Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
mengundurkan diri 3


__ADS_3

"Bisakah kamu berhenti memadangi ku seperti itu?"  Kevin merasa tidak nyaman Lisa melihat Kevin dengan tatapan mata pembunuh.


Lisa tidak menjawab. Seperti inilah ketika Lisa sedang kesal, Dia akan memilih untuk diam. Kevin membuka kotak kue yang diambilnya dari dalam kulkas mini disebelah tempat duduknya. Kotak kue berwarna putih, dibawanya ke meja tamu diruangannya. Lisa masih menatapnya dengan tatapan tajam. Kotak kue itu diletakkan dimeja dan Kevin membuka bungkusnya.


Cake tiramisu berdiameter 15cm menggoda Lisa. Wajah marahnya berubah jadi senyum dan kegembiraan.


Hanya makanan yang bisa merubah Lisa dari sedih menjadi gembira, dari marah menjadi senang. Kevin menahan senyum sambil melihat kearah kakinya.


Kevin memberikan sendok kecil kepada Lisa.


"Terima kasih" Lisa tersenyum lebar.


Ketika Lisa sedang memotong cake nya Frans masuk memberikan laporan.


"Frans, kemari... suamiku membelikan cake tiramisu. Kamu mau coba? Sepertinya enak sekali."


Frans masih takut mendekati Lisa, ia takut bosnya akan marah dan menyiksanya dengan kerjaan yang lain lagi. Frans  hanya menggeleng dengan wajah suram


"Kamu yakin tidak mau?"


"Tidak, kakak ipar."


Lisa berdiri sambil menepuk sofa tempat duduknya "ayo duduk sini." Lisa berbicara sambil berpindah duduk kesebelah Kevin.


Kevin menggerakkan kepalanya  kearah sofa yang ditunjuk Lisa di agar ia mau mengikuti perkataan istrinya.


Dengan berat hati Frans duduk dan Lisa memberikan sepotong besar tiramisu. "ayo cepat makan..."


"Kamu mau? Cepat buka mulut, akan aku suapi kamu." Lisa mengubah arah duduknya kearah Kevin.


Lisa menyuapkan cake kepada Kevin seolah tidak ada masalah dengan mereka. Suasana pun mencair dengan sendirinya.


Sekertaris Kevin mengetuk pintu mengingatkan jamuan makan siang akan segera dimulai.


"ayo kita pergi" ajak Kevin


"tidak usah, aku pergi dengan teman-teman saja "


"Leo...."tebak Kevin.


"pintar" jawab Lisa sambil menaikkan satu alisnya.


"tidak".


"kenapa ..."


"karena aku tidak suka kamu dekat dengan dia.".


"kamu cemburu...."tanya Lisa


Ketika perdebatan antara suami-istri ini dimulai, Frans berjalan pelan-pelan keluar dari ruangan Kevin untuk menghindari masalah sambil membawa cake yang dimakannya.

__ADS_1


"ya." jawab Kevin jujur.


Lisa memandang heran kepada Kevin. Tapi ia tidak berani berkomentar, cemburu betulan atau hanya sekedar tidak mau dikalahkan?


Lisa memeriksa dahi Kevin dengan tangannya, sepertinya agak panas. Tidak puas dengan tangannya, Lisa memegang kepala Kevin dan mengarahkannya ke dahinya.


"kamu sehat." ujar Lisa santai.


"Jangan bermain api Mrs K." ujar Kevin sambil mencium kening Lisa.


Lisa terkejut. Dan segera mundur satu langkah. Lisa memegang keningnya.


"apa....apa yang kamu lakukan.??"


"aku hanya merindukan istri ku karena tadi malam kau tidak menemaniku tidur."


Jantung Lisa kembali berdetak tidak karuan.


'tenang Lisa....tenang... jangan terbawa perasaan. Gunakan akal sehat. Ya.....akal sehat'


Lisa mengambil tasnya di sofa. "aku pergi dulu." sambil membawa cake tiramisunya.


"kita, bukan aku." Kevin sudah berdiri dibelakang Lisa.


"kita akan pergi bersama" lanjut Kevin.


Kevin sangat menyukai saat Lisa sedang malu, pipinya akan merona, kupingnya memerah, dan jadi salah tingkah. Kevin tersenyum melihat punggung Lisa yang berjalan terburu-buru.


Kevin secara refleks memeluk Lisa dari belakang. Frans melihat bosnya sedang bermesraan jadi merasa canggung.


maaf kakak ipar, maaf bos" Kevin segera menutup pintu ruangan Kevin kembali.


Lisa melihat tangan Kevin masih melingkar di perutnya. Lisa melepaskan tangan Kevin dan cepat-cepat keluar dari ruangannya.


Frans masih menunggu Kevin dan Lisa didepan ruangan.


"mobil sudah siap pak. Silahkan."


"kita naik mobil?"tanya Lisa.


"ya..." jawab Kevin.


"Kebetulan sekali. Aku jalan kaki saja, tadi habis makan makanan berkalori tinggi."


"batalkan mobilnya, kita jalan kaki saja." perintah Kevin


"tidak perlu, kalian saja yang naik mobil. Aku bisa sendiri. Tenang saja. Kalau begitu aku duluan ya..." pamit Lisa.


Kevin tidak menjawab apapun.


Lisa mengira, dia sudah lepas dari bahaya. Lisa berjalan turun dari lift bersama Kevin, dengan santai Lisa melambaikan tangan kepada Kevin.

__ADS_1


'akhirnya... bisa lepas juga dari serigala.' batin Lisa. Ternyata dia salah. Kevin mengikutinya dari belakang.  Pantas saja tidak ada yang mau berjalan beriringan dengan nya. Ternyata ada pengawal dibelakangnya.


Lisa menjadi kesal. Kemudian berbalik badan. "kenapa ikutin aku?"


"karena kamu istriku." jawab Kevin singkat.


"Mr. K kamu menyebalkan!"


Lisa berjalan lebih cepat. Tapi mereka juga mengikuti lebih cepat. Sampai di hotel, keringat Lisa bercucuran. Dia kelelahan kejar-kejaran dengan Kevin.


Leo menyapa....."hai..kamu habis lari pagi?" Kenapa keringat kamu banyak sekali?" ujar Leo sambil menyeka keringat Lisa dengan tisu.


Lisa mengambil tisu dari tangan Leo dan mengusap sendiri keringat nya.


"aku mau duduk. aku lelah dan haus." Lisa duduk disebelah Leo dan meminum 2 gelas air sekaligus.


"habis dari gurun pasir ya.... "sindir Leo.


"terserah kamu mau bicara apa." Lisa pasrah.


Lisa memijat kakinya. Sudah lama ia tidak berjalan setengah berlari, ditambah lagi ia memakai high heels. Lelahnya dua kali lipat.


Lisa mengeluarkan surat pengunduran diri nya yang lupa ia serahkan kepada Leo dari dalam tasnya.


"pak manager, saya mohon maaf lupa menyerahkan surat pengunduran diri saya."


"kamu benar-benar serius?" tanya Leo.


"aku sekarang fokus kepada mama dulu. Setelah mama baikan, aku akan bekerja kembali."


"suami kamu dari tadi melihat kearah kita." Leo merasa tidak nyaman, Kevin memperhatikan Lisa dan Leo bagai tersangka pembunuha.


"biarkan saja.." Lisa tidak memperdulikan Kevin dan tetap fokus berbicara dengan teman kerjanya sambil memijat kakinya. Lisa ingat, tadi membawa tiramisu, tapi kemana ya? Lisa lupa membawanya dari kantor Kevin.


Info Lisa menikah dengan CEO yang baru di kantor nya sudah menyebar kemana-mana. Semua orang yang memperhatikan. Lisa sangat risih dengan semua perhatian yang didapatkan nya. Semua orang menyapa dengan ramah. Lisa menebar senyum ke setiap orang.


"seperti nya kamu sangat populer sekarang." sindir Leo.


Lisa menanggapi dengan menarik nafas dalam-dalam.


Leo menepuk pundak Lisa. "jangan terlalu anggap serius. Jalani saja. Hanya satu hari ini kamu mendapat kan perhatian dari banyak orang. Besok-besok tidak akan ada lagi. Nikmati saja, anggap kamu sedang berjalan di catwalk dan mereka semua yang menonton."


Lisa tersenyum lebar.  "tidak ada satu orang pun yang mau memperkerjakan aku sebagai model catwalk. Tinggi pas-pasan, wajah juga tidak cantik."


"ini lah kebiasaan buruk kamu, tidak percaya diri. Kamu itu cantik, pintar, sopan. Semua hal baik ada di kamu." jelas Kevin.


"kamu terlalu memujiku, jangan-jangan kamu mau minta tolong aku bicara dengan suami ku agar naik pangkat??" Ejek Lisa


Leo tertawa lepas "memang hanya kamu yang paham maksud terselebung ku "


"itulah makanya kita bisa bersahabat begitu lamanya. Karena hanya aku yang paham keburukan mu. " ejek Lisa.

__ADS_1


Leo dan Lisa tertawa lepas.


__ADS_2