
Lisa berjalan tanpa arah. Ia tidak tahu kemana arah tujuannya saat ini.
'mama...aku tidak tahu siapa yang harus aku percayai saat ini. Apakah memang dia orang yang bisa dipercaya menjadi pendampingku? Siapa wanita itu... dari fisik dan kecantikan Lisa menyadari kalah dengannya. Semua dari fisik dan pakaian yang digunakan benar-benar luar biasa dan terlihat dia bukan orang sembarangan.
Lisa berjalan mengkuti arah kakinya. Kakinya sudah perih karena luka dibagian tumit tidak lagi dirasakan olehnya. Langkah Lisa berhenti ditaman kota. Kemudian duduk dibawah sebuah pohon yang rindang. Siang ini matahari redup, awan gelap membentang diatas langit.
'ma, pa aku mau pulang' batin Lisa sambil melihat ke langit yang menghitam. Saat ini ia ingin pulang, tapi tidak punya tempat tujuan untuk kembali. Tidak ada rumah yang menjadi tempatnya melepaskan lelahnya, tidak ada orang tua yang menyambutnya pulang dirumah.
'untuk apa uang sebanyak ini papa berikan kalau ternyata hanya aku sendiri, lebih baik kalian membawa aku ikut kalian keatas sana.' batin Lisa
"Lisa,,,,," sapa seorang pria dengan tinggi 170 cm dengan kulit sawo matang, rambut bergaya semi militer. Bertubuh atletis dengan senyum lebar yang menunjukkan gigi putih yang berbaris rapi. Ya, dia adalah Khay cinta pertama Lisa.
Lisa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, bagaimana mungkin bisa muncul disaat yang tidak terduga. Lisa masih membeku melihat pria itu.
"Kamu,,, Lisa kan??? tanya lagi meyakinkan dirinya sambil melambaikan tanganya kearah Lisa.
Lisa tersadar dari lamunannya sambil menggelengkan kepalanya sambil mengedipkan matanya berkali-kali. Lisa melihat wajah Khay berubah menjadi Kevin. Bagaimana pun jangan memikirkan Kevin dulu pikirnya.
Khay duduk disebelah Lisa. "kamu sendiri??" tanya Khay
Lisa mengangguk tanpa menjawab.
"Kamu sehat?"
"Lisa kembali mengangguk,
"syukurlah kalau kamu sehat. Hujan akan segera turun, bagaimana jika kita pergi ke cafe dekat sini??" Khay melihat wajah Lisa yang murung. Ia bisa menebak kalau sekarang wanita ini dalam keadaan yang tidak baik.
__ADS_1
Lisa tersenyum terpaksa sambil melihat Khay.
"jangan tersenyum, kamu bisa membuat orang disekitar taman ini kabur melihat kamu."
Lisa langsung merubah wajahnya, wajah dingin seperti tanpa ada kehidupan.
****
Lima tahun yang lalu, Lisa mengenal Khay sebagai senior di kampusnya. Khay sangat populer dikalangan mahasiswi. Tidak hanya terkenal ramah dan pintar, Khay suka olah raga dan seorang model. Tidak heran ketika dia sedang latihan basket, dipinggir lapangan akan berbaris banyak mahasiswi hanya untuk melihatnya. Melihat Khay tersenyum sambil melambaikan tangan bagai anugerah bagi mereka.
Lisa salah satu wanita yang tidak terlalu mengikuti hobi para mahasiswi dikampusnya. Baginya, kuliah dan bekerja adalah rutinitas yang harus dijalaninya. Tidak perlu berpikir tentang cinta, karena Lisa tidak ada waktu untuk menjalin hubungan.
Lisa dan Khay berkenalan pertama kali di mini market 24 jam yang dijaga Lisa. Waktu itu jadwal Lisa bekerja adalah dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi didekat kampusnya. Secara kebetulan, Khay yang pulang larut malam dari latihan basket . Khay masuk ke dalam bersama beberapa temannya. untuk membeli minuman. Dimeja kasir terlihat Lisa sedang belajar dimeja kasir. Ternyata Khay mengenali Lisa sebagai mahasiswa dikampus yang sama dengannya . Mulai lah perkenalan mereka. Semakin hari semakin dekat, hingga suatu hari Khay menyatakan perasaannya kepada Lisa. Awalnya Lisa ragu menerima Khay, tapi Khay bisa meyakinkan Lisa bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja.
Khay yang memiliki banyak fans wanita membuat Lisa takut dekat dengannya. Ia tahu diri, bagaimanapun ia hanya seorang mahasiswi miskin yang mengandalkan beasiswa agar tetap bisa kuliah. Tidur hanya 3 jam dalam satu hari. Benar-benar tidak pantas menjadi pacar Khay,
Lisa menjadi seperti orang bodoh yang mendambakan bulan. Tidak ada gunanya berpikir bisa meraih bulan yang bersinar sedangkan dirinya hanya sebuah dunia gelap tak berpenghuni sungguh tidak layak untuk pria seperti Khay.
*****
"bagaimana jika kamu aku antar pulang??" Tawar Khay
Lisa tersenyum menatap Khay sambil berkata "tidak perlu kak, aku sedang menunggu seseorang menjemputku,"
Khay tersenyum lebar.. "akhirnya kamu mau bicara juga denganku. Aku sempat khawatir kamu lupa cara bicara"
Lisa diam tidak menanggapi perkataan Khay.
__ADS_1
"Hujan akan segera turun bagaimana jika kita pergi sekarang?"
Lisa menjawab dengan mengangguk.
Mereka berdua berdiri dan ketika Lisa akan berjalan, rasa sakit di tumit kakinya mulai terasa menusuk.
"aah.." Lisa kembali duduk dan melepas high hellsnya
Khay melihat kaki Lisa dan berkata : "kamu baik-baik saja??"
"tidak." jawab Lisa singkat.
"kamu tunggu disini, aku ambil plaster dulu." Khay langsung pergi berlari kearah parkiran mobil.
"kak......" Lisa memanggil Khay tapi ia berlari sangat cepat, ' kenapa pria ini langsung pergi.... ' pikir Lisa.
Lisa tidak memperdulikan Khay dan tetap berjalan perlahan sambil memegang sepatunya. Hujan sudah mulai turun,langkah kakinya tetap berjalan perlahan. Langkah Lisa berhenti dibawah pohon diluar taman. Lisa memperhatikan mobil yang berjalan dihadapannya dengan tatapan mata kosong sama dengan pikirannya saat ini.
Khay yang kembali ketaman dengan membawa payung tapi Lisa tidak menemukan Lisa, matanya menelusuri setiap sudut taman, tapi tidak menemukannya. Khay tampak kecewa, ia tahu sepertinya saat ini Lisa sedang bersedih. Seandainya ia lebih cepat datang, seandainya ia tidak pergi. Seandainya ia membawanya saja kedalam mobil pasti tidak akan kehilangan dia.
Lisa menundukkan pandangannya, saat ini dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Pikirannya tertuju kepada rumah. Kata rumah seperti barang mewah yang sulit Lisa dapatkan.
Lisa berjalan lagi tanpa alas kaki. Kemudian Lisa menyadari, hujan berhenti diatas kepalanya tapi tetesan air masih cukup deras dari langit disekitarnya. Lisa mengangkat kepalanya dan menemukan payung hitam besar sudah melindunginya dari air hujan.
Lisa membalikan badannya dan menemukan Kevin berdiri dibelakangnya. Tatapan wajah sedih dan hancur dimata pria yang terkenal dengan kepribadian yang dingin. Lisa terpaku melihat Kevin.
Rasa iba muncul dihati Lisa. Bagaimana pun pria ini selalu ada bersamanya. Dia juga merasa sakit dan kehilangan sama dengan yang Lisa alami. Tapi yang masih mengganjal dihati Lisa adalah wanita itu. Siapa dia?? Apakah mereka mempunyai hubungan. Atau hanya sekedar hasutan dari Roy???
__ADS_1