan kemudian Kevin membantu Lisa berdiri. Lisa berjalan meninggalkan makam 3 orang yang dicintainya. Lisa menyempatkan melambaikan tangan kepada mereka ketika diperjalanan menuju ketempat parkir.


"apa kamu bisa melihatnya... Mereka melambaikan tangan kepadaku sekarang." kata Lisa


Kevin menoleh kebelakang dan tidak melihat apapun. Kevin berpikir mungkin itu adalah imajinasi Lisa saja. Beberapa pengawal juga ikut menoleh kebelakang untuk memastikan perkataan Lisa. Sama dengan Kevin, mereka tidak melihat apapun.


Lisa tersenyum disepanjang perjalanan menuju ke tempat parkir.


"kamu baik-baik saja sayang...."


"ya... Aku sangat senang melihat mereka baik-baik saja." Lisa menyandarkan kepalanya di dada Kevin.


Kevin tidak ingin merespon perkataan Lisa. Jika memang yang dilihat Lisa benar adanya maka ia turut bahagia karenanya. Tapi jika yang dilihat Lisa hanya imajinasi saja, maka Kevin tidak ingin Lisa segera kembali ke dunia nyata.


30 menit perjalanan Lisa dan Kevin sampai dirumah mereka yang di desa kenangan. Walau hanya beberapa hari tinggal ditempat ini. Tapi ini lah tempat terakhirnya bersama mamanya.


Keluarga Khay menyambut Lisa dan Kevin dengan sangat ramah.

__ADS_1


__ADS_2