
Lisa menertawakan Kevin. Kevin memandang Lisa dengan tatapan tidak senang. "kamu sudah puas???" tanya Kevin kesal
"Belum, biarkan aku tertawa sedikit lagi" Lisa melanjutkan tertawa hingga keluar air mata dan sakit perutnya.
Sadar tatapan berbahaya mengintainya, Lisa segera menghentikan tertawanya. Lisa memutar otaknya, ia tidak boleh disiksa pria ini. Lisa memegang keningnya yang masih hangat. Lisa kembali berbaring dan memakai selimutnya, ya...ia sekarang sakit. Pria ini tidak mungkin berani menyiksanya ketika sedang sakit,
"sudah sadar kalau sakit jangan terlalu banyak mengeluarkan energi" Kevin memperhatikan Lisa sambil memasukan tanganya kedalam saku celananya.
Lisa memandang Kevin sedih sambil memajukan bibirnya.
Hati Kevin tidak tega melihat wanita kesayanganya yang baru saja menertawakannya melihatnya seperti itu. Kevin mengerti ia sudah membuat istrinya salah paham dengan foto itu.
Kevin duduk disisi tempat tidur sambil memegang mangkuk berisi bubur.
"duduklah, ayo makan" Kata Kevin.
Lisa duduk bersandar tempat tidur dan Kevin menyuapinya. Tatapan mata Kevin yang menatap serius Lisa membuat Lisa menjadi canggung. Matanya berputar menjelajahi kamar untuk menghindari tatapan mata Kevin kemudian berhenti di jari manis tangan kanannya. Cincin berlian berbentuk bunga yang sangat cantik, Kemudian Lisa memperhatikan jari Kevin ada melingkar cincin putih polos, ditengahnya ada batu berlian kecil menghiasinya.
Kevin sadar pandangan Lisa tertuju kepada cincin dijari mereka "maaf lama memberikan cincinya, karena proses selisai tempahan cukup lama."
Lisa memandangi cincinnya, walau ia tidak pernah memakai berlian sebelumnya, tapi ia pernah melihat teman kerjanya memakai berlian sebelumnya. Kilauannya berbeda. Pantas saja lama karena bentuknya yang sulit. Pikir Lisa.
Kevin bicara memecah keheningan diruangan "wanita yang kamu lihat itu tidak ada hubungan apapun dengan ku. Kami hanya teman bisnis."
"hebat sekali mitra bisnis berhubungan seperti itu, aku jadi penasaran bisnis apa yang kalian jalankan???" sindir Lisa.
"aku tahu kamu pasti tidak percaya, tapi kondisi yang terjadi ketika foto dengan yang terjadi tidak seperti yang ada dipikiran kamu."
"apakah memang terjadi sesuatu yang ebih dari foto itu???" selidik Lisa
__ADS_1
"aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun selain kamu." jelas Kevin
Lisa tidak menanggapi Kevin, Lisa membuang pandangannya kearah luar jendela kaca. Saat ini fisiknya sangat lelah, pikiran masih belum tenang dalam menanggapi semua. . Ia masih perlu menenangkan pikiran dan tidak ingin membahas masalah wanita itu.
Cincin pernikahan ini apakah cukup kuat untuk mempertahankan semuanya? Mempertahankan hubungan mereka yang menikah tanpa cinta. Lisa melihat cincin dijarinya kemudian melihat kearah luar jendela.
'Mama... apa yang harus aku lakukan, bantu aku aku ma siapa yang harus aku percaya saat ini....' batin Lisa
Lisa hanya makan beberapa suap bubur saja, selera makannya hilang karena Kevin menyinggung hal yang tidak ingin didengar oleh Lisa. Kevin keluar dari kamar dan masuk kedalam ruangan kerjanya, pintu dibuka lebar kearah kamar tidur, sehingga Kevin bisa melihat Lisa dengan leluasa.
Lisa masih duduk ditempat tidur sambil memeluk kedua kakinya, kepalanya bersandar bantal, matanya menerawang jauh ke luar jendela. Lisa merasa beban dipikirannya bertambah sejak ia mengenakan cincin pernikahan ini. Belum lagi peristiwa semalam dengan Roy, rasa bencinya kepada orang itu sudah melebihi batas ambang yang bisa di tolerir hatinya.
Lisa mengambil balon yang selalu ada ditasnya. Lisa meniup semua balon yang ada satu bungkus plastik. Satu balon sisa ditiup Lisa sekuat tenanga sampai balon itu pecah dan Kevin terkejut dibuatnya.
"ada apa???" tanya Kevin khawatir sampai ia berlari kearah kamar. Ia tidak melihat Lisa meniup balon tadi.
Lisa melihat Kevin dengan wajah tidak berdosa, matanya berkaca-kaca. Kevin duduk disebelah Lisa dan memeluknya sambil berkata "tidak apa-apa, hanya sebuah balon. Aku akan memberikanmu ribuan balon untukmu."
"maaf...." ujar Lisa sambil menyandarkan kepalanya di dada Kevin
Mendengar Lisa sudah mau berbicara padanya hati Kevin tenang, ia sempat khawatir jangan-jangan Lisa akan mendiamkannya seharian penuh seperti waktu itu.
"apa kita perlu membeli balon lagi?" tanya Kevin sambil melihat disekitarnya sudah banyak balon berserakan dilantai.
Lisa menggeleng. Tangannya memegang jarum dan memberikan kepada Kevin sambil berakata "bantu pecahkan semua balon itu untukku." pinta Lisa
Kevin tidak paham dengan maksud Lisa, tapi ia melakukan semua yang dikatakan wanita ini.
Melihat semua balon dilantai sudah pecah semua, Hatinya lega. Lisa ingat kata mamanya, 'apabila kamu sedang marah jangan lampiaskan kepada orang tersebut. Lepaskan dengan cara menghembus balon. kemudian pecahkan biar amarah kamu lepas kelangit. Karena setiap perkataan yang kamu keluarkan ketika sedang marah, pasti akan membekas dihati orang itu selamanya. Jadi marah secukupnya, kemudian lepaskan dengan cara rahasia kita, kata Merry kepada Lisa waktu itu.'
__ADS_1
"bisa aku melepas cincin ini?" tanya Lisa
Kevin menggeleng sambil berakata "tidak boleh." Kevin bicara sambil mengutip sampah balon yang berserakan dilantai.
"aku rasa cincin ini terlalu mahal, aku takut menghilangkannya." ujar Lisa.
"tidak masalah, kalau hilang pasti akan mudah ketemu lagi," jawab Kevin santai.
"kamu merasa terlalu banyak uang, dasar sombong Mr K," ejek Lisa
Kevin hanya tersenyum kepada Lisa
Wanita ini tidak tahu kalau didalam cincin yang dikenakannya sudah dipasang GPS . Jadi walau hilang bagaimana pun pasti akan mudah ditemukan. Kevin tidak ingin hal yang sama terulang kembali, dari cara Roy yang mengikuti mereka berdua dan waktu ia bicara di ruang penyelidik sepertinya ia memiliki teman yang cukup banyak, Sangat berbahaya apabila ia menggunakan koneksinya untuk hal yang tidak baik kepada Lisa. Kevin tidak bisa membayangkan jika hal buruk menimpa Lisa,
Lisa masih memandangi cincin dijarinya, dan masih memutar otaknya. Alasan apa yang pas baginya agar tidak memakai cincin ini. "aku rasa cincin ini tidak pantas untuk ku."
"kamu itu istriku, semua yang kamu pakai selalu pantas."
Lisa mengecilkan matanya, alasan ini juga gagal. pikirnya.
"berhentilah mencari alasan yang tidak masuk akal, aku paham sekarang apa yang ada dipikiran kamu," Kata Kevin
Lisa membesarkan matanya, lagi-lagi pria ini mengeluarkan kemapuannya. 'Dasar Xavier' batin Lisa
"aku tidak mencari alasan, aku hanya ingin memastikan..." jawab Lisa ragu.
"kamu masih mau memastikan perasaan mu padaku, atau perasaan ku kepadamu??" tanya Kevin
"kedua-duanya benar, walau kau sudah pernah mengatakan kau mencintai ku dari dulu, tapi tidak mudah bagiku menerima semuanya. Semua orang bisa berubah, walau hanya 1 hari. Tidak ada yang bisa dipegang dari ucapan seseorang. Baik itu aku maupun kamu, kita berdua masih butuh proses untuk bisa benar-benar dikatakan suami-istri." jelas Lisa.
__ADS_1
Kevin mendekati Lisa dan mencium keningnya, kemudian mencium pipinya "kamu jangan terlalu banyak berpikir, badan kamu masih panas. Istirahat lah, aku bekerja dulu." Kevin membaringkan Lisa dan memakaikan selimut padanya.
'pria ini benar-benar berbahaya bagi kesehatan jantungku.' pikir Lisa yang detak jantungnya beretak tidak teratur karena pria ini.