
Waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, rapat umum pemegang saham. Lisa sangat menantikan waktu ini, karena inilah saatnya ia bisa memutuskan untuk bekerja lagi.
Kevin pergi dahulu kekantor, sedangkan Lisa baru sampai kantor sekitar jam 10 pagi. lebih cepat 1 jam sebelum rapat dimulai. Ketika Lisa sampai dikantor, ia melihat Kevin sedang berbicara dengan seseorang. Dibelakang mereka berdiri beberapa orang, sepertinya mereka sama-sama bukan orang sembarangan.
Lisa terus berjalan tanpa ingin mengganggu. Kevin memberi kode kearah Frans agar menunggunya sebentar. Frans keluar dari kerumunan, dan menyapa Lisa. "kakak ipar.... lama tidak bertemu..."
Lisa tersenyum sambil melihat kearah Kevin yang membawa tamu tersebut didalam kantor.
"sepertinya dia sangat sibuk sekarang"
"ia kakak ipar, pak bos memang selalu sibuk. Ohya, bos tadi berkata dia mau kakak menunggu diruangannya."
Telepon Frans berdering, ternyata dari Kevin.
Frans hanya berkata 'baik pak....' kemudian menutup telepon.
"kakak ipar, mari kita pergi keruangan meeting. Bos mau memberikan pekerjaan untuk anda." ujar Frans sambil mempersilakan Lisa berjalan lebih dahulu.
"benarkah...." mata Lisa berkilat-kilat. Lisa sangat semangat. Akhirnya hari-hari membosankan dirumah saja bisa terbayar.
Lisa dibawa keruangan meeting, didalamnya ada Kevin beberapa orang manager yang sudah familiar dihadapan Lisa karena ia pernah bekerja diperusahaan ini, salah satunya ada Leo.
Leo tersenyum senang melihat Lisa sambil melambaikan tangannya, sudah seminggu lebih ia tidak bertemu dengannya. Biasanya tiap hari mereka bertemu, rasa kosong dalam hati pasti ada dimasing-masing mereka.
__ADS_1
Kevin walaupun masih belum terbiasa dengan kedekatan Lisa dan Leo, tapi ia masih memiliki rasa maklum yang cukup tinggi, karena bagaimana pun dia selalu membantu menghibur Lisa disaat ia sedih tanpa melibatkan perasaan lebih antara seorang pria dan wanita. Walau Kevin tidak mempercayai 100 persen hubungan mereka, tapi sejauh ini mereka selalu menunjukkan hal positif dihadapan Kevin.
Lisa duduk disebelah Leo, tidak mungkin bagi Lisa duduk diposisi para petinggi perusahaan. Ketika Lisa sudah duduk tepat disisi sebalah kanan Kevin ada wajah familiar baginya, sorot matanya menatap kearah Lisa. Tatapan mata penuh rindu dipancarkannya, membuat Lisa merasa gerah. itu adalah Khay, pria yang pernah menyatakan cinta kepada Lisa.
Untungnya hanya Lisa dan Khay yang paham dengan kondisi saat ini. Leo pada saat itu sudah pergi keluar negeri ketika ia bertemu dengan Khay, jadi ia tidak paham dengan keadaan sekarang ini.
Lisa mengeluarkan handphone nya, Lisa menyembukan handphonenya dibawah meja sambil mengirim pesan kepada Kevin
'jika ini waktunya aku bekerja dengan mu, tolong perlakukan aku sebagai karyawan biasa.'
Kevin melihat kearah Lisa, dia sendiri bingung mau menjawab apa. dari dalam hatinya ingin mengatakan bagaimanapun ia adalah istrinya walau ditempat kerja, ia tidak setuju dengan pendapat Lisa menganggapnya seperti karyawan biasa. Jarinya mengapus kata bekali-kali. Akhirnya dengan berat hati Kevin membalas 'baiklah'
Lisa tersenyum melihat layar handphone, ia tidak sadar 2 pria sedang memperhatikannya yaitu Kevin dan Khay.
Setelah menjelaskan kerja sama kedua belah pihak, Kevin memberika informasi kalau yang akan membantunya memantau perkembangan kerja sama ini adalah Lisa. Khay tampak antusias dengan pengumuman itu. Akhirnya ada kesempatan kembali dekat dengan orang yang disukainya dulu.
****
Rapat pemegang saham sudah akan segera dimulai, Lisa dan Kevin permisi keluar dari ruangan meeting terlebih dahulu. Sedangkan Leo dan beberapa manager yang lain masih membahas proyek kerja sama mereka. Keluar dari ruangan meeting, Kevin langsung memegang tangan Lisa keruangan meeting berikutnya.
Hari ini Lisa mengenakan kemeja longgar berwarna kuning cerah lengan panjang , celana jeans panjang dan sepatu kets berwarna putih dan sedikit corak kuning. Lisa sebenarnya tidak terlalu suka dengan sepatu kets, hanya saja sepatu itu dibelikan Kevin semalam karena khawatir dengan kaki Lisa. Lisa merasa kakinya sudah sembuh, tapi Kevin melarang Lisa memakai high heels atau pun sepatu flat. Menurutnya lebih aman jika Lisa mengenakan sepatu kets. Rambut Lisa diikat satu dan poni tipis di dahinya menambah cantik Lisa hari itu.
__ADS_1
Pada rapat itu, Lisa baru menyadari kalau tanggung jawab yang ada pada Kevin sangatlah berat. Kevin menerima pertanyaan bertubi-tubi mengenai kerja sama dengan One Future Ltd.
Sebagai seorang CEO/direktur pelaksana, Ia tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tapi juga bertanggung jawab setiap proyek yang dikerjakan haruslah berhasil karena ada modal perusahaan didalamnya. Tanggung jawab tidak hanya pada pelaksanaan bisnis perusahaan, tapi juga melindungi secara keseluruhan perusahaan dan karyawannya.
Pikiran Lisa mengingat perkataan Kevin dulu, bahwa ada tanggung jawab terhadap karyawan yang memiliki karyawan, Lisa menyadari kalau selama ini dia selalu menyusahkan Kevin, ia sangat sering bekerja seharian. Waktu istirahatnya sangat singkat, 5jam tidur sudah termasuk hal mewah yang dilakukannya untuk tidur.
Lisa melihat Kevin mempersentasikan kinerja perusahaan yang dipegangnya kurang dari 1 bulan, tapi progres di capainya luar biasa. Lisa disatu sisi sangat bangga kepadanya, tapi disisi lain Lisa merasa kasihan kepada Kevin. Untuk beban semua orang sekitar 500 karyawan ditanggung dibawahnya. Bukan hal yang kecil, ini hanya satu perusahaan yang dipegangnya. Bagaimana dengan Sun Group yang katanya memiliki usaha hapir disemua sektor industri. Bukankah lebih baik ia menjadi pemegang saham saja? Hanya tinggal menyetujui dan tidak keputusan dari CEO/direktur pelaksananya...pikir Lisa.
Kevin melihat kearah Lisa, ia bisa melihat istrinya saat ini pikirannya tidak ada diruangan meeting ini. Kevin mengirim pesan kepada Lisa 'ada apa?'
'tidak ada apa-apa, hanya kagum dengan pak suami' balas Lisa
'???' kirim Kevin
Lisa mengirim emoji gambar hati
Kevin memandang Lisa sambil tersenyum.
Para anggota meeting menyadari kalau ada yang salah dengan CEO mereka. Orang yang terkenal sebagai manusia kutub menjadi manusia sungguhan yang bisa tersenyum. Benar-benar kejadian langkah. Dan senyumannya hanya ditujukan kepada istrinya.
Meeting selama hampir 2 jam akhirnya selesai juga, Lisa menyadari kalau seandainya ia dan mamanya menunggu dikota yang sama selama 1hari saja kehidupan mereka pasti tidak sesulit sebelumnya. Lisa memperhatikan penampilan para pemegang saham, benar-benar elegan dan sangat eksklusif. Lisa memperhatikan penampilanya dari atas kebawah. Hanya dia yang berpenampilan sporty wanita lain yang datang dengan anggun mengenakan dress. Tapi sepertinya mereka mengetahui harga pakaian yang dikenakan Lisa. Walau sangat simple dan sederhana tapi berasal dari merek limited edition .
Mungkin semua orang mengetahuinya, tapi tidak dengan Lisa. Dia tidak menyadari pakaian yang ada dilemari pakaiannya semuanya bermerek dengan harga yang fantastis.
__ADS_1